NovelToon NovelToon
SERUPA BEDA RASA

SERUPA BEDA RASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikah Kontrak / Penyelamat
Popularitas:20.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Langit Janet Mathida seakan runtuh ketika dijadikan alat pembayaran Papanya yang terlilit hutang judi dan pinjol. Dia terpaksa tinggal bersama Devan Gevaro yang tidak menginginkannya.

》Setelah sari masa muda dinikmati dan hamil, dia diminta pergi dari kehidupan Devan. Seketika Janet seperti tebu, habis manis sepah dibuang.

》Apakah Janet terima dan berjuang untuk membalas perlakuan Devan?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Serupa Beda Rasa"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 06. SBR

...~•Happy Reading•~...

...Empat Tahun Kemudian...

Hari pertama, minggu pertama di bulan Juni yang cerah, Janet melangkah cepat memasuki gedung perkantoran yang telah menjadi tempatnya bekerja setahun terakhir.

Ada semangat, ada harapan di hari baru setiap kali melihat gedung kantor yang mega di antara pohon yang berjejer rapi dan dia bekerja di sana. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan akan terjadi dalam hidupnya, bekerja sebagai karyawan kantor.

Setelah melahirkan dan anaknya bisa ditinggal, Andri mengizinkan dia bekerja di luar rumah untuk menikmati masa muda yang hilang. Usianya baru 24 tahun, jadi Andri berharap Janet bisa merasakan pergaulan, punya teman, berbicara, berbagi cerita untuk membuka wawasan seperti wanita muda lainnya.

"Pagi Janet..." Terdengar sapaan lembut rekan kerja yang telah menjadi temannya.

"Pagi Reni. Aku kira seperti biasa, last minute and ngos-ngosan." Janet meledek Reni yang sering masuk kantor menit terakhir sebelum disebut terlambat.

Reni jadi tersenyum sambil mendekatkan wajah. "Hari ini aku gak berani seperti itu. Gak mau ngos-ngosan and ada yang mengalir di pelipisku." Bisik Reni sambil menyentuh pinggiran pipi yang tidak berkeringat dan dahi.

"Ada apa? Ditegur Nonya?" Janet ikut berbisik dan membahasakan kepala bagian mereka dengan julukan yang hanya mereka berdua tahu.

"Kau belum dengar, kalau hari ini ada pergantian pimpinan tertinggi setelah goncangan hebat waktu itu? Kita mau punya boss baru."

"Belum. Maklum, sibuk di kantor dan rumah sama serunya." Janet berkata pelan dan meletakan kartu akses.

"Seharusnya tadi malam aku telpon info, supaya kau berdandan sedikit lebih cantik." Reni meledek.

"Astaga Reni, pantas penampilanmu berbeda pagi ini. Kau mau menarik perhatian suami orang?" Tanya Janet dengan mata membulat.

"Siapa yang bilang suami orang? Katanya belum tahu ada pergantian pimpinan." Wajah Reni ditekuk dan menengok ke samping.

"Nebak doang. Biasanya para pimpinan sudah punya gandengan. Perut buncit, dagu double." Ucap Janet bercanda sambil menggerakan tangan di depan perut, hingga Reni tersenyum dan memukul lengannya.

"Astaghfirullah.... Amit amit dah." Reni mengetuk tangannya berulang kali dengan jari.

"Nah, gak mau, kan. Makanya jangan berusaha menarik perhatiannya, nanti diusir keluar dari sini sama Nonya'nya pimpinan atau Nonya kita." Janet mengingatkan sambil menyenggol bahu Reni.

"Kau bikin semangatku jadi surut. Ya, uda'lah. Aku fokus kerja aja. Walau pimpinan baru tampan dan berperut rata, aku cuma lirik dan melengos." Reni pura-pura merajuk dengan menjauhi Janet.

"Kenapa kau makin cantik kalau merajuk?" Janet mencolek pundak Reni sambil tersenyum.

"Kau paling bisa menghiburku." Reni jadi menggandeng lengan Janet dan berjalan riang. Keceriaan yang sangat dinikmati Janet, karena Reni berusia sama dengannya.

"Begitu lebih baik." Janet menepuk jari Reni yang memegang lengannya. "Kita boleh berangan-angan, tapi cukup setinggi pohon tomat. Supaya jatuhnya gak sakit." Bisik Janet sambil tersenyum manis.

"Aku sadar diri, Jan. Cuma mau tampil cantik, agar sedap dilihat pimpinan baru. Yuk, naik tangga. Lift lagi padat merayap." Ajak Reni yang tidak sabar melihat karyawan mengantri di dua lift untuk karyawan.

"Mau naik tangga dengan sepatu ini?" Janet menunjuk sepatu berhak mereka. "Sabar saja. Ayo, kita ngantri." Janet menarik tangan Reni menuju pintu lift untuk berdiri di belakang karyawan lain.

"Ternyata semua karyawan berpikiran sama denganmu. Takut terlambat dan yang wanita tampil cantik juga modis." Bisik Janet. Dia mengakui kebenaran yang dikatakan Reni.

"Iya. Pasti mereka sudah dengar info ada pergantian pimpinan, jadi gak mau dikasih hadiah SPT di hari pertama boss baru bekerja."

"Maksudmu?" Janet jadi penasaran.

"Aku dengar, pemimpin baru kita super sangar dan dingin ngalahin rumah beruang kutub." Bisik Reni.

"Infomu nyeremin. Syukur kita kerja di garis belakang, jadi gak akan bertemu dengannya." Ucap Janet sebelum masuk ke lift.

"Siapa yang bilang, gak akan bertemu? Selagi kerja di satu gedung, kemungkinan bertemu fifty-fifty. Contonya, kita bisa bertemu dengannya di lobby ini." Bisik Reni sambil melihat sekitar. Janet jadi ikut melihat kiri kanan.

"Sudah, gak usah bicarakan itu lagi. Bikin pikiran ngelantur ke mana-mana. Kita fokus kerja saja." Bisik Janet, lalu menarik tangan Reni, agar bisa masuk lift.

Ketika tiba di ruang kerja, Janet dan Reni mengganti sepatu dengan sneakers untuk memudahkan gerakan mereka bekerja. "Jan, mungkin hari ini kita cuma kerja lokal. Gak bisa menjelajah, karna ada acara penyambutan itu." Reni menebak sambil memakai baju pelindung dan penutup kepala untuk melindungi rambut.

"Iya, Ren, kita tunggu perintah saja. Jangan lakukan tugas sendiri seperti biasa. Nanti kita malah ke daerah terlarang." Janet mengakui yang dikatakan Reni.

"Kalian berdua bikin apa di situ? Di cari Bu Litta." Tegur teman office boy yang mendekati mereka dengan pakaian kebesaran, siap bekerja.

"Oh, Hanun. Hari ini kau bertugas di mana?" Reni ingin tahu tugas rekan kerjanya.

"Belum tahu. Belum dikasih tahu. Kita diminta kumpul mau dibriefing Bu Litta...." Hanun menjelaskan sesuai permintaan kepala bagian mereka.

"Ok, kami menyusul. Mau rapiin ini dulu." Reni menunjukan pakaiannya yang belum rapi kepada Hanun.

"Mengapa gak sama-sama saja, Ren? Ini bisa sambil jalan." Janet menunjuk pakaian pelindung Reni.

"Aku mau hapus sedikit lipstikku. Nanti bukannya dibriefing soal kerjaan, tapi dandananku." Ucap Reni sambil memajukan bibirnya yang merah terang.

"Oh, iya. Aku gak mikir. Sini aku bantu, biar cepat." Janet mengambil tissu dari tangan Reni.

Kemudian Janet dan Reni berjalan cepat, bahkan berlari kecil agar tidak dimarahi Bu Litta. Ketika tiba di tempat briefing, ke empat office boy sudah berdiri menunggu di depan Bu Litta yang menatap mereka dengan tidak sabar.

"Kalian semua segera persiapkan aula pertemuan. Tidak boleh ada yang kurang, atau terlewatkan...." Bu Litta memberikan lembaran dena tempat mereka berkerja.

Selesai briefing, mereka segera ke aula pertemuan. "Jan, kita berbeda tempat." Bisik Reni setelah melihat bagian tugasnya dan Janet.

"Iya. Gak pa'pa. Fokus. Lihat seriusnya Nonya ingatin kita."

"Iya. Hati-hati." Reni menautkan tangan mereka, lalu mengambil perangkat kerja.

Mereka berenam membersihkan dan merapikan aula pertemuan dengan cermat dan cepat sebelum ruangan digunakan.

"Hanun, aku bawa itu." Janet menawarkan bantuan, sebab melihat Hanun mendorong tempat penampung air kotor dan alat bersih lainnya.

"Gak usah, aku saja." Hanun menolak.

"Gak pa'pa, aku aja. Mau sekalian ke belakang sama Ren." Janet tetap mau membantu, karena sering dibantu. Hanun mengangguk. "Thanks"

Namun ketika Janet berbalik, dia seperti disengat listrik melihat pria yang berjalan dari depan dan akan melewatinya. Sehingga tanpa sadar, dia tersandung pada alat pel berisi air kotor hingga tumpah ke lantai.

"Hei, matamu ke mana?" Suara wanita galak menegur. "Kau tidak lihat siapa yang mau lewat?"

Janet sontak menunduk, menyembunyikan wajahnya. 'Mengapa Mas Devan ada di sini?' Jantungnya seakan mau copot.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~▪︎○♡○▪︎~...

1
@Me and You Married
Ceritanya sangat menarik tentang Janet yang di jadikan pelunas hutang oleh ayahnya Janet namun Janet malah hamil darah dagingnya Devan, tapi Devan tidak mau tanggung jawab malah mengusir Janet
@Yayang Risa Couple Happy
Kasihan Janet di jadikan alat pelunas hutang oleh papanya, malah oleh Devan di jadikan alat pemuas kebutuhan dia sampai Janet hamil, saat Janet hamil malah Devan ngga mau tanggung jawab menikahi Janet
Risa Yayang Bahagia Selamanya
Ceritanya menarik ada hikmah yang bisa di petik apalagi Devan yang berbuat semena-mena dan jahat itu karena mamanya Devan memanjakan Devan
Risa Nikah Dong
Janet hamil darah dagingnya Devan karena Devan menjadikan Janet pemuas di ranjang, namun Devan tak mau tanggung jawab malah Devan mengusir Janet gimana nasibnya Janet selanjutnya
Yayang Guanteng Milik Risa
Ceritanya sangat menarik banget tentang Janet yang di jadikan pelunas hutang, namun saat hamil Janet malah di usir oleh Devan, lalu Janet bertemu dengan Andri dan mengajak Janet menikah
Risa Yayang Couple Selamanya
Ceritanya sangat menarik karena ada hikmah yang bisa di petik jadi orang tua harus adil supaya anak tidak merasa di bedakan kasih sayangnya bahkan anak yang di sayangi cenderung jadi manja
Risa Cuantik Yayang Tuampan
Ceritanya seru banget apalagi ada hikmah yang bisa di ambil yaitu jangan memanjakan anak supaya ngga seperti Devan yang sikapnya bikin emosi dan pengen jebloskan kepalanya Devan ke tembok
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Papanya Janet menjadikan Janet pelunas hutang karena papanya Janet terlilit hutang pinjol dan judi namun Janet maleh di perlakukan sebagai pemuas oleh Devan, akibatnya Janet hamil.
Yayang Risa Always Together
Papanya Janet yang terlilit hutang pinjol dan judi membuat Janet di jadikan alat pelunasan hutang namun Devan malah membuat Janet hamil karena sering gunakan Janet sebagai pemuas nafsu di ranjang namun saat Janet hamil Devan tidak mau tanggung jawab
Risa Selalu Beautiful
Ceritanya sangat menarik banget tentang Janet yang di gunakan ayahnya sebagai pelunas hutang, bahkan Janet juga hamil darah daging Devan namun Devan malah mengusir Tania bagaimana kelanjutan ceritanya
Risa dan Yayang
Ceritanya sangat menarik banget tentang Janet yang sedang hamil darah dagingnya Devan malah di usir Devan, saat pergi Janet bertemu Andri lalu Andri membawa Janet ke rumah orang tuanya, bahkan Andri bilang akan menikahi Janet
Risa Selalu Teristimewa
Ceritanya sangat seru Janet di jadikan alat pelunas hutang oleh ayahnya namun di sana malah Janet di jadikan alat pemuas bagi Devan bahkan saat Janet hamil malah Devan mengusir Janet
Risa Happy With Yayang
Janet hamil karena di jadikan pemuas ranjang Devan sebagai alat pelunas hutang, saat Devan ngga mau bertanggungjawab dan mengusir Janet malah Janet bertemu Andri lalu Andri mengajak Janet menikah apakah Janet akan menerima ajakan nikah Andri
Risa and My Husband
Janet di jadikan alat pelunas hutang oleh ayahnya saat Janet hamil di usir Devan, lalu Janet bertemu Andri dan Andri mengajak Janet menikah
@ Yayang Risa Selamanya
Ceritanya sangat menarik banget Janet di hamili Devan lalu Devan mengusir Janet, saat di usir Janet bertemu Andri lalu Andri membawa Janet pulang ke rumah orang tuanya Andri
@Yayang Suaminya Risa
Ceritanya sangat menarik Janet di usir oleh Devan lalu Andri bertemu Janet saat Janet naik taksi yang di kendarai olehhya, namun Andri langsung membawa Janet ke rumah sakit sesuai permintaan Janet
❥␠⃝ ͭ🍁𝗛𝗘𝗦'💋𝗔𝗿𝗿𝗮𝘀𝘆🍁
gevaro pasti akan semakin melindungi Janet begitu tau kronologi yang diceritakan Andri. janet menderita akibat saudaranya sendiri
Aku lucu banget
Ceritanya menarik banget saat Janet di usir Devan karena Janet hamil Janet bertemu Andri dan Andri membawa Janet pulang ke rumah orang tuanya Andri
Risa Yayang Cinta Sejati
Janet di jadikan alat pelunas hutang oleh papanya sementara Devan malah jadikan Janet alat pemuas di ranjang saat hamil Janet di usir oleh Devan
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Ceritanya sangat menarik banget tentang Janet yang di jadikan alat pemuas oleh Devan saat Janet hamil malah Devan mengusir Janet pergi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!