NovelToon NovelToon
PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:10.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Momoy Dandelion

Pura-pura menjadi orang miskin malah mempertemukan Ruby dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan sombong bernama Melvin.

Bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak berdaya diejek dan ditindas orang lain karena menyembunyikan identitasnya?

Lelaki itu tersenyum sinis seakan merendahkan, "Heran kampus bisa menerima mahasiswa jorok seperti ini. Miskin lagi. Ini kampus atau yayasan sosial. Mekanisme yang aneh."

"Hahaha.... Kata-katamu kejam sekali, Vin. Kasihan dia masih baru di sini. Nanti kena mental."

Belum tahu saja mereka kalau orang yang sedang dihina juga anak seorang pengusaha besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SUKA MENGGANGGU 2

Ruby memakan bekal makanannya dengan perasaan yang kurang nyaman. Melvin ada di depannya, memandanginya sambil senyum-senyum.

Hidupnya di kampus semakin terkekang. Selain karena isu yang tidak benar itu, Melvin yang terus mengikutinya membuat Ruby jadi tidak bisa berbicara dengan siapapun. Bahkan, ia juga tidak bisa makan di kantin bersama Yorin. Yorin langsung kabur ketika melihat ada Melvin di sebelah Ruby.

"Biasanya kamu membeli makanan di kantin. Kenapa sekarang selalu membawa bekal sendiri?"

"Memangnya ada larangan membawa bekal sendiri dan memakannya di kantin?"

"Tidak ada.... Aku hanya penasaran saja. Makanan yang kamu bawa itu seperti sampah. Masih lebih bagus makanan di kantin ini."

"Lalu kenapa masih betah melihat orang makan sampah?"

"Hahaha.... Unik saja. Ini pemandangan langka. Jadi kenapa kamu membawa bekal?"

"Aku sedang berhemat."

"Hah? Kamu semiskin itu sampai tidak mampu membeli makanan termurah di kantin ini?"

Ruby sebenarnya sudah sangat kesal menghadapi orang di depannya. "Aku berhemat untuk bisa membeli lagi peralatan memanah yang sudah kamu rusak. Puas?"

"Ah, itu.... Akan aku ganti. Bagaimana kalau pulang kuliah kita pergi ke tokonya bersama? Kamu boleh memilih yang paling bagus dan mahal."

"Tidak perlu, aku bisa beli sendiri."

Melvin sampai geleng-geleng kepala, "Baru sekali ini ada orang miskin yang sangat anti menerima bantuan dari orang lain. Padahal aku yakin kamu sangat membutuhkan uang."

"Ya, aku memang membutuhkan uang. Tapi bukan darimu atau dari siapapun. Aku masih bisa bekerja untuk mendapatkan uang sendiri."

"Apa makanan seperti itu enak?"

Ruby membawa bekal nasi dengan cumi hitam dan tumis sayur kangkung yang menurut Melvin aneh. Dari tampilannya cukup mengerikan untuknya. Apa ada orang yang tahan makan makanan seperti itu setiap hari demi berhemat.

"Ini sangat enak apalagi kalau tidak ada kamu di sini."

Melvin tertawa, "Kenapa? Kamu merasa terganggu."

"Ya!" jawabnya singkat sembari meneruskan makannya.

"Kantin ini tempat umum, kan? Aku berhak duduk dimanapun aku mau."

"Apa kamu tidak apa kesibukan lain? Kenapa setiap hari selalu menggangguku?"

Melvin memegangi tangan Ruby yang hendak menyuapkan makanan ke mulutnya, "Mengganggumu sudah menjadi salah satu kesibukanku." ucapnya dengan nada menggoda. Ia tarik tangan Ruby dan menyuapkan makanan di sendok itu ke mulutnya sendiri.

"Hm, rasanya lumayan juga. Tidak separah yang aku bayangkan."

Ruby tertegun. Bisa-bisanya lelaki itu tidak tahu malu memakan makanannya.

"Atau mungkin karena ada bekas bibirmu, jadi rasanya lebih enak."

Lagi-lagi Melvin sengaja mengingatkan hal yang sangat ingin Ruby lupakan. Bagaimana seorang Melvin merasa biasa saja saat membahas masalah bibir dan ciuman seakan bukan hal yang tabu untuk dibicarakan.

Ruby memilih tak menggubrisnya. Ia tetap melanjutkan makan agar bisa menghadapi hari-harinya yang masih panjang.

"Kamu tidak berniat mencari tahu siapa yang sudah menyebarkan gosip itu?"

"Untuk apa? Bukannya sudah jelas itu kerjaanmu. Seharusnya kamu senang kan, kalau aku terlihat buruk di kampus ini."

"Hah! Sudah aku bilang bukan aku yang melakukan itu. Kenapa masih menuduhku?"

"Terus aku harus menuduh siapa? Orang yang punya masalah denganku cuma kamu."

"Ya, tapi bukan aku yang melakukannya."

"Bagaimana kalau aku berhasil menangkap orang yang pertama membuat gosip itu? Apa yang mau kamu berikan padaku sebagai balas jasa?"

Ruby melirik sekilas kepada Melvin, "Tidak perlu. Aku tidak mau punya hutang budi padamu."

"Hahaha.... Kamu tidak takut akan banyak yang mengincarmu gara-gara gosip itu? Orang sepertimu akan gampang jadi target kejahatan karena tak ada yang mempedulikanmu."

"Aku sudah mengganti nomor ponselku."

"Ruby."

Pak Ben datang menghampiri meja Ruby. Melvin yang ada di sana merasa kurang suka karena menurutnya dosen muda itu terlalu cari perhatian dengan Ruby.

"Pak Ben? Ada apa?"

"Selesai makan temui saya di kantor, ya. Bawa sekalian tugas yang kemarin saya berikan."

"Oh, iya, Pak. Setelah ini saya akan langsung ke ruangan Bapak."

"Melvin kenapa ada di sini?"

"Apa saya harus memberitahu urusan saya?" jawab Melvin dengan ketus.

"Pak, dia sangat mengganggu saya. Apa Bapak tidak bisa mengusirnya? Saya tidak bisa punya teman gara-gara dia."

"Dengar itu, Melvin? Saya rasa kamu punya lebih banyak pekerjaan yang lebih penting daripada sekedar membuang-buang waktu untuk mengganggu anak baru."

Melvin bangkit dari duduknya seraya menggebrak keras meja kantin yang sontak menarik perhatian orang-orang. Matanya menatap nyalang kepada dosen yang memiliki banyak penggemar di kampusnya. Selain karena ketampanan dan kebaikannya, Pak Ben juga merupakan dosen yang berprestasi.

Pak Ben merupakan alumni universitas yang langsung direkrut menjadi dosen ketika lulus. Tapi, seberapapun orang menyanjung dan mengaguminya, Melvin sudah tak menyukai dosen itu. Apalagi setelah melihat kelakuannya yang sok perhatian dengan Ruby.

"Punya hak apa kamu mau mengatur-ngatur aku!?" Melvin mencengkeram kerah leher Pak Ben sambil menatapnya dengan tatapan penuh kemarahan.

"Saya hanya memberikan nasihat." Pak Ben berusaha untuk tetap bertindak tenang.

"Melvin! Lepaskan! Kamu tidak sopan sekali kepada dosen."

Ruby menarik paksa cengkraman tangan Melvin hingga terlepas.

"Aku tidak butuh nasihat darimu! Dasar dosen sok bijak!"

"Sepertinya kamu sangat membenci saya, Melvin. Padahal kita tak pernah ada masalah."

"Sudah, Pak. Lebih baik Bapak segera pergi. Dia memang kurang waras." Ruby tetap memegangi tangan Melvin agar tidak bertindak seenaknya kepada dosen baik hati itu.

Pak Ben tersenyum, "Terima kasih, Ruby. Saya tunggu di ruangan, ya." ucapnya seraya berlalu pergi meninggalkan area kantin.

"Gila, ya! Dia dosen loh, masa sikapmu tidak ada sopan-sopannya."

"Memangnya kenapa? Terserah aku mau bersikap sopan atau tidak. Kenapa kamu ikut mengatur?"

"Oh, Ya Tuhan.... Sepertinya kamu tidak pernah diajari sopan santun, ya."

"Sama sepertimu, kan?"

"Hah, sama? Aku masih bisa ya bersikap sopan kepada dosen meskipun kadang mereka memang menjengkelkan. Tidak pernah aku bersikap seperti itu!"

"Cara bicara kepada kakak tingkat yang sopan seperti ini, ya?"

Ruby langsung terdiam.

"Siapa yang mengajari kalau cara bicara dengan kakak tingkat yang baik sesantai ini bahkan tidak perlu memakai kata sapaan?"

"Orang sopan seharusnya bisa ya memanggilku dengan benar."

"Ah, itu.... Aku minta maaf." Ruby seperti termakan ucapannya sendiri. Dia tidak bisa membantah perkataan Melvin lagi.

"Hahaha.... Katakan dengan benar dulu baru aku maafkan."

Ruby mendengus kasar, ia harus menahan diri agar tidak emosi. "Kak Melvin, maafkan aku." lirihnya.

"Apa? Apa? Coba ulangi aku belum dengar." Melvin sengaja menjahili wanita itu padahal dia sudah mendengarnya.

"Ehm! Kak Melvin.... Tolong maafkan aku."

Melvin menutupi mulutnya agar senyumnya tidak terlihat. Ia puas sekali bisa membuat Ruby memanggilnya 'kakak'. Sapaan yang entah mengapa terdengar enak di telinganya ketika Ruby mengucapkannya.

"Kak, aku permisi dulu mau menemui Pak Ben."

"Hm, pergilah. Tetap jadi anak sopan, ya.... " ledeknya.

Ruby cepat-cepat pergi dari sana sebelum Melvin kembali mengerjainya.

"Ternyata di sini. Asyik kayaknya main dengan anak baru." sindir Rafa.

Dia sudah mengelilingi kampus untuk mencari temannya yang satu itu. Ponsel tidak diaktifkan, padahal ada hal penting yang akan dibahas di kantor DKK.

"Sudah, akui saja kamu suka dengan dia kan, Vin?" selidik Rafa.

"Suka? Sudah aku bilang kan, aku hanya ingin mengganggunya." Melvin masih mengelak.

"Kenapa yang boleh mengganggunya hanya kamu? Aku juga bisa ikut mengganggunya."

"Dia kan hanya punya urusan denganku, jangan ikut campur." Melvin menunjukkan kepalan yangannya.

"Ampun, Bos.... "

1
Muhamad Dahlan Al-Subanzi
setelah terus dibaca ternyata authornya tolol, masa orang kaya sampai segitunya.. lemah terus2an. sebaik2nya orang tentu ada batas kesabarannya..
Triguna Ponsel
😭😭😭😭
Gintania nia
Luar biasa
Azzura New
ada Ellen teman Ruby kang ardy
Lella Tunnur
Luar biasa
Kapten Anbu27
wkwkwkwk gitaaaaaa
Vermie Hans
kayaknya si Reino ini anak keluarga berada juga alias bukan keluarga sembarangan.. soalnya ngeliat dari benda peninggalannya juga sihh.. dan mungkin saja nanti tiba2 keluar angkatnya itu jatuh terpuruk dan ditolong sama Reino.. entah lah.. karena saya juga baru pertama kali baca ceritanya.. 🙀
Vermie Hans
waktu dia ninggalin Ruby dengan alasan ada yg ketinggalan sampe nungguin setengah jam.. dari situ udah rada sus sihh si Yorin ini.. ck
Vermie Hans
Soli itu siapa pula!!..
Desi Novri
bkin cerita khusus gita dan rei dong lbih seru
NtaCoco
udah bilang Camer dong
calon mertua/Tongue/
NtaCoco
sudah tahu salah tapi g mau disalahkan
NtaCoco
sifat asli wanita,Yang Paling Benar ygy
anisa
athor yg gak ada otak ya ke gini gak tau mana kesukaan pembaca dah lah athor ke gini gak isah buat novel menuhin beranda aja
Ely🐙ucil rusuh🐣: heyy dijaga yah ketikannya!
ngatain segala gada otak, benerin dulu noh typo nya!
masih typo juga,gasuka ya skip!!
total 1 replies
Rianti Dumai
adoiii,,,,kocax²😂😅😅
Rianti Dumai
hadeehh,,ada lucu²'a juga sie Gita bikin saya ketawa² sendiri nyimax'a,,😅
Rianti Dumai
semoga succes sampai ijab qobul,,😍
Rianti Dumai
edisi yg mengandung bawangg,,,😅
Rianti Dumai
thor²ithu hama yg b' Nama yorik dihilang Khan napa,,,bikin darting az,,,,
Dysha♡💕
apa Reino kembaran Roby,,tapi kenapa terpisah ya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!