NovelToon NovelToon
Mother

Mother

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Poligami / Janda / Pelakor / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: ROZE

Rei, seorang remaja perempuan yang harus menjalani kerasnya hidup bersama neneknya. Saat merasakan kesulitan yang terus menghimpit, seorang pria tua menghampirinya, dan menawarkan pertolongan.

"Dengan satu syarat, jadilah istri kedua cucuku dan berikan dia keturunan, setelah itu berpisahlah!"

Apa yang akan dipilih oleh Rei? Bisakah dia menemukan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROZE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 Tertangkap Basah

Marva dan Rei ke luar dari dalam mobil, mereka menuju loby hotel.

"Kamu bisa istirahat dulu di kamar, aku masih ada meeting dengan klien. Ayo, aku antar ke kamar," ucap Marva sambil merangkul pundak Rei

Jepret

Jepret

Jepret

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengambil foto dan video mereka. Rei yang memakai seragam sekolah milik keluarga Abraham itu, tentu saja sangat mudah dikenali. Siapa yang tidak tahu dengan sekolah itu, salah satu sekolah internasional yang sangat terkenal, selain sekolah milik keluarga William dan Willson.

"Tangkapan bagus," gumam orang yang merekam mereka.

Diam-diam orang itu mengikuti Rei dan Marva. Mereka riba di lantai tujuh, san masuk ke kamar. Orang itu menunggu beberapa waktu namun Marva tidak ke luar juga.

Masih sekolah tapi sudah melakukan hal di luar batas. Tapi bukankah itu salah satu cucu dari tuan Frans Arthuro? Ini pasti akan menjadi berita yang heboh.

Sementara di dalam kamar, Marva membaringkan tubuhnya sebentar karena sepuluh menit lagi dia akan rapat. Dia memang memilih tidak mengantarkan Rei langsung ke rukah, karena akan lebih memakan waktu, dan pastinya akan terlambat meeting dengan rekan bisnisnya.

Rei sendiri membaca buku yang dia pinjam dari perpustakaan sekolah.

"Aku rapat dulu, ya. Aku juga sudah memesankan makanan untukmu, kamu langsung makan saja, jangan menungguku."

"Iya, Kak."

Setelah Marva ke luar, makanan yang dipesan oleh Marva datang. Rei melihat makanan yangbsangat banyak di troli. Ada steak, kentang goreng, salad, dan spageti.

Apa dia pikir aku akan makan sebanyak ini?

Rei mulai memotong steak dan mengunyahnya dengan pelan. Tanpa terasa, Rei sudah memakan semua makanan itu, bukan karena makanan itu enak, tapi entah kenapa dia hanya ingin mengunyah.

Air matanya ke luar.

Nenek, jika saja nenek juga menikmati makanan ini bersamaku.

Setelah menghabiskan semua makanan dan minuman itu, Rei kembali membaca buku-bukunya hingga dia tertidur.

Marva kembali ke kamar hampir dua jam kemudian.

Dia selalu tertidur bersama buku-bukunya.

Marva mengusap pelan perut Rei yang tertutup seragam sekolah itu.

Apa akan ada anakku di dalam sini? Akan mirip siapa wajahnya nanti?

Perlahan Marva ikut memejamkan matanya, pergi ke alam mimpi, meninggalkan sejenak kepenatan hidup yang harus dia jalani.

Marva dan Rei bangun bersamaan, dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul lima kurang lima belas menit.

"Kak Marva tidur?"

"Iya, aku ketiduran, habis capek banget. Pulang, yuk!"

Mereka mencuci muka terlebih dahulu.

"Semoga saja enggak terlalu macet," ucap Marva saat mereka memasuki lift.

Dia ingin cepat pulang dan tidak ingin Viola bertanya ini itu kenapa dia dan Rei pulang bersama, padahal biasanya Rei pulang siang. Bukan karena dia takut dengan Viola, tali karena dia terlalu lelah untuk bertengkar.

Mereka ke luar dari lift dan melewati loby. Orang yang tadi memotret mereka diam-diam, kembali melihat Rei dan Marva, lalu memotretnya.

🌺🌺🌺

"Aku ingin segera memiliki cucu. Apa menurutmu anak itu bisa hamil?" tanya Delia pada Carles, suaminya.

"Entahlah, aku juga ragu."

"Apa jika anak itu hamil dan melahirkan, Marva dan dirinya akan berpisah?"

"Tentu saja, bukankah ayah sudah menekankannya. Lagi pula apa nanti kata orang, jika Marva memiliki dua istri? Bisa rusak reputasi keluarga kita."

"Kamu benar. Semoga saja anak itu bisa segera hamil, lalu kita memiliki cucu. Keadaan juga kembali seperti sebelumnya."

Rei merasa sesak di dadanya mendengar pembicaraan itu. Dia memang sudah menekankan baik-baik di hati dan pikirannya tentang satusnya. Tapi setiap kali mendengar pembicaraan mereka, tetap saja dia merasa terluka. Mereka benar-benar menunjukkan siapa dirinya di rumah ini.

Dia juga tidak tahu kenapa dia selalu mendengar pembicaraan-pembicaraan yang tak menyenangkan. Kalau saja namanya tak disebut-sebut dalam percakapan Carles dan Delia, atau Marva san Vioka, dia pasti akan melewati saja. Tapi karena karena namanya disebut, dia jadi penasaran.

Akhirnya, dia juga yang terluka.

🌺🌺🌺

Rei sedang memasak bersama bi Tuti, setelah masakan itu jadi, Rei meletakkannya di meja makan.

"Kamu masak lagi?" tanya Delia.

"Kamu tidak perlu ikut memasak apalagi membersihkan mansion. Tugas kamu itu sebagai istri Marva yang seharusnya memberikan dia keturunan," ucap Frans.

Viola melirik Rei namun tidak berkomentar apa-apa. Tidak lama kemudian Bram datang dan memberikan ipad kepada Frans.

Brak!

Frans mendebrak meja makan dengan kencang, menyebabkan piring-piring dan gelas-gelas bergesar.

"Marva! Apa yang kamu lakukan, hah?"

Marva mengeryitkan keningnya, tidak mengerti maksud perkataan kakeknya itu.

"Todak ada, memangnya apa yang aku lakukan, Kek?"

"Kamu lihat ini! Apa yang kamu lakukan di hotel dengan Rei kemarin?"

Deg

Jantung Viola berdetak kencang begitu tahu suaminya kemarin ke hotel dengan istri mudanya itu.

Apa mereka diam-diam ingin main di belakangku? Apa mereka benar-benar telah berhubungan intim? Apa tidak cukup dilakukan di rumah saja? Kenapa tidak mengatakannpadaku bahwa jemarin mereka ke hotel? Katanya sibuk rapat. Rapat apaan, rapat untuk membuat anak? Ya Allah, sakit sekali rasanya.

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhmm lama ga baca jadi lupa /Facepalm/
Siti Nur Janah
apa jadi itu isinya Taspek?
Siti Nur Janah
makannya jadi orang jangan menyindir orang lain dan sombong kena batunya kan
Siti Nur Janah
pasti yg di maksud ukmal
Siti Nur Janah
coba Nania di diamkan saja biar tau rasa
Siti Nur Janah
pasti Freya ngeprang teman "nya
Siti Nur Janah
sebenarnya Freya itu dimana sekarang?
Siti Nur Janah
hah td cuma mimpi kok malah JD kenyataan 😭😭😭
Siti Nur Janah
loh kok marva malah di buat meninggal?
Siti Nur Janah
apakah Freya meninggal?
Siti Nur Janah
apa yujin itu kakek rei?
Siti Nur Janah
hahahaha dasar arby
Siti Nur Janah
apa yg melakukan adalah Alexa? q setuju dgn jln pikiran itu
Siti Nur Janah
kalau q setuju dengan Agam karena kalau si marva kurang tegas dan plin plan kurang jentel
Siti Nur Janah
deg ah sakit bgt dengernya
Siti Nur Janah
apa Freya sakit parah?
Siti Nur Janah
wih PD amat minta di hargai ,amat aja gak minta di hargai berapapun hahaha
Siti Nur Janah
ni dah q kasih vote
Siti Nur Janah
😭😭😭😭
Siti Nur Janah
semoga rei bisa membawa salah satu dari mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!