#PLAGIAT DILARANG MENDEKAT !
📚Mata kita bertemu, dan tiba-tiba aku lupa bagaimana caranya bernafas.🍙
Sesuatu yang kau benci. Semua orang pasti tidak akan berurusan dengan itu. Namun lain bagi wanita manis berambut hitam ini. Robin namanya. Dia akan melakukan apapun itu demi kesembuhan ibunya. Walaupun itu adalah sesuatu yang sangat dia benci sekalipun.
"Aku mungkin membenci diriku sendiri karena melakukan hal tidak senonoh seperti ini. Tapi, aku tidak akan membenci ibuku yang membuatku terpaksa melakukan ini." (Robin)
#Ingat ini adalah karya oda sensei tetapi aku bumbui dengan imajinasi ku. Dan cerita disini gak ada terkaitnya dengan buah iblis sekian :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dara Nabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Tangisan Robin
...Yo guys selamat datang di dunia imajinasiku :)...
...Disclaimer tentu saja oda sensei ...
...Story by daranabilah ...
...Pairing zorobin ...
...📚🍙📚...
"Apakah kamu mau jadi istri ku?" pertanyaan yang keluar dari mulut zoro terus tergiyang di dalam otak Robin bahkan itu seperti film yang diputar berulang-ulang.
Hening sudah hampir 30 menit mereka berdua terdiam dengan sikap mereka, yang satu menunggu kepastian yang satu lagi bimbang memilih.
"Robin" ucap zoro dan membuat Robin terbangun dari lamunannya
"I-iya kenapa zoro?" tanya Robin serileks mungkin agar zoro tidak mengetahui bahwa tangan Robin sudah panas dingin.
"Bagaimana keputusan mu ?" tanya zoro
"Emmm i-itu" ucap Robin
"Tidak papa kalau bukan hari ini aku kan tetap menunggu kok, aku akan menunggu sampe kamu siap" ujar zoro bangun dari kursinya dan menghampiri Robin dan mencium puncak kepala Robin dan seketika membuat Robin tersipu malu.
Baby Marimo mama harus gimana? Jerit Robin di dalam hatinya karena perilaku manis dari Zoro
"Akuterima" ucap Robin dengan cepat
"What ?, you can repeat it again?" tanya zoro dan membuat Robin mengigit bibir bawah nya
"Aku terima" jawab Robin dengan lantang sambil menundukkan pandangannya dan membuat sebuah senyuman tipis tercetak dibibir zoro
"Terima kasih dear aku sangat senang mendengar nya" ucap Zoro sambil mengecup bibir Robin
"Huh, kok sama baby marimo gak minta maaf?" tanya Robin dengan kesal dan zoro terkekeh
Zoro pun mendekatkan kepalanya ke perut Robin yang memang sudah buncit itu karena telah memasuki bulan ke-5
"Maaf ya para jagoan ku, semoga kalian sehat selalu" ucap zoro sambil mengecup perut berkali-kali dan terdengar suara tendangan dari dalam dan tentu saja membuat zoro dan Robin sangat bahagia. Tetapi di salah satu sudut ruangan tersebut berdiri seorang lelaki melihat kemesraan mereka berdua.
She is mine and no one has himself except me batin lelaki itu sambil mengempalkan tangannya
...📚🍙📚...
7 bulanan kemudian...
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu ruangan seorang lelaki berambut hijau yang sedang mengerjakan setumpuk kertas kertas dan matanya sama sekali tidak berpaling dari arah laptop, dan tercetak nama Roronoa zoro yang terdapat di tempat nama tersebut *kalo ada yang tau namanya bilang ya :v
"Masuk" ujar zoro memberikan perintah agar orang yang sedari tadi mengetuk pintu itu masuk. Dan muncullah sesosok wanita yang emmm berpakaian cukup minim dengan menggunakan celana jins ketat dengan kemeja bunga-bunga yang biar kan terbuka dan memperliatkan buah dadanya yang memang cukup besar.
"Zoro" sapa wanita itu dan seketika membuat zoro menghentikan aktivitas mengetik dan mata nya itu menatap wanita tersebut dengan tajam
"Hei, kenapa kau melihat ku seperti itu?" tanya wanita tersebut karena zoro melihat kearah seperti seorang elang
"Mau apa kau kesini lagi Tashigi?" tanya zoro dengan dingin kepada wanita itu yang sudah duduk disalah satu sofa yang berada diruangan tersebut dengan menaruh kakinya di kaki yang lain dengan tangan dilipat tetapi jangan lupa dengan rokok yang diselip di bibir nya.
"Emang kenapa kalau MANTAN pacar mu kesini?" tanya balik Tashigi dengan angkuh
Dasar ***** batin zoro
"Huh, kau sudah banyak berubah ya" ujar zoro sambil melipatkan tangannya kebelakang untuk menumpu kepalanya
"Aku tidak berubah zoro tapi kau yang membuat ku berubah" ucapan dari mulut Tashigi membuat zoro menaiki satu alisnya
"Wait, bukannya kata kata itu yang harusnya aku lemparkan kepada mu Tashigi?!" ucap zoro dengan tenang dan tentu saja membuat tashigi
"TIDAK INI SEMUA SALAH MU" seru tashigi dengan lantang dan berdiri dari tempat duduknya dan segera menghampiri zoro dengan cepat dengan mata yang mulai berair
"KALAU SAJA KAU TETAP MEMPERTAHANKAN KU MUNGKIN HIDUPKU TIDAK SEPERTI INI RORONOA ZORO. Lelaki itu pergi setelah aku melahirkan anaknya dan aku terpaksa membuang bayi ku. Selain itu aku juga dicampakkan oleh kakakku karena aku sudah tidak bisa diharapkan lagi. POKOKNYA INI SALAHMU RORONOA ZORO, AKU MINTA PERTANGGUNG JAWABAN !." ucap Tashigi dengan suara yang besar dan tanpa sadar air liurnya muncrat ke muka zoro dan diiringi dengan air mata yang membasahi pipinya.
Kalo bicara itu bisa gak, kalo tidak muncrat. Ini muka dasar ****** kurang belaian batin zoro sambil mengusap mukanya dengan tangan besarnya.
"Huh kau pikir kau siapa tashigi?" tanya zoro sambil berdiri dari tempat duduknya dan langsung berhadapan dengan tashigi
"Aku?, tentu saja aku itu Pacar mu" jawab Tashigi
"Huh lebih tepatnya sih MANTAN PACAR" ujar zoro memperbaiki perkataan tashigi
"Bukan nya itu sama saja dan aku minta kau harus bertanggung jawab" kekeh tashigi
"Dasar kurang waras, pergi kau dari perusahaan ku atau aku yang akan menyuruh satpam menyeret mu" ucap zoro mengancam tashigi agar pergi dari hadapan nya
"Tidak pokoknya kau harus bertanggung jawab, kau harus mengakui bahwa anakku itu adalah anakmu" dan seketika pupil mata zoro membesar
"Berani beraninya kau berbicara seperti itu, pokoknya aku tidak mau. Lagi pula aku sudah punya keluarga mengerti" ucap zoro dengan tegas
"Dari siapa? Nico robin, Huhhh dia bahkan hanya ****** yang mengincar uangmu Roronoa zoro" ucap tashigi
"Dia memang ******" ucapan zoro membuat tashigi tersenyum kemenangan
"Tetapi istriku masih lebih baik dari pada kau ****** dan bahkan kata ****** masih terlalu bagus buat mu" ucap zoro dengan penuh amarah karena sedari tadi menahan amarah. Ingat dia sedang berhadapan dengan makhluk yang mudah rapuh hanya dengan bentakan dan Kata-kata kasar lainnya.
"Sekarang kau keluar, atau aku yang akan menyeret mu" ucap zoro sambil menunjuk kearah pintu keluar
Tashigi yang sudah malu lalu beranjak dari tempat tersebut "Dan jangan pernah kesini lagi, *****" ucap zoro sebelum tashigi menutup pintu yang tentu saja dirinya masih menangis dengan sikap kasar zoro. Sititik cahaya harapan di dalam hatinya sudah pupus karena orang yang benar benar dulu mencintainya sudah membuka hati untuk wanita lain dan terlebih lagi wanita itu sedang mengandung anaknya zoro.
Blam
Ketika pintu tertutup akhirnya zoro bisa bernafas lega entah kenapa hatinya masih terasa deg degan bertemu kembali dengan cinta pertama nya itu. Tetap tidak bisa dipungkiri bahwa zoro masih menyukai tashigi sampai saat ini tetapi sedang belajar agar rasa yang ada di dalamnya akan sepenuhnya dipenuhi oleh Robin. Yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya sampai kakek nenek.
Triiing...
"Halo ada apa Viola ?" tanya zoro kepada asistennya tersebut
"Itu tuan saya hanya ingin menyampaikan sesuatu bahwa nanti akan ada meeting jam 2 siang."
"Ok terimakasih"
"Tunggu tuan"
"Ada apa?"
"Tadi tunangan anda Robin san kesini, tadi dia hendak ke ruangan anda tetapi tidak lama kemudian dia kembali dan menyuruh saya yang memberi kotak makan inj kepada tuan"
Robin kesini?, tapi kenapa gak langsung keruangan ku? Batin zoro
"Begitu ya terima kasih atas informasinya Viola"
"Oh ya tuan satu lagi"
"Apa?"
"Tadi ketika dia kembali dari ruangan tua dia sedang--"
"Dia kenapa Viola?"
"Dia menangis"
Bersambung...
Yah Robin itu kenapa kok nangis :(
Wah ini ****** gak tau diri udah orang tulus di sayangin dibuang eh malah ngajak balikan :v
Maafkan aku jika kalian suka tashigi eh aku malah bikin kayak gini 🙁
Ingat guys ini semuanya hanya imajinasi okay. Ingat IMAJINASI
Ok see you Next chapter...