NovelToon NovelToon
BODYGUARD CANTIK SANG ARTIS

BODYGUARD CANTIK SANG ARTIS

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Trauma masa lalu / Gangster / Duniahiburan / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / CEO / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Alfiina nurul

Perjalanan hidup seorang gadis bernama Vega Clarista dengan bayang-bayang masa lalu. Tujuan hidupnya berubah sejak menyaksikan sendiri ayahnya tewas di depan matanya. Segala cara ia tempuh untuk mencari pembunuh sang Ayah. Hingga ia menghimpun pasukan menjadi sebuah genk yang mereka juluki sebagai Genk X, yang tujuan awalnya agar kelak dapat membantunya menyelesaikan misi hidupnya.
Meskipun banyak menghabiskan waktu hidup di jalanan, namun jiwa penolongnya selalu bergejolak tatkala melihat ketidak adilan di depan matanya. Meskipun akibatnya ia harus di hadapkan dengan banyak musuh karena aksi kepahlawanannya.
Kemampuan bela diri yang ia kuasai sejak kecil menghantarkannya bertemu dengan pengusaha kaya yang memintanya menjadi bodyguard putranya yang berprofesi sebagai artis dan penyanyi bernama Devano Zidan haidar. Rencana yang di susun oleh keluarganya membuat Devan merasa kebebasannya semakin terkekang, ia pun berupaya membuat rencana agar Vega tidak betah bekerja dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiina nurul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vaksin

Dua mobil sudah tiba di depan loby hotel. Vega membukakan pintu begitu juga dengan Sakti membukakan pintu di sisi lainnya.

Vega mendapat tatapan tajam dari Devan tanpa bersuara. Ia hanya berpesan pada Sakti, " Sakti kamu boleh ikut kami masuk tapi jangan biarkan gadis itu ikut masuk.'

" Baik Tuan Muda," jawab Sakti.

Sakti memarkirkan mobil, sementara Vega melihat Vanessa yang bergelayut manja pada Devan. Ferdi masih tertinggal di belakang dan berkata pada Vega, " Maaf nona gengster, kali ini aku tidak bisa mengajakmu bersenang-senang."

" Apa bos mu itu sering bergonta-ganti pasangan?"

" Iya," jawab Ferdi.

" Apa ia juga sering keluar masuk hotel?"

" Iya,"

" Apa dia sudah Vaksin?"

" Hemm, sepertinya tidak pernah? mungkin waktu kecil," jawab Ferdi yang cukup lama berfikir.

" Sampaikan pada bosmu, suruh Vaksin, pakai pengaman saja masih kurang aman. Hati-hati kamu juga,"

" E e iya," jawab Ferdi yang sedikit bingung dengan pertanyaan dan pesan Vega. Ferdipun berlalu meninggalkan Vega dan menganggap angi lalu apa yang di ucapkan Vega.

Devan dan Vanessa menuju Bar sebuah hotel. Cukup lama mereka di sana makan dan minum-minuman keras. Sakti yang duduk di meja yang berbeda tetap sigap mengamati sekeliling dan juga bosnya itu.

Sementara Vega di luar menunggu dengan jenuh di depan hotel. Iapun berjalan-jalan di sekitar hotel dan duduk di sebuah taman. Ia menghubungi Vani, menanyakan kabar mamanya. Mengejutkan ternyata Karin sudah pulang kerumah dan diantar oleh suruhan Ervan dan Alin yaitu orang tua Devan.

Ingin rasanya Vega segera pulang melepas rindu pada keluarganya. Ia pun bergumam dalam hati,

Syukurlah mama sudah baikan, maafkan Vega Ma, tidak bisa menemani Mama di saat Mama sakit. Ve harus bertahan demi Mama dan Vani. Untunglah Tuan Ervan dan Nyonya Alin orang baik, tidak seperti anaknya.

Tak terasa air matanya menetes membasahi pipi. Tiba-tiba seseorang berdiri dihadapanya mengulurkan selembar tisyu dan berkata, " Tidak usah kamu menangisi si brengsek itu yang telah meninggalkan kekasihnya di sini sendiri sedangkan ia malah bersenang-senang dengan wanita lain di dalam hotel."

Raymond masih belum tahu kalau Vega hanyalah pacar pura-puranya saja. Vega mendongakkan kepala dan menjawab, "Bukan urusanmu, bukan kah kamu Raymond?"

" Ya, ingatanmu tajam sekali, kamu Vega orang yang telah berhasil membuat Devan kehilangan mobilnya. Aku punya penawaran yang menarik, bekerjasamalah denganku, tinggalkan Devan. Aku akan membayarmu berapapun yang kamu minta," bujuk Raymond.

" Pergilah dari sini, jangan ganggu aku. Aku tidak tertarik dengan tawaranmu," jawab Vega seraya memalingkan muka.

" Kamu gadis yang unik, aku suka. Kapanpun kamu mau, datanglah padaku, tawaranku masih terbuka lebar," ujar Raymond.

Dari kejauhan Devan melihat Vega bersama Raymond. Meskipun sedikit mabuk ia masih bisa melihat jelas.

" Ngapain dia bersama Raymond, jangan-jangan selama ini dia mata-mata suruhan Raymond atau dia mau berhianat padaku?" tanya Devan.

" Mana sih Bos?" tanya Ferdi sembari mengedarkan pandangan mencari keberadaan orang yang di bicarakan Devan.

" Sakti hubungi gadis itu!" perintah Devan.

" Baik Tuan" jawab Sakti.

Saktipun mengeluarkan ponsel dan menghubungi Vega. Setelah menjawab panggilan telephon Vega segera berjalan meninggalkan Raymond.

Vega hendak masuk mobil namun di cegah oleh Devan, " Tunggu! Kenapa kamu bisa bersama Raymond? jangan-jangan kamu suruhan dia atau kamu berkhianat padaku?"

" Saya tidak kenal dia, tiba-tiba saja dia menghampiri saya," jawab Vega.

" Sudahlah bos, kita harus segera ke studio rekaman, nanti sore masih ada acara live di stasiun TV. Hemat energimu, jangan buat hal-hal yang tidak penting," bujuk Ferdi.

" Ingat! aku akan menghukummu jika terbuki kamu berkhianat padaku," ujar Devan.

Sementara itu di dalam kamar hotel Vanessa bersama Raymond sedang bersama, mereka berpelukan. Tiba-tiba Raymond menjambak rambutnya dan menciumnya dengan kasar lalu berkata, " Ingat kamu milikmu, jangan sampai kamu jatuh cinta pada si pecundang itu. Setelah semua menjadi milik kita, kita akan tunjukkan padanya siapa diri kita sebenarnya. Aku tidak bisa membayangkan kamu wanita kesayangannya ternyata berkhianat padanya."

Raymond tertawa, Vanessapun tersenyum dan memelukknya.

" Aku hanya mencintaimu sayang," jawab Vanessa.

Vega duduk di samping sakti hanya memandang keluar jendela, menikmati pemandangan ibu kota yang yang ramai. Hatinya sedih karena rindu dengan keluarga di tambah sedih karena Devan selalu salah paham dengan dirinya. Sebebarnya ia tidak pernah peduli tentang penilaian orang entah kenapa tiba-tiba hatinya sakit ketika Devan menuduhnya berkhianat.

Vega kini betul-betul harus belajar sabar menghadapi masalah. Kalau bukan ia butuh pekerjaan ini apalagi berhutang budi pada kedua orang tua Devan, mugkin ia sudah menghajar laki-laki di belakangnya itu. Sungguh ia membenci keadaan itu.

Mobil melaju dengan lambat, beberapa kali terjebak kemacetan, tibalah mereka di studio rekaman. Devan turun dari mobil berjalan menuju ruang rekaman kedua pengawal yaitu Vega dan Sakti berjalan di belakangnya.

Rekaman cukup lama, belum lagi percakapan dengan sutradara untuk mendiskusikan konsep video klipnya. Vega yang menunggu di luar ruangan hanya bisa menahan kantuk dan lapar.

" Minumlah!" ujar Sakti sembari mengulurkan sebotol minuman.

" Trimakasih, tapi Bang kamu akan mendapat hukuman juga nanti dari tuan muda," jawab Vega yang hanya melirik minuman dingin yang menggiurkannya.

" Dia hanya melarangku memberimu makan bukan minuman bukan?"

Vegapun akhirnya menerima tawaran minuman dari Sakti dan meneguknya hingga habis.

" Tuan muda tidak mudah percaya pada orang lain, karena ia trauma dengan peristiwa penculikannya dulu, jadi maklumi saja dia." ujar Sakti.

" Baik Bang," jawab Vega.

Jadwal padat membuat Devan pergi ke satu tempat dan berpindah ketempat lain. Ia termasuk pekerja keras, ingin membuktikan pada keluarganya bahwa iapun dapat menghasilkan uang meskipun tanpa mengandalkan warisan dari keluarga besarnya.

Vega melirik Devan yang tertidur pulas di sampingnya. Ferdi sang asisten sudah lebih dulu masuk mobil sehingga ia menduduki terlebih dulu kursi depan di samping Sakti. Entah karena alasan apa sepertinya Ferdi sering sengaja membiarkan Bosnya itu duduk di samping Vega.

Vega terkejut mendapati kepala Devan bersandar di pundaknya. Meskipun bosnya itu telah berbuat kejam suka menghukumnya, Ia tidak tega membangunkan Devan agar kembali ke posisinya. Meskipun ingin rasanya Vega mendorong keras-keras kepala Devan.

Ferdi yang berada di depan, menoleh kebelakang dan tersenyum. Iapun mendapat tatapan tajam dari Vega, membuatnya kembali meluruskan pandangan ke depan berubah ketakutan. Sakti yang melirik Ferdi menjadi tersenyum melihat ekspresi muka Ferdi.

" Apa kamu tidak berpikir kalau rekan kerjamu itu nampak selalu menakutkan?" bisik Ferdi pada Sakti.

"Hem, tidak juga. Apa kamu tidak melihat sisi lain darinya? Dia cantik seperti model?" ujar Sakti balik bertanya.

" Iya juga sih, andai dia lebih ramah pasti sudah aku jadikan model terkenal," jawab Ferdi.

"Huk uhuk!" Vega terbatuk. Meskipun orang di depannya berbisik-bisik, namun cukup terdengar oleh Vega.

Ferdi yang merasa Vega mendengar perbincangannya denga Sakti, menjadi terdiam.

Sampailah mereka di depan rumah megah kediaman keluarga Haidar. Rumah megah yang sepi penghuni. Keluarganya entah dimana semua. Kalaupun Devan pergi keluar kota maka rumah megah itu hanya berisi para pengawal dan ARTnya saja.

" Bos, ayo bangun sudah sampai," ujar Ferdi menggoyangkan lengan Devan.

" Hem," Devan hanya menggeliat dan memeluk Vega.

" Aaaauuuuwww!! Lepaskan!" teriak Vega.

" Apa sih? berisik!" ujar Devan seketika membelalakkan mata karena terkejut.

" Bos, dari tadi anda bersandar di pundak nona gengster dan barusan anda memeluknya,"

" Apa?! Hii!" Devan terkejut seketika bergidik ngeri.

Vega menatap tajam kearah Devan yang bergegas pergi meninggalknnya di dalam mobil.

Malam semakin larut Devan meminta Bibi Mei untuk memijatnya. Devan selalu manja pada pengasuhnya sejak kecil itu.

" Bibi, kenapa lama sekali baru kembali?" tanya Devan.

" Maaf Tuan Muda, saudara bibi habis hajatan jadi bantu-bantu di sana," jawab Bibi Mei.

Devan mengangkat telephon dan menyuruh Vega kekamarnya. Vega bergegas masuk ke kamar Devan.

" Ada apa Tuan Muda," tanya Vega seraya menundukkan pandangan. Pasalnya Devan bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek. Sementara Bibi Mei masih memijat punggungnya.

" Minta pelayan suruh buatkan aku nasi goreng yang banyak, dan bawakan kesini!" titah sang tuan muda.

" Baik Tuan Muda," jawab Vega. Iapun berlalu dari pandangan Devan menuju dapur.

1
Novi Yanti
harus nya njanggan cerita kesembarang ora gimana sii
~Daf r r
mantap
fulana anonymous
mantaffff....that was an epic closure ... udh kek pilem² genk² Amerika, di benakku kek pilem Face Off, pas lagi perang pamungkasnya....
fulana anonymous
asli ini bagus lho storyline nya
fulana anonymous
ya Kali butuh dompet di pulau hehehehe kagak peka hahha
Sekuntum rosella Pelipur lara
oke
Eli Supriatna
mantap thor, terima kasih, atas cerita nya,
Alfiina Nurul: Terimakasih kunjungannya Kakak,,,,
total 1 replies
Eli Supriatna
thhor kasih kedewasaan donk sama vega, kan dia pemimpin genk
Eli Supriatna
semoga anak nya lekas sembuh, tante author,
Eli Supriatna
semangaatt thor
Eli Supriatna
semangat thor
Eli Supriatna
lanjut thor
Eli Supriatna
devan payah
Eli Supriatna
lanjut thor
Eli Supriatna
visual ny mntap
Eli Supriatna
mantap thor
Eli Supriatna
god cantik ,
Pa'tam
menarik
kiky+25
keren 👍🏻👍🏻
Rudi R
Keren bang..
Shen月呀: Mampir kak ke hantu tampan dan CRUSH karya berry once.
Invisible friend karya Berrybunny 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!