NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikahi Tuan Duda

Dipaksa Menikahi Tuan Duda

Status: tamat
Genre:Dosen / Duda / Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Ly_Nand

🌶Boleh Skip Part Boncabe🌶

Niat hati bekerja menjadi guru bimbel untuk menambah pendapatannya, justru Rini berada di situasi rumit yang membuatnya terjebak pada duda dingin yang juga dosen di kampusnya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
"ingat, pernikahan ini hanya demi Adam. jangan harap ada cinta atau pun hubungan suami istri yang sebenarnya." Kalimat menusuk dari suami yang baru dinikahinya seketika membuatnya kecewa.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Meski tak dianggap bahkan kehadirannya seolah antara ada dan tiada dimata suaminya. Rini terus menjalankan tugasnya sebagai istri, kecuali hubungan ranjang.

Namun di suatu malam,

"Mas... tolong hentikan. Kamu sadar aku siapa?"
Pria itu terus menjamah seluruh tubuh Rini, bahkan semua pakain Rini telah disobek dan dibuang entah kemana.
"Aku tahu kamu istriku sekarang. Lakukan saja kewajibanmu untuk melayaniku" tak ada suara dengan kelembutan.
"Mash..." Rini merasakan sakit saat bagian intinya ditrobos.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ly_Nand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Pasrahnya Rini

🌶Part Boncabe🌶

Meski tak dianggap bahkan kehadirannya seolah antara ada dan tiada dimata suaminya. Rini terus menjalankan tugasnya sebagai istri, kecuali hubungan ranjang. Setidaknya suaminya bisa menyembunyikan sikap dinginnya kepada istri dari keluarganya. Hingga tiga hari berlalu dari hari pernikahannya, tak ada satu keluarga pun yang tahu gejolak dalam keluarga kecilnya, bahkan termasuk mama Bella.

Malam ini, seperti malam sebelumnya, Rini yang sudah tidur sekamar dengan Dean sudah memakai piyama dan bersiap untuk tidur. Namun karena suaminya belum datang, ia menunggunya sambil membaca buku sambil menyenderkan tubuhnya pada head board kasur.

Ceklek, pintu terbuka dan suami yang telah ditunggu Rini akhirnya datang. Namun ada hal aneh yang dirasakan Rini. Pria itu seolah berdiri dengan sempoyongan, Rini mendekat tapi tidak ditemukan aroma alkohol pada tubuhnya.

"Mas, Mas Dean baik-baik saja?"

"Menyingkirlah, jangan menghalangi jalanku."

"Tapi, Mas." Dean mendorong Rini agar menyingkir dari hadapannya.

Rini diam terpaku melihat suaminya yang berusaha membuka pakaiannya. Ingin menolong tapi ia ditolak.

Dean masih berusaha membuka pakaiannya dengan frustasi karena merasa kesuliatan.

"Mas, Rini bisa bantu."

"Menyingkirlah atau aku akan berbuat lebih padamu."

"Tapi Mas kesulitan" Rini masih berusaha membantu Dean melepaskan pakain kerjanya.

"Kamu benar-benar tidak mengerti bahasa manusia. Maka jangan salahkan aku kalau aku akan bertindak lebih."

Dean menarik tangan Rini dan menghempaskannya ke kasur. Pakaian tidur yang berupa dress pendek dengan tali spagheti dibahu membuat Dean semakin panas, apalagi bagian bawah dress tersingkap saat ia menghempaskan Rini hingga terlihat segitiga pengaman Rini.

"Aku sudah memperingatkanmu sejak awal, jadi ini akibat kamu yang tidak mau mendengarku."

Dean mengungkung tubuh istrinya dan melumat bibir wanita itu begitu dalam. Tak hanya itu tangan Dean yang tak mau diam semakin menyingkap bagian bawah dress istrinya hingga tangan itu merasakan perut datar istrinya. Diusapnya perut itu tanpa memutus lumatan dibibir sang istri.

Tangan Rini yang berusaha meronta dicekal dan di kunci diatas kepalanya dengan tangan yang lain.  Nafas Rini yang tersengal membuatnya menghentikan sejenak tautan bibir mereka namun tak lama tautan itu kembali dilakukan dengan tangan Dean yang sudah merambah ke dalam piyama istrinya untuk menggapai bukit kembar yang tak berpelindung.

Dean semakin menikmati apa yang dilakukannya, bibir basahnya turun menjelajahi pipi, telinga hingga ceruk leher sang istri.

"Mash..." desahan Rini tak terbendung saat tangan Dean meremas kuat bukitnya dibarengi dengan sesapan berulang di lehernya.

"Ya tuhan, apakah harus ku serahkan diriku pada suamiku? suami yang bahkan tak pernah menganggapku ada" batin Rini bergejolak.

Dean semakin menggila, ia membuang piyama dress istrinya hingga kini tersisa kain segitiga yang melindungi aset berharganya. Setelahnya ia membuka serta membuang semua pakaian ditubuhnya yang membuatnya semakin panas.

Rini membuang muka saat melihat tubuh suaminya yang polos. Sementara kedua tangannya berusaha menutup kedua bukitnya yang sudah terekspos dan terjamah oleh tangan suaminya.

Dengan tidak sabaran, Dean kembali menjamah tubuh istrinya. Ia singkirkan tangan istrinya agar bisa menikmati puncak bukit yang terasa menantang baginya. Dipijat, dipilin bahkan juga di hisap dengan rakus seolah ia sedang kehausan.

"Ouh Mas Dean..." Rini tak bisa menahan desahannya karena rasa nikmat yang terlalu menyeruak. bahkan tangannya memegang kepala sang suami seolah ingin dirasai lebih dalam.

Tak hanya ingin berhenti disana, Dean turun merayap membasahi perut dengan kecupan dan jilatan hingga sampai arena yang berbungkus kain segitiga.

"Mas Dean... Tolong hentikan"

Permintaan Rini seolah tak didengar oleh Dean. Dengan tergesa-gesa ia merobek kain terakhir di tubuh istrinya dan membuka lebar dua penopang tubuh istrinya untuk berdiri, hingga menampakkan hutan indah yang untuk pertama kalinya tampil di depan Dean. Tangan yang semula berada di lutut sang istri turun untuk menjelajahi hutan yang tak terlalu rimbun hinggga ia mendapatkan mainan kecil didalamnya dan terus memainkan dengan jarinya bahkan sesekali menjilatinya.

"Ouh mas... Apa yang kamu lakukan? Hentikan Mas.... Aku tak tahan...."

Nafas Rini tersengal merasai perlakuan suaminya dibawah. Hingga tak lama cairan pelumas keluar dari goa tersembunyi miliknya.

Dean tersenyum sinis sambil kembali mengungkung istrinya.

"Kamu bilang berhenti. Tapi nyatanya, kamu menikmatinya."

"Mas apa yang akan kamu lakukan?" Rini merasakan ada sesuatu yang berusaha menusuknya dibawah.

Rini mencoba menghalau benda itu, Tanpa sadar ia menggenggam benda yang telah berdiri gagah hingga membuat suaminya mendesah.

"Ouh, kamu sudah berani menyentuhnya."

"M-Maaf M-Mas, A-Aku t-tidak s-sengaja" Rini menjawab dengan terbata-bata.

"Kamu sudah menantang torpedoku, maka mari kita lakukan bagian selanjutnya."

Dean berusaha memasukkan torpedonya pada goa milik Rini.

"Mas... tolong hentikan. Kamu sadar aku siapa?"

"Aku tahu kamu istriku. Sekarang lakukan saja kewajibanmu untuk melayaniku" Masih Dingin, tak ada suara dengan kelembutan.

"Mash..." Rini merasakan sakit saat bagian intinya diterobos dalam sekali hentakan.

"Sakit..." Rini mengeluarkan Air mata disudut matanya. Ia benar-benar kesakitan, seolah tubuhnya sedang dibelah. Namun yang membuatnya lebih sakit adalah suaminya. Dean seolah tak mau tahu dengan kesakitan istrinya.

Dean terus memacu tubuhnya untuk mencari kepuasan dirinya. Tubuhnya benar-benar panas dan ia tak bisa mengontrolnya. Hingga rintihan istrinya yang merasa kesakitan seolah tak terdengar di telinganya.

Bahkan setelah selesai dan mencapai puncaknya, Dean tidak mau berhenti. Ia membolak balik tubuh istrinya dan memasukinya berulang kali hingga ia juga menyemburkan benih kedalam rahim istrinya berulang kali.

Rasa sakit di tubuh Rini membuatnya tak sanggup untuk membuka matanya. Ia lelah, Ia menyerah menghadapi gairah suaminya yang tak kunjung surut. Hingga akhirnya Rini tak sadarkan diri saat Dean masih memacu dirinya untuk mengejar pelepasan.

...****************...

Pagi tiba, Rasa remuk dan lelah masih ia rasakan. Rini mencoba berdiam untuk memastikan tenaganya terkumpul, setelahnya ia bangun dan duduk diranjang. Diamatinya seluruh isi kamar, pakaiannya dan pakaian suaminya masih berserakan. Sakit, hatinya merasa sakit mengingat bagaimana suaminya menjamahnya tanpa perasaan. Namun ia hanya berusaha untuk tetap kuat.

Ia masih dalam keadaan yang sama seperti semalam, tanpa busana, hanya tertutup selimut tebal. Namun kini ia merasakan rasa sakit di bagian intinya justru terasa berbeda. Rasa sakit itu masih ada, hingga ia harus menahan rasa sakit itu tanpa peduli bahwa ia kini berjalan tanpa sehelai benang pun.

Apa pedulinya?, Rini tahu sang suami sudah tidak ada disana. Ia juga tahu sang suami tidak ada di kamar mandi karena pintu kamar mandi dalam kondisi terbuka. Ia sadar, ia telah ditinggalkan dan ini membuatnya seolah hanya dijadikan sebagai wanita penghibur.

1
Ratnaa Dinataa
iya thor mna cerita amel sma dokter gantengnya 😢
Soraya
mampir thor
Marina Tarigan
apa ayaj ibumu sdh berpisah stacy atau seperti kelusrga hidup sendiri 2 papamu punya selingkuhan dan ibumu juga begotu mlnya tfk perduli dgnmu berjuang utl masa depan selagi mereka masih membiayai hidupmu biarkan saja
Marina Tarigan
nanti tiap thn beranak Ririn apa sdh be KB anakmu msh perlu ibunya masih terlampau kevil
Marina Tarigan
biasanya gol drh O pendonor kesemua gol drh atau mungkin Adam itu anak selingkuhan Lisa kali karena lisa dulu punya laki2 lain
Marina Tarigan
ngeri kali nasipmu Lisa pacar meninggalkanmu sesudah hartamu dikuras spi habis dan meninggalkanmu di jalanan dan suami yg super pintar ceo dosen punya harta menggunung mulai sekarang tata hidupmu dgn berserah kpd Tuhan besarkan anakmu dgn baik dan Adam biarkan dia mengerti dulu demi phisnya sampai kapanpun kamu ttp ibu yg melahirkannya ke dunia ini
Marina Tarigan
adam tdk bisa dipaksan dia masih kecil belum bisa mengerti apa2 buat dia trauma nantinya
Marina Tarigan
coba lagi Alisa sampai darah penghabisan lawanmu sekarang sdh tahu sepak terjangmu dan sdh banyak punya mata2 mengawssi kamu
Marina Tarigan
akibat kesakitan yg pernah kau alami Rini dasa otak cerdasmu timbul dgn luar bisa bagus hancurkan Alisa tanpa dia darimana dan kamu Andre. kasihan sekali kamu dijadilan alisa cuma alat pemuas penyakinya😄 yg gila kamu belum pernah main wanita perjakamu sdh di obok2 wanita biadap bagus kamu sadar lah dgn lingkunganmu
Marina Tarigan
semasa Bean masih sendiri beberapa thn tak bisa kamu taklukkan lisa ini sdh nikah dgn wanita yg pintar semoga jeratanmu pd Andre berbalik padamu
Marina Tarigan
aduh Andre begitulah laki 2 pd umumnys asal digesek sedikit imannya terus hanvur kalau kau ladeni iblis itu kau akan masuk kehancuranmu Andre dikantor itu bukan lagi Bean yg berkuasa tapi Rini sdg mematai 2 lisa ular itu
Marina Tarigan
memang suamimu Rini perlu otaknya perlu di rukiah sifatnya kekanak2an
Marina Tarigan
pelacur itu kalau tdk dibenturkan kepslanya ketembok itu bikin rmh tggamu hancut baru beberapa menit daling memaafkan datang lagi ulsr cobra
Marina Tarigan
kamu marah sm lisa kamu siksa idtrimu begitu krjam behitu Rini sangat tulus merawst anakmu Afam
Marina Tarigan
suami biadap karena cembufu buta kamu perlakukan istri sahmu seperti binatang brian itu sdh deperti saudara bagi Rini karena keluarga mereka membantu Rini seperti kelusrganya karena kesakitanmu dgn mantan istrimu itu kamu lampiaskan brengsekmu sm istri sahmu yg sdh mengobati trauma analmu sendiri kok perangaimu sangat biadap
Marina Tarigan
lanjut
Marina Tarigan
kok ada dosen se biadap brengselk kurang ajar sepeperti itu walsupun kamu ydk mencintai apakah patut kamu buat begitu kasarnya seperti pelacur tdk dia masih perawan kalau aku rini sdh kutendang asetnya itu biar mati sekalian maaf cetitanya terlampau sadis begitu Rimi mash sangat muda diperlakukan seperti anjingpun tdk lebih
Marina Tarigan
kamu idola banyak pemuda karena kepintaranmu tdk neko2 tulus bekerja kamu anak baik tdk pernah pacaran kamu mau dinikahi duda yg pernah disakiti mantan istrinya hingga infasnya ke kamu tahankan kalau kamu danghup ya
Marina Tarigan
belum akad pun sdh ada masallah minta undur saja sdh lagi pun menurut aku terlampau cepat Rini menerima belum tahu sedikitpun sifat masing2 Dean jauh lebih tua dari Rini aturan dia yg dewasa betul bisa membingbing kalau aku pasti aku pergi diam2
Marina Tarigan
kok mudah kali Rini menerima perjodohan itu kalau dgn segi finansial memang tdk akan kekurangan apapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!