NovelToon NovelToon
Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Mafia / Nikahkontrak / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:930.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: HelmaliaPutri18

Renatta harus mengalami dua hal pahit sekaligus dalam hidupnya setelah ditinggal sang kekasih yang sudah dipacarinya selama 3 tahun dan ditinggal pergi oleh ayahnya untuk selamanya dalam sebuah insiden.

Kemalangan yang dialami Renatta tidak sampai disitu saja adik dari ayahnya berusaha merebut harta yang dimiliki Renatta hingga dia dipertemukan oleh sosok laki laki bernama Devan yang saat itu sedang membutuhkan biaya untuk pengobatan ibunya yang sedang sakit keras.

Renatta menawarkan pernikahan kepada Devan dengan perjanjiaan bahwa Renatta akan menanggung semua pengobatan ibu Devan tanpa tahu siapa Devan yang sebenarnya.

Devandra Narendra Abimana sosok pria misterius dengan segala rahasia yang disembunyikannya.

Renatta Desinta Maharani sosok wanita penuh dengan kerumitan di kisah hidupnya.

“Kamu akan menyesalinya karena sudah menawarkan sebuah pernikahan kepadaku”. Ujar Devan dengan nada lirihnya yang tidak bisa didengar Renatta

Bagaimana kelanjutan kisah kehidupan Renatta dan Devan?

Dan apakah Devan bisa membantu Renatta keluar dari segala kepedihan dan masalahnya atau Devan hanya akan menambah kesedihan di kehidupan Renatta?

Cinta Dendam dan Obsesi

Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HelmaliaPutri18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Tetapi Tidak Saling Mengenal

Devan berjalan keluar dari ruang rapat "Bagaimana apa kamu sudah bisa mengambil kerja sama dengan perusahaan Adhitama?"

"Semuanya bisa diatasi dengan baik pak, perusahaan Adhitama mau bekerja sama dengan perusahaan kita dalam penanganan proyek pembangunan hotel di Bali saya yakin proyek ini akan berjalan sesuai keinginan kita" Nicholas menjelaskan secara detail mengenai kerja sama perusahaan DN Corp dengan perusahaan Adhitama.

Langkah Devan dan Daniel berhenti ketika mereka akan memasuki lift khusus petinggi perusahaan karena tiba tiba lift tidak bisa dibuka.

"Cepat hubungi petugas keamanan untuk segera memperbaiki lift, aku tidak ingin sampai ada kerusakan fatal yang bisa merugikan perusahaan dan orang lain" Seru Devan kemudian memilih untuk menaiki lift karyawan biasa.

"PAPAH" Teriak seseorang yang baru saja keluar dari lift dan menghambur memeluk kakinya, tentu hal itu membuat dia dan semua orang yang ada di sekitarnya terkejut.

Devan memandang kakinya yang dipeluk oleh dua orang anak kecil dengan masker yang menutupi wajah mereka.

Sejujurnya Devan tidak terlalu suka dengan anak kecil, apalagi anak kecil yang tidak dia kenal, tetapi entah kenapa melihat dua bocah yang saat ini sedang memeluk kakinya membuatnya penasaran dan mensejajarkan tingginya.

"Siapa yang kalian panggil papah, apa papah kalian bekerja di perusahaan ini?" Usapnya lembut ke kepala kedua anak di depannya.

Zio dan Zia menggeleng sambil menatap wajah Devan penuh kerinduan, mereka ingin memeluk Devan tetapi dia takut karena Devan seolah olah tidak mengenal mereka.

"Apa kalian tersesat?" Tanyanya lagi masih dengan tangan yang mengelus kepala Zio dan Zia.

Zia menatap wajah Devan dengan berkaca kaca

"Papah tidak kenal dengan kita, papah melupakan kita ya?"

Devan mengerutkan keningnya bingung, tidak mengerti maksud perkataan Zia, tetapi melihat mata gadis kecil di depannya berkaca kaca entah mengapa membuat hatinya terasa sakit.

Zio menunjukkan sebuah foto dan memberikannya kepada Devan "Om Raka bilang ini foto papah kita"

Devan semakin dibuat terkejut dan bingung karena memang ini fotonya, tetapi foto ini adalah fotonya 6 tahun yang lalu.

Zio dan Zia secara kompak memegang pipi Devan "Dulu mamah juga pernah bilang kalau wajah papah mirip dengan kita"

Untuk memastikan perkataan kedua anak di depannya, Devan berniat untuk melepas masker yang di gunakan kedua anak di depannya, entah kata kata mirip dengannya membuat dia penasaran dengan wajah kedua anak di depannya ini tetapi niatnya urung dia lakukan saat tiba tiba sebuah suara menghentikan gerakan tangannya.

"TWINS" Raka sedikit berlari menghampiri Zio dan Zia yang saat ini masih memegang pipi Devan.

Mendengar suaranya di panggil Zio dan Zia segera melepaskan tangan mereka dari pipi Devan dan berlari menghampiri Raka.

Entah kenapa Devan merasa kehilangan saat melihat Zio dan Zia pergi menjauh darinya.

"Om kenapa Papah Devan tidak mengenali kita, Mamah bilang papah sayang sekali dengan kita tetapi kenapa papah tidak mengenal kita " Zia berucap dengan nada lirihnya berbeda dengan Zio yang masih memperhatikan Devan dengan lekat.

Dia menghela nafasnya lalu menatap Devan sekilas "Om kan sudah bilang, mungkin saja papah lupa dengan kalian kan papah Devan sudah lama tidak bertemu kalian"

Raka menghampiri Devan yang saat ini masih berdiri melihat interaksi antara pria dewasa dan dua anak kecil.

"Saya minta maaf atas kelancangan kedua keponakan saya, apalagi sudah membuat sedikit keributan di kantor anda, perkenalkan saya Raka Adhitama".

Devan menerima uluran tangan Raka dan tersenyum ramah "Tidak masalah Pak Raka, saya tidak merasa terganggu, justru saya merasa terhormat atas kedatangan anda di perusahaan saya, kedua keponakan anda terlihat sedang mencari papahnya"

"Ah iya dia sedari kecil sudah ditinggal papahnya yang tidak mau menerima kehadiran mereka" Raka tersenyum tipis "jadi kemungkin mereka mengira anda papahnya karena wajah kalian cukup mirip, kalau begitu saya permisi"

Sebelum pergi Raka menoleh kembali kepada Devan " Senang bekerja sama dengan anda" Ucapnya kemudian pergi meninggalkan Devan yang masih terpaku menatap kepergian kedua anak kecil tadi.

Pandangan mereka saling beradu, hal itu yang membuat dia seolah olah tidak rela melihat kepergian mereka.

"Ada apa sebenarnya denganku, bukankah aku tidak terlalu suka dengan anak kecil tapi entah kenapa dia merasa ada sesuatu hal yang membuatnya begitu tertarik kepada mereka" Gumannya lirih sambil memegang dadanya yang tiba tiba berdetak tak karuan.

"Anda terlihat sedikit pucat pak, apa anda kurang sehat?" Daniel menatap bosnya dengan sedikit aneh pasalnya dia melihat tatapan sayang kepada kedua anak tadi sedangkan yang dia tahu Devan tidak pernah memberikan tatapan lembut dan sayang ke siapapun kecuali kepada ibunya saja.

Devan beralih menatap Daniel "Aku hanya merasa aneh saat pertama kali bertemu dengan kedua anak itu, ada perasaan aneh yang muncul di hatiku yang tidak bisa aku jelaskan perasaan seperti apa itu"

"Apa perlu saya selidiki tentang keluarga Raka Adhitama dan kedua ponakannya tersebut?"

Usul Daniel yang dibalas anggukan oleh Devan.

"Cari semuanya secara detail dan pastikan itu tidak akan mempengaruhi kerja sama kita"

Devan memasang wajah dinginnya kembali kemudian masuk ke dalam lift, tentu saja hal itu berbanding terbalik dengan raut wajahnya tadi.

.

.

.

Raka sebenarnya tidak tega marah ataupun mengintrogasi Zio dan Zia tetapi kelakuan kedua ponakannya tadi sangat beresiko bukan hanya untuk mereka tetapi juga untuk dirinya dan Renatta, apalagi kalau Devan melihat wajah Zio dan Zia sudah dipastikan dia akan menyadari siapa sebenarnya mereka.

"Kenapa kalian tadi nekat masuk sendiri ke dalam, kalian masih ingat kan kesepakatan yang kita buat kalau kalian hanya boleh melihat papah kalian dari jauh bukan menemui seperti tadi" Ujarnya yang membuat kepala Zio dan Zia terus menunduk karena merasa bersalah dan sedih secara bersamaan.

Zio menaikan pandangannya dan menatap Raka dalam "Kami minta maaf, ini semua salah Zio yang mengajak Zia masuk ke dalam"

"Zia juga minta maaf, tetapi Zia pengen memeluk papah seperti teman Zia lainnya jadi Zia masuk dan menemui papah di dalam" Matanya kembali berkaca kaca saat mengingat kejadian tadi padahal Zia sangat ingin memeluk papahnya tetapi mengetahui fakta kalau papahnya tidak mengenalinya membuat hatinya terluka.

Raka menghela nafas berat, dia tidak habis fikir dan kasian kepada Zio dan Zia yang harus menjadi korban ke egoisan kedua orang tuanya yang tidak mau berdamai dengan masa lalu.

"Om berjanji kalian pasti bisa bertemu dan memeluk papah kalian tanpa harus menutup identitas kalian, tetapi tidak untuk saat ini" Raka menatap lembut Zio dan Zia dan melepaskan masker dan kaca mata mereka berdua "Nanti jika waktunya sudah tiba kalian pasti bisa berkumpul dan menjadi keluarga yang bahagia, kalian mengerti kan" Lanjutnya yang dibalas anggukan oleh Zio dan Zia

Zio dan Zia mengusap air matanya yang tadi sempat menetes karena takut jika Raka akan memarahi mereka dan tidak mengizinkannya bertemu lagi dengan papahnya tetapi dugaan mereka salah ternyata Raka tidak memarahi mereka dan berjanji akan mengantarkan mereka bertemu papahnya kembali.

.

.

.

To Be Continue

1
abu😻acii
/Sob//Sob/
Mariyah
betul..
🌜💖Wanda💕🌛
Luar biasa
Yani Anwar11
👍👍👍
Lisa Icha
Aku baru mampir thor
Razka Ghony
waduh bikin pusing Dhe kalau nyidam begitu
Shifa Burhan
episode 89 aku begitu respect kepada renata yang menolak bicara berduaan dengan pria lain karena menjaga perasaan suaminya tapi tapi di episode ini langsung hilang respect aku renata sadar dan sengaja membuat cemburu (cemburu itu sakit hati, jadi revan sakit hati, artinya renata menyakiti hati suaminya) dan renata tidak peduli perasaan suaminya dan renata kayak lebih menjaga perasaan perasaan pria lain dari pada menjaga perasaan suaminya, dan yang jadi masalah ada renata sadar dia salah, dia mnyesal, dia minta maaf, jawabannya tidak yang artinya renata wanita egois yang hanya melihat kesalahan suami pada kesalahannya pun tidak kalah menjijikan
Shifa Burhan
aku suka dan salut wanita dan istri kayak gini dia memikirkan perasaan suami daripada rasa tidak enak pada pria lain, renata lembut dan tegas menolak berduaan dengan pria lain karena menjaga perasaan suaminya dan menjaga kehormatannya sendiri sebagai seorang istri,

dan aku suka reaksi renata pada saat suaminya cemburu renata langsung agresif menyerang suami, kalau sudah begini suami mana tidak langsung luluh hatinya
Shifa Burhan
ini lah nasib jadi wanita lain (pelakor) apapun yang dia lakukan tidak akan merubah pandangan reader tetap sja dia dipandang murahan dan tidak ada rasa iba sama sekali
tapi beda cerita kalau lelaki lain (pebinor) pasti reader langsung iba,
"kasian cinta tulus dia pantas bahagia"
"thor beri dia pasangan biar dia bahagia"
Agustin Agustin
sangat menarik
Emilda Nadia
Suami bayaran Renata
Emilda Nadia
ya sama sama
HENI Ariyanti
baguus
HENI Ariyanti
ngapain banyak drama amat ni suami istri..terlalu banyak kebohongan
chaaa
lah kan elu yg dlu nyuruh gugurin waktu dlu Renata nanya 'gmn kalau dia hamil'? kok skrg jadi elu yg marah? aneh..
chaaa
ini yg gw gak suka kata 'keegoisan org tua' padahal jelas2 disini Renata menderita krna si Devan. dijadikan objek bls dendam salah alamat, di abaikan, bertunangan dg perempuan lain entah itu serius ataupun hanya sandiwara, tp ttap itu udh berkhianat,diceraikan..dan parahnya disuruh gugurkan kandungan kalau lg hamil..hanya Renata yg tau sesakit apa rasanya..jadi gak usah sok blg keegoisan orgtua.satu2nya yg salah si Devan.masih untung Renata gak ceritain semua kejelekan si Devan k anak2nya. ini bisa2 nya blg Renata egois.enak bener jadi si Devan.
chaaa
blm apa2 anak2 nya udh sesayang itu sama bapaknya. eh anak2 asal kalian tau yaa..papa kalian tu dlu gak nerima kehadiran kalian krna dendam salah alamat nya yg membabi buta..malahan dlu pernah nyuruh emak utk melenyapkan kalian saat masih dlm kandungan. kasian emak mu nak 😂
chaaa
Halah lagak lu Dev. lu aja udh niat bgt ceraikan Renata..kalau aja kejahatan Agnes dan bapaknya gak kebongkar, lu tetap ceraikan Renata dan tunangan sama si Agnes kan? bahkan mungkin nikahin tu perempuan.. bulshit lu Dev 👎
chaaa
sejak awal baca udh ketebak kalau si cewek lemah hati dan si cewek yg akan jatuh cinta dluan..
💖💕 Hope Dien❣️💝
semua laki laki yg menyukai renatta ga ada yg baik dgn masa lalunya hampir semuanya buruk....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!