NovelToon NovelToon
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:430k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewinisme

Slowly Update!!

Berkedok sebagai jaminan hutang ayahnya, Ruma berhasil dijerat menjadi tawanan abadi oleh Rico Dzadakun. Alih-alih menjadikan Ruma salah satu penari striptis di club malam miliknya, Rico justru merasakan jatuh cinta bahkan pada pandangan pertama pada gadis itu.

Sementara dibawah pengawasan Rico Dzadakun, diam-diam Ruma mendamba sebuah aksi balas dendam atas mimpi buruk yang selama ini ia dapatkan dari pebisnis kriminal tersebut.

Ditengah obsesi Rico terhadapnya, akankah Ruma berhasil melancarkan aksi balas dendam yang selama ini ia inginkan? ataukah Ruma justru semakin terjebak dalam jeruji-jeruji cinta yang Rico lilitkan dilehernya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewinisme, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Dering ponsel di pagi hari berhasil membangunkan Rico yang tampak malas membuka matanya. Ia membiarkan ponsel itu berdering hingga wanita yang tertidur disampingnya merasa terganggu.

"Rico--ponselmu"

Rico menoleh pada wajah cantik yang terpejam dengan gurat-gurat kerutan di dahinya. "Sejak kapan dia menghadapku? Bukankah sepanjang sisa malam tubuhnya terus membelakangiku?" gumam Rico ketika membuka matanya yang kantuk.

Tanpa ingin membuat wanitanya merasa kesal lagi, lelaki itu bangkit dan menyandarkan punggungnya di headboard ranjang.

"Halo" sapanya pada seseorang diseberang sana.

"Sialan kau! Sejak tadi aku menghubungimu brengsek!" umpatan bernada riang langsung terdengar.

"Lucas?"

"Kau pikir siapa?!" ujar Lucas. "Ayahku menghubungiku kemarin ... Terima kasih, Rico. Aku senang kau telah berhasil menyingkirkan wanita ular itu untukku," ungkapnya.

Rico memilih beranjak dari tempat tidurnya. Lelaki itu berjalan menuju pintu kamar setelah ia menyempatkan diri mencium kening teman tidurnya yang terlelap.

"Tidak perlu sungkan, kawan" sahut Rico begitu ia berada diluar kamar dan menutup pintu. "Aku menyingkirkannya bersama selingkuhannya" seringai mengerikan muncul tiba-tiba di wajah tampan itu.

Diseberang sana Lucas mendengarkan sambil menghisap rokoknya. "Cih! Sungguh wanita yang menjijikkan" katanya.

"Ayahmu ternyata memelihara ular berkepala dua, Luc. Aku bahkan masih menyimpan foto yang sempat Don dapatkan dari hal gila yang mereka lakukan di hotel--jika kau menginginkannya" ucap Rico sambil berjalan menuju ruang kerja.

"Oh Shit! Aku tidak berminat untuk melihatnya" Lucas berpikir sejenak. "Tapi ayahku mungkin perlu tahu" sambungnya lagi.

"Apa yang dia katakan padamu?" tanya Rico.

Sambil menyandarkan sebelah siku diatas meja, Rico mendengar tarikan nafas kawannya yang berat.

"Dia langsung mencurigaiku" ucapnya sebelum terkekeh. "Ia marah besar sampai gendang telingaku terasa panas" Lucas mengingat amukan ayahnya kemarin. Lelaki tua itu mengumpat dan bersumpah untuk mencari tahu siapa yang membunuh istri mudanya.

"Lalu?" tanya Rico penasaran.

"Apa lagi? Saat ini pasti dia sedang menyusun rencana untuk mengusut dalang pembunuhan wanita ular itu," ungkap Lucas. "Apa aku perlu khawatir padamu?"

Rico menyeringai puas. Bola matanya tajam menatap figura ayah angkatnya di meja. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kau tahu bagaimana caraku bekerja, bukan?!" jawabnya santai.

Seringai Lucas hampir sama lebarnya dengan Rico. "Aku percaya padamu" sahutnya senang. "Ngomong-ngomong, apa kabar dengan tahanan wanitamu itu?" tanyanya.

Rico meninggalkan meja kerjanya. Lelaki itu berjalan mendekati jendela dan melihat sinar matahari sedang menghangatkan bunga-bunga indah di pekarangan rumah. "Aku mendapatkannya" senyumnya tersungging dengan cara yang angkuh.

"Maksudmu kau sudah melakukannya?" mimik muka Lucas penasaran.

Rico berdecak. "Kau pikir aku sekuat apa?!Melihatnya duduk meringkuk saja sudah membuat tubuhku menegang" Rico menjawab sejujurnya.

Terdengar kekehan diseberang sana. "Ya, wanita cantik memang selalu menjadi ujian terberat untuk bajingan seperti kita" ucapnya masih dengan kekehan.

"Wanita cantik yang satu ini berbeda, Lucas. Tidak bisa kau samakan dengan wanita cantik lainnya" sanggah Rico dengan bayangan Ruma berlarian di benaknya. "Sensasi tubuh Ruma--lebih terasa membakar gairahku," ungkap Rico terus terang.

"Itu karena kau jatuh cinta padanya" Lucas tersenyum ikut merasakan kesenangan yang kini melingkupi sahabatnya.

"Yah. Mungkin karena itu" Rico mengangguk setuju. "Tapi dia masih membenciku--amat sangat" sambungnya.

Lucas tertawa mendengar ucapan bernada sendu dari mulut Rico. "Untuk pertama kalinya, Rico Dzadakun si penguasa dunia hitam merasa khawatir dibenci oleh satu orang wanita" ledeknya membuat lubang hidung Rico mengembung karena malu.

"Sialan! Kau akan merasakannya juga jika hatimu terisi oleh satu wanita spesial yang kau temukan" ujar Rico kesal bercampur malu.

"Sayangnya, hingga kini hatiku masih ramai oleh wanita-wanita spesial-is pemuas nafsu" kelakar Lucas mendapat umpatan dari sahabatnya.

Kedua lelaki itu terus berbicara mengenai banyak hal. Lucas mengatakan bahwa akuisisi perusahaannya di Indonesia akan dibatalkan, mengingat calon direktur tewas mengenaskan. Dia juga bercerita tentang rencananya untuk kembali setelah menyelesaikan beberapa proyek baru di perusahaan yang kini sedang ia tangani. Rico sebagai sahabat yang baik mendengarkan dengan seksama. Sesekali Lucas menyinggungnya mengenai Meggy, itu berhasil membuat Rico menggeram kesal.

Kelelahan membuat keduanya memutuskan untuk menyudahi pembicaraan yang berlangsung cukup lama itu. Lucas sekali lagi mengucapkan terima kasihnya pada Rico, ia juga berjanji bahwa akan melindungi Rico jika suatu saat ayahnya berhasil mengendus dalang dibalik kematian Angel. Meski itu sangatlah mustahil, mengingat bagaimana bersihnya komplotan Rico jika sedang melakukan misi.

Rico masih berdiri di dekat jendela ketika ponsel sambungan luar negeri itu berakhir. Benaknya ditarik kembali pada Ruma. Sore hari ini terpaksa ia harus meninggalkan wanita itu. Acara perhelatan para artis dan kalangan jetset di Olympus Palace hari ini akan digelar. Rentetan pesan Meggy yang baru ia baca semalam mengatakan hal yang sama. Wanita itu bahkan terus mengingatkan Rico untuk datang membawa barang pesanan para kolega jetset-nya disana.

Rico berjalan meninggalkan jendela yang kembali ia tutup. Langkahnya membawa dirinya untuk masuk ke dalam bilik kamar, tempat wanita jelita dengan wajah seindah rembulan bersembunyi diantara gumpalan awan berbulu angsa. Rico tidak tahan ingin merasakan kehangatan tubuh itu--lagi. Lelaki itu segera menghampiri ranjang.

Reaksi alamiah dari tubuh letih yang merasa terganggu adalah dengan menyingkirkan gangguan itu. Itulah yang dilakukan tangan lunglai Ruma ketika otot-otot lengan Rico merengkuh pinggangnya untuk merapat dengan perutnya yang liat. Ruma sedang berada pada kondisi semacam kesadaran yang setengah-setengah, saat ia dengan beraninya mendorong dada Rico untuk menjauh darinya. Wanita itu bahkan sempat memberi pukulan sambil lalu dan mengenai wajah tampan yang menatapnya gemas.

Ruma membalikkan badan dengan wajah berkerut tanpa sedikitpun berniat membuka matanya. Sementara Rico, rahangnya mengeras menahan desakan purba yang ia yakini akibat sikap wanitanya yang sangat mengesalkan--namun tampak manis.

Dari sisi psikologis, Rico mendapati dirinya sebagai seorang lelaki remaja yang terjangkit gangguan obsesif yang memuakkan. Semua hal yang ia lihat dari diri Ruma adalah gambaran nyata dari rasa keterikatannya atau bahkan kebutuhannya pada wanita itu. Diantara suara-suara sengau yang keluar dari mulut mungil wanitanya, Rico berpikir untuk kembali menjadi pengganggu yang jahil.

Lelaki itu merapatkan tubuhnya pada bagian belakang tubuh Ruma. Gerakan pengusiran yang ringan dari tubuh lemah Ruma, tidak membuatnya berhenti. Dikecupnya tengkuk wanita itu, kecupan lembut yang lama kelamaan berubah menjadi hisapan berdecak hingga meninggalkan noda merah disana.

Tentu aksi curi-curinya itu berhasil membuat sang wanita terbangun. Mata jernih dibalik lipatan kelopak mata setengah tertutup mendadak terbuka lebar. Rasa dingin yang basah membuat tubuhnya meremang bahkan ketika wanita itu masih dalam kondisi setengah sadar.

"Kau bangun?"

Ruma memutar bola matanya malas dengan pertanyaan bodoh yang dilontarkan sang pencuri nakal. Wanita itu membalikkan badan, berhadapan dengan dada kokoh Rico yang entah mengapa memberi kesan seksi di pagi hari yang hangat. Pipi Ruma panas melihat otot-otot dada itu.

"Kau yang membuatku terbangun" ujarnya sinis.

"Diam disini" perintah Rico ketika ia merasakan Ruma ingin bangkit dari posisinya.

"Aku ingin ke kamar mandi"

"Nanti dulu" ujar Rico sambil menarik kembali lengan Ruma agar tertidur berhadapan dengannya. "Maafkan mengenai semalam" tambahnya.

Ruma sedikit terkejut. Ini pertama kalinya ia mendengar lelaki angkuh yang membuatnya menjadi tahanan dan memperlakukannya seperti wanita murahan meminta maaf padanya. Malaikat mana lagi yang merasukinya?

"Aku terlalu berlebihan semalam" aku Rico seraya mengelus lembut pipi Ruma. Jemarinya menyusuri permukaan bibir Ruma yang halus. "Maaf telah membuat hatimu sakit dengan perkataanku" sesalnya.

Ruma diam. Namun jemari Rico yang terus bermain di permukaan bibirnya membuat pagi hari itu terasa panas kembali. Ia menatap bola mata legam yang memandangnya sayu. Astaga! Mata itu seolah berkata bahwa aliran panas ini akan semakin berlanjut. Dan itu benar.

Rico merundukkan kepalanya perlahan. Tubuh harum Ruma yang menyenangkan mengiriminya semacam sensani manis ke sepanjang jaringan sarafnya yang tegang. Ia memulai ciuman itu. Mengawalinya dengan kecupan ringan sebelum bibirnya melahap bibir Ruma dengan rakus. Rico memaksa Ruma untuk membuka mulutnya dengan permainan vulgar lidahnya, seketika Ruma dapat merasakan sapuan lidah itu dirongga mulutnya. Lidah Rico bergerak cepat mencari lidah Ruma dan membelitnya. Ujung-ujung sarafnya berperan besar dalam mengantarkan sensasi memabukkan pada tubuh Ruma. Hingga kondisi lunglai tak bertenaga dapat Ruma rasakan dari kedua tumitnya.

"Rico, aku lelah" Ruma berbisik diantara deru gairah yang tengah berpacu.

Rico memberi lum*tan besar dan kasar sebelum ia menjauhkan kepalanya dari Ruma. Oh sungguh, senyuman angkuh dengan alis mata sedikit terangkat di wajah Rico itu memang hal yang paling menyebalkan bagi Ruma. Lelaki itu menelanjangi ketidakberdayaan Ruma dalam menampung gairah erotisnya di pagi hari. Shit!

Tangan Rico terangkat dan menempel ringan di pundak Ruma. Mengelusnya lembut sementara bola matanya menatap hangat pada manik jernih wanitanya. "Aku akan pergi nanti sore" ujarnya

"Sungguh?" Pertanyaan Ruma keluar dengan sorot mata kembali cerah.

Rico tersenyum kecut melihat itu. "Kau senang sekali kelihatannya" sindirnya memecah binar kesenangan di bola mata Ruma.

Ruma menggigit bibir bawahnya. Butuh beberapa saat untuk kemudian ia mengajukan kembali pertanyaan pada lelaki yang kini melepaskan pelukannya. Dan menatap langit-langit kamar. "Kau--kau akan pergi kemana?" tanya Ruma lebih pada basa-basi.

"Satu tempat yang cukup jauh ... Aku akan menginap beberapa hari disana--mungkin" ucap Rico tanpa menoleh pada Ruma. Sementara itu, diam-diam Ruma berusaha kuat untuk menahan senyuman lebarnya.

"Jangan berulah Ruma"

Ucapan Rico ditengah euforia kebebasannya menghantam diri Ruma. Wanita itu tergugup seketika. "Maksudmu?" tanyanya cepat.

Rico menoleh pada Ruma. Menatap lekat wajah cantik dihadapannya dengan seringai sinis yang tampak mengerikan. "Jika kau berpikir bisa terbebas dari jamahanku, maka berpikirlah sepuasmu. Namun jika yang kau pikirkan adalah kesempatan lari dariku disaat aku tidak berada dekat denganmu, hilangkan pikiran itu. Pendam di dasar hatimu yang terdalam hingga pikiran itu tidak lagi muncul kepermukaan" Rico melihat bola mata Ruma segera waspada. Lelaki itu memiringkan kembali tubuhnya ke arah wanitanya dan menggenggam erat jemari Ruma di dadanya. "Kau tidak akan bisa membayangkan hal tergila apa yang akan aku lakukan jika pikiran bodohmu itu kau lakukan" ucap Rico sebelum ia mengecup lama jemari Ruma.

Rico beringsut mendekat dan mendekap tubuh beraroma bunga Ruma. Ia memeluknya erat hingga dada Ruma terasa sesak. "Aku mencintaimu, Ruma. Jangan pergi dan tetaplah disini" gumam Rico dalam hati.

Lelaki itu tidak pernah membayangkan bahwa ia akan berada di posisi seperti ini. Terikat dan bergantung pada tubuh lemah seorang wanita pembangkang yang kini ia tenggelamkan dalam dekapannya. Ruma jelas memiliki kekuatan. Kekuatan tersembunyi yang dapat mempengaruhi suasana hati Rico dalam sekejap. Dalam hal ini, bukan Ruma yang telah tertawan oleh keegoisan Rico. Namun Rico-lah yang telah tertawan oleh sejuta pesona Ruma yang menyihirnya hingga ia tak mampu membayangkan hidup tanpa wanita itu.

Ketika Rico sedang digelayuti rasa nyaman dari tubuhnya yang melekat pada Ruma. Ditempat berbeda seorang lelaki dengan rahang tegas dan kepala tertutup turban menatap bangunan Nightmare yang berdiri kokoh. Bola matanya mendelik ketika melihat beberapa orang lelaki kekar berjaga di area depan bangunan itu.

"Apa Tuan akan kesana?" tanya seorang lelaki yang menjadi pemandunya hari itu.

"Tidak. Aku perlu istirahat terlebih dulu sebelum menyiapkan tenaga untuk pertemuan tidak terduga nanti" ucap seseorang yang di panggil Tuan, dengan seringai licik melekat di wajahnya.

"Baiklah. Saya akan antarkan anda ke hotel, Tuan Abdul" sahut pemandu itu sambil menyalakan kembali mobilnya.

🍁🍁🍁

1
Ita Listiana
sungguh aq suka banget sama semua novelmu yg tamat yg aq baca, aq suka bahasamu thor, gk bertele" gk kayak drama ikan terbang muter" gk jelas, tapi kenapa yg baca cuma dikit ya?? btw sukses terus buat othor semangat terus buat berkarya. dan novelmu yg ngegantung tolong dilanjutkan dong thor../Drool//Grin/
Greenenly
ya ampun..sangat menyedihkan sekali, aku menangis pilu😭
Made Ayu
Kecewa
Made Ayu
ini sdh kesekian x baca ulang tetep suka 😍
Fe☕
Alur cerita ringan , enak dibaca

bbrp kalimat yg digunakan memabukkan berasa baca karya sastra 👌

mksh Author
tetap semangat berkarya ✒️📱
Cia²
👍👍
sherly
terbaik
sherly
mantull
sherly
part ini paling mengelikan.. asli Thor sampai ngakak pas si Rico ngk mau nyamar malah komplain
sherly
woh
sherly
ini karyamu yg ke 3 yg aku baca Thor dan beneran smuanya bangus pakai banget .. kisah cinta dimana si cowok beneran sayang banget sama pasangannya.. msh blm bisa move on dr sabiel dan Laura, Raka dan raya eh ternyata Rico dan ruma ngk kalah bucin
sherly
keren thor
sherly
seru
sherly
keren banget
sherly
ceritanya bagus, penulisan dan kata2nya luar biasa..
sherly
ngeri ya
sherly
bahasamu Thor sungguh luar biasa
Sang Dewi: terima kasih kaka.. aku baca setiap komen kaka, dan terharu hihi.. makasih banyak sudah mampir 🙏😉
total 1 replies
sherly
ini yg ke 3 karyamu yg aku baca thorr... semoga keren juga seperti yg lain
Hanifah Ifah
rico kamu hrs hati2 jg sm meggy dan ayahnya lucas..... mreka ingin balas dendam
Wanda Sukma
aku yakin ini novel bagus, karna bs dilihat dr pemilihan kosa katanya autor memiliki wawasan luas.
tp aku heran dg algoritma noveltoon ini, knp novel2 receh yg alur ga jelas arahnya mau kemana dan blundet ga masuk akal justru bisa di up, sdngkan novel yg rata2 bagus sprti ini justru ga di up.

krn sblm aku baca aku paasti lihat dulu komen2 jika ada 1 komen yg buruk sdh pasti alurnya emng buruk. tp dikomen ini baik dan menarik jd aku baca.

sejauh ini masih suka sih, semangat thor meski ga trending yg penting ttep berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!