NovelToon NovelToon
Finding Wife

Finding Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Contest / Cintapertama / Tamat
Popularitas:356.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: cahaya_bintang

Alvino Jordy Admaja adalah seorang laki-laki yang hampir sempurna. Ia memiliki ketampanan diatas rata-rata, begitu juga dengan harta warisan yang ia yakini tak akan habis 7 turunan. Namun justru itu semua menjadi bumerang untuknya mencari pendamping hidup.

Semua wanita yang mendekat hanya melihatnya dari segi fisik dan juga harta. Ia terkenal playboy di luar rumah tapi terkenal jones di keluarganya sendiri, akibat tak pernah membawa ataupun mengenalkan pacarnya.

"Kapan kamu kenalin pacar kamu ke mama Vin ?". ~ Mama Dina

"Kapan-kapan ma". ~ Alvin

Mencari istri tidak semudah membeli barang branded. Hatinya tertambat pada seorang gadis berjilbab. Namun tetap tidak semudah itu meminang gadis cantik dengan lesung pipit yang selalu menjadi penyejuk hati.

Penasaran ? Ikuti keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir Yang Lucu

Mulut Alvin menganga dan mengerjapkan mata berulang kali untuk memastikan bahwa orangtuanya memang benar ada di depannya sedan memberikan izin untuk pindah agama dan bersama dengan Hani. Jika ini adalah mimpi maka ini akan menjadi mimpi indah yang akan membuatnya enggan untuk membuka mata. Tapi jika realita maka ia tentu akan sangat bahagia.

"Ini mama sama papa beneran ngizinin aku atau cuma prank ?." Alvin memastikan sekali lagi, ia tak ingin kecewa untuk kesekian kali. Bahkan untuk urusan perasaan tentu bukan hal yang lucu untuk dipermainkan. Albin masih menunggu jawaban dan saat melihat mama menganggukkan kepala tentu ia masih sulit percaya.

"Iya mama izinkan kamu, mama fikir kebahagiaanmu adalah yang utama, dan mama harap di masa depan keputusan mama dan papa tidak salah." Mama Dina melihat ke arah papa yang menganggukkan kepala, tanda bahwa sang suami juga setuju dan tidak mengurungkan niat. Besar harapan mereka kepada Alvin agar bahagia, mereka tak mau apa yang mereka alami yaitu tak direstui oleh orangtua menjadi batu penghalang untuk bersama.

"Makasih pa makasih ma." Alvin memeluk mama Dina dengan erat, entah kapan terakhir ia memeluk wanita yang telah melahirkannya itu, jika biasanya ia akan gengsi jika dipeluk maka sekarang tidak. Hanya ada rasa bangga karena telah menjadi bagian keluarga ini dan Albin sangat bersyukur akan hal itu.

Tanpa fikir panjang atau menunda lagi Alvin berlari ke arah garasi dan mengeluarkan mobil kesayangannya untuk menuju ke rumah pujaan hati. Lalu lintas yang lancar dan juga kendaraan yang tak pernah macet sepanjang jalan membuatnya yakin bahwa semua dipermudah. Sampai di rumahnya Hani lebih cepat dari waktu yang biasa, ia memarkirkan mobilnya di pelataran tapi ada mobil lain yang tidak pernah dilihatnya juga terparkir di sana.

"Mungkin itu mobil keluarganya Hani." Pikirnya dalam hati saat melihat mobil berwarna putih itu, ia tak pernah melihat Hani menggunakan mobil dan tak pernah juga melihat keluarganya Hani, jadi Alvin tak ambil pusing perihal kendaraan roda empat tersebut.

"Permisi." Alvin berdiri diambang pintu, ia tak tau sebelumnya jika ada beberapa orang yang bertamu di sana dan sepertinya ada acara penting. Melihat tidak hanya kedua orangtuanya Hani yang ada di sana tapi juga Hani dengan pakaiannya yang terlihat rapi dan riasan tipis namun nampak cantik di wajah.

"Ma-mas Alvin ?." Hani beranjak dari duduknya dan langsung menghampiri Alvin, mengajak lelaki itu untuk sedikit menjauh agar tak menganggu tapi yang datang. Dan sebelum benar-benar pergi Hani mendapat tatapan peringatan dari Abi-nya.

"Mas Alvin ada apa kesini ?." Hani memainkan jemarinya saat rasa gugup dan gemetar mendominasi dan tak mampu untuk ia tutupi, kedatangan Alvin saat ini benar-benar tidak tepat.

"Kayaknya aku datang di waktu nggak tepat ya, aku terlalu senang karena orangtuaku akhirnya merestui kita jadi kita bisa segera menikah." Alvin mengatakan hal itu dengan wajah bahagia, kabar baik yang ia katakan nyatanya kontras dengan respon yang Hani berikan. Lebih tepatnya gadis itu terkejut dan juga takut.

"Ada apa ? Kok kayaknya kamu nggak kelihatan nggak senang."

"Se-sebenarnya Abi menjodohkan ku dengan anak temannya dan hari ini ada acara lamaran." Pandangan mata Hani beralih ke sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya sebelah kiri, tanda bahwa ia telah diikat adan akan segera dipersunting oleh lelaki lagi. Albin melihatnya dan seketika rasa kecewa datang.

Alvin menggelengkan kepalanya saat ia dipaksa untuk menerima kenyataan yang begitu pahit. Padahal ia sebelumnya percaya bahwa akan ada kesempatan untuk dirinya dan Hani bersama, tapi kenyataan bahwa Hani kini menjadi calon istri lelaki lain tentu membuat hatinya sakit.

"Aku nggak nyangka kamu akan menyerah secepat ini, padahal sebelumnya aku mau bilang kalau akan berkorban jika orangtuamu merestui kita, tapi sepertinya aku melakukan hal apapun sekarang nggak akan ada gunanya."

Alvin kira sebelumnya takdir berpihak kepadanya saat mama dan papa merestui, dan kini takdir malah mempermainkan lagi.

Alvin pergi dengan kecewa meninggalkan Hani disana yang masih menatap kepergiannya dengan nanar tapi tak ada niatan untuk mengejar. Alvin tau jika mereka berbeda dan ia menyesal mengapa harus bertemu dengan Hani yang akan hanya merasakan sakit pada akhirnya. Jika tau akan begini maka ia memilih untuk tak pernah bertemu sama sekali saja sekalian.

"Maafkan aku mas Alvin tapi inilah baktiku kepada orangtuaku." Air mata yang menetes membahasi pipinya ia usap, dan menetralkan diri untuk kembali ke ruang tamu dan menemui calon suami sekaligus calon mertuanya.

#FLASHBACK

Tepat di hari dimana Hani mengenalkan Alvin sebagai teman lelaki yang dekat dengannya, sepeninggal Alvin saat itu kemarahan kedua orangtuanya Hani tak dapat terbendung. Nasib sebagai seorang wanita dan juga anak tunggal menjadi pemikiran kedua orangtuanya, mereka yang akan menanggung apa yang telah Hani lakukan kepada Tuhan karena lalai menjaga putri semata wayang yang telah menjadi titipan ilahi.

Hani hanya bisa pasrah, ia mendengar semua keluhan juga kemarahan yang di tunjukkan kepadanya, hanya butiran bening yang menemaninya, jatuh menetes membasahi pipi mendengar semua rasa kecewa dari Abi dan juga Umi yang ia sayangi selama ini.

"Bagaimana bisa kamu berfikir untuk menikah dengan lelaki yang bahkan tidak seiman denganmu ? Harusnya jika kau dari dulu kau harus menjauhinya."

"Tapi Abi aku sayang sama mas Alvin."

"Rasa sayang hanyalah perasaan sementara, kau harus ingat kepada penciptamu yang bisa kapan saja memanggilmu dan apa kau tidak kasihan kepada Abi? Apa yang harus Abi katakan di akhirat nanti dan bagaimana Abi mempertanggung jawabkan perbuatan mu ?."

Umi duduk di sebelah Hani dan mengusap punggung putrinya yang masih menangis, menyetujui apa yang diucapkan suaminya adalah hal yang paling rasional karena bagaimanapun cinta dengan perbedaan agama sangatlah tidak mungkin.

"Apa yang Abi katakan itu benar Hani, lebih baik kau dan nak Alvin tidak perlu saling bertemu lagi."

"Apa kau tega menyuruhnya memilih antara dirimu dan juga Tuhannya ? Lalu bagaimana dengan keluarganya ? Teman Abi mempunyai anak lelaki yang baru lulus S2 dan lebih baik kau menikah dengannya dari pada menikah dengan lelaki yang berbeda keyakinan dengan kita, atau jika kau memang sudah tidak mau menjadi anakku lagi."

"Tapi Abi_."

"Patuhilah Abi-mu Hani karena kami hanya ingin yang terbaik untukmu."

Hani hanya bisa menunduk, mulai saat itu juga komunikasi antara dirinya dengan Alvin telah renggang dan usai karena Hani sadar kini tiada lagi kesempatan untuk bersama karena penghalang diantara keduanya tidak akan mungkin bisa diruntuhkan. Jika memaksa yang ada hanya akan menyakiti orangtua kedua belah pihak.

#FLASHBACK OFF

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Aku para reader-ku tercinta semangati aku dengan tinggalkan jejak, aku mulai patah semangat. 🤕

1
Heni Yusandika
katanya orang kaya,,, kok HPnya nyicil....????
Mary Bella
ha..gitu ABI.kalau bicara begitu baru benar
Mary Bella
apa yg slh sm beda agama?aku Tu pelik la...yg menjalin hubungan itu cuma alvin.kan tdk apa2 biar lain2 gitu.seperti Di Malaysia,1malaysia gitu.kdg2 Ada anak yg msuk Islam tapi msh jd keluarga.seperti aku thor.aku Ada kawan...kakak dia masuk Islam..kdg2 sambut krismas ikut juga,nah nanti kalau kkk nya sambut Raya,sm2 sambut jg.tdk apa2 kan
Vina Vina: Ngapain juga novel beginian bahas2 agama. Entah apa maksud dan tujuannya.
total 1 replies
Mary Bella
Kan boleh nikah cuma Alvin itu belajar agama Islam dulu.mmg Ada ya halangan Islam tdk boleh nikah dgn yg bkn Islam..Kan bebas beragama
Nai Christian Kolb
cepat sembuh
Agna
semoga selali sehat Thor, terimakasih kisahx ug nenghibur
Lee
sehat terus ya Thor
faridah ida
semanggaatt ya thorr ...💪💪💪 dan semoga selalu di beri kesehatan ...🤲
Rini
tetap semangat dan lekas sembuh thor ditunggu cerita selanjutnya sudah baca semua cerita papa rey dan cerita ketiga anaknya.😊🙏
Dee-dee
semoga sehat terus, Thor..
Terima kasih untuk novel² Thor yang sudah menghibur kami para reader..
Mom Dee 🥰
aku sdh baca semua kisahmu thor, apalagi kisah daddy rey dan semua anak²nya 🥰
rahma wati
semangat terus thor...karya-karyamu sangat bagus..sehat terus thor
puji rahayu
iya...masama thor...
mohon maaf lhr n btn jg...👍
Siti Mudawaroh
lho
paparey
jan
kristen
ya
kok
lwbaran
YaYa🌺: Saling toleransi ya kak
total 1 replies
Mom Dee 🥰
aku klo kangen papa rey pasti baca kembali kisah mereka 🤗
Dee-dee
minal aidin wal faidzin, Kk Thor & keluarga, juga buat semua readers..
faridah ida
mohon maaf lahir dan bathin juga thorr ..🙏🙏
faridah ida
mungkin kali ini Nadia bisa masak Vin ...😂😂😂
eun 👧
selamat hari raya idul fitri 😇😇😇😇😇😇
Tutut D
Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal aidzin wal Faidzin, selamat hari raya idul Fitri 1443 H/2022.Mohon maaf lahir batin juga untuk othor n readers🙏🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!