NovelToon NovelToon
Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Angst / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: age nairie

Rate 18+
Mohon bijak memilih bacaan 🙏🙏🙏

Sakit yang terdalam adalah yang tidak terlihat oleh mata. Bagai tombak yang menusuk jantung, tetapi tombak itu tidak terlihat. Namun, dapat dirasakan di dalam hati.

Elena harus terlibat pernikahan dengan pria asing yang ditemuinya di hutan pegunungan, walaupun pernikahannya diawali dari suatu kesalahpahaman, Merrik memperlakukan dia dengan baik. Namun, semua itu hanyalah kamuflase. Kepalsuan cinta Merrik membuatnya tidak mempercayai laki-laki lagi.


Kesalahanku adalah mencintaimu. Namun, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Akan kubawa rasa sakit ini seumur hidupku. Seandainya waktu bisa diputar, aku akan memilih untuk tidak pernah mengenalmu.
~Elena

Kau tidak akan pernah bisa lari dariku, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskanmu karena ku yakin dilubuk hatimu masih mencintaiku.
~Merrik

Jangan lupa tap like, love, vote dan berikan komentar untuk memberi support pada othor.

Happy reading di novel kedua Age Nairie 🥰

Follow juga
IG : Age_Nairie
FB : Age Nairie

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon age nairie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 Rasa ini akan kusimpan seumur hidupku

Elena kembali ke unit apartemen, dalam perjalanan dia selalu meyakinkan dirinya bahwa Merrik mencintainya. Memasuki lift menuju lantai unit apartemennya. Sampailah, tiba di lantai tujuan, langkah Elena terhenti sebelum tiba di depan pintu apartemen Merrik, dia melihat orang tua Merrik dan bersembunyi di balik dinding. Bukan tidak ingin bertemu dengan kedua orang tua Merrik. Namun, lebih karena dia merasa tidak baik bertemu dengan orang tua Merrik dalam keadaan kacau seperti sekarang.

Elena menyadarkan punggungnya di balik dinding, berencana tidak akan menampakkan dirinya sampai kedua orang tua Merrik pergi. Namun, kenyataannya dia harus menerima sesuatu yang menyakitkan. Semua percakapan Merrik dan kedua orangtuanya terdengar sangat jelas di telinga Elena, hingga sampai akhirnya Merrik mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang jallang peliharaannya.

Elena langsung menampakan dirinya, ingin memastikan bahwa dia salah mendengar. Pasti dia salah mendengar! Itu yang dia paksa untuk mempercayainya. Dengan jiwa yang labil dan tergesa, langsung menghampiri Merrik tanpa pikir panjang.

"Apa yang Kakak bilang tadi bohong 'kan?" tanya Elena dengan mata yang membengkak dan berurai air mata. Baru juga meyakinkan dirinya bahwa Merrik tulus mencintainya namun kenyataannya tidak sesuai dengan harapannya.

Merrik cukup terkejut melihat kedatangan Elena namun dia masih menampilkan mimik wajah yang tenang, ingin terlihat bahwa apa yang di dikatakannya benar adanya. Ingin melihat wajah kecewa Ayahnya, ingin juga merendahkan Rose serendah-rendahnya. Meskipun itu harus menyakiti Elena.

Elena mendekatinya, menyentuh lengan Merrik. Mata bengkaknya menandakan betapa pilu kesedihannya. "Kak, kumohon katakan sesuatu, tolong jangan diam saja. Katakan kau mencintaiku!"

"Aku tidak akan berbohong lagi padamu, aku tidak pernah mencintaimu, semua yang kamu dengar benar adanya." Semua perkataan yang Merrik ucapkan tanpa melihat mata Elena. Dia tidak ingin terlihat lemah saat ini.

"Hiks ... Kakak berbohong ... Hiks ... Aku mencintaimu Kak!" Pernyataan cinta yang diucapkan lebih condong pada permohonan. Elena menangis layaknya seorang remaja yang memang belum tumbuh dewasa. Isak tangis disertai sesenggukan membuat Merrik mulai melemah, ingin sekali dia memeluk erat tubuh Elena, menghapus air mata yang tak henti. Memasukan gadis kecil ini ke dalam jiwanya. Namun, egonya mengalahkan rasa cintanya. Rasa ingin menyakiti Ayah dan juga Ibu sambungnya lebih berarti dari isak Elena.

"Aku akan melepasmu. Kau bebas sekarang! Kau bisa mencari pria yang lebih kaya dariku."

Elena menggelengkan kepalanya, hingga sulit terucap satu katapun, sangat ingin menyangkal dengan apa yang terjadi hari ini. Kemiskinan hidup yang dilaluinya tidak pernah sesakit apa yang dia rasakan hari ini. "Cukup! Kamu menyakitinya!" ujar Ricci

"Itu balasan yang pantas untuk seorang wanita yang hanya mengejar kekayaan!" ucap Merrik yang sebenarnya lebih tertuju pada Rose. Namun, sekarang posisinya ada Elena di depannya. Beruntung kondisi sepi, sehingga tidak menjadi tontonan layaknya sebuah drama keluarga.

Elena melepas tangannya pada Merrik, mengeluarkan pil KB dari kantung bajunya. Meletakan di atas telapak tangan Merrik. "Terimakasih atas perlakuan baik Kakak selama ini, rasa ini akan ku simpan seumur hidupku. Terimakasih juga atas pil pencegah kehamilan ini ..." Elena menghisap hidungnya karena isak tangis masih menguasai. "Apa yang Kakak lakukan memang sudah terencana dengan baik. Selamat, Kakak berhasil!" Menatap sejenak mata Merrik lalu berbalik badan untuk menghilang dari jangkauan pandangan Merrik.

Bibir Merrik bergetar, Apakah benar dia akan kehilangan gadis ini? Bisakah? Sanggupkah? Elena beranjak pergi meninggalkan tempat yang selama ini menjadi penjaranya.

Rose dan Ricci melihat seorang gadis yang begitu rapuh karena terluka, mereka tidak tega dengan gadis itu. "Elena kamu mau kemana?" tanya Rose.

Elena menoleh sedikit ke arah suara yang memanggilnya. "Aku akan kembali ketempat seharusnya aku berada."

"Ikutlah dengan kami," ujar Ricci. Dia merasa harus bertanggung jawab atas tindakan dari putranya. Ricci bisa melihat bahwa Elena hanyalah gadis baik-baik yang terlalu lugu.

"Tidak, kehidupan di kota tidak cocok untukku, aku ingin kembali ke kehidupanku yang dulu." Setelah berucap Elena pergi tanpa menoleh, dia sudah bertekad untuk menjauh dari kehidupan Merrik. Meskipun telah mengetahui Merrik telah menipu dirinya, di dalam hati Elena masih tersimpan rasa cinta untuk Merrik yang kini bercampur rasa kecewa yang sangat besar.

Ricci dan Rose melihat kepergian Elena dengan rasa luka, Elena menghilang dari pandangan mereka. Rose melangkah ke hadapan Merrik. "Cepat bawa dia kembali Merrik!"

"Untuk apa? Aku tidak akan pernah mengemis pada seorang wanita rendahan!" Perkataan yang keluar dari mulut Merrik yang akan membuat dirinya menelan ludahnya sendiri.

"Aku tau, sebenarnya perkataanmu itu tertuju padaku. Dia tidak bersalah Merrik, kenapa kamu begitu kejam!" Rose mengambil pil KB dari tangan Merrik. "Kau tidak hanya mempermainkan hatinya tapi meracuninya Merrik."

"Aku kejam? Lalu apa dirimu? Seharusnya kamu pergi menjauh dari dunia ini!" Setelah berkata dia masuk ke dalam tanpa peduli orang tuanya berada diluar. Merrik tidak sanggup lagi berpura-pura, cinta, benci, kecewa, ego yang tinggi, gengsi semua bercampur aduk.

"Merrik! Buka pintunya, kita harus bicara!" Ricci terus menggedor pintu, namun Merrik tidak ada niatan membuka pintu.

"Sebaiknya kita pergi dulu, besok kita kembali lagi. Apa kau siap memberitahu Merrik yang sesungguhnya?" Rose menyentuh lengan Ricci untuk menenangkannya. Mereka pergi meninggalkan apartemen Merrik.

Merrik termenung di balkon, di matanya hanya ada bayangan Elena. Mengambil benda pipih berwarna hitam untuk menghubungi Dion. "Hallo bos." Sapa Dion setelah mengetahui yang menelpon adalah bosnya.

"Cari Elena, jangan membuatnya terkejut, lindungi dia diam-diam." Setelah berkata Merrik menutup teleponnya. Hanya itu yang bisa ia lakukan, tidak bisa kembali padanya setidaknya dia memberikan perlindungan pada Elena.

Elena menaiki bus menuju desanya, rumah Nenek yang sederhana namun sangat nyaman dirasakan oleh Elena. Kelenjar air mata Elena masih terus berproduksi seakan dibanjiri oleh pesanan pelanggan di hari raya. Hingga sampailah di rumah neneknya. Setelah masuk dalam ruangan, air mata bukannya berhenti melainkan semakin deras mengalir, Elena sudah tidak menahan tangisnya, dia menangis dengan suara yang cukup keras, mencoba untuk meringankan sesak di hatinya. Dia teringat kembali masa-masa awal bertemu dengan Merrik.

Seharusnya dia tau, awal mereka bertemu Merrik sudah berniat tidak baik padanya. Seandainya waktu bisa berputar dia akan menempuh jalur hukum saat Merrik mencoba menodainya, atau seharusnya dia tidak mendekati Merrik saat melihatnya terkapar di tanah atau mungkin seharusnya dia tidak datang ke hutan pada hari itu.

Di sekian banyak kata seharusnya, sudah tidak dapat merubah keadaan. Kata seharusnya sudahlah tidak berarti lagi, hanya menjadi untaian kata pengandaian.

Hatinya sudah hancur dan meninggalkan rasa sakit yang membekas seumur hidup. Awal mencintai seorang pria yang dibalas dengan sebuah kebohongan. Dia yang terlalu bodoh? Atau Merrik yang terlalu cerdik dalam berkamuflase?

Siapa yang tidak tertipu jika selama ini di perlakukan dengan baik! Bagaikan sebuah keindahan pelangi di pagi hari setelah hujan, begitu nyata terpampang namun kenyataannya hanyalah sebuah bias yang tidak bisa di sentuh.

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

Jangan lupa like,love,vote,bunga dan juga komentarnya... Age sangat menerima kritik dan sarannya 🙏🙏🙏

Terima kasih masih setia membaca kisah Merrik dan Elena, Age juga sedang berusaha untuk bisa up lebih sering, tapi Age juga harus menjaga alur cerita agar tidak melenceng, tidak mau buat alur yang diluar konteks hanya demi memperpanjang BAB. Dimohon pengertiannya 🙏

Oh ya, bagi yang belum baca novel pertama Age si SAMUDRA NAYNA boleh donk di tengok dan yang sudah membaca, Age ucapkan terima kasih 😘😘

Semua komentar yang masuk sangat membangun, selama menulis selalu mendapat reader yang baik-baik dan mendukung, lope-lope yang tak terhingga buat kalian para readers ❤️❤️❤️❤️❤️❤️

1
Nuriati Mulian Ani26
wzhhhh
Sastri Dalila
✔️✔️✔️✔️
Tri Wulandari
Luar biasa
Age Nairie: Terima kasih, Kak.🙏🥰
total 1 replies
Endang Sulistia
pengen getok ..curiga Mulu
Endang Sulistia
sabar Dion...
Endang Sulistia
😄😄
Endang Sulistia
sempat2 nya si merik...
Fitri Riyani
karya ke 3 mu ya aku baca Thor..
dan ketiga nya 👍
kak othor sangat menguasai masing-masing bidang profesi dengan penjabaran detail.

terlambat mampir aku nya, ternyata sudah lama up nya
semangat berkarya thor
Age Nairie: Wah, terima kasih, Kak. ,🙏🥰😍😘
total 1 replies
Fitri Riyani
Luar biasa
Age Nairie: Makasih 🙏🥰
total 1 replies
Fitri Riyani
diawal kayae usia el 18 kurang 4 bulan..
atau aku yang gagal focus ya
Age Nairie: Usia Elena selisih setahun dari usia aslinya. Nenek yang menemukan, nembak usia Elena lebih tua setahun, karena turunan bule , jadi Elena lebih tinggi dari balita di desa itu. Udah dijelaskan oleh Amel (Ibunya Elena) tapi lupa di bab berapa 😁
Mangkannya Amel benci banget sama Merik, soalnya ternyata pas menikah sama Elena usianya belum genap 17 tahun 😁
total 1 replies
Ran Aulia
terimakasih kak Author, ceritanya bagus 😍😍😍😍❤️❤️❤️
Age Nairie: Terima kasih, Kak 🙏🥰😘😘
total 1 replies
melting_harmony
Luar biasa
Age Nairie: Terima kasih, Kak.🙏☺️🥰
total 1 replies
Alfatia Desi
orang bodoh dan tolol mah ya kaya simerik tuh
Age Nairie: Emang pemeran utama pria yg nyebelin si Merrik, Kak.
total 1 replies
Ainul Yaqin
🤣🤣🤣bisa aeeee thor
jadiii klo pembaca bc tiap hari ... samaaaa dong lgi sedeng ....😆😆
Age Nairie: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Nurafni Zalfaalituhayu
mau nya enak doang tuh laki2 apa nga mikir apa perasaan wanita .....dah sepah di buang ...bucin baru nyaho
etin eka susanti
mau enaknya aja ya pak☹️
AnaZa O
mati ajalah merrik thor, tanggung
Age Nairie: yah.. udah tamat Kak 😁
total 1 replies
Esi Ana
😍😍
Age Nairie: Terima kasih Kak 🙏🥰😍😘
total 1 replies
Lufirhmdw
luar biasa!! alur cerita nya sangat bagus dan tidak bertele-tele, saya sangat puas!!
Age Nairie: Terima kasih Kak 😊
total 1 replies
May Keisya
ya ampun sengaja bgt drmh ga ada mknan biar ada alesan buat ktmu aisley....CEO ko ky ga pny uang🤣🤣🤣🤣
Age Nairie: 🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!