mata yang indah dan memancarkan daya tarik...
aku pun akan tertarik dengan cara mu memandang ku.
bukan perihal kau itu di agung kan, bukan pula karena kau di sanjung.
aku jatuh hati tepat pada pandangan pertama di antara pertemuan 2 mata yang indah.
mungkim, menurut mu pernikahan kita di lakukan karena perjodohan,
kau salah,
karena memang sudah takdirnya Tuhan kita mengikat aku dan kau dalam satu ikatan halal bernama kan pernikahan.
M. Faris Azam
** **
aku tahu,
mungkin memang begini lah takdir memberiku jalan terbaik. di balik senyum yang penuh dengan nada nyaring menyenangkan gendang telinga orang lain, ada tangis dan pilu tertahan dalam batin.
tertahan karena memang begitu lah aku melakukan nya.
aku pergi,
jangan cari aku lagi.
karena kebahagiaan mu bukan ada pada diriku lagi....
Amirah Jilan Fakhira
** **
Hai iiii,
ini cerita yang akan saya buat. tema nya mungkin sedikit sama dengan orang lain diluar...perjodohan.
namun, semoga dengan membaca novel ini ada banyak kisah dan pelajaran yang bisa di Terima readers semua,,,
so there,.... stay tune❤
salam hangat
Ismi hana rizky
@ismirizky9898
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana 9898, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Marah
24.
7 hari di rumah ayah amira, di toko bunga yang selalu banyak di hinggapi kupu kupu juga lebah, kini dia harus kembali ke kota.
Sikap ayah amira yang memang disenangi nya secara pribadi akan dirindukan azam. Lelaki yang tidak pernah di arah kan untuk melakukan sesuatu, hanya bisa mencontoh dari orang lain, kini bisa di dapat kan langsung pada ayah amira,
Azam tidak pernah memiliki seorang saudara, namun rasa kekeluargaan yang diberikan azam juga Nabila yang kadang datang mengantar kan makanan, memberi dia artian baru,
Bahagia tidak memandang status kekayaan,,,
Bahagia bisa hadir dari hal hal sederhana,
“paman, saya pamit” ucap azam yang sejak subuh sudah packing barang barang nya
“terima kasih sudah mau menetap disini zam, kalau paman buat sesuatu yang salah, maaf kan paman” jawab ayah amira memeluk azam,
Lelaki yang sejak dulu tidak pernah menangis itu, menganak air mata
“azam senang disini paman, banyak hal baru yang azam ketahui dan rasakan. Hal yang tidak akan pernah azam lupakan” ucap azam membalas pelukan itu,
Kini, azam beralih pada harun, kakak amira
“ketahuilah, kalau aku memberi izin atasmu untuk adikku,” ucap harun memeluk azam dengan pelukan yang kuat,
Ada senyum di bibir azam, dia terharu
“terima kasih mas,” jawab azam merangkul nya lebih kuat,
“terima kasih kak Nabila, semoga azam bisa kembali lagi kesini, ketemu sama adik kecil anak kak Nabila dan mas harun” ucap azam terakhir pada Nabila,
Usia kandungan yang terbilang masih sangat muda, dan diketahui ketika wanita itu di larikan ke klinik terdekat dan azam salah satu saksi yang melihat kejadian itu.
“meski bukan dengan amira nanti nya, ajak lah untuk bertemu dengan ku” jawab Nabila sambil tersenyum,,,
Azam pergi dari sana, meski masih 7 hari berada di tempat ayah amira, dia sadar bahwa sudah sejak lama dia merindukan hal sederhana seperti itu.
Kalau di kota dia dilayani dengan sangat hati hati, di toko dia diajari lebih mandiri atas dirinya,
Bukan masalah kertas berisikan tulisan dan coretan,
Namun masalah tumbuhan yang di urus seperti malika,,, (wkwkwk)
Apapun itu, azam akan merindukan suasana disana,
Dia tidak akan lupa dengan makan siang di gazebo itu, menggunakan tangan langsung juga kadang bercerita dengan tawa lepas,
Hal yang begitu akan sangat dirindukan azam,,,
** **
Sampai di bandara, ammar sudah menunggu.
Amira yang sudah di beri kabar kepulangan azam, dengan cepat pergi dari rumah sakit, sebelum nya izin pda kakek azam,
Yang pertama di lakukan azam adalah menemui kakek nya, untuk urusan perusahaan, dia bisa melihat nya nanti
“dari mana saja?” Tanya si kakek
“menemui seseorang” jawab azam
“selama 1 minggu penuh?” jenuh si kakek,,
Azam hanya mengangguk,
“nanti, kapan kapan azam bawa kakek kesana,,, disana mereka begitu hangat, begitu baik… menghargai azam selayak nya keluarga mereka sendiri. Pasti kakek senang,,,” ucap azam sambil tersenyum bahagia,
“ke mana kau pergi?” Tanya kakek sekali lagi
“keluar kota, menanyakan beberapa hal. Kakek istirahat saja, cepat sehat biar azam ajak kakek kesana” ucap azam bersemangat
“ayo keluar…” ajak kakek penuh harap,
Azam dengan sigap menyiapkan kursi roda, membawa si kakek menatap taman hijau dan banyak bunga itu,
“selama 7 hari, amira menjaga kakek hampir 24 jam,,,” si kakek mulai bercerita
“dia menyiapkan makanan untuk kakek, juga minuman yang enak dan sehat. Mengajak kakek bercerita tentang hidupnya, bercerita tentang kenangan nya… bahkan tentang asmara nya” jelas si kakek sambil tersenyum merenung,
“ternyata, amira diam diam menyukai teman nya saat SMK dulu, bahkan sampai saat ini” ucap si kakek membuat kejutan di hati azam
“amira bilang, senyum dan tawa putra itu sangat di rindukan, dan begitu memberikan kenangan yang sulit di lepas” lanjut kakek semakin membuat dorongan azam pelan,
“amira juga mengingat kan kakek kalau dulu itu, nenek mu sangat kaku dan dingin,,, kakek bilang untuk mengejarnya, namun dia bilang lelaki yang harus mengejar” jelas si kakek membuat azam bersuara,
“azam juga punya kisah asmara dengan seseorang” ucap azam mengejut kan si kakek
“hahahahha,,, zam zam… mana mungkin lah kamu punya kisah asmara dengan perempuan. Dengan buku dan kertas, mungkin saja” ledek kakek membuat azam malas
“kapan kakek bisa kembali ke rumah kata paman?” Tanya azam berganti topic
“2 atau 3 hari lagi zam, belikan rumah di daerah perumahan amira… kakek ingin sering sering bermain dengan nya” pinta kakek membuat azam sedikit terkejut,
Bagaimana bisa wanita itu membuat kakek nya begitu nyaman, bahkan meminta untuk pindah rumah
“kenapa harus dekat dengan amira?” Tanya azam
“biar aku bisa makan masakan nya setiap hari, bercerita dengan nya lebih sering dan banyak lagi…”jawab si kakek masih saja meneruskan ucapan nya, dan itu selalu saja mengenai amira,
“oh ia, kemarin Zahra baru saja pulang dari luar negeri, membawa beberapa oleh oleh untuk kakek, meski katanya di rahasiakan dari mu, tapi kakek tahu kamu ga bakal diam aja…
Dan juga, teman lelaki nya juga ikut zam, kakek kurang suka” tiba tiba perbincangan si kakek menyeleweng
“Zahra? Dengan teman lelaki nya?” ucap azam dengan nada datar damun marah,
Azam sudah memperingat kan Zahra kalau dia tidak boleh pergi dengan lelaki itu, andika
“lalu, apa yang dilakukan Zahra disana kek?” Tanya azam
“Zahra bercerita banyak tentang negeri yang mereka kunjungi, juga mengenalkan kakek pada lelaki bernama andika itu. Tapi, kakek tetap tidak suka dengan cara dia memandang amira,,, dia sangat suka melirik ke amira yang focus pada laptop nya” papar kakek, ada rasa marah di dalam benak azam,
“kita kembali ke atas dulu kek, azam mau menemui Zahra” kini azam mengambil tindakan
“jangan marahi Zahra, dia terlalu lemah untuk hal semacam itu” tekan sikakek tidak di acuhkan azam,
Selesai pamit, dia bergegas melihat perusahaan sebentar, kemudian menemui Zahra yang saat ini berada di perusahaan juga,
Katanya ada beberapa file yang mau di kondisikan,
“kan aku sudah bilang, jangan pergi, kenapa pergi?” ucap azam dengan suara menggelegar tiba tiba, membuat Zahra syok dan ingin menangis,
“azam! Aku tidak harus mematuhi mu setiap saat! Kenapa kau marah?” marah Zahra
“aku tidak percaya kalau selama disana, kau akan baik baik saja” tebak azam membuat Zahra menunduk, tidak menatap azam
“tidak ada yang terjadi dengan kami” jawab Zahra datar, namun dia berbohong
“lalu, itu bekas apa?” Tanya azam mengarah pada leher Zahra yang seperti ada bintik merah atau lebam dan sejenisnya
Zahra gugup, di ruang tunggu itu, azam menatapp dengan sangat tajam, membuat Zahra ciut tidak tahu ingin menjawab apa
“andika berjanji akan menikahi ku…” jelas Zahra tiba tiba,
Azam yang mendengar itu sangat syok,
Dia tiba tiba berdiri, sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Zahra
“ZAHRA…!!!” teriak azam membuat Zahra ketakutan,,,
“kau paham akan agama! Namun kau tidak mengerti dengan apa yang sudah kau lakukan!” tegas azam membuat Zahra semakin ketakutan dan kikuk,,,, Zahra menangis
“tapi andika berjanji akan menikahi ku…” ucap Zahra menaikkan tatapan nya, menatap azam
Azam yang tidak menyangka itu hanya mengepalkan tangan nya, amarah dalam benak nya begitu besar, ada hal yang ingin di lakukan nya, tapi apa?
“aku tidak akan lagi peduli dengan apa yang kau lakukan ra… ini sudah melebihi apa yang seharusnya. Jangan datang saat kau dalam keadaan lemah, meminta ku untuk membantu mu. Pergi dengan teman lelaki mu itu, pergi dengan nya dan hidup dengan bajingan seperti itu…!” ucap azam datar, pergi dengan mengepal kan tangan nya, marah namun tidak bsia melakukan apapun pada Zahra
Zahra hanya diam dan menangis,
Tidak tahu ingin berbuat apa apa lagi,
Tapi kemudian ada tekad dalam benak nya
“andika akan menikahi ku…” batin nya menenangkan diri, namun hati itu tetap saja gelisah
**
**
**
Salam hangat
Ismi hana rizky
tetap semangat berkarya buat author..
semoga amira sembuh dan semua berakhir bahagia 💖💖💖