Arthur adalah seorang anak yang terlahir dengan Mana atau energi sihir yang cacat.
ia lahir di dunia sihir dimana dunia tersebut sihir sangat dibutuhkan. ia memiliki cita cita untuk menjadi Penyihir terhebat di kerajaan dan juga mencari tahu tentang ingatan-ingatan samar yang sering ia lihat dalam mimpinya.
Akankah ia mampu menjadi penyihir terhebat dan menguak semua pertanyaan mengenai ingatan tersebut?
Note:
Main character tidak dibuat langsung overpower. akan ada developement character atau pembangunan karakter agar lebih menarik oleh karena itu Alur akan berjalan sedikit lambat.
ini adalah karya pertama saya. bila ada kesalahan atau kurang seru tolong di maklumi yaa.
agar author semangat lanjutin jangan lupa like dan komen.
mohon dukungannya yaa terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pandu Diwanata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kapten Sihir
Cahaya matahari perlahan-lahan menghilang bersamaan dengan redupnya langit.
Terdapat seorang pria yang terlihat kelelahan sedang bersandar di sebuah pohon yang besar. Anak itu berada di sebuah lapangan yang memiliki hamparan rumput yang sangat luas sehingga peristiwa terbenamnya matahari atau sunset dapat terlihat jelas olehnya.
Ia terlihat begitu kelelahan. Bahkan raut wajahnya juga menunjukan raut yang sedang kebingungan dan juga sedih. Anak itu tak lain adalah Arthur.
Semua pasukan sihir yang ada di listnya telah ia datangi satu persatu. Namun ia tak mendapatkan apapun selain penolakan, hinaan bahkan juga sebuah cacian karena kondisinya.
Ia hanya bersandar di pohon itu sambil mengangkat kepalanya menatap langit. Seakan ingin berbicara dengan penciptanya mengapa kau membuatku menjadi seperti ini?.
"Sudah kuduga akan berakhir seperti ini" Ucap Arthur sambil menghela nafasnya dan menatap langit.
Ia sangat kecewa dengan kondisinya saat ini. Sudah banyak cara ia lakukan untuk memperkuat dirinya. Mulai dari latihan fisik hingga bela diri. Namun semuanya seakan-akan percuma jika tidak memiliki sebuah Mana yang cukup.
"Apakah ada satu saja kapten sihir yang ingin menerima ku? mana mungkin ada yang mau Hahahaha aku saja baru di tolak oleh pasukan sihir terburuk di kota ini" Gumam Arthur.
Pasukan sihir gagak hitam merupakan tim sihir yang terburuk di kota ini. Isinya hanya orang-orang yang aneh. Mereka tidak pernah becus sedikitpun dalam menyelesaikan masalah. Justru terkadang mereka hanya membuat masalah yang mereka tangani malah menjadi semakin besar.
Dandelion frigizt adalah kapten mereka. Sebagai pimpinan ia malah memiliki perangai yang sangat buruk. Setiap malam ia menyuruh para anggota untuk setidaknya membawa satu wanita penghibur ke markas untuk ia gunakan sebagai penghilang rasa bosan selama satu malam itu.
.
.
.
Di samping tempat Arthur duduk terdapat sebuah batu raksasa yang berbentuk lingkaran sempurna. Batu itu kurang lebih berukuran seperti sebuah mobil di jaman sekarang.
Tanpa arthur ketahui ternyata diatas batu tersebut ada seorang pria yang sedang duduk sambil memperhatikannya.
"Kasihan sekali ya hidupmu, tapi jika kau terus mengeluh seperti itu. Kau tak akan bisa pernah mengubah hidupmu yang menyedihkan itu" Ujar pria tersebut sambil tersenyum. Sepertinya Ia mengetahui apa yang sudah anak itu alami hari ini.
Arthur yang sudah memejamkan kedua matanya yang hendak beristirahat langsung kembali terbelalak mendengar suara orang itu.
"S-siapa disana?!" Seru Arthur. Ia langsung berdiri dan bersiap mengeluarkan pedangnya. Karena sekarang ini ia sedang berada di luar tembok kota Verona yang berarti ia berada di wilayah yang kurang aman.
"S-siapa orang ini?!, bagaimana mungkin aku tidak bisa merasakan kehadirannya?" Gumam Arthur sambil menatap pria itu.
"Berhentilah menunggu orang lain memahami kondisimu yang seperti itu" Ujar pria itu yang terus menceramahi Arthur.
"Sebaiknya kaulah yang berhenti untuk menasehatiku, aku tak butuh nasehatmu itu. Siapa kau sebenarnya?" Tanya Arthur.
Pria itu tak menggubris pertanyaannya. Ia hanya terus memandangi Arthur dengan tersenyum.
Orang itu memiliki tubuh yang besar bahkan urat uratnya pun terlihat sangat jelas di lengannya karena ia menggunakan pakaian berwarna hitam yang tak berlengan.
Selain itu ia juga memiliki banyak sekali aksesoris di tubuhnya mulai dari kalung hingga hingga seluruh jarinya terdapat satu cincin dan dipunggung nya terdapat dua golok yang menyilang berwarna merah.
Di wajahnya pun terlihat ada sebuah riasan garis lurus di bawah kedua matanya hingga rahangnya. Wajahnya juga terlihat rupawan dengan rambut hitam yang dikuncir kebelakang. Ia juga menggunakan sebuah ikat kepala berwarna putih.
Arthur pun menyipitkan kedua matanya karena melihat sebuah benda yang tak asing baginya. Benda itu berupa lencana yang berbentuk manusia berkepala singa yang sedang memegang sebilah pedang. Lencana itu berada pada pakaiannya.
"Tunggu?! Lencana itu kan?!" Gumam Arthur dalam hatinya.
"K-kau adalah seorang kapten sihir?!"
"Anak pintar hahahaha" Ucap pria itu sambil tertawa terbahak-bahak.
Kemudian pria itu berdiri sambil mengangkat sebuah pedang.
"penyihir tipe berpedang ya? Ngomong-ngomong kau bisa mendapatkan pedang ini dari mana?" Ucap pria itu sambil memandangi pedang berwarna hitam yang sedang ia genggam.
Arthur pun semakin terkejut karena melihat pedang miliknya sudah berada di tangan orang itu.
Sempat tak percaya dengan apa yang terjadi, Arthur langsung mengecek sarung pedang yang ada di pinggangnya. Dan ternyata sarung pedang itu kosong.
"B-bagaimana bisa kau? Cepat kembalikan pedangku!" Teriak Arthur.
"Ambillah sendiri" Ucap pria itu dengan meledak sambil berjongkok.
Mau tak mau Arthur pun melompat naik ke atas batu itu meskipun kesusahan karena batu itu yang berbentuk lingkaran sempurna.
Setelah berhasil naik dengan susah payah ia tetap kesulitan untuk menyerang pria itu karena bentuk permukaannya.
Arthur langsung melompat ke arahnya. Pria itu menghindarinya hanya dengan menggeser kakinya dan menendang bokong Arthur hingga ia terjatuh ke bawah.
"Kau sangat lambat, ceroboh dan juga lemah" Ucap pria itu kembali meledek arthur sambil berjongkok melihatnya dari atas batu.
Arthur kembali bangkit dan naik ke atas batu itu lagi namun dengan sangat mudah ia dijatuhkan lagi hingga berkali-kali.
Tak ada cara lain yang bisa ia lakukan kecuali dengan merebutnya secara langsung. Padahal ia tahu kalau ini adalah hal yang mustahil terlebih lagi pria yang ada di depan nya itu merupakan seorang kapten Wizard. Namun baginya lebih baik menyerang daripada harus menyerah.
"Sudah hentikan!, Tekadmu masih sama seperti 6 bulan yang lalu" Ucap pria itu sambil melempar pedang yang ia genggam kepada Arthur.
Arthur tak mengerti apa yang dimaksud oleh pria itu.
"Waktu ujian pertarungan di aula 6 bulan yang lalu aku melihatmu bertarung dengan keluarga Zephyros, kau benar-benar anak yang menarik. Oleh karena itu mulai detik ini juga kau adalah anggota ku" Ucap pria itu sambil tersenyum dan menunjuk ke arah Arthur.
"A-anggota?" Arthur masih tampak kebingungan. Ia pikir tadi orang itu berusaha untuk merebut pedang miliknya. Tapi sekarang orang itu malah bilang bahwa Arthur menjadi anggotanya.
Sekejap pria itu menghilang dari atas batu itu dan langsung berada di belakang Arthur dan menarik kerah bajunya dari belakang.
finally
semangat terus thor 💪
semangat terus Thor 💪
thank's. up nya cerita ini makin menarik
👍👍👍👍👍
tunggu kelanjutan kisah ini .......!!!
buat author semangat terus 💪
maaf. ya Thor. 🙏🙏🙏 komentar aku julid ....
semangat Thor 💪
Arthur adalah seorang dewa kematian karena itu aku mengingatkan pada author tentang kekuatan Arthur.
seorang dewa kematian haruslah kuat dan tak tertandingi kekuatannya tapi disini kekuatan Arthur masih lemah .
next Arthur harus kuat
jangan bikin pembaca jadi malas baca alias bosan karna MC nya lemah.
apa lagi MC disini adalah dewa kematian yaitu dewa yg paling ditakutkan bahkan oleh para dewa .
oke Thor semangat terus ya...💪😘😘💖💖👍👍