NovelToon NovelToon
Falling

Falling

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: ariista

Damar Priambodo Wibisono, 32 tahun lelaki tampan berlesung pipi, CEO dingin sebuah perusahaan multinasional harus berhadapan dengan wanita masa lalunya yang selalu menganggu aktifitas sehari-harinya.

Diandra Paramitha Maheswari Sadewa, 28 tahun, gadis cantik berlesung pipi, seorang manager marketing sebuah perusahaan automotif dan juga seorang penulis novel menjalani hari-hari hidupnya jauh dari keluarganya.

Pertemuan antara Damar dan Diandra yang tidak di sengaja membuat keduanya jadi sama-sama saling terpesona tanpa keduanya sadari pertemuan-pertemuan selanjutnya merupakan takdir yang membuat keduanya semakin dekat dan saling memikirkan satu dengan yang lainnya, tanpa pernah ada yang memulai untuk melanjutkan ke hubungan dengan status seperti layaknya pasangan pria dan wanita inginkan.

Bagaimanakah kisah perjalanan falling in love keduanya, konflik apakah yang akan mereka lalui nantinya, yuk ikuti kisah baru karyaku yang selalu saja bikin geregetan dengan ke-uwuan dua sejoli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Clara

Clara berada di dalam apartemennya saat ini dirinya sedang menelpon seseorang. Clara masih sakit hati dengan perlakuan Damar ke dirinya. Clara tidak terima Damar mengejar wanita lain. Clara juga sangat membenci wanita yang sedang didekati Damar, wanita cantik yang terlihat cuek dengan Damar.

Clara yang sudah di peringatkan oleh kekasihnya untuk tidak mengusik keluarga Sadewa, tidak peduli. Clara akan membuat perhitungan dengan wanita yang menjadi penghalang dirinya untuk kembali ke Damar.

"Baiklah, ingat jangan tinggalkan jejak apapun, jika sampai kalian ketangkap jangan pernah sebut nama Aku. Aku akan tranfer DP nya dulu, jika kalian berhasil aku akan membayar sisanya, tetapi jika tidak berhasil, tidak ada pembayaran pelunasan DP sama sekali, oke, deal,"

Clara mematikan ponselnya, tersenyum sinis membayangkan rencananya akan berhasil. Clara sangat membenci gadis yang di incar Damar.

Clara duduk di sofa sambil menggoyangkan gelas minumannya.

"Kita lihat apakah kamu bisa selamat, Aku senang jika kamu tidak bisa dekat lagi dengan Damar, pergi saja ke neraka disana tempatmu,"

Clara merasa rencananya akan berhasil. Dengan semangat Clara tersenyum puas seakan-akan sudah selesai misinya untuk membuat Diandra tidak bisa lagi berdekatan dengan Damar.

Pintu apartemen Clara terbuka Bryan masuk dengan menarik dasi di lehernya. Clara hanya melirik sekilas.

"Kau sudah pulang, Beb," tanya Clara basa basi.

Bryan membuka jas kerjanya dan menghempaskan tubuhnya di sofa di samping Clara. Melihat Clara dengan pakaian minim memperlihatkan bukit kembarnya yang mengintip dari balik blouse-nya membuat libido Bryan naik.

Bryan memeluk tubuh kekasihnya, mencium harum rambut Clara dan hidungnya mulai mengendus ke leher kekasihnya. Clara membiarkan saja Bryan menciumi lehernya.

Clara menikmati ciuman kekasihnya matanya terpejam. Tangan Bryan mulai beraksi menyusuri kulit lembut kekasihnya.

Sepasang kekasih yang sama-sama saling membutuhkan itu. Dalam waktu singkat sudah saling membelit li dah masing-masing. Menikmati hasrat naluri pria dan wanita dewasa.

Tak di hiraukan mereka ponsel yang terus berdering. Keduanya larut dalam gairah di atas sofa.

Bryan sangat mencintai wanita yang selalu membuatnya tersenyum puas. Meski dirinya tau kekasihnya masih menginginkan mantannya yang juga mitra kerja mereka.

Ponsel Clara berbunyi nyaring tak berhenti-berhenti. Keduanya sudah selesai menikmati siang panas mereka di atas sofa.

Clara beranjak dari sofa dengan tubuh naked nya dan meraih blouse nya dari atas lantai.

Clara menjauh dari kekasihnya yang sudah tertidur pulas sama seperti dirinya masih dengan tubuh naked-nya.

Clara memakai blouse-nya dan berjalan masuk ke kamarnya. Dirinya sedang menerima telpon dari orang suruhannya.

Clara berjalan ke balkon kamarnya dan berbicara serius dengan orang yang menelpon dirinya.

"Apa! Jangan kalian bilang kalian tidak bisa menghadapi wanita itu, Aku tak peduli pokoknya kalian harus selesaikan, tidak ada kata gagal dalam kamusku, kalian harus tau itu, jika kalian berhasil Aku akan tambah lagi free nya, Aku tidak peduli kalian mau pakai cara apa, tidak ada tapi-tapian lakukan sesuai dengan perintahku," tegas Clara sambil mematikan ponselnya.

Clara yang baru selesai menikmati siang panasnya jadi tidak merasakan lagi rasa melayang saat tubuhnya di kungkung oleh kekasihnya. Kabar dari orang suruhannya sudah membuatnya emosi.

Tentu saja Clara emosi saat mendengar dari orang suruhannya jika Diandra banyak mendapatkan pengawalan dari para bodyguard dan akan sangat sulit untuk dibuat celaka.

Orang suruhannya kesulitan mendekati target mereka sesuai dengan pesan dari Clara untuk membuat mobil Diandra mengalami kecelakaan saat di jalan raya.

Clara mengepalkan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya meraih kotak rokok yang ada di meja balkon kamarnya.

Sialan Aku kesulitan untuk bisa membuat wanita itu celaka., batinnya.

Tangan kanannya sudah memasukan rokok ke mulutnya. Clara menghisapnya dalam dan mengeluarkan asapnya dengan kasar dari mulutnya.

Clara mengira akan gampang membuat Diandra celaka. Ternyata orang suruhannya sulit bergerak di lapangan. Untuk mengeksekusi satu orang saja sulit hhhh, batin Clara kesal.

***

Hari ini Diandra akan bertemu kembali dengan sahabatnya Kayla mereka sudah janjian akan makan siang bareng di restoran.

Diandra pergi seorang diri tidak ditemani oleh Gea sekretarisnya. Diandra membawa mobilnya dengan santai. Diandra tidak pernah merasa khawatir meski harus berkendara seorang diri.

Sebagai putri kesayangan dari keluarga Sadewa, Diandra sadar jika dirinya selalu mendapatkan pengawalan ketat dari Papi Alka, papinya.

Diandra tidak mengetahui bahwa ada pengawal lainnya dari Damar untuk mengawasi dirinya.

Diandra melihat mobil sahabatnya sudah terparkir di halaman restoran. Diandra mematikan mesin mobilnya memakai kacamata hitamnya dan membuka pintu mobilnya.

Dengan outfit kerjanya yang tampak rapi dan elegan, rambut di kucir satu Diandra berjalan dengan percaya diri memasuki restoran. Suasana restoran tidak terlalu ramai.

"Di," panggil Kayla sambil melambaikan tangannya melihat sahabatnya yang berjalan ke arahnya.

Diandra tersenyum tipis berjalan mendekati meja Kayla.

"Sudah lama Kay?" tanya Diandra sambil membuka kecamata hitamnya dan duduk di depan Kayla.

"10 menit, Di,"

Pelayan datang menghampiri meja mereka, Diandra dan Kayla memesan menu makan siang mereka.

"Kita lanjutkan pembicaraan kita tadi malam Di," ucap Kayla seperti tidak sabar ingin segera menyampaikan uneg-unegnya.

"Hmm, apa ada masalah serius? Bukannya Kamu baru sampai dari luar negeri?"

"Aku sudah sebulan Di, maaf baru bisa ketemu Kamu sekarang, Di,"

"Gak apa-apa Kay, gak masalah," jawab Diandra santai.

Pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.

"Silahkan Nona, selamat menikmati," ucap pelayan sambil tersenyum ramah.

"Terimakasih, Kak," jawab Diandra ramah.

"Di, Aku mau tanya ke Kamu, apa Kamu beneran gak pacaran dengan Kak Damar?"

Diandra mengerutkan alisnya menatap Kayla dengan tanda tanya.

"Kayaknya tadi malam sudah aku jawab deh,"

"Hm, iya sih aku cuma mau memastikan lagi Di, kalau memang Kamu gak pacaran sama Kak Damar, artinya Aku masih ada peluang untuk mendekati Kak Damar,"

"Silahkan saja, Kay, Kamu suka dengan Pak Damar?" tanya Diandra pandangannya tak lepas dari wajah Kayla.

Kayla mengangguk "Aku mencintainya, Di,"

"Oh ya? Kalian sudah lama kenal?"

Kayla mengangguk cepat.

"Dari Kami kecil, Aku menyukai Kak Damar dari Aku masih kecil Di, dulu Kami bertetangga, aku sering main ke rumahnya adik ceweknya Frea teman Aku,"

"Oh," Diandra manggut-manggut.

"Kita sambil makan ya ceritanya," ucap Diandra.

Diandra mulai menikmati hidangan yang sudah disajikan dari tadi. Kayla belum menyentuhnya.

"Aku harap Kamu paham dengan perasaan Aku ke Kak Damar, Di, apa Kak Damar sedang mendekati Kamu Di?" tanya Kayla yang membuat Diandra tersedak.

"Uhuk.. uhuk.. jangan ngawur Kamu, Kay, gak ada itu, Pak Damar merupakan mitra kerja, Kay, beliau bertemu dengan aku pasti ada hal pekerjaan yang dibicarakan,"

"Hanya berdua saja? Malam hari dengan mendatangi apartemen Kamu?" Kayla seakan kesal dengan yang disampaikan sahabatnya.

"Aku merasa Pak Damar tidak bermaksud mendekati Aku, Kay, Aku juga belum lama kenal dengan Pak Damar, aku harap Kamu tidak salah paham, okey,"

Kayla tidak menjawab, dirinya masih tidak puas dengan jawaban sahabatnya itu. Kayla merasa Damar memang sedang berusaha mendekati sahabatnya.

Kayla menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan dengan kasar. Dirinya tidak berselera untuk makan.

"Kenapa gak dimakan Kay?" tanya Diandra yang melihat sahabatnya hanya mengaduk-aduk nasi di piringnya.

Kayla tampak melamun.

"Kay, Kamu kok malah melamun? Jadi apa rencanamu Kay? Kamu kerja di perusahaan Papamu?"

Kayla menatap sahabatnya dan menggelengkan kepalanya.

"Aku belum memutuskan Di, liat saja nanti,"

Aku itu gak mau bekerja Di, Aku mau jadi Nyonya Damar saja, yang akan berada di rumah, mengurus suami, batin Kayla.

Selesai makan siang, Diandra dan Kayla melanjutkan obrolan mereka.

Diandra tau sahabatnya ini pasti masih memikirkan dirinya dan lelaki yang di sukai yaitu Pak Damar.

Diandra sebenarnya merasa Damar memang sedang berusaha mendekati dirinya tetapi untuk menjawab pertanyaan sahabatnya dengan jujur Diandra tidak bisa, dirinya menjaga perasaan sahabatnya tersebut.

Diandra hanya ingin menjalani hari-harinya dengan perasaan tenang. Jika memang Kayla menginginkan Damar, Diandra tidak masalah. Dirinya juga merasa tidak harus membalas perasaan laki-laki yang memang berusaha mendekatinya. Kecuali jika ada sesuatu di hatinya yang membuat dirinya tidak bisa melupakan dan berjauhan dari laki-laki tersebut. Bersama Damar dirinya hanya menganggap sebagai rekan kerja saja. Meski kadang sesekali ada perasaan samar yang terasa hangat di hatinya jika Damar mendekati dirinya.

1
🥑⃟ Adeline Ayy ѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf
dasar Diandra, bermuka ular🤬
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵
harus semngat kak ay🥰
🥑⃟ Adeline Ayy ѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf
mampir dulu ahh🤭🤭/Chuckle//Chuckle/
semangat onell /Determined//Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Nah...nah...nah.... mulai deh...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: ulat nangka mam gak bs diem klo Clara.. caper trs ke Damar 😬
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Here come the trouble..... siapkan diri Damar
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: Terimakasih mam msh lanjut bc.. mau aku lanjutin trs sampai selesai mam😊
total 1 replies
🥑⃟ ❥␠⃝ ͭ🍁🅢emesta 💃♉❣️
𝐦𝐚𝐦𝐩𝐢𝐫. 𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐚𝐤 𝐀𝐫𝐢𝐬𝐭𝐚🙏
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: terimakasih kak mesta🤗🥰
total 1 replies
Lisa
Aq mampir Kak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: terimakasih kak 🤗
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Clara salah pilih lawan... rasakan
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: haha iya mam Clara terlalu pede 🤭
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ulat bulu satu ini ikut-ikutan wae
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: iya mam mau nempel trs dia mam/Facepalm/
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Well, saat drama queen datang pastinya akan ada drama
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ya ampun kasihan si mas nya udah manggil Dinda bukannya dibalas panggilan kanda malah dipanggil bapak... nasibmu Mas 😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: terimakasih mam udh mampir🤗🥰
total 1 replies
Wang Lee
Mampir thor
Wang Lee
Ceritanya bagus
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
mampir kesini Nelcan semangat buat karya terus dan terus 💪😘🤗
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: terimakasih kak Tri🤗 🥰
total 1 replies
Sleep
tes meninggalkan jejak biar bisa pj
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: terimakasih bng max pj nya🤗🙏👍👌
total 1 replies
ѕ⍣⃝✰✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOL
cieee yg sdg jatuh😁🏃🏃🏃
ѕ⍣⃝✰✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOL
akhirnya kau menemukannya☺️
ѕ⍣⃝✰✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOL
pak Vano kh🤔
ѕ⍣⃝✰✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOL
aiihhh pak Damar terlupakan 😁
ѕ⍣⃝✰✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOL
oh novel sequel ya 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!