NovelToon NovelToon
Bakat Tanpa Batas

Bakat Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Action / Karir
Popularitas:233.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: airis28

'Erlangga Saputra' atau yang biasa di panggil 'Rangga' adalah anak payah, bodoh, pemalas, dan sangat tidak berguna!

hingga suatu saat, ketika ia terbangun dari koma, dan perlahan-lahan menyadari keanehan dalam dirinya.
"sejak kapan aku bisa ini itu? sejak kapan aku bisa melakukan semua hal?"

"apakah kau terbangun dan menemukan sistem?"
"tidak!"
"apakah kau manusia dari dunia lain dan merasuki tubuh Rangga?"
"tentu saja ini adalah diriku sendiri, mana mungkin aku tidak mengenal diriku sendiri?!"

lalu mengapa tiba-tiba dia menjadi jenius dan serba bisa?

penasaran?
silahkan di baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airis28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

naik gunung

Ini baru jam 6 pagi, dan aku sedang duduk di meja makan menunggu paman mengantarku kesekolah untuk pergi rekreasi naik gunung Fakuban.

Haa.... kenapa jalan-jalannya harus ke gunung? Jalan-jalan ke tempat biasa saja aku malas karna melelahkan, apalagi ke gunung yang harus jalan kaki dari tempat pemberhentian bis, kira-kira setengah dari perjalanan untuk sampai ke puncak kami harus jalan kaki. Apalagi di gunung tidak ada sinyal. Bukan hanya menyebalkan dan melelahkan, tapi juga membosankan! Aku bukanlah tipe orang yang suka mendaki gunung. Haa....

Aku melirik tas ku di kursi sebelah, semalam aku sudah mempersiapkan secukupnya barang dan pakaian yang kubutuhkan untuk naik gunung dan menginap 3 hari. Tapi rasanya isi tas ku semakin banyak. Sepertinya aku bisa menebak benda apa lagi yang di masukan ke dalamnya.

Ini pasti ulah paman, bibi, dan Siska. Aku yakin mereka memasukkan kostum norak itu kedalam tas ku. Haa.. gara-gara bertemu bocah itu, aku jadi gagal untuk membuang pakaian ini. Bantu doa untukku, semoga aku tidak akan pernah memakainya lagi!!

Aku menoleh keluar jendela, di sana adalah halaman belakang, dan Prince masih tidur. Kemarin aku sudah bilang padanya kalau aku akan pergi selama beberapa hari. Dan sudah memesannya untuk menjadi kuda yang baik dan jinak selama aku pergi, tapi dia malah mengabaikan kata-kataku dan kembali tidur. Bukankah dia kuda yang super menyebalkan?

“Rangga, ayo pergi. Bibimu dan Siska juga akan ikut mengantarmu ke sekolah. Mereka sudah menunggu di mobil”

“Ok. Sebentar paman.” Aku berjalan ke jendela. Melihat Prince yang masih tertidur.

“Hei Prince... bangun!” Prince membuka matanya. “aku pergi dulu ya. Dan ingat! Jangan lupa pesanku yang kemarin!” Prince kembali tidak menanggapi dan melanjutkan tidurnya.

Dasar... setidaknya bersikaplah sedikit mengkhawatirkanku atau merasa sedikit kehilangan. Jadilah teman dan peliharaan yang menyenangkan.

Haa.... aku kembali menghela nafas dengan menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Nasib punya peliharaan yang sok elit, cueknya kebangetan!

...****************...

5 buah bis melaju di jalan tol dengan kecepatan normal.

Benar sekali. Aku sudah ada di dalam bis. Dan kami masih dalam perjalanan menuju gunung Fakuban.

2 orang siswi yang duduk di depanku saling berbisik, namun pendengaranku yang makin tajam ini bisa mendengarnya semua percakapan mereka.

“Lihat deh William. Dia makin tampan ya”

“Dari tadi dia melihat hp nya terus, dia chattan sama siapa sih?”

“apa William sudah punya pacar?”

Ha? William punya pacar? Mustahil! dia itu orang yang kaku dan dingin. Eh... tapi... bisa jadi sih dia memang punya pacar.

Aku menatap William yang duduk di bangku paling depan. Dia sedang menatap hp nya sambil sesekali mengetik sesuatu, sepertinya dia memang sedang chattan dengan seseorang. Dan wajahnya... DIA TERSENYUM??? Hah? Seorang William Hermantono ternyata bisa tersenyum juga?

Aku menepuk dahiku atas kebodohanku. Tentu saja dia bisa tersenyum. Bagaimanapun William juga manusia, dasar aku ini, masih saja bodoh meski jadi jenius.

Melihat seorang William yang chattan dengan seseorang, aku jadi ngenes. Padahal William itu manusia es yang kaku, tapi sudah punya pacar? Dan aku masih dengan ke jonesanku! Hiks...

Sudahlah... dari pada tambah ngenes, lebih baik aku tidur saja...

...****************...

“Rangga, bangun!” Seseorang mengguncang tubuhku.

Aku membuka mataku dan melihat teman-teman yang bersiap-siap untuk turun dari bis ini. Aku menoleh keluar jendela. Banyak pepohonan.

Ah... benar saja, sepertinya kami sudah sampai. Eh... belum sampai sih... masih harus berjalan lagi untuk sampai puncak 2 jam perjalanan. Wajahku langsung menggelap begitu memikirkan betapa lelahnya harus berjalan jauh.

“ayo turun!” kata teman sebangkuku. Ah... lebih tepatnya kakak kelas.

Aku mengambil tas ku dan memperhatikannya cukup lama. “paman, bibi, Siska, yang benar saja kalian! Padahal aku sengaja membawa barang secukupnya agar tidak terlalu lelah saat mendaki. Dan kalian malah menambah beban dalam tas ku” batinku merana.

“ok anak-anak. Kita istirahat dulu disini 30 menit, kemudian kita akan berjalan menuju puncak!” ucap pak guru bergembira. Dan di sambut teriakan antusias para murid.

Aku heran dengan mereka, bisa-bisanya mereka sangat senang.

Memangnya mereka tidak merasa lelah? Berjalan 2 jam loh... naik gunung!!! Apalagi tidak ada sinyal sama sekali? Apanya yang menyenangkan dari perjalanan ini??? Sudahlah... lupakan saya, percuma saja kupikirkan. Yang ada malah bikin sakit kepala.

Setelah beristirahat setengah jam, akhirnya kami semua memulai perjalanan naik ke gunung. Baru setengah perjalanan saja aku sudah kelelahan.

“dasar lemah! Kau ini laki-laki, masa kalah sama para teman perempuan yang sudah berada di depan. Cepatlah jalannya!” suara seseorang yang ada di belakangku dari tadi marah-marah terus.

Aku menoleh kebelakang dengan malas dan menatap orang itu. Dia adalah William. “kau ini kalau mau jalan cepat tinggal jalan duluan saja!”

“Aku ini ketua kelas! Dan sudah menjadi tugasku untuk mengawasi dari belakang, supaya tidak ada satupun yang tertinggal!”

Punya ketua kelas yang super bertanggung jawab seperti ini seharusnya menyenangkan ya. Tapi untuk saat ini aku ingin menangis. Hiks...

“Cepat! Nanti keburu tertinggal dari rombongan yang di depan”

“iya.. iya....” meski sangat malas, lelah, dan capek, tapi aku tetap kembali berjalan, dari pada kena amukan William lagi.

Setelah di paksa terus berjalan cepat oleh William, akhirnya kami menemukan rombongan kami yang sedang menyebrangi jembatan gantung.

Dasar William... padahal meskipun aku tertinggal dari rombongan, aku akan tetap tau ke arah mana mereka pergi. Karna dari jejak kaki di tanah yang masih baru ini.

Mataku menangkap sesuatu di jembatan, aku pun langsung berteriak. “cepat lari dari jembatan!!”

Terlambat!

Tali jembatan putus, dan 3 orang murid terjatuh di dasar jurang.

William yang berada di belakangku melepas tasnya dan langsung lompat ke dalam jurang itu. Bodoh!!!

Aku berlari ke tepi jurang dan melihat William yang tengah menyelamatkan 2 murid yang hampir ternggelam, untung yg 1 bisa berenang sendiri. Dan untunglah ada sungai di dalam sana yang arusnya tidak terlalu kencang. Kedalaman sungainya juga sepertinya lumayan. Jadi saat terjatuh dari jembatan tidak langsung terbentur tanah. Atau batu.

Sepertinya William juga sudah tau kalau jurang ini memiliki arus sungai. Kalau tidak, tidak mungkin dia akan melompat begitu saja. Coba bayangkan jika jurang ini tidak memiliki sungai dan hanya ada tanah atau batu di bawah sana. Sudah pasti tubuhnya hancur. Apalagi kedalaman jurang ini lumayan, kira-kira sekitar 15 meter.

William menepi ke sisi sungai dengan murid lainnya. Huff.... untunglah semuanya selamat. Kalau tidak perjalanan kali ini akan jadi bencana.

William yang ada di bawah menengadahkan wajahnya ke atas, lebih tepatnya menatapku. “Rangga, turunlah gunung, dan panggilah bantuan”

Aku ngeblank sejenak.

“HAHH??”

1
walk_ing
riki? laki-laki? kalau iya... gue pikir selama ini perempuan 😑
walk_ing
emang, wkwkwkwkwk
walk_ing
siapa lagi, William lah.
walk_ing
prince ini mengingatkan gue sama kudi putih di film Rapunzel. siapa namanya ya, Maximus?
walk_ing: *kuda
total 1 replies
walk_ing
baru nyadar?
walk_ing
lebih baik lah. daripada hanya pakai sarung kek Super Dede, wkwkwkwkwk
walk_ing
bibinya lebih takut halamannya hancur, daripada dia yang hancur, wkwkwkwkwk
walk_ing
wkwkwkwkwk. lengkap sudah. hancur, sirna dan musnah.
walk_ing
nah, ini bukan termasuk dalam kesialan. ini adalah kelalaian. bilang aja selama ini kau lalai
walk_ing
bersyukurlah tidak tinggal kelas.
walk_ing
hal yang patut disyukuri. setidaknya masih bisa masak mie.
Endro Budi Raharjo
tepuk jidat....
Endro Budi Raharjo
krn jarang lihat bola jg.....sy anggap bagus sj
Endro Budi Raharjo
cemburu ya....
Endro Budi Raharjo
maaassss....godain kita dooinnkk
Endro Budi Raharjo
hhhhhh......misi baru
Endro Budi Raharjo
ternyata..cm salah....
Endro Budi Raharjo
wah kok jd amburadul....
Endro Budi Raharjo
kok jd curhat...
Endro Budi Raharjo
potong sj lidahnya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!