NovelToon NovelToon
Abraham Dan Asyila

Abraham Dan Asyila

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: muliyana setia reza

Selamat Membaca 💖

Asyila seorang gadis cantik, periang dan sederhana. Ia terlahir dari keluarga yang serba pas-pasan. Diusianya yang sangat muda yaitu 18 tahun, dirinya harus menikah dengan seorang pria yang usianya jauh diatasnya.

Ayah Asyila yaitu Herwan hanya bekerja sebagai buruh tani sementara Ibu Asyila yaitu Arumi hanya bekerja sebagai tukang masak. Hidupnya berubah saat orang tuanya meminta Asyila menikahi seorang pria yang sudah dijodohkan olehnya saat usia Asyila menginjak 2 tahun, Sementara Asyila tidak tahu siapa pria itu.

Akankah hubungan mereka bisa berjalan baik dan saling jatuh cinta?

Abraham seorang pria yang sangat mencintai Asyila sedari Asyila kecil bahkan rela melakukan apapun agar Asyila dapat menerimanya sebagai suami Asyila.

Apakah perjuangan Abraham berakhir dengan saling bahagia?

Ikuti terus kelanjutannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebaikan Suami

Asyila berjalan menuju ruang tamu sambil membawakan 2 cangkir yang berisikan kopi, terdengar dari kejauhan Herwan dan Abraham tertawa layaknya orang yang sudah saling mengenal satu sama lain.

Asyila penasaran sekali apa yang mereka bahas sampai akhirnya tanpa sadar Asyila sudah sampai dimeja tempat mereka mengobrol.

“Kamu ngapain melamun nak? sini bawakan kopi untuk kami!” perintah Herwan.

“A...a..iya a..yah,” ucap Asyila terbata-bata.

Dengan perlahan Asyila menaruh satu persatu kopi yang. Sesekali Asyila melirik ke arah Abraham.

“Silahkan diminum!” ucap Asyila mempersilahkan ayah dan suaminya untuk minum kopi buatannya.

“Terima kasih Asyila,” balas Abraham sambil tersenyum manis.

Deg... deg...

Jantung Asyila berdetak kencang hanya dengan melihat senyuman dari Abraham, ia bahkan tak fokus dengan wadah yang dibawanya hampir saja ia kehilangan keseimbangan.

“A...Asyila pe.. permisi dulu!”

Abraham memandangi sang istri kecilnya, sampai-sampai ucapan dari Herwan tak digubris oleh Abraham.

“Nak!” panggil Herwan.

“Iya yah ada apa?” tanya Abraham.

“Kamu dengar tidak ayah bicara apa tadi?”

“Maaf yah Abraham sama sekali tidak mendengar, soalnya tadi fokus melihat Asyila. tolong ayah ulangi lagi!” pinta Abraham.

“Asyila cantik kan?” tanya Herwan pada Menantunya.

“Tidak hanya cantik yah, Asyila juga baik hati.” Abraham memuji istrinya di depan ayah mertua.

Asyila berjalan tergesa-gesa kedalam kamar.

Ya Allah kontrol lah jantung ini, kenapa suara paman bisa membuat jantungku berdegup kencang seperti ini?

Asyila lalu berjalan menuju ranjangnya,

Betapa terkejutnya Ia saat melihat kamarnya yang sangat jauh berbeda. Ranjang yang lusuh kini telah berganti dengan kasur yang begitu empuk. Lantai yang semula hanya berlantai semen kini telah diganti dengan lantai keramik, bahkan kamarnya kini benar-benar mewah.

Ya Allah ada apa lagi ini?

Kenapa kamarku sebagus ini?

Gadis cantik berumur 18 tahun itu dengan cepat memanggil sang Ibu.

“Ibu! Ibu!” panggil Asyila.

Arumi yang sedang dikamar langsung berjalan menuju kamar sang putri.

“Ada apa panggil ibu nak?” tanya Arumi.

“Ini kenapa kamar Asyila berubah total Bu? Ibu dan ayah punya uang darimana bisa membuat rumah kita yang awalnya gubuk reyot menjadi rumah yang layak seperti ini?” tanya Asyila penasaran.

“Apa kamu lupa sesuatu Asyila?” tanya Arumi balik.

“Lupa apa Bu? sepertinya tidak,” sahut Asyila yang merasa bahwa tidak ada yang dilupakan olehnya.

Arumi tersenyum manis dan mengangkat sebelah tangan Asyila lalu menunjuk cincin yang ada dijari manis Asyila.

“Maksud ibu?” tanya Asyila bingung.

“Kita ngobrol sambul duduk saja biar anak ibu ini mengerti!” pinta Arumi lalu mereka berdua duduk di pinggiran ranjang.

Arumi menarik nafasnya. “Anak ibu kan sudah menikah dan Asyila bukan lagi tanggung jawab ibu dan ayah. Jadi semua ini suami kamu yang mendanai nak, dari kebutuhan kami bahkan rumah beserta isinya,” terang Arumi.

Ya Allah jadi semua ini karena pria itu?

“Benarkah Bu?”

“Iya benar nak, buat apa ibu berbohong sama kamu?”

Ternyata pria yang menjadi suamiku itu sangat baik sekali, tapi tetap saja aku masih belum bisa menerima dengan pernikahan dan statusku yang telah menjadi seorang istri**.

“Asyila, apa yang sedang kamu pikirkan?”

Tiba-tiba air mata jatuh dari pelupuk mata Asyila, gadis itu kemudian memeluk ibunya.

“Kamu kenapa menangis nak?” tanya Arumi.

“Asyila sangat bingung Bu, mendengar apa yang ibu ceritakan itu membuat Asyila berpikir bahwa pria yang telah menjadi suami Asyila adalah pria yang baik, tapi.....”

“Tapi kamu belum bisa menerimanya?” Potong Arumi.

Asyila menganggukkan kepalanya.

“Iya Bu, apakah salah jika Asyila belum bisa menerima kenyataan ini?” tanya Asyila.

Arumi mengelus rambut sang putri.

“Kamu tidak salah sayang, tapi mau bagaimana pun kamu sekarang telah menikah. Mau tiba mau, siap tidak siap kamu pasti akan bertemu dengan suami kamu.” Arumi memberi penjelasan kepada Asyila.

Dibalik pintu Abraham berdiri dengan ditemani ayah mertuanya, perkataan yang terlontar dari mulut Asyila membuat hati Abraham terasa sakit, Herwan tahu perasaan Abraham ia hanya berdiri menemani menantunya dan sesekali menyentuh pundak Abraham memberikan kekuatan.

“Yah, Abraham pamit pulang!”

“Ayah tahu perasaan kamu, ayah harap kamu bisa bersabar,” ucap Herwan.

“Ayah tenang saja, Abraham tahu apa yang harus Abraham lakukan. Abraham pulang ya yah! titip salam untuk ibu dan istriku. Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam.”

Kasihan nak Abraham, dia benar-benar telah jatuh cinta kepada Asyila, tapi Asyila belum juga mau bertemu dengan dirinya yang tak lain adalah suami Asyila.

Ya Allah tolong luluh kan hati Asyila agar mencintai nak Abraham. Amin.

Di dalam kamar.

“Bu....” panggil Asyila lirih.

“Kenapa sayang?”

“Asyila belum mau bertemu dengan dia Bu,” ujar Asyila.

“Soal itu ibu juga tidak ingin memaksa, tapi tolong turuti 1 permintaan dari suami Asyila!”

“Permintaan apa Bu?” tanya Asyila.

“Suamimu meminta ibu agar kamu tidak bekerja, dia meminta kamu agar fokus dengan pendidikan kamu.”

“Tapi bagaimana dengan biaya kuliah Asyila Bu?”

“Suamimu yang membiayainya nak, tolong turuti dan kabulkan permintaan ibu!”

Kenapa pria itu sangat baik, padahal aku tidak ingin bertemu dengannya dan melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang istri.

Ya Allah apa yang harus hamba lakukan?

“Asyila kamu mau kan menuruti permintaan ibu?”

“Ba..baiklah Bu, tapi bilang kepada dia kalau Asyila belum mau bertemu dia sampai usia Asyila 20 tahun.”

“Kenapa harus 20 tahun nak? bagaimanapun kamu sudah menjadi istri, dosa besar jika kamu menolak menemuinya apalagi suami kamu sangat mencintaimu Asyila,” terang Arumi.

“Tapi Bu.....”

“Tidak ada tapi-tapian sebentar lagi bulan puasa, ibu mau kamu dan Suamimu bertemu dalam waktu dekat ini!”

“Asyila masih belum siap Bu, lagipula Asyila sama sekali tidak mencintai dia.”

“Cinta bisa datang seiringnya waktu kalian bersama dan bertemu. Ibu yakin kamu akan mencintainya, karena suami kamu begitu mencintai kamu Asyila.”

Tok... tok...

“Asyila! ini ayah!”

“Masuk yah!”

Herwan pun masuk ke dalam kamar.

“Loh kok ayah kesini paman Abraham mana?” tanya Asyila heran.

“Sudah pulang,” sahut Herwan.

“Apa?” tanya Asyila lalu berdiri dari duduknya.

“Kok kamu kaget gitu?” tanya Arumi.

Asyila berlari ke luar rumah namun tidak mendapati keberadaan Abraham.

Kok paman tidak pamit ke aku? Seharusnya paman pamit terlebih dahulu, kan aku ingin mengucapkan terima kasih.

Gadis itu kembali masuk ke dalam rumah dengan wajah yang nampak sedih.

Dari kejauhan rupanya Abraham memperhatikan istri kecilnya itu. Ia sangat bahagia karena tahu Asyila mencarinya.

Ternyata kamu pun memiliki perasaan untukku istri kecil kesayanganku.

Semoga Allah memberikan jalan agar kita segera bertemu, 2 tahun lagi bagiku sudah sangat lama.

Arumi dan Herwan heran melihat putri mereka nampak murung, mereka pun tak berani menanyakan alasan mengapa sang putri murung seperti itu.

Di dalam kamar Asyila.

Bisa-bisanya paman pergi begitu saja, kalau begini aku kan jadi berhutang terima kasih padanya.

Asyila sangat sedih, namun gadis itu belum tahu tentang perasaan yang sesungguhnya untuk Abraham. Asyila lalu memutar-mutar cincin berlian di jari manisnya.

Cincin ini sepertinya sangat mahal! Sekarang aku harus bagaimana? bertemu pria yang sama sekali tidak aku cintai atau tidak menemuinya. Pasti dia itu pria yang sudah tua, rambutnya botak dan giginya ompong.

Atau jangan-jangan aku adalah istri mudanya? seandainya saja dia seperti paman sudah pasti aku langsung mau.

“Tidak Asyila! tidak boleh, kamu tidak boleh memikirkan paman Abraham. Aaaaahhhhh!” Asyila berteriak keras karena kesal dengan pemikirannya.

“Kamu kenapa nak!” Arumi berteriak dari balik luar pintu kamar.

“Tidak apa-apa Bu, tadi ada kecoa!” Asyila berkata bohong.

Dikediaman Abraham

Abraham memasuki rumah dengan senyum yang begitu merekah di sudut bibirnya.

Dyah dan Erna bahkan penasaran dibuatnya.

“Paman kenapa senyum-senyum begitu?” tanya Dyah penasaran.

“Iya kamu kenapa?” tanya Erna.

“Bagaimana tidak senang? Asyila sepertinya memiliki perasaanku untukku,” balas Abraham dengan penuh keyakinan.

“Benarkah?” tanya Dyah dan Erna kompak.

“Sekarang coba nenek bayangkan! jika seorang pria pamit meninggalkan rumah seorang gadis tanpa berpamitan dengannya, hanya berpamitan dengan ayahnya saja, lalu gadis itu, berlari ke luar rumah untuk melihat apakah pria itu masih ada atau tidak, dengan kebingungan dan raut wajah murung apakah bukan karena dia memiliki perasaan terhadap pria itu?”

“Alhamdulillah,” Dyah dan Erna dengan kompak mengucap syukur.

“Jadi kapan nih Aunty mau bertemu paman?” tanya Dyah.

Pertanyaan dari Dyah langsung membuat wajah Abraham murung, ya pria itu langsung mengingat tentang penolakan Asyila untuk menemuinya saat mendengar ucapan sang istri kecilnya di dalam kamar.

“Kok malah sedih, keponakan kamu bertanya ya harus dijawab!” ucap Erna.

“Sepertinya Asyila belum mau menemui Abraham nek,” sahut Abraham dengan lesu.

“Kan kamu tinggal bilang bahwa kamu adalah suami Asyila,” balas Erna.

“Tidak segampang itu nek, Abraham akan bertemu dengan Asyila saat dia sudah mau Abraham temui. Bagaimanapun Abraham harus menerima keputusan dari Asyila,” jelas Abraham.

“Kamu memang cucu nenek yang baik hati, nenek yakin suatu hari nanti Asyila akan sangat mencintaimu seperti kamu mencintai Asyila!”

“Aamin..” sahut mereka kompak.

“Dyah juga yakin!” seru Dyah.

Maaf ya teman-teman author baru muncul nih, author berterima kasih kepada kalian semua ❣️ karena selalu menunggu setiap update an dari author..

Jangan lupa Vote Poin kalian, pokoknya harus ya!!😈😭🙏

Like ❤️ komen 👇❤️ dan Rate 5 Bintang untuk novel ini..

1
Blu Lovfres
🤣🤣🤣
Blu Lovfres
🤣🤣🤣🤣🤣
Blu Lovfres
thor ternyata semua karya novel mu sangat bagus 👍👍
say't
tdklah
cz si romi tuh anak mama 🤣
Ari_nurin
betul kamu Ema .. dengerin tuh asyila kata Ema .. klu ga ketemu dan kenal gimana bs cinta .. cinta kan karena biasa. biasa ketemu dan biasa mendapatkan perhatian dr pasangan
Ari_nurin
dosa kamu asyila .. paling tdk mencoba bertemu dan mengenal suami kamu.
sur yati
bgs thor PE 2x ini aku BCA novel mu ini
Dyah Oktina
😅😆😆😆😆dyah.... ada2 aja akalnya..
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
suami idaman pisan... 😍❤️❤️
Dyah Oktina
oooh... aku pikir cuma ada d dunia halu nya author. . yg punya nasib sial terus.. ternyata ada juga d dunia nyata ya... itu k Sri.. reader mu juga thor.. 🤭🙏🏻💪
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂... ya ampun. . pusing juga punya nenek & Ibu super jahil.. ngak kasihan sm anak ,mantu & calon cucu 🤦🏻‍♀️
Dyah Oktina
kok.. ibu gitu sih... suka bet ngusilin anak & mantu 🫢
Dyah Oktina
d tiru dong jgn iri doang. .. eh tp kla tipe pasangannya keras hati/kepala susah juga ding.. ✌️✌️🤭
Dyah Oktina
lagian mau ngadepin penculik kok ngak persiapan ....Pakai baru anti peluru kek.. kan dah pernah d tembus peluru... saat menghadapi orang jahat
Dyah Oktina
🧐🧐😳
Dyah Oktina
d ganggu sm ponakan ... ngeselin ya.. 🤭😁😁
Dyah Oktina
😅😅😅😆😁😁😁
Dyah Oktina
jgn d paksa dong thor... dari pd nnt sakit. .. malah ngak bisa nulis... makin lama deh update nya... Sehat terus ya thor...aamiin
Dyah Oktina
Selamat ya... atas kehamilan asyila❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!