NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tunangan Kakakku

Terpaksa Menikahi Tunangan Kakakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:337k
Nilai: 5
Nama Author: 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞

Dibuang ibu kandungku, disiksa keluarga tiriku. Tapi itu belum cukup...

Saat Lania beranjak dewasa, ia justru harus menggantikan kakak tirinya untuk menjadi tunangan pria yang tidak dikenalnya.

Penyiksaan itu terus berlanjut sampai Lania benar-benar menikahi pria itu. Karena sebuah kesalahpahaman, suaminya terus menyiksanya karena kebencian yang tidak seharusnya ia terima.

Sabar... sabar... sabar... hanya satu kata itu yang bisa menguatkan Lania dalam menjalani kehidupannya yang sangat keras.

Akankah kehidupan Lania menjadi lebih baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menguatkan Pengakuan Lania

Lania tertidur setelah banyak menangis di pelukan ayahnya. Juanda menyelimuti putrinya seraya mengecup puncak kepalanya.

"Entah benar atau tidak pengakuanmu, papa akan mencari tahu Lania. Papa akan mencari kebenarannya untukmu. Papa janji kali ini papa tidak akan menjadi orang tua yang tidak berguna lagi. Sekarang istirahatlah yang banyak, papa tinggal sebentar untuk ke rumah sakit," gumam Juanda.

Juanda segera beranjak dari sana, ia pun keluar dari kamar Lania seraya keluar dari rumahnya. Pria itu kembali mengendarai mobilnya sendiri menuju rumah sakit.

Di sisi lain, Amel sedang berbicara dengan Lisa. Setelah wanita itu menemui dokter, Lisa belum diizinkan keluar dari rumah sakit, namun Amel selalu mendramatisir keadaan, ia mencari-cari alasan cukup banyak hingga akhirnya dokter mengizinkan Lisa untuk berobat jalan.

"Mama memang hebat," ucap Lisa.

"Tentu saja, tapi ingat Lisa... kau harus tetap berhati-hati saat melangkahkan kakimu. Lukamu cukup berbahaya, sisanya serahkan pada mama."

Lisa menganggukkan kepalanya, "setidaknya kita bisa pulang untuk mengawasi Lania di rumah. Jika kita tidak ada, aku yakin ia sedang bersantai karena merasa punya kebebasan. Dan aku tidak suka ia menguasai rumah kita."

"Jika ia melakukan itu, mama akan memukulnya dengan keras. Enak saja ia sudah menumpang tapi bersantai seenaknya."

Lisa menyunggingkan senyumnya, "apa papa masih belum bisa dihubungi?"

"Astaga, mama melupakan papa. Sebentar mama coba hubungi lagi," ucap Amel seraya mengambil ponselnya.

Amel segera menghubungi Juanda lagi, kali ini panggilan itu terhubung dan akhirnya Juanda mengangkat teleponnya.

"Akhirnya papa menjawab, dimana sih sekarang? seharusnya papa sejak tadi sudah sampai di rumah sakit kan?" hardik Amel.

"Aku sedang menuju rumah sakit, sebentar lagi sampai," kata Juanda.

"Jadi tadi kemana dulu pah?"

"Aku pulang ke rumah untuk melihat keadaan Lania. Kita harus bicara Amel, kau sudah keterlaluan."

Amel membelalakkan matanya, "apa maksud papa? kenapa papa marah-marah? memangnya apa kesalahanku?"

"Kita bicara nanti, aku tidak ingin berdebat denganmu saat aku masih mengendarai mobilku," ujar Juanda seraya menutup teleponnya.

"Pah... halo... pah..."

"Ada apa mah?"

"Papamu menutup teleponnya, ia sepertinya sedang marah besar sekarang. Jangan-jangan Lania sudah mengatakan semuanya, habislah kita Lisa."

"Apa maksud mama? Lania melakukan apa?"

"Papa bilang tadi pulang ke rumah untuk melihat keadaan Lania."

"Haisssss anak haram sialan, kenapa ia bahkan lebih penting di mata papa? papa bukannya kesini, ia justru pulang ke rumah. Apa Lania menghubungi papa?"

Amel mulai cemas, ia kembali mondar-mandir di ruang perawatan Lisa.

"Apa yang harus kita lakukan mah?" tanya Lisa mulai takut.

"Dengarkan mama sayang, jika Lania benar-benar mengadukan perbuatan kita pada papa, maka kita harus bersandiwara lebih banyak lagi. Kita harus menangis dengan keras lalu mengancam papa karena kita akan mati bersama. Kita harus meyakinkan ini agar papa mengampuni perbuatan kita. Kau jangan banyak bicara, nanti ikuti saja sandiwara mama. Kau mengerti kan?"

Lisa menganggukkan kepalanya, "ini gara-gara anak haram itu mah. Sejak kedatangannya, keluarga kita menjadi tidak tenang."

"Kau benar, Lania memang sudah lama membawa kesialan untuk keluarga kita."

"Lihat saja nanti, aku tidak akan pernah melepaskan anak sialan itu."

Amel mendekati putrinya, "jangan terlalu emosi sayang, kau harus menjaga tubuhmu dengan baik."

Lisa menganggukkan kepalanya lagi, "jika Lania benar-benar mengatakan semuanya pada papa, apakah nasib kita..."

"Mama tidak akan membiarkannya," sergah Amel, "jika benar terjadi, maka Lania yang harus merasakan akibatnya," imbuhnya.

Lisa menyunggingkan senyum liciknya.

"Mampus kau Lania, aku akan membuatmu dibenci oleh mama dan papa lalu suamimu nanti. Kau akan menderita seumur hidupmu karena berani merusak keluargaku," pikir Lisa.

...****************...

Tiga puluh menit kemudian...

Juanda akhirnya tiba di rumah sakit, pria itu segera menuju ruang perawatan Lisa. Dilihatnya, Amel sedang duduk di samping Lisa. Sontak Juanda langsung menerobos masuk ke dalam ruangan membuat Amel dan Lisa terkesiap.

"Ya Tuhan, papa mengejutkan kami," kata Amel.

"Apa kau gila mah? kau mengabaikan Lania yang terluka sangat parah di rumah," kata Juanda.

"Apa? Lania terluka parah?" tanya Amel pura-pura terkejut.

"Papa tidak perduli denganku? papa lebih perduli dengan Lania," celetuk Lisa.

Juanda menarik nafasnya dalam-dalam, ia pun segera mendekati putrinya.

"Apa kau baik-baik saja? kenapa kau bisa terluka nak?" tanya Juanda.

"Kakiku terkilir sangat parah, ini semua karena Lania," jawab Lisa.

"Apa maksud ucapanmu?" tanya Juanda terkejut.

"Sudah sayang jangan dibahas lagi, Lania juga tidak sengaja," sahut Amel.

"Tunggu... ada apa ini sebenarnya mah?"

Amel menghela nafas panjang, ia tiba-tiba ada ide setelah mendengar ucapan putrinya. Ini untuk berjaga-jaga jika Lania sudah mengatakan semuanya pada suaminya.

"Maaf papa, sebenarnya mama tidak ingin mengatakan soal ini. Tapi sepertinya mama tetap harus mengatakannya."

Juanda mengerutkan keningnya penuh tanya.

"Mama sangat terkejut saat papa barusan bilang Lania terluka sangat parah, karena saat kami pergi ke rumah sakit, ia terlihat sangat baik-baik saja," sambung Amel.

"Aku masih tidak mengerti apa yang sedang kalian bicarakan," kata Juanda kebingungan.

"Jadi begini pah, Lisa tadi ingin berangkat syuting, tapi saat baru keluar dari kamarnya, ia bertemu dengan Lania. Lisa sangat penasaran dengan kabar Daley, jadi ia bertanya pada Lania. Mama tidak menyangka Lania justru marah pada Lisa dan mengatakan jangan campuri urusannya dengan Daley lagi. Terjadilah perdebatan kecil diantara mereka, lalu..."

Amel menghentikan ucapannya seraya mengedipkan sebelah matanya pada Lisa untuk meneruskan sandiwaranya.

"Lalu apa mah?" tanya Juanda.

"Lania mendorongku saat sedang menuruni tangga, untuk itulah aku jatuh dan terkilir seperti ini," sahut Lisa.

Juanda terbelalak, "tidak mungkin, Lania tidak mungkin melakukan itu. Ia adalah putriku yang paling penurut, bahkan melukai seekor semut pun ia tidak tega. Mana mungkin ia justru menyakiti Lisa. Lania juga tidak mungkin pura-pura sakit, aku melihat darahnya cukup banyak di dalam mobil. Untuk itulah aku memilih pulang karena mengkhawatirkannya. Kalian tidak perlu bersandiwara di depanku, aku tidak percaya."

Seketika Lisa menangis dengan keras, "lihatlah mah, aku sudah bilang papa pasti tidak akan percaya karena papa lebih menyayangi Lania daripada aku."

Sontak Amel memeluk putrinya, "jangan menangis sayang, maafkan mama karena tidak menjagamu dengan baik," ucapnya ikut menangis.

"Oh ya Tuhan, ini tidak mungkin. Aku masih tidak percaya. Apakah Lania benar-benar punya penyakit depresi hingga sering melukai dirinya sendiri? apa itu benar mah, katakan padaku yang sebenarnya. Kenapa kau terus menutupi masalah ini dariku?" kata Juanda.

"Depresi? melukai dirinya sendiri? apa maksud papa? tunggu-tunggu... apa ini yang dikatakan Lania pada papa?" pikir Amel.

"Aku memanggil dokter Harry ke rumah untuk memeriksa keadaannya. Dokter Harry ternyata sering kau panggil kan untuk mengobati Lania yang dikenali sebagai Lisa? Dokter itu mengatakan tubuh Lania selama ini dipenuhi banyak luka, aku sudah memastikannya sendiri dan itu memang benar adanya. Apa ia benar-benar suka melukai dirinya sendiri? jawab aku dengan jujur mah? apa tebakan dokter Harry jika ia mengalami depresi berat hingga berbuat seperti itu adalah benar? katakan mah, jangan kau tutupi lagi dariku," sambung Juanda.

Amel menangis semakin keras untuk memperkuat sandiwaranya, ia tak menyangka Tuhan masih memberinya jalan untuk menutupi perbuatan mereka selama ini.

"Maafkan aku pah... maaf... aku hanya tidak ingin membuatmu terus mengkhawatirkannya. Ini juga kesalahanku karena tidak bisa menjadi ibu yang baik untuknya. Sebenarnya sejak ia masuk ke dalam keluarga kita, aku sudah menyadari keanehannya pah. Tapi aku tidak bisa mengatakannya, aku hanya bisa terus melindunginya dengan cara memanggil dokter ke rumah untuk mengobati lukanya. Maafkan aku..." kata Amel disela isakannya.

Juanda mendekati Amel lalu memeluknya, "ini bukan kesalahanmu mah, akulah yang tidak memperhatikan kalian semua. Lania sudah mengakui semuanya, ia mengaku bahwa ia sering melukai dirinya sendiri. Aku sempat tidak percaya semua ini mah."

"Dasar gadis bodoh, ia bahkan berbicara yang tidak-tidak pada ayahnya sendiri. Sepertinya ancamanku yang akan melukai Juanda selama ini benar-benar membuatnya percaya dan ketakutan. Baguslah, bagus Lania," pikir Amel.

"Apa yang sedang kalian bicarakan, kenapa aku tidak mengerti sama sekali. Mama, papa, ada apa dengan adikku?" tanya Lisa.

Juanda melepaskan pelukannya, "Lisa tidak tahu?"

Amel menggelengkan kepalanya, "hanya aku yang tahu. Ada yang ingin aku katakan soal pelayan juga pah, sebenarnya aku memberhentikan mereka semua demi keluarga kita. Aku takut apa yang dilakukan Lania diketahui banyak orang hingga membuatnya tidak bisa menjalani hidup dengan baik. Maafkan aku pah. Lisa... sebenarnya adikmu mengalami depresi berat sejak kecil, ia suka menyakiti dirinya sendiri dengan membuat dirinya terluka."

Lisa kembali menangis dengan keras, wanita itu menundukkan kepalanya tapi justru tersenyum lebar atas apa yang baru saja ia dengar dari ibunya.

"Keren mah, seharusnya mama menerima penghargaan pemeran wanita terbaik di keluarga Furhet," pikir Lisa.

...****************...

Happy Reading All...

1
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
nah loh kelojotan sendiri akhirnya ini mah, yang memuaskan siapa 🤪🤭🤣
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Luka yang sama pernah dialami Lania dn masih harus bekerja di rumah Furhet, sekarang Lisa merasakan hal yang sama
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
lania pasti nggak bakalan mau mereka berdua di penjara, lania terlalu baik 😌 meskipun udah di siksa sama mereka
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
butuh air 🥵
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
olahraga sore 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
demi anak sama mantu apapun di lakukan papa Juan
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
Mereka yang bucin aku yang gila 🤣 ketawa sendiri 🤧
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
nggak di kasih syarat itu , ley juga bakalan ngasih cicit yang banyak koq kek 😁
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
banyak bekas gigitan nyamuk kepala item ya lania 🤣
ngenes banget kamu Lisss nggak ada yang muasin 😄
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kapan² kalau di kunci di gudang request kasih ular juga ya mbak Yun 😄
harusnya minuminnya sekalian sama botol²nya tuh 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kapan masalah mu selesai ley ? kasihan mau ketemu ayang aja harus ngendap² begitu 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
baca lania aja belum kelar² , udah ada karya baru ya Miss 🤧
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
wah bisa viral dia kalo diseret namanya oleh Tomy
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
siksa terooozz
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
malam pertama nya ley sama lania lancar jaya, eh Lisa di gudang di temenin tikus² 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
akhirnya ley ..
kasihan Lisa nungguin sampe karatan , eh yang di unboxing malah lania 🤣🤣🤣
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
semangat ley jangan sedih² lagi , semua sudah di atur sama Miss jalan hidup mu 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
dih ngarep banget kamu Lisa bakal di sentuh ley , liat aja nggak sudi apa lagi nyentuh 🥱
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
jangan sampe ley masuk jebakan Lisa
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
pak Kurdi dah membayar semua perbuatannya ley, jadi sekarang fokus aja nyiksa Lisa. dan kumpul lagi sama lania. nggak kangen kah jauh²an terus 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!