Terdengar suara tembakan yang begitu keras, terlihat beberapa orang sedang berlari membawa senapan di tangannya, sepertinya mereka sedang mengejar seseorang.
Terlihat seorang wanita yang menggunakan masker dan juga pakaian serba hitam mencoba untuk menolong seseorang yang dikejar itu.
Dari sinilah awal kisah mereka, pertemuan antara dua orang yang sama-sama hebat, berani dan sama-sama keras kepala dimulai.
Akankah ada kisah cinta diantara dua orang ini ? Ataukah mereka tetap menjadi musuh ? Cerita selengkapnya bisa dibaca di novel ini 😊😊😊
THE NEW STORY OF KIARA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Sety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 : Kesalahan Terlalu Memanjakan Seseorang.
Di sebuah bar, terlihat dua orang pria yang sedang duduk dihadapan meja bar. Dua orang pria ini adalah Nathan dan Sebastian sang adik. Di meja bar tepat dihadapan mereka berdua sudah terdapat satu botol red wine dan juga dua buah gelas wine atau Bordeaux.
Nathan mengambil sebotol red wine itu lalu menuangkan secukupnya ke dalam gelas milik sang adik, Sebastian. Setelah kedua gelas itu terisi red wine yang tidak terlalu penuh, mereka berdua pun bersulang lalu meminum red wine itu.
"Rasanya benar-benar enak sekali." kata Sebastian setelah meneguk red wine miliknya.
"Bar ini memang memiliki kualitas wine terbaik." ucap Nathan.
"Kak bisakah kau memberitahuku sejujurnya kenapa kamu mengajakku untuk minum ?." tanya Sebastian penasaran.
Sebelum Nathan menjawab pertanyaan dari sang adik, Nathan lagi-lagi mengambil botol red wine itu lalu menuangkan kembali ke gelas miliknya dan ke gelas milik Sebastian. Setelah itu, mereka berdua lagi-lagi bersulang dan meminum red wine itu untuk kedua kalinya.
"Aku hanya penat saja dengan pekerjaan kantor." jawab Nathan.
"Tidak, aku merasa kamu berbohong. Ada alasan lainnya." kata Sebastian yang tidak mempercayai ucapan sang kakak.
"Claire membawa Amanda ke Milan. Sekarang mereka ada di mansion milikku." ucap Nathan memberitahu.
"Amanda ? Kenapa dia tiba-tiba datang ?." tanya Sebastian penasaran.
"Tidak tahu." jawab Nathan singkat.
"Jadi alasan yang membawamu kesini karena kedatangan Amanda." kata Sebastian.
"Ya." ucap Nathan singkat sambil meminum segelas red wine lagi.
"Hahahaha, kak pertanyaan terakhir dariku. Apa Claire mencoba menjodohkan mu dengan Amanda ?." tanya Sebastian.
"Sepertinya begitu. Oleh karena itu aku mencoba menghindari mereka." jawab Nathan.
"Kak seharusnya kamu tidak perlu menghindari mereka. Claire bermaksud baik, dia ingin mencarikan mu seorang wanita." kata Sebastian.
"Untuk apa ? Aku tidak menyuruh Claire melakukan itu. Aku bisa mencari wanita untuk diriku sendiri." ucap Nathan.
"Kak apa kau lupa berapa umur mu ?. Seharusnya diumur mu yang sekarang kamu sudah menikah." kata Sebastian mencoba memberi saran.
"Bagaimana dengan dirimu sendiri ? Kita hanya beda dua tahun, apa kamu sudah menikah ?." tanya Nathan membalik kata-kata sang adik.
"Ya, aku sudah mau menikah jika waktu itu aku tidak putus." jawab Sebastian.
"Sebelum memberi saran kepada orang lain, kamu harus melihat diri mu terlebih dahulu." kata Nathan.
Setelah banyak berbincang, mereka berdua melanjutkan aktivitas minum mereka. Sampai akhirnya sebotol red wine itu habis oleh mereka berdua.
Hari ini Nathan benar-benar ingin minum banyak, jadi ia memutuskan untuk memesan sebotol lagi. Hanya satu botol red wine tentu saja tidak cukup untuk dirinya.
"Permisi, bisakah kamu memberikanku satu botol lagi ?." kata Nathan meminta kepada bartender untuk memberinya sebotol red wine lagi.
Bartender itu pun memberikan sebotol lagi red wine kepada Nathan. Setelah mendapatkan sebotol wine lagi, Nathan pun menuangkan ke gelasnya dan juga ke gelas sang adik. Namun, saat Nathan akan menuangkan wine ke gelas Sebastian sang adik, Sebastian mencoba menghentikan sang kakak.
"Tidak kak. Aku sudah cukup minum hari ini." tolak Sebastian.
"Ah baiklah aku akan habiskan ini sendiri." kata Nathan meminum red wine yang ada di gelasnya.
"Kak, sebaiknya kau berhenti minum. Aku takut jika kamu mabuk siapa yang akan membawa mobilmu." ucap Sebastian.
"Baiklah." pungkas Nathan.
Nathan sudah berhenti untuk meminum wine itu. Lalu Nathan mengeluarkan kartu hitam miliknya untuk membayar dua botol red wine miliknya. Setelah itu ia bersama dengan sang adik kembali menuju ke mansion Nathan untuk bertemu dengan Claire. Terlihat dari mimik wajah Nathan terpaksa untuk kembali ke mansion.
...****************...
Tidak membutuhkan waktu yang lama dan perjalanan yang jauh mereka berdua, Nathan dan Sebastian akhirnya tiba di mansion milik Nathan. Tanpa berlama-lama lagi Nathan dan Sebastian masuk ke mansion itu.
Setelah berada di dalam mansion miliknya, Nathan melihat sebuah pemandangan yang tidak menyenangkan dan membuat emosi Nathan naik kembali. Bagaimana tidak emosi, Nathan melihat sang adik Claire menyiram Kiara dengan segelas jus jeruk yang ia bawa.
"Claire......" teriak Nathan.
Claire yang mendengar teriakan dari Nathan juga terlihat terkejut karena ia tidak menduga jika sang kakak akan pulang ke mansion sekarang. Claire berfikir jika kakaknya akan pulang malam tetapi ternyata tidak.
"Bee, kau sudah pulang." kata Claire seolah-olah tidak terjadi apapun.
"Kenapa kamu melakukan itu ?." tanya Nathan yang sudah terlihat kesal.
"Bee, ini tidak seperti apa yang kamu lihat. Aku tidak sengaja melakukannya. Wanita ini yang menyenggol ku." jawab Claire bohong.
"Sudah salah masih bisa berbohong ?." kata Nathan.
"Aku tidak berbohong. Aku berkata jujur." ucap Claire.
"Jangan katakan apapun. Aku tidak butuh penjelasan apapun." kata Nathan.
"Tapi Bee...." ucap Claire yang dipotong langsung oleh Nathan.
"Roseeeeee........." panggil Nathan dan juga panggilan ini yang memotong ucapan sang adik Claire.
Kepala pelayan Rose pun menghampiri ke arah Nathan. Sepertinya Rose sudah tahu apa yang harus dilakukannya. Rose melangkah menghampiri Nathan dengan membawa sebuah handuk yang terlipat rapi.
Nathan pun mengambil handuk itu, lalu memberikannya kepada Kiara. Setelah itu, Nathan menarik tangan Kiara untuk membawa Kiara jauh dari Claire. Sebastian yang melihat semuanya sungguh terlihat kebingungan dan memilih untuk diam membisu.
Nathan menarik tangan Kiara untuk menuju ke kamar milik Nathan. Setelah mereka berdua berada di dalam kamar itu, Nathan langsung melepaskan genggaman tangannya.
"Apa kamu baik-baik saja ?." tanya Nathan.
"Ya, aku baik-baik saja." jawab Kiara.
"Apa yang sebenarnya terjadi ?." tanya Nathan.
"Oh, aku hanya mencoba mengambil pakaian yang ada dikamar ku, tapi dia justru melarang ku." jawab Kiara.
"Untuk apa diambil ?. Ceritakan yang sebenarnya." tanya Nathan kebingungan karena tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi
"Kamar yang kamu siapkan, aku sudah tidak menempatinya. Karena kamar itu akan digunakan oleh dua wanita yang baru datang tadi." kata Kiara mulai menjelaskan.
"Kamu diusir dari kamar itu ?." tanya Nathan.
"Ya." jawab Kiara singkat.
"Siapa yang melakukannya." tanya Nathan lagi-lagi.
"Wanita yang dibawah tadi." jawab Kiara jujur.
"Aku mengerti. Kemas barang-barang mu, kita akan keluar dari mansion ini untuk sementara waktu." perintah Nathan.
Mendengar perkataan Nathan, Kiara nampak begitu senang akhirnya apa yang ia inginkan terkabulkan. Kiara begitu ingin keluar dari mansion ini dan sekarang yang diinginkan terkabul. Kiara dengan cepat keluar dari kamar Nathan untuk segera mengemas barang miliknya dan juga mengganti pakaiannya yang sudah terkena jus jeruk. Kiara pergi meninggalkan Nathan sendirian di dalam kamar.
"Aku tidak menyangka Claire melakukan hal ini. Aku pikir dia adik yang baik. Ini adalah salahku, selama ini memanjakannya." pungkas Nathan berbicara dalam hatinya.
Bersambung...