Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The Cunning Doll
Billby mengerutkan keningnya "serius buat gue? Tiba-tiba banget. lo bukan lagi PDKTin gue kan? Hati hati loh, om gue ganas nya melebihi serigala kelaparan. lo bisa lenyap kalo berani coba-coba ngedeketin gue" ujarnya heran sekalian menakut nakuti cowok itu
"Heh,bukan! gue ngasih itu karena kemaren Lo ngasih bekal Lo di waktu yang tepat-"
Billby menyela "iya.. gue ngasih Lo bekal di waktu Lo emang kelaparan. gitu kan maksud Lo? jelas aja orang gue ngasih bekal gue karena denger suara perut Lo yang bahkan kedengeran dari langit ketujuh"
"Ck, maksud gue gini loh. waktu itu gue emang laper. tapi gue gak bisa ke kantin karena harus belajar tapi, kalo gue ngerjain sambil nahan laper juga, hasilnya gak maksimal. eh, karena ada lo yang berbaik hati jadi kemaren gue dapet belajarnya, dan berhasil ngerjain ulangan dengan baik. Kalo dipikir pikir gue bisa menyelesaikan ulangan dengan puas itu ada berkat Lo juga" urai vahan panjang lebar
Billby memicingkan matanya "Lo mikirin alasan ini semalaman kan? Lo nyari alasan yang masuk akal buat bisa ngasih ini ke gue, jujur..lumayan masuk akal tapi,-"
Kini vahan yang menyela "kalo gak mau ya udah. gue pure cuma mau berterimakasih " saat Vahan hendak mengambil kembali paper bag yang tadi ia letakkan di papan meja Billby, gadis itu menahan tangannya
"Eh, gak boleh gitu dong.. dah di kasih masa mau di ambil lagi?" Tukas Billby
"Muka imut polos gini ternyata nyebelin ya" celetuk vahan
Billby memiringkan kepalanya "Lo muji gue imut?"
"Gue bilang Lo nyebelin" bantah Vahan
Billby menganggukan kepalanya "muka gue emang polos imut gitu, polos.. buat drama di depan keluarga. Kalo imut.. karena memang kayak gitu dari sananya. dan soal nyebelin.. itu biar gue gak di bully. muka polos imut gini kalo baik baik bakal di aniaya"
"Emang disini ada yang ngebully Lo? bukannya disini ketat banget?" Tanya Vahan sedikit penasaran
"Ada aja.. biasanya karena iri liat gue bisa seenaknya"
Vahan berdecak "makanya jadi orang yang bener"
"Lo pasti juga gak suka kan sama gue. karena gue gak pernah dihukum. Padahal banyak pelanggaran yang udah gue lakuin" tudingnya tepat sasaran
"Siapa yang gak suka liat orang kayak Lo? pagi pagi pada belajar Lo malah enak enakan tidur. mana di kelas lagi" balas Vahan dengan jujur
Billby mengangguk santai "bagus deh, kalo Lo gak suka. hidup Lo aman dari kekejaman om gue. jadi ini buat gue kan?" Billby menunjuk paper bag di depan nya
"Lo mau terima?"
"Terima aja. asal bukan santet"
Vahan mendelik "ngapain juga ngirim lo santet"
Billby mengendikkan bahunya acuh "kali aja" ia mengambil paper bag tersebut lalu memasukkannya ke tas agar papan mejanya kosong. karena ia mau..teedoor.
"Makasih.." ujar Billby singkat
"Apanya?"
"Pikir sendiri. gue mau tidur" balas Billby seraya meletakkan kepalanya diatas meja sebelum membuang permennya yang sisa batang saja
"Gak boleh tidur pagi pagi" larang Vahan
"Gpp.. biar Lo gak suka sama gue" balas Billby yang suaranya mengecil karena tertahan papan meja
Vahan berdecih "sepenting itu gue?"
Billby mendongakkan kepalanya menatap vahan "kalo gue gak tidur ngapain? belajar? nanti apa kabar peringkat satu Lo?"
Vahan terkekeh geli "orang yang selalu tidur pagi di kelas bisa ngomong kayak gitu?"
"Seenggaknya keluarga gue gak masalah gue gak dapet peringkat. yang di tekankan sama mereka, gue gak boleh Deket sama cowok apa lagi pacaran. beda sama orang tua Lo yang bakal nge-reog kalo anaknya turun tahta" ujar Billby membuat wajah Vahan berubah
"Tau dari mana Lo soal keluarga gue?" Tanyanya datar
"Makanya Lo berterimakasih banget sama gue soal makanan gue kemaren. Sampe ngasih balesan. karena kalo kemaren nilai Lo gak sempurna, kemungkinan peringkat Lo turun.. dan orang tua Lo... hmmmh, Lo yang lebih tau"
Vahan mengetatkan rahangnya. bagaimana bisa gadis itu mengetahui seluk beluknya? "Lo tau dari mana?" Ulang Vahan dengan nada rendah
"Mo bobo ngantuk" Billby tak menjawab pertanyaan Vahan tadi. Ia kembali meletakkan kepalanya di meja untuk bermimpi indahh
•••
Billby baru saja tiba dirumahnya. Seperti biasa ia masuk dengan berlari. lalu menyapa keluarganya dengan suara sekeras sangkakala "nenek kakek.. Billby pulang" ia melepas sepatunya lalu mengganti dengan sandal rumah
"Eh, cucuku.. sudah pulang.. sini nenek baru pulang. nenek bawa banyak hadiah buat kamu" sambut nenek nya dari ruang tengah dengan heboh bukan,
bukan Bolivia tapi Angel-nenek dari pihak papanya
Billby menatap neneknya yang ada di ruang tengah. ia segera berlari menghampiri Angel dan memeluknya.
"Nenek kapan pulang?"
Angel tersenyum lebar sambil membalas pelukan billby. "baru aja.. langsung ke sini.. nunggu Billby"
Billby melepas pelukan mereka. ia menatap neneknya dengan tatapan sendu "pasti capek ya.. habis terbang 18 jam. sini Billby pijetin" ujarnya karena merasa kasihan dengan neneknya yang baru tiba dari Inggris, bukannya istirahat malah menunggunya seperti ini
Saat Billby memijat pundak Angel, neneknya langsung mencegah "jangan jangan. Nanti Billby capek. tuh,buka aja oleh oleh yang nenek bawaa"
Billby tersenyum semringah. Ia memang tidak berniat memijat neneknya. Ia hanya berdrama agar terlihat seperti cucu baik hati.
Ya, Billby berani menawarkan diri karena tahu neneknya akan mencegah. Dan, benar saja.
dasar bocil licik
Gadis itu menatap neneknya "Billby mau bersih bersih ke kamar habistu unboxing oleh oleh nenek sama om rexon. Nenek juga mandi ya.. mandi air hangat biar enakan. Yok Billby anter ke rumah" ini juga modus. neneknya pasti akan menyuruh Billby untuk langsung ke kamar dan neneknya akan pulang sendiri
"Gak usah nenek pulang sendiri aja.. Billby sonoh mandi" tolak Angel sesuai dugaan.. Billby tertawa dalam hati
Mungkin terdengar keterlaluan, karena gadis itu tega menyuruh neneknya untuk pulang saja. tapi, Billby gak sejahat itu kok.. rumah Angel persis di depan rumahnya.
Rumah mereka bahkan satu gerbang. Jadi, saat masuk area rumah Billby akan terlihat ada dua rumah mewah yang berhadapan. Tapi, rumah Billby jauh lebih besar
Intinya, ia berani menyuruh neneknya untuk pulang karena rumah Angel cuman ada di depan situ doang. Kapan mau ketemu Billby lagi tinggal melangkah sedikit sampe deh
Lagian memang Billby kasihan dengan neneknya yang pasti sangat capek baru pulang dari Inggris sehabis menjenguk anaknya-rexon- yang sedang menempuh pendidikan di sana
Setelah pamitan akhirnya Angel pulang dan Billby segera melangkah ke kamarnya setelah memerintah Jack untuk membawa oleh-oleh dari Angel ke kamarnya
•••
"Lo gak mau pulang bang? gak kangen sama keluarga Lo?"
"Belum waktunya"
"Ya elah.. kelamaan. keburu anak Lo nikah" sinis lawan bicaranya.
"Sembarangan lo han!"
"Btw, Lo sama sekali gak tau kabar anak Lo?"
"Gak tau.. makanya bantu cariin dong"