Follow ig:@nafsie
Tomy dan jeny adalah sepasang sahabat dari kecil. Meskipun perbedaan usia mereka cukup jauh namun itu tidak menjadi penghalang kelekatan hubungan persahabatan mereka.
Tomy selalu baik dan bertanggung jawab menjaga dan melindungi jeny. Hal itu yang membuat jeny nyaman dan tidak bisa tanpa tomy.
Suatu ketika tiba tiba orang tua mereka mendadak menjodohkan mereka. Baik jeny maupun tomy mereka sama sama tidak bisa menolak. Itu karena kepatuhan mereka pada orang tua nya masing masing juga karna keadaan papah tomy (Pak cakra).
Merekapun akhir nya menikah.
Namun belum genap seminggu pernikahan mereka tiba tiba tomy memutuskan pergi ke belanda untuk waktu yang tidak bisa di tentukan.
5 Tahun jeny melalui hari harinya tanpa tomy di sisinya. Tanpa komunikasi juga kejelasan tentang hubungan mereka hingga akhir nya jeny mendatangi mertuanya dan mengatakan ingin bercerai.
Saat itu tomy muncul dan menolak dengan tegas perceraian yang di inginkan jeny.
“Dengar baik baik jeny. Mulai saat ini aku akan selalu ada di samping kamu. Tidak ada seorangpun yang bisa memutus pernikahan kita, Kecuali aku.” Tegas nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Hingga menjelang pagi jeny masih tetap terjaga. Gadis cantik itu kini sudah mengenakan piyama berwarna maroon nya dengan posisi terduduk di tengah ranjang dengan bantal sebagai alas punggung nya.
Jeny menghela nafas.
Sebuah notifikasi di ponselnya jeny abaikan. Jeny tau siapa yang mengiriminya pesan. Kalau tidak charlie pastilah rekan kerjanya di rumah sakit, atau mungkin perawat yang melaporkan kondisi pasien yang sedang di tangani jeny.
“5 Tahun tom.. 5 Tahun kamu sama sekali nggak ngabarin aku..” Lirih jeny dengan pandangan nanar.
Untuk yang kesekian kalinya jeny kembali meneteskan air mata kesedihan nya. Selama ini jeny mencoba menyibukkan dirinya agar bisa melupakan tomy. Jeny bahkan sering ikut kelompok dokter relawan yang terjun ke berbagai lokasi bencana atau lokasi yang sangat jauh dari perkotaan dengan fasilitas kesehatan yang minim.
Jeny selalu mengabaikan rasa lelah nya demi bisa melupakan manis nya kebersamaan dengan tomy di masa lalu.
Namun ketika malam tiba jeny sering terkena insomnia yang akhir nya kembali mengingat tomy. Seperti saat ini misalnya. Meskipun denyutan hebat terasa di kepalanya tetapi kedua matanya tidak juga bisa terpejam.
Dan ingatan nya kembali memutarkan masa lalunya. Jeny tidak bisa menghindar. Air matanya akan terus menetes sampai akhirnya dirinya tertidur dan bangun dalam keadaan kedua matanya membengkak sembab.
Jeny memejamkan kedua matanya.
Setiap tahun selama 5 tahun ini tidak pernah ada yang spesial di hari ulang tahun nya.
Jeny bahkan rasanya ingin pergi sejauh mungkin agar tidak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
“Kamu tau tom.. Selama ini aku nggak pernah berhenti berharap dan berdo'a. Aku bahkan pernah membayangkan kamu hadir saat aku bangun di pagi hari..” Lirih jeny lagi.
Dengan pelan jeny mengusap air matanya.
Dirinya sudah sangat berusaha untuk bisa melupakan semua tentang tomy. Namun rasanya sangat sulit.
Otak cerdas nya terus saja memutar kan bayangan kebersamaan nya dulu saat bersama tomy.
“Dulu kamu janji sama aku.. Kamu janji bakal selalu ngabarin aku.. Kamu juga bilang aku nggak perlu sedih karna bisa video call. Tapi pada kenyataan nya kamu menghilang tanpa kabar..”
Tangis jeny kembali pecah.
Kedua bahunya tergoncang hebat. Hatinya benar benar hancur karna kehilangan tomy.
Pintu kamar jeny terbuka pelan memunculkan sosok cantik mamah jeny. Dalam diam wanita cantik itu ikut menangis melihat kesedihan putri semata wayang nya itu. Dadanya ikut terasa sesak melihat jeny yang hampir setiap malam menangis.
Dengan kasar mamah jeny mengusap air matanya. Wanita itu menarik dalam dalam nafas nya kemudian menghembuskan nya berlahan.
Mamah jeny tau dirinya harus terlihat baik baik saja juga kuat untuk bisa menghibur dan menguatkan putrinya.
“Boleh mamah masuk?”
Jeny menolehkan kepalanya.
Gadis itu semakin hebat menangis ketika melihat sosok cantik mamah nya. Jeny tidak bisa lagi menahan dan menyembunyikan rasa sedih nya. Kehilangan tomy seperti kehilangan tongkat yang menopang tubuh nya. Dan jeny merasa rapuh dan lemah tanpa sosok tegap pria tampan itu.
Jeny langsung berhambur memeluk tubuh mamahnya begitu wanita cantik itu mendekat. Suara tangisan nya meraung begitu memilukan bagi siapa saja yang nendengar nya.
“Nak.. Kamu harus kuat. Kamu nggak boleh lemah seperti ini..” Ucap lembut mamah jeny sambil mengusap usap punggung gadis itu.
Jeny menggelengkan kepalanya. Isakan nya terus lolos dari bibir pink nya yang terlihat pucat.
“Percaya sama mamah, tomy pasti akan cepat kembali nak.” Lanjut mamah jeny lirih.
Jeny melepaskan pelukan nya.
Dengan deraian air mata gadis itu menatap wajah mamah nya.
“Tomy jahat mah.. Dia lupain aku..” Adunya.
Mamah jeny ikut meneteskan air matanya namun dengan cepat menghapus nya.
“Nggak sayang, tomy hanya sedang sibuk dengan pekerjaan juga masa belajar nya. Mamah yakin tomy tidak mungkin melupakan kamu..” Ucap mamah jeny lagi berusaha meyakinkan putrinya.
“Nggak mah.. Tomy jahat..” Geleng jeny sambil menutup wajahnya menggunakan kedua tangan nya.
Merasa tidak tega mamah jeny pun meraih tubuh ramping jeny. Di peluk nya erat tubuh bergetar itu.
Jika dulu tubuh jeny terlihat sintal namun tidak untuk sekarang. Gadis berambut panjang dengan ikalan di ujung nya itu kini terlihat ramping. Pipi nya tidak lagi chuby seperti dulu. Semua itu karna jeny yang selalu menyibukkan diri dengan bekerja.
Berangkat pagi pulang larut.
“Kamu harus ingat tomy adalah suami kamu. Dia pasti akan pulang. Karna kamu ada disini.” Bisik mamah jeny.
Mendengar kata suami yang keluar dari bibir mamahnya, jeny langsung melepaskan pelukan nya. Gadis itu langsung berhenti menangis kemudian mengusap dengan kasar air mata yang membasahi pipinya.
“Mah.. Jeny mau cerai sama tomy.” Katanya penuh keyakinan.
Mamah jeny langsung terdiam.
Wanita itu tau bagaimana tersakitinya jeny. Semua ini terjadi karna ke egoisan nya dengan suaminya yang menjodohkan jeny dengan tomy.
Dan setelah melihat dan ikut merasakan kesedihan putrinya, mamah jeny merasa tidak perlu lagi memaksa putrinya untuk tetap bertahan.
Wanita cantik itu memberikan kebebasan pada putrinya untuk memilih sendiri jalan hidup nya. Tidak perduli kalaupun nantinya papah jeny akan marah. Karna bagi wanita cantik itu kebahagiaan putrinya adalah segalanya.
“Sayang, mamah nggak melarang kamu untuk memilih. Tapi untuk masalah itu mamah serahkan semuanya sama kamu. Kamu bisa mengatakan nya pada tomy nanti jika dia pulang.” Katanya mengusap lembut pipi jeny.
Dengan air mata yang kembali menetes jeny mengangguk. Mungkin dengan melepaskan diri dari ikatan pernikahan nya dengan tomy jeny akan merasa bebas. Jeny akan berusaha melupakan semua kenangan nya bersama tomy.
Dan jeny akan memulai semuanya lagi dari awal.
“Makasih mah..” Senyum jeny.
“Apapun yang bisa membuat kamu bahagia mamah akan dukung nak.. Maafin mamah kalau selama ini mamah selalu memaksakan kehendak mamah sama kamu.” Kata wanita cantik itu menggenggam kedua tangan putrinya.
Jeny hanya tersenyum mendengar nya. Melupakan semua tentang tomy mungkin memang tidak mudah. Tapi jeny juga tidak mau terus tersiksa karna perasaan nya. Dan jalan satu satunya adalah dengan cara memutuskan tali pernikahan mereka.
“Besok jeny akan datang ke rumah mamah astrid dan mengatakan semuanya.” Ucap jeny pelan.
Mamah jeny mengangguk.
Jika memang perceraian bisa membuat putrinya bebas dan tersenyum lagi wanita itu mengizinkan nya.
“Tapi mah.. Bagaimana dengan papah? Bagaimana kalau papah marah?” Tanya jeny menatap mamah nya bingung.
Mamah jeny tersenyum lagi.
Di usap nya pelan pipi jeny. Suaminya memang sudah pasti akan marah. Tapi wanita itu tidak perduli. Kebahagiaan jeny nomor satu baginya.
“Masalah papah biar mamah yang atasi. Kamu cukup lakukan apa yang menurut kamu baik. Dan apa yang bisa membuat kamu bahagia mamah akan dukung.”
jika ada bibit pelakor pasti kata2 kasar mereka keluar, pelakor murahan, laknat, menjijikan, mudah mudahan dibinasakan
tapi beda
jika ada pebinor, mereka hanya diam kayak tidak ada apa2
reader2.......