Viona Retwinata adalah seorang ibu tunggal berusia 25 tahun. Suaminya telah meninggal 7 tahun yang lalu. Dia memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Darrel Saputra. Karena keadaan Viona akhirnya menikah dengan Vino Welton.
Vino Welton adalah seorang pewaris tunggal Welton Group, berusia 30 tahun. Mencintai kebebasan dan tidak ingin terikat dengan yang namanya pernikahan. Baginya wanita hanya untuk teman tid*r.
"Dengan siapa pun aku menikah, aku akan menjalankannya dengan baik dan sempurna, karena memang itulah takdirku "
= Viona Retwinata =
"Bagaimana mungkin seorang janda yang telah memiliki seorang putra, namun masih vi*gin"
= Vino Welton =
🍒🍒🍒
Update sekali 2 hari ya !!
Jangan lupa LIKE, VOTE, KOMENT and jadikan FAVORITE kalian ya, agar author semangat nulisnya 😘
Baca karyaku yang lain juga
I WANNA YOU, MY COLD BOY
JERAT HASRAT KAKAK IPAR
ONE NIGHT STAND IN DUBAI
= Lady_MerMaD =
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Mermad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Terpaksa
Viona masih mencoba mencerna apa yang barusan dikatakan Vino, apakah dia salah dengar atau Vino sedang bercanda dengannya ?
" Pasti kamu bercanda " kekeh Viona melirik Vino.
" Tidak, aku sedang tidak bercanda, tadi pagi aku menemui Mommy, dia ingin kita menikah " Vino tidak menjelaskan bahwa tepatnya dia terpaksa menyetujui keinginan Elisa.
" Bukan kah sebelumnya kamu bilang bahwa kita hanya pura - pura sebagai sepasang kekasih, kemudian putus " terang Viona,
" Yah, rencana awal memang hanya menjadi kekasih bohongan, namun situasinya berubah " jelas Vino.
" Aku tidak bisa melanjutkannya " tolak Viona. Cukup dia dulu mengikuti saran neneknya untuk menikah dengan Juna, walaupun saat itu Viona menganggap pernikahannya nyata. Sedangkan ini dia jelas tau bahwa Vino pasti melakukan dengan sandiwara. Dia tidak mau menodai sebuah pernikahan yang sakral. Terus terang dia masih trauma, rahasia apa yang disembunyikan Vino, kenapa pria setampan dan sekaya dia tidak mau menikah. Apakah dia gay ? Namun Viona tepis hal itu karena Via pernah cerita bahwa dia sempat berpacaran dengan model terkenal Indonesia Gwen Stefani. Walaupun 2 tahun belakangan ini tidak terdengar lagi tentang hubungan mereka. Informasi bahwa model tersebut melanjutkan karier di luar negeri. Apakah dia masih mencintai wanita itu dan masih berhubungan, jadi Vino mau menunggu wanita tersebut, namun dia didesak oleh ibunya untuk segera menikah. Makanya dia mencari alternatif lain dan menggunakan dirinya. Kemudian seperti Juna menceraikannya disaat waktu yang sudah tepat buat mereka kembali bersama. Berbagai spekulasi beredar dipikiran Viona, namun dia tidak tau mana yang menjadi alasan buat Vino mengajaknya menikah. Dia tidak mau merasa bersalah baik kepada dirinya sendiri maupun keluarga Vino. Jika hanya berpacaran dua bukan dia masih bisa terima karena sedapat mungkin dia tidak banyak berinteraksi dengan keluarga Vino. Begitu juga Viona tidak perlu repot memperkenalkan Darrel dengan Vino. Tapi menikah tentu akan ada interaksi yang lebih instens dengan mereka.
" Kau tidak bisa menolak " lanjut Vino ambigu.
" Kenapa ? " tanya Viona heran.
" Kau baca isi kontrak itu kan ? " meletakan tangannya di meja dan bertopang dagu menatap Viona. Viona yang di tatap intens seperti itu menjadi risih dan gugup, namun dicobanya untuk bersikap biasa.
" Ya dan tidak ada yang aneh, disana aku hanya menjadi kekasih bohongan mu selama 2 bulan " lanjut Viona kemudian menunduk karena tidak tahan menatap Vino lama - lama. Jantungnya mulai berdebar - debar, sebelumnya dia tidak pernah menatap Vino sedekat ini, biasanya dia hanya menunduk saat Vino menatapnya. Dilihat dari dekat ternyata Vino memang sangat tampan dan wangi. Pantasan banyak wanita yang mengejarnya dan para ibu - ibu menginginkan dia menjadi menantunya. Bagai mana dengannya nanti ? Bagai mana kalau dia mencintai Vino nanti, apakah dia akan terluka. Dia tidak bisa membayangkan. Jika dengan Juna yang dia belum sempat menumbuhkan rasa saja sudah begitu cobaan yang dihadapinya. Apa lagi dengan Vino yang nota bene most wanted.
" Memang tidak ada yang aneh " lanjut Vino menyandarkan punggung ke sofa dan memandang Viona dengan penuh arti.
" Tapi kau lupa ada point yang mengharuskan mu untuk menyelesaikan permainan sampai tuntas apa pun itu, jadi termasuk jika kita harus menikah "
" Aku tidak berpikir sampai kesana " kaget Viona. Dia semakin bingung.
Vino mengambil surat kontrak yang ada di meja yang berada di belakangnya.
" Ini " sahutnya menunjuk point yang dimaksud didalam kontrak perjanjian tersebut.
" Lagian kau memang tidak bisa menolaknya " lanjut Vino menunjuk point berikutnya.
" Disini jika kau berhenti ditengah jalan maka kau akan membayar denda 2 kali lipat uang yang akan aku berikan " tegas Vino sumbringah.
" Apa ? " kaget Viona semakin cemas, bagai mana dia harus membayar empat ratus juta, jika yang dua ratus juta rentenir saja dia tidak sanggup membayar. Viona semakin cemas dan frustasi, ingin menangis, kenapa nasibnya selalu sial, padahal dia tidak pernah menyakiti orang. Viona memang membaca bagian itu dan dia ingat, namun saat itu dia tidak berpikir untuk mundur dan akan melaksanakan sampai tuntas, yaitu selama 2 bulan. Namun kenapa jadi begini akhirnya ?
" Itu baru yang akan aku bayar sesuai perjanjian, seharusnya lima puluh juta yang sudah aku bayar, harus kau kembalikan juga 2 kali lipatnya " aku harus bisa membuat mu bersedia menikah dengan ku dan memenuhi semua ke inginan ku, lanjut Vino dalam hati. Tidak usah menolak Viona toh bukankah dengan menikah dengan ku, hidup mu akan lebih terjamin. Apa sih yang kau pikir kan sehingga harus menolak, padahal banyak wanita yang mengantri untuk menjadi kekasih ku apa lagi menjadi istri ku.
" Tidak apa - apa seh jika kau tidak setuju, kau tinggal bayar saja 2 minggu lagi, aku sudah baik hati memberi mu waktu 2 minggu "
" Apa yang akan terjadi, jika aku tidak sanggup membayarnya dalam waktu dua minggu ? " tanya Viona memelas.
" Aku akan melaporkan mu ke polisi, yah paling kau akan di penjara mungkin selama 5 tahun " ancam Vino menakut - nakuti Viona.
" Penjara " cicit Viona. Bagai mana dengan Darrel ? Mungkin Via bisa menjaganya selama dia di penjara, namun dia tidak ingin menyusahkan Via. Bisa saja selama waktu itu Via akan menikah dan suaminya keberatan membawa Darrel. Dan akhirnya Darrel akan hudup di jalanan. Tidak dia tidak bisa membayangkan jika Darrel harus menderita, anak itu masih sangat muda. Dia harus terus mendampinginya dan tidak bisa meniggalkannya sendiri. Viona tidak menyangka jika Vino selicik ini menjebaknya. Apa jadinya jika dia harus menikah dengan laki - laki itu ? Bagai mana dengan rumah tangganya nanti, berapa lama waktu dia harus menjadi istrinya ?
" Jadi memang tidak ada pilihan lain untuk ku " tanya Viona masih berharap Vino memberinya alternatif lain selain menikah yang bisa dipastikan hanya sandiwara. Dia benar - benar tidak ingin menod*ai sebuah pernikahan.
" Hanya dua itu menikah dengan ku atau masuk penjara " santai Vino, dia yakin telah memenangkan perdebatan dengan Viona.
Viona benar tidak tau harus berbuat apa, ingin menyalahkan diri yang semberono menerima kontrak menjadi kekasih pura - pura, namun nasi telah menjadi bubur. Dia tidak punya pilihan lain selain terpaksa menerimanya. Namun dia tidak mau menjadikan pernikahan ini hanya sandiwara.
" Apakah pernikahan ini juga memiliki jangka waktu ? " tanya Viona kembali menatap Vino. Vino tampak berpikir sejenak.
" Memangnya kau menginginkan apa ? " dia balik bertanya kepada Viona.
" Aku tidak mau pernikahan ini ada perceraian " lanjut Viona. Dia berharap bisa membuat Vino jatuh cinta padanya.
" Kenapa " aneh Vino dengan keinginan Viona. Apa dia mencoba benar - benar mengikat ku, jangan harap, pikir Vino.
" Aku sudah pernah menjadi janda, jangan sampai menjadi janda dua kali " lanjutnya. Alasan yang aneh menurut Vino.
" Apa kau coba - coba menjerat ku " tawa kecil Vino, menyunggingkan senyumnya.
" Tidak, aku hanya ingin pernikahan ini tidak sandiwara, pernikahan adalah sesuatu yang sakral, jangan dijadikan permainan " jelas Viona.
" Aku akan berusaha membuat mu mencintai ku " lanjut Viona. Vino semakin tertawa ngakak mendengar pernyataan Viona.
" Boleh, coba saja " kekeh Vino.
" Tapi kau tetap tidak bisa mengekang kebebasan ku " tegas Vino tajam kepada Viona.
" Apakah ada kontrak juga di pernikahan ini ? " tanya Viona lagi.
" Jika kau menginginkannya, aku akan membuatkan kontraknya "
" Tidak usah, karena aku mengangap pernikahan ini bukan permainan " Lanjut Viona
" Baik lah, kau juga tidak akan dirugikan dengan pernikahan ini, bahkan hidup mu akan lebih terjamin " senyum Vino, kemudian menjabat tangan Viona tanda sepakat.
******
Saya tidak bisa menjanjikan jam berapa pasti updatenya, namun sebisa mungkin akan update setiap hari.
Mohon dukungannya dengan LIKE, KOMENT, FAVORITE and VOTE ya. Biar tambah semangat update.
Gumawo ♥️♥️