lima tahun pernikahan Alia dan Reyhan belum memiliki anak. Suaminya menyalahkannya dan menceraikannya demi wanita lain. resmi bercerai Alia baru menyadari bahwa dirinya hamil. perjuangan Alia sebagai seorang ibu dan perjuangannya sebagai seorang wanita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah
Selamat Membaca 😊😊
Rey bangun karena sesuatu menetes di wajahnya. Matanya terbuka dan melihat Darren sedang tersenyum meraba raba wajahnya. Kata Alia, Darren sedang tumbuh gigi jadi air liurnya terus keluar. Rey tersenyum mengangkat Darren dan mendudukannya di atas perutnya yang telanjang.
"Hei nak, berani sekali kau membangunkanku." Darren tertawa saat tangan Rey menggelitik perut nya.
"Dimana ibumu?"
Alia masuk kamar dan terkejut melihat Darren sudah ada di atas perut Rey. Buru buru Alia mengambil anaknya.
"Maaf kau jadi terbangun."
Rey duduk dan tersenyum menatap wanita yang berdiri di depannya.
Wanitaku.
"Kau tahu Al, hal seperti ini yang aku impikan selama ini. Bangun tidur melihatmu dan anakku."
Alia menghela nafas. Berusaha bersikap baik baik saja.
"Lebih baik kau bangun dan mandi. Farhan sudah menunggumu di bawah."
Alia berbalik dan keluar menggendong Darren di pelukannya. Rey dibuat bingung dengan sikap Alia pagi ini. Bukankah mereka telah melewatkan malam bersama, seharusnya dia senang seperti yang dirinya rasakan. Apa semalam ia melakukan kesalahan?
Rey turun dari ranjang dan ke kamar mandi. Membersihkan diri. Selesai mandi, Rey keluar dan baju bersih sudah tersedia di atas ranjang. Rey memakainya dan keluar kamar mencari Alia. Sepertinya mereka berdua harus bicara.
Rey sudah mencarinya ke seluruh penjuru rumah tapi Alia tidak ada di manapun. Akhirnya Rey turun menemui Farhan.
"Farhan, kau melihat Alia turun?"
"Tidak tuan. Nona Alia belum turun dari tadi."
Rey bingung. Dia hendak ke atas lagi mencari Alia, tapi Farhan menahannya.
"Tuan, kita harus bergegas. Kita sudah terlambat untuk meeting dengan pihak kontraktor."
"Tidak bisa diundur?"
"Tidak bisa tuan. Jadwal anda pandat untuk minggu ini. Dan anda sudah beberapa kali membatalkan pertemuan ini secara mendadak."
Rey ragu untuk meninggalkan Alia. Mereka harus bicara. Besok dia akan kembali menemui Alia.
"Baiklah. Ayo pergi."
Alia keluar dari tempat persembunyiannya. Dia sengaja bersembunyi, tidak ingin bertemu Rey. Alia menyesali kejadian semalam. Dia bahkan marah dengan dirinya sendiri. Kalau begini sama saja seperti dia menerima Rey kembali. Lalu bagaimana dengan luka yang sudah Rey berikan bertahun tahun yang lalu.
Selesaikan sekarang Alia. Kalau kau berbuat lebih jauh lagi, akan lebih sulit lepas darinya.
...💖💖💖💖...
Siang hari begitu sibuk karena banyaknya pesanan take away. Alia pun harus turun tangan membantu. Leo yang baru datang langsung menghampiri Alia.
"Kau sibuk?"
"Leo." Alia tersenyum senang melihatnya.
Leo mendekati Alia dan memeluknya.
"Aku perlu isi baterai." Leo menyandarkan kepalanya di bahu Alia. "Mengurus bisnis ternyata sangat melelahkan."
"Kalau lelah istirahatlah di rumah, bukan malah kesini."
"Berada didekatmu seperti ini, tenagaku langsung full."
Leo menarik tangan Alia dan mengajaknya duduk. Dia mengeluarkan paper bag kecil dan memberikannya pada Alia.
"Apa ini?"
"Bukalah."
Alia membukanya dan mengeluarkan isinya. Sebuah kotak persegi. Alia sudah bisa menebak apa isinya.
"Aku tidak bisa menerimanya." Alia memasukan kembali kotak itu.
"Kau bahkan menolak tanpa melihat isinya." gerutu Leo.
Leo mengambil kotaknya dan membukanya. Sebuah kalung tanpa liontin dan sebuah cincin.
"Kau tahu kenapa aku memberimu kalung dan cincin?"
Alia menatap Leo dan menggelengkan kepala.
"Jika ada orang yang memberikanmu kalung itu artinya dia sayang padamu, tapi dia belum berniat untuk lebih serius kepadamu. Sedangkan cincin menunjukan keseriusan. Melambangkan orang tersebut ingin mengikat dalam jangka waktu yang panjang."
"Kalung ini sepertimu Alia. Aku tahu kau sayang padaku, tapi kau belum yakin dengan perasaanmu sendiri. Kau masih ragu. Dan cincin ini sepertiku. Kau tahu aku mencintaimu dan ingin serius denganmu."
Leo memasukan cincinnya ke kalung dan menjadikannya liontin. Dia berdriri dan memakaikannya dileher Alia.
"Pakai ini sampai kencan kita yang ketiga. Saat nanti kau sudah siap memberiku jawaban, pakai kalungnya kalau kau menolakku. Dan pakai cincinnya kalau kau menerimaku."
Mata Alia berkaca kaca. Entah kenapa hatinya sedih. Dan ada rasa bersalah menyusup di hatinya. Tangannya menyentuh pelan cincin yang menjuntai indah dilehernya.
"Hei kau menangis?" Leo mengelus pelan pipi Alia.
"Tidak. Ada debu yang masuk ke mataku." Alia menggeleng dan mengusap matanya.
"Benarkah? Sini aku tiup."
"Tidak perlu!"
Alia memukul bahu Leo dan tertawa.
...~○•○~...
Haiiii Readers tersayang 😁 apa kabar kalian? comment dong dibawah biar gk sepi lapak Alia 😉
Kalian team mana nih? Rey-Alia atau Leo-Alia 😍😍
Like dan vote nya jgn lupa yahh😆
Terima kasihh 😊
alia yang masih blm bisa move on sepenuhnya ma leo kembali tergoda akan kehadiran leo 😂 CLBK cinta lama belum kelar