Jangan tunggu aku.....
Aku sudah dijodohkan oleh orang tuaku.
Menikahlah dengan wanita lain....
Aku akan tetap menunggumu sekalipun harus menunggu jandamu....
Apa......menunggu jandaku....Gila kamu....
Nikmatilah hidupmu kamu masih muda jangan sia - siakan waktumu dengan menungguku....
Sekalipun kamu melarang ku aku tetap akan menunggu mu sampai kamu tidak terikat dengan pria lain.
Berjanjilah bahwa kalau kamu sudah menjanda kamu akan menerima diriku....
Baiklah aku berjanji ......
ini adalah novelku yang kesekian dan aku berharap novel ini menjadi pelajaran dalam menilai dan menentukan sesuatu.....
Happy reading.....❤️❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruth, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan
Aku berpamitan kepada Winda dan tak lupa juga Winda memelukku....
Jangan sedih say, aku selalu ada buat kamu..
Hadapi semua dengan bijak, ingat ada Jeri yang membutuhkan mu....
Kalau ada apa - apa hubungi aku ya, kata Winda....
Tx ya win.... aku kembali memeluknya erat.
Aku pulang dengan lemas, aku tidak tahu harus mengambil keputusan apa nantinya... bahkan aku tidak tahu bagaimana reaksiku kalau ketemu dengan Dimas dirumah.
Mami.....mami....teriak Jeri yang masih ada digendongan mbok Sumi...
Uh....anak mami ganteng, sini sama mami...
sambil mengambil Jeri dari gendongan mbok Sumi, terima kasih ya mbok....
Dimas sudah pulang mbok, tanyaku...
Belum buk, pak Dimas belum pulang....
O....jawabku singkat
sambil menggendong jeri menuju ke kamarku.
Aku membersihkan diri dan menidurkan Jeri dikamarnya yang pintunya tembus dengan kamarku, setelah itu aku keluar dari kamar dan menuju ke dapur membuat kopi untuk menenangkan pikiranku.
Aku duduk di sofa ruang keluarga, sengaja menunggu Dimas pulang dan tidak akan menunda untuk membicarakan masalah RT kami, berharap aku bisa wise dalam mengambil keputusan nantinya.
Masih dalam lamunan ku dan gejolak pikiranku, aku mendengar suara mobil memasuki halaman rumah, aku melirik jam yang ada di dinding ternyata sudah pukul : 23.15 WIB.
Selalu pulang larut, sudah jam segini aja baru pulang.... batinku.
Tapi aku sudah menemukan jawaban dari semua kecurigaan dan kegundahan hatiku.
Mas, kataku menyapa nya yang baru masuk kedalam rumah....
Belum tidur dik katanya
Belum, sengaja nunggu mas Dimas kataku, Duduk sini mas ada yang aku mau bicarakan sama mas Dimas kataku sambil menepuk sofa ....
Ada apa dik tumben.... katanya, sambil duduk disebelahku
Mas, pernikahan kita sudah berumur 2 tahun lebih bahkan Jeri makin besar, apakah tidak ada yang mau mas akui kepada ku....
mau berapa lama disembunyikan, kata ku pelan tapi dengan kalimat yang menohok.
Maksud kamu apa dik, harus mengakui apa katanya dengan meninggikan volume suaranya...
Tidak perlu dengan otot tapi gunakan otak yang dingin, kan kamu orang ber intelek jadi tidak perlu menggunakan emosi.... kata ku
menyindir nya.
Aku melihat kearah Dimas yang gelisah, dia meremas rambutnya menunjukkan frustasi dengan pertanyaan dan pernyataan ku.
Beberapa saat aku masih menunggu Dimas menjawab pertanyaan ku...
Baiklah..... Mas mengakui bahwa selama ini mas melakukan hubungan terlarang dengan seorang wanita..... Anita namanya dan mas mengontrak sebuah rumah didekat kampus untuk ditinggali Anita dan mas akhir - akhir ini sering pulang larut karena menemani Anita.
Hubungan terlarang ini terjadi sebelum menikah dengan kamu dik..... dan aku tidak bisa meninggalkan Anita karena dialah yang menemani mas selama ini, bahkan disaat mas mengalami kelainan S***, Anita lah yang setia menjadi penolong....
Penolong atau pemuas, sahutku .....
Dimas diam sesaat dan melihatku dengan tatapan sedih dan heran, aku berusaha tegar untuk mendengarkan semua ceritanya.
Kenapa waktu kita dijodohkan mas Dimas tidak menolak atau setidaknya mengakui kalau ada Anita waktu itu, kataku
Mas tidak bisa menolak permintaan papa dik..
Tapi dengan melakukan hubungan terlarang sampai hari ini bukankah itu justru menyakiti aku dan Jeri..... kataku dengan menahan emosi.
Mas tahu mas salah, mas minta maaf dik....katanya sambil berlutut di depanku dan menangis.....
Harusnya kamu berobat bukan melanjutkan hubungan terlarang ini, harusnya kamu ceritakan semua penderitaan mu kepada istri mu ini......
Aku seperti orang bodoh mas, yang kamu tipu selama bertahun - tahun. Orang diluar sana lebih tahu siapa kamu tapi aku istrimu malah tidak tahu apa - apa.
Kamu anggap aku apa selama ini mas, kata ku lirih....dan hampir saja aku menangis dan menjerit karena beratnya beban yang sedang aku pikul.... tapi aku berusaha menahannya.
Maaf dik, maafkan mas....kata suamiku sambil memohon kepadaku.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA 🙏🙏🙏🙏🙏