NovelToon NovelToon
Let'S Get Married

Let'S Get Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:352.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rozalina Apriani

Saras wati versi moderen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rozalina Apriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Australia

"Ma, Aga mau kuliah di Ausi," ucap Agatha yang baru pertama kali membuka suara setelah beberapa mingggu ia hanya diam.

"Sayang, kamu perlu melanjutkan terapi di sini, dan kamu bisa kuliah di sini. Kenapa mesti jauh-jauh?"

"Aga mau ngelupain semuanya Ma, Aga ngak mau lagi ringgal di Indo."

Lama Ibu Amira terdiam, berpikir jawaban apa yang tepat untuk menyanggah anaknya, ia takut jika ia terlihat tidak setuju Aga akan kembali stres dan berdiam diri, sedangkan ini kali pertama ia berbicara setelah sekian lama.

"Ya sudah, Mama bilang Papamu dulu ya."

"Aga mau segera berangkat Ma, soal terapi kan bisa di lanjut di sana." ucap Aga yang bicara seperlunya saja.

"Iya Sayang, Mama berunding dulu sama Papa gimana baiknya. Aga tunggu Papa pulang dari kantor dulu ya, nanati Mama yang bicara."

Agatha sedikit mengangguk, pandangannya hanya lurus ke jendela kamarnya yang bernuansa hitam maskulin.

#

"Sayang Papa sama Mama sudah berunding, Papa kasih izin sama Aga buat ke Ausi tapi bareng Mama ya. Nanti Bi Asih yang fokus ngurus Amara di sini," ucap Bu Amira menemui Aga kemabali ke kamar.

"Aga ngak mau ma, Aga cuma minta Pak Adi dan Bi Inah yang ikut sama Aga."

"Aga Sayang, ngak mungkin Aga tanpa Mama."

"Amara lebih butuh Mama ketimbang Aga, Aga bisa sendiri Ma. Aga bukan anak kecil lagi."

"Iya Sayang Mama tahu, tapi Bi Inah dan Pak Adi bisa ngurus Amara disini dan Mama bisa temenin Aga."

"Aga ngak mau Ma, please Mama jangan paksakan kehendak Mama. Amara lebih butuh kasih sayang Mama dibanding Aga. Mama tahu semenjak Aga Sakit, Amara lebih sering nangis itu bukan karna Aga lagi sakit Ma. Itu karna Mama terlalu perhatian sama Aga dan lupa bahwa Amara yang masih lebih butuh perhatian dari pada Aga. Please Ma, Mama harus ngerti."

Bu Amira hanya diam, ia tidak bisa menyanggah omongan Agatha yang memang benar adanya.

"Ma, kembalilah seperti Mama yang dulu, jangan karna Mama terlalu khawatir tentang Aga, Mama lupa tentang anak-anak Mama yang lain. Aga tahu Aga sudah tidak normal lagi sekarang, tapi Aga sudah bisa terima sekarang Ma, jadi ayo kita kembali seperti semula. Aga mau mandiri di usia Aga yang bukan anak-anak lagi."

Bu Amira makin terisak mendengar kata-kata Agatha.

"Baiklah Sayang, kalau itu mau kamu Mama bisa terima. Tapi izinkan Mama untuk sesekali mengunjungimu."

"Iya Ma, makasih udah mau mengerti Aga."

"Iya Sayang," Bu Amira memeluk Agatha, menagis haru dalam pelukannya.

#

Hari pengumuman kelulusa tiba, Sahira memgedarkan seluruh pandangannya seisi sekolah, ia hanya ingin melihat Iman untuk terkahir kalianya.

Hari ini anak kelas X dan XII memang sudah libur kembali, tapi Sahira sengaja datang ke sekolah hanya ingin melihat Iman meskipun rasa sakit hatinya membumbung tinggi. Tapi dorongan untuk datang ke sekolah untuk melihat Iman terakhir kali jauh lebih kuat dari rasa sakit hatinya.

Ia duduk di parkiran sekolah di bawah sebuah pohon yang ada kursinya, terus melihat ke arah murid-murid yang baru datang, namun hingga bel menandakan apel di depan sekolahpun Sahira tidak melihat Iman.

Ia lantas melihat ke arah kumpulan anak-anak kelas Iman dan juga tidak melihat Iman di sana.

Akhirnya ia memutuskan untuk datang ke Resto depan sekolah tempat ia dan Iman dulu sering bersama, Resto yang terjangkau untuk anak sekolahan tentinya.

Lama Sahira duduk disana, hanya mengaduk-aduk makanannya sambil sesekali membuka ponselnya. Ia bahkan pergi tanpa meminta izin hari ini. Entah apa yang ia sesali, pergi tanpa izin atau tidak melihat Iman hari ini.

Setelah beberapa lama, datang sekumpulan anak sekolahan yang sepertinya sedang ingin merayakan kelulusan mereka.

"Bukannya mereka anak-anak kelas Bang Iman?" gumamnya sendiri.

Ia mencoba mendekati kumpulan anak-anak sekolahan yang bajunya sudah di corat-coret itu, sekuat tenaga ia kumpulkan keberanian karna ada Sesil juga disana. Sahira takut jika ia menanyakan tentang Iman Sesil akan marah padanya.

"Permisi Kak," ucapnya dangan suara kecil yamg tidak di dengar oleh sekelompok mereka yang sedang terbahak-bahak girang bukan main.

"Kak... permisi," Sahira membesarka volume suaranya.

"Ya ada apa?" jawab seorang cowok di sana.

"Oh, ceweknya Iman ya," seorang cowok yang laon lagi menimpali.

'Mati aku, mau jawab apa. Ngak mungkin jawab ceweknya Bang Imankan.'

Sahira melihat ekspresi Sesil yang nampak biasa saja dan sepertinya Sesil sudah tahu jika selama ini dia berpacaran dengan Iman.

"Saya mau tanya Kak, Bang... maksud saya Kak Iman apakah masuk hari ini?"

"Oh Iman ngak masuk, cuma Papanya yag hadir tadi," ucap Sesil yang nampak biasa saja.

'Ia bahkan kenal dengan Papanya Bang Iman, aku memang kalah telak darinya yang juga jauh lebih cantik dariku.'

"Mau ketemu Iman ya, aku tahu kok alamatnya. Kamu bisa kesana."

"Ngak usah kak, makasih." Sahira buru-buru kembali ke mejanya yang tadi.

"Dia tahu rumahnya juga dan menyuruhku kesana, apa maksudnya? Dia mau mempermalukanku" gumamnya yang audah duduk di tempat yang tadi ia duduki.

Segera ia mengahabiskan makanannya yang sudah dingin lalu pergi.

Sahira belum pulang, berjalan menyusuri jalan kemana kakinya hendak melangkah. Sesekali ia menendang-nendang batu di jalanan.

"Apa sih aku ini, Papa dan Mama pasti nyariin. Tapi aku belum mau pulang, adakah taman di dekat sini."

Mobil hita melewati Sahira di dalam mobil Agatha duduk dengan pandangan lurus, ia juga tidak menyadari Sahira yang ada di pinggir jalan sedang bergumam-gumam kecil.

Agatha hendak kerumah sakit untuk terapi yang terakhir dan mengambil surat-surat perpindahannya untuk beralih berobat ke Austalia tempat tujuannya untuk kuliah.

#

Di sebuah bandara, Agatha sudah duduk menunggu pesawat Take off. Mamanya yang berisi keras untuk mengantarnya hingga ke Ausi dan Agatha mengizinkannya.

Semua persiapan telah di pesiapkan sedemikian rupa, tapi rasa khawatir ibunya melebihi ada dari adanya gunung yang mau runtuh. Bu Amira meminta izin untuk menginap hingga besok untuk mengurus Pengibobatannya di rumah sakit di sana dan mengurus Agatha yang hendak masuk kampus barunya. Rasa khawatir jika Agatha tidak mampu mengahadapi lingkungan di sana terlebib di kampusnya apalagi dengan kondisinya yang memakai kursi roda. Air mata Bu Amira tanpa terasa menetes, membayangkan anaknya akan di bully teman-temannya.

Mereka berempat akhirnya masuk pesawat dan take off. Agatha hanya diam seribu bahasa.

1
Lina Katarina
,Yach,,, bos edun
espe89
aneh ini thor..bukannya sahira pindah ke bandung di kantor adiknya agatha?kan bisa dapet nomor hpnya dari adik kandungnya..
Leony Angelia
lanjut
Ita Sinta
lanjut thour semangat💪
𝕄𝕣•𝕡𝕤𝕪𝕔𝕙𝕠𝟘𝟙𝟚
oke ditunggu Sea2 nya, Thor
mongky buruk rupa
Vlnjut kak.... Aga ma shapira blm MP kwkwkwkw
ratu adil
selalu d tunggu kak....edu ma maera ae adekx aga hihihi
Yuni Radja Leba
malas baca, masa sih cinta monyet masa SMP sulit dilupakan..
lebaiiii..
Rozalina Apriani: SMA kak bukan SMP
total 1 replies
AriN
Ya Allah...udh serius2 baca...malah ada kata "mencoba mencret" kn auto ngakak... astaghfirullah...😅😂
Ita Sinta
ko tamat,,,blom MP kirain d bab selanjut nya akan MP🥺
Anonymous
Appaahhh...dah tamattt....tiiddaakkkk....!!
Undri
wlahhhh
Fatih Asy Syauqie
Wah udah tamat
Eko Budi
Di tunggu thoor season 2 nya
mongky buruk rupa
Bner nkah tp blm MP. Sak udh tamat thor... T. Atx stlah pindah rmh dan udh MP bru tman d lanjut seseon 2 sahira hamil bb tu jdi g ganfung
Fatih Asy Syauqie
Akhirnya. Nunggu bucinnya aga
mongky buruk rupa
Akhir nkah jga hihihi... Penasaran ma MPx wkkwkwkwkw
Ita Sinta
orang klw d ajak belanja seneng donk jangan membantah🤭
Eko Budi
Akhirnya married juga...lama nunggunya thoor
Anonymous
senangnya....ga pake bertele2 sekarang udah nikah aja mrk...semoga samawa😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!