NovelToon NovelToon
Mutiara Hati

Mutiara Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mitha Rhaycha

Nidia seorang gadis yg cerdas dan mudah bergaul yang hidup disebuah kota kecil. dia juga ramah dan perhatian terhadap orang-orang yang ada disekitarnya. meski kecantikannya dianggap rata-rata, tp dia banyak disukai karena kepribadiannya.
suatu ketika, dia memilih meninggalkan kampung halaman karena pria yang bertunangan dengannya selama setahun, menghamili temannya sendiri.
orang tua Sopian tunangannya itu, memaksa Sopian untuk tetap menikahi Nidia dan hanya memberikan biaya saja kepada anak yg dikandung Sopian dr wanita lain. tapi Nidia menolak. dia tidak mau menikah lagi dengan pria yg nyata-nyata tidak setia bahkan sebelum menikah.
kisah hidupnya dimulai saat dikota besar, meski dia hanya berharap mampu menjalani hidup yang sederhana tp segalanya terasa menjadi rumit.
mulai dari pertemuannya dengan Bu Saraswati dan Putranya Haikal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitha Rhaycha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuat untuk diri sendiri

"Nak, apa kamu benar-benar akan ke kota B?"tanya Bu Saraswati pada putranya saat makan malam.

"iya ma, kantor cabang di sana saat ini sedang maju pesat. dua hari lagi akan ada perayaan dua tahun berdirinya kantor cabang itu. Mario ingin agar aku hadir"ujar haikal sambil menikmati makan malamnya. Mario adalah sahabat sekaligus orang kepercayaannya di kota B.

"Mario bekerja dengan sangat baik.. kamu tidak salah mempekerjakan dia disana. tapi orang sepintar dan seloyal mario, sayang jika hanya bekerja di perusahaan cabang saja. dia berpotensi menjabat sebagai salah satu direktur di kantor utama."ucap sang mama

"perusahaan cabang kota B maju lebih pesat daripada perusahaan cabang dikota yang lain. tanggungjawab disana jauh lebih besar karena memiliki banyak proyek yang harus dikerjakan. tugas itu, tidak bisa diberikan pada sembarang orang"bu Saraswati mengangguk paham.

"kamu sudah sangat bekerja keras selama tujuh tahun ini"ucap bu Saraswati disela makannya setelah hening selama beberapa saat" papa dan juga kakakmu pasti bangga dengan prestasimu..."wajah Haikal berubah kelam dan Bu Saraswati menghela nafas dengan sedih" sudah saatnya kamu memikirkan dirimu sendiri"

"Haikal baik-baik saja.. mama jangan khawatir" jawab haikal datar

"lupakanlah masa lalu dan mulailah dengan hidup yang baru.."

"aku sudah selesai.."haikal berhenti dari makannya dan segera berdiri

"Haikal.."tahan bu Saraswati "apakah kamu tidak bisa melepaskannya? mama dengar dia sudah kembali"

"aku kekamar dulu, mama selesaikan makannya"

"bukankah dia sekarang ada di kota B? kamu sengaja pergi untuk menemuinya?" langkah haikal terhenti" setelah apa yang dia lakukan untuk keluarga kita, kamu masih berhubungan dengannya?"

"mama jangan khawatir, antara aku dan Bela semua sudah berakhir"gumam haikal dan melanjutkan langkahnya keluar dari ruang makan.

siapa bela? apa itu pacarnya? Nidia bertanya dalam hati. tapi dia tak berani bersuara karena dia tau dirinya hanya orang luar. "ternyata dia memang belum mampu melepaskan wanita itu. dia benar-benar licik"desah bu Saraswati. dia melepaskan sendok di tangannya, nafsu makannya hilang entah kemana.

Nidia menyentuh lengan bu Saraswati dengan lembut "pak haikal sudah dewasa ma. dia tau mana yang terbaik" kata Nidia

"tapi dia akan bersikap kekanakan jika sudah menyangkut srigala itu."bu Saraswati mendengus kesal.

"jangan terlalu dipikirkan, mama lagi sakit jadi jangan stres.." Nidia berusaha sehalus mungkin sambil menepuk-nepuk punggung tangan bu Saraswati "masih lanjutin makan?"tanya nidia mengalihkan

"tidak.. mama sudah tidak berselera lagi"tolak bu Saraswati dengan lesu.

"yaa udah, minum obatnya dulu. habis itu Nidia temani ke kamar"ujar Nidia sambil membuka kotak obat bu Saraswati yang di bawanya dari kamar.

setelah wanita paruh baya itu meminum obatnya Nidia membantunya untuk tidur. "Haikal adalah harta ku satu-satunya, aku sama sekali tidak rela jika ada yang mempermainkan hidupnya."mata bu Saraswati terlihat mendung "aku tau haikal tidak senang aku mendebatnya soal wanita itu, tapi aku benar-benar tidak tahan. dia sengaja ke kota B, karena dia tau putraku akan ada disana"

Nidia terdiam seribu bahasa, dia tidak tau bagaimana menghibur wanita itu. dia takut jika nantinya salah bicara. lagipula permasalahan yang sedang menjadi topik saat ini, dia tidak mengetahuinya sama sekali.

"Nidia, bolehkah kamu membuatkan kopi dan cemilan untuk haikal? dia makan sedikit tadi. dia pasti masih lapar" Nidia terkejut dengan permintaan bu Saraswati. bagaimana dia harus menolak?, bagaimanapun dia tak ingin kejadian beberapa malam yang lalu terulang kembali.

"mungkin, pak haikal sudah tidur ma.. Nidia takut mengganggu"sela Nidia lembut berusaha memberi alasan.

"di jam seperti ini, dia belum tidur" ucap bu Saraswati "dia akan ke kota B, besok dan menginap selama tiga hari disana. dia pasti sedang berkemas.. " bu Saraswati berguman sedih "apakah kamu bisa melakukannya?"

Nidia mengangguk "Nidia akan mencobanya"jawabnya sambil tersenyum

"terima kasih, Nak. dan maaf karena kamu ada disituasi seperti ini"

"tidak apa-apa"jawab Nidia "semua orang memiliki masalahnya masing-masing, kita tidak boleh mengeluh"

"Lihatlah.. mama bahkan merasa kamulah yang cocok untuk putraku"wajah Nidia memerah seketika tapi dia tak tahu bagaimana harus menanggapinya. "mama berharap kalian bisa saling menyukai..."

"sstt.. jangan keras-keras"Nidia mendekatkan telunjuknya kemulut membuat kalimat bu Saraswati menggantung.

"kenapa Nidia?"tanya bu Saraswati heran

"jangan keras-keras ma, kalau pak haikal dengar dia bakal memecat Nidia "ucap Nidia dengan ekspresi serius.

"memecat.. kenapa memangnya?"wajah bu Saraswati menatap tak mengerti.

"yang tadi.. mama bilang mau menjodohkan kami. kalau ketahuan pak haikal dia pasti bakalan marah"Nidia tersenyum

"dia tidak berhak marah, kenyataannya kamu lebih baik dari wanita manapun" Nidia merasa kepalanya pusing. bagaimana caranya dia keluar dari topik ini? "ya sudah, kamu antarkan saja apa yang mama minta tadi" Nidia tersenyum kemudian mengangguk. dia pamit keluar dari kamar bu Saraswati.

sesampainya di dapur, Nidia berdiri dengan bimbang, antara membuat kopi atau tidak. bukankah malam itu haikal berkata bahwa dia tak perlu melakukan itu lagi? lagi pula tatapan dingin haikal masih jelas di ingatannya. dia tidak mau haikal berfikir kalau dia mengambil keuntungan dari situasi ini.

berfikir sampai disitu, Nidia memutuskan untuk membuat kopi tapi bukan untuk Haikal, dia membuatnya untuk dirinya sendiri. lagipula, kopi dirumah ini sangat enak rasanya, sangat berbeda dengan kopi yang biasa diminumnya dirumah maupun di kontrakan. dia memang gadis yang sangat suka dengan kopi, dulu jika ayahnya mengolah kopi dikebun mereka sendiri, maka selain dijual ada juga yang disisihkan untuk dikonsumsi dirumah. sayangnya kebun kopi itu dijual setelah ayahnya masuk rumah sakit dan butuh biaya untuk berobat.

maafkan Nidia bu Saraswati, karena tidak menepati janji. Nidia hanya tidak ingin menimbulkan kesan tak nyaman antara Nidia dan pak haikal. Nidia tau niat ibu baik, tapi Nidia bukan orang yang layak melakukannya. desah Nidia dalam hatinya.

usai membuat kopi untuk dirinya sendiri, Nidia berjalan kearah taman belakang lewat pintu dapur. dia duduk ditepi kolam ikan dan menatap air terjun kecil yang keluar dari sudut-sudut tebing buatan. suara gemericik air yang jatuh, terdengar seperti senandung yang menemani kesepian Nidia ditengah malam itu.

tuut..turut

ponsel Nidia tiba-tiba berdering dia merongoh ponsel di saku celananya dan melihat id penelepon.

"Assalamu'alaikum.." sapa Nidia

"Wa'alaikumsalam.. kamu kenapa ngk balas pesanku?"tanya siska dengan kesal

"maaf, aku sedang bersama bu Saraswati tadi"jawab Nidia pelan

"waduuu... calon mantunya lengket amat"goda siska diseberang.

"calon mantu apa'an.. aku ini perawat nya lho.."sela Nidia cepat

"sekarang perawat.. siapa yang tau besok bakal jadi mantu.."

"mimpi tuu jangan terlalu tinggi, entar kalau jatuh sakit banget.."jawab Nidia "lagian aku sekarang kalau terima cowok udah ada syaratnya"

"syarat apa coba.."siska masih menggoda "apakah syaratnya harus lebih tampan dan mapan dari Sopian? kalau itu mah, siapa lagi yang masuk kriteria kalau bukan haikal"

"bukan itu syaratnya nona.." Nidia menyela

"lalu apa?"

"syaratnyaaaa... "Nidia tampak berfikir "dia harus siap menerima aku melahirkan banyak anak"

"whaaatts.. !"siska berteriak diujung sana "heii Nidia.. di jaman sekarang ngk boleh punya banyak anak. pemerintah menyarankan program dua anak cukup. lagian mana ada cowok yang siap jika istrinya melahirkan banyak anak.. syarat kamu aneh..

"Nah... karena itu sulit buatku mencari pria sekarang" suara Nidia dibuat sesedih mungkin untuk menggoda sahabatnya

"hentikan omongkosongmu... cepat ganti syaratnya"

"nggk bisa sis, itu udah final... tidak bisa lagi diganggu gugat"

"terserah kamulah.. aku pusing"siska terdengar bete "kita ganti topik, kamu tau tidak si Diana posting apaan di facebook?"

"mana kutau.. aku nggk buka fb akhir-akhir ini" jawab Nidia

"coba kamu lihat dulu deh.. dia benar-benar nyebelin. aku sampai pingin muntah baca postingannya. munafik dia tau nggak" suara siska terdengar berapi-api

"Ya Allah siska... biarkan saja dia. aku tidak mau nabung dosa karna dia"

"nggak bakal dosa juga kali... secara dia pantas untuk dihujat"Nidia menutup wajahnya dengan satu jari. dia tau siska sangat membenci Diana. sejak dulu saat masih sekolah, mereka berdua memang sudah tidak akur.

"kalau masih bahas dia aku tutup nih.."sela nidia.

"yaa sudah kita bahas yang lain saja. kamu takut amat sama dosa, padahal disini kamu adalah korbannya. dia udah merebut calon suami kamu"

"ayolah siska.. kamu bikin aku nggak moveon-move on" desah Nidia lembut "aku baik-baik saja sekarang. kamu jangan lagi khawatirkan aku, okee. " siska terdiam di ujung sana. "heii.. kamu masih disana kan?"tanya Nidia saat melihat masih tersambung

"iyaaa aku masih disini.."jawab siska "kamu lagi ngapain?" tanya siska mengalihkan pembicaraan.

"di taman.. lagi minum kopi"

"busyet dah. ini sudah jam berapa? kamu masih begadang. jangan bilang kalau kamu lagi sama bosmu itu"

"tidak ada yang seperti itu. kamu jangan mikir yang aneh-aneh"

"terus, kenapa minum kopi sendirian dimalam hari ?"

"Bu Saraswati meminta aku membuat kopi untuk pak haikal, tapi aku tak berani mengantarkannya... jadi deh kopinya aku buat untuk ku minum sendiri"

"hahahaha...." siska tergelak

1
R7L0v3
👍
anita dyah
keren...sy baca dg serius bab pernikahan scr adat ini..sambil nebak² ini daerah mana sih??
Stlh baca komen²ny, baru tau klo ini adat Sulawesi Utara.
Thor, sedikit saran..utk nama kota/lokasi tdk perlu lah ditulis inisial kota A, daerah B dst...lebih baik ditulis lgsg dg jelas...agar kita sbg pembaca lebih paham..😄😄😄😄
rinny
karya ya luar biasa, walau sudah baca beberapa kali tetap tidak bosan aka ceritanya
TongTji Tea
ya apapun itu kalo benar ,Bapak nya Nidia itu Dajjal .sudah hamilin 2 orang wanita .Lalu seenaknya pergi begitu saja
TongTji Tea
ko jadi begini ya ceritanya? Dari awal ceritanya logis banget,plot nya,intrik nya ,walau lambat tapi masi mengalir ..lha kok tiba2 ...
rahel
Lumayan
Niar Zahniar
semangat brkarya
Memyr 67
ternyata banyak ular betina, di novel ini
Memyr 67
menurut bu saraswati, bela menabrak reyfan sampai reyfan mati. kenapa tidak ada tuntutan untuk bela?
Memyr 67
bela beneran tidak bisa hidup tanpa haikal? atau tanpa hartanya haikal?
Memyr 67
safira sebagai adik cerdas, analisanya tajam, kok kakaknya ceroboh, ngomong nggak liat kondisi
Memyr 67
hiks nyesek
Memyr 67
dah cocok haikal ma nidia. sama sama overthinking ke masinh masing.
Memyr 67
kok aq curiga kalau sopian dijebak teman wanitanya? teman wanitanya yg mungkin sudah hamil, tapi ingin menikmati rumahtangga dengan kekayaan sopian. kekayaan yg dianggapnya bisa mrmbahagiakan dia dan anaknya.
Divi Bilqis
bagus ceritanya
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Fita Alfiany
airmata keluar sendiri pas baca proses nadia melahirkan....
masya Allaah....
orang baik maka akan d mudahkan oleh Allaah......
makasi umi.......
jd ingat cerita2 yg dikau buat dulu saat masih SMK.... menjadi penggemar setia yg selalu menunggu kelanjutan kisah dari novel yg d tulis d catatan buku akuntansi mu....
sayang dlu tidak seperti sekarang ya.../Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mitha Rhaycha: Iya, sekarang sdh lebih banyak peluang untuk menulis, sayang kesibukan membuat jadi jarang buka aplikasi ini lagi😇😇
total 2 replies
Fita Alfiany
keren...
syh 03
Luar biasa
Dewa Hang Kang
sweet 🥰😚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!