Tidak pernah gadis itu bayangkan akan mempunyai kekasih yang kejam dan juga mengklaimnya tiba-tiba menjadi miliknya.
Dia Danial Arsalan Putra Syahreza, cowok tampan dan cool, ketua OSIS dan juga penguasa. Apapun itu untuk gadisnya menjadi miliknya.
"Kamu hanya milikku sayang!" tegas Danial tanpa ada bantahan dari gadisnya.
"Hikz... aku mau pulang."
"Jangan mencoba berlari sayang. Sejauh apapun kamu berlari. Aku akan tetap menemukan mu."
Anja tidak peduli. Dia ingin pulang dan menghindari Danial mulai sekarang. Maupun selamanya.
Danial menyeringai, "Maaf sayang!"
Danial langsung membekap mulut Anja menggunakan sapu tangan yang sudah ia taruhkan obat bius sebelum nya.
"Hfmmt.... hikz.."
"Tidur yang nyenyak sayang ku!" ucap Danial tersenyum mengecup bibir mungil itu lama. Setelah itu membaringkan tubuh gadisnya di atas kasur.
"Kamu hanya milikku Anja Adelia. Sekarang maupun Selamanya sayang."
# SELAMAT DATANG DI NOVEL FIKSI REMAJA, YANG BUCIN DENGAN PERCINTAAN, YANG SUKA DENGAN TEKA-TEKI DI DALAMNYA.
# SELAMAT DATANG DAN BERGABUNG DI CERITA INI🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Belanja Ke Mall tanpa Danial
PERHATIAN!!! JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YANG BANYAK OKE!!!
"Tumben lo dikasih izin sama cowok lo," ucap Lala menatap Anja yang sedang mondar-mandir melihat suasana mall yang sangat ramai.
"Aku izin sama Nial tadi."
Lala mengangguk tanda paham. Iya juga sudah meminta izin ke rapa dan diizinin. Beda Rapa dan Danial, Rapa tidak sefosessive Danial. Walaupun sama-sama berkuasa.
"Lala!! kita beli es krim yuk?" ajak Anja dengan sangat antusias melihat pedagang es krim yang tidak jauh darinya. Mereka segera beranjak dari sana dan membeli sebanyak mungkin, mumpung dua pujaan hati mereka tidak bersama mereka.
"Uhh puas banget gue," ujar Lala memandang Anja yang sedang menikmati dua es krim nya.
"Kita mau beli apa lagi ya?" tanya Anja melihat berbagai macam toko busana di sana.
Lala melihat ke arah salah satu toko pakaian remaja dan matanya berbinar ketika melihat dua baju kembar serasi dengan tubuh mungil mereka.
"Nja kita ke sana yuk!!" ajak Lala menarik Anja masuk ke toko tersebut.
Anja mengikuti Lala dengan pasrah dan mulai melihat baju yang Lala maksud, "Wah lucu banget, kita beli ya??"
"Lucu banget huaaa..."
"Pokoknya kita harus beli."
Mereka langsung menggapai baju tersebut namun seseorang mendahului mereka dan mereka berhasil merebutnya, "Ini punya kita," ucap Celina dengan salah satu temannya.
"Woy kita duluan tadi," protes Lala tidak terima, sedangkan Anja hanya mengigit bibir bawahnya melihat kemarahan sahabat nya itu.
"Kita udah mesen baju ini dari kemarin."
"Mana ada. Kalau lo udah pesen ngak mungkin di pajang bodoh."
"Lala!!" tegur Anja mendengar kata kasar sahabat nya itu. Mereka menjadi pusat perhatian sekarang.
"Ini ngak bisa di biarin Nja, keterlaluan banget jadi orang."
"Woy orang miskin ngak usah sok-sokan pergi ke mall deh, lo emang mampu beli baju ini, harganya mahal loh."
Lala benar-benar geram ingin sekali dia merobek mulut pedas cabe-cabean seperti Celina.
"Kita nyari yang lain yuk La! mungkin mereka benar."
"Ya udah yuk, kita nyari yang jauh lebih mahal dari pada itu."
Celina menggepalkan tangannya, kenapa dari dulu gadis bernama Anja itu tidak pernah melawannya, padahal niatnya ingin mempermalukan gadis itu. Rencananya gagal total.
"Kita nyari pasti ada yang lebih lucu deh, percaya sama aku."
Lala tersenyum dan bersyukur sekali mengenal Anja, gadis yang ceria dan tidak suka berantem seperti dirinya, yang ingin menjambak rambut nenek sihir yang bernama Celina itu. Kenapa manusia itu selalu ada di sekitar Anja? apa mereka merencanakan sesuatu??
"Anja! lo ngak merasa aneh dengan Celina?"
"Celina kenapa emangnya?"
"Gue curiga di ngincer lo."
Anja tersenyum, "Dari dulu memang Celina sering bicara seperti itu ke Anja, jadi hal itu sudah biasa."
"Kenapa dia benci banget sama lo?"
"Ngak tahu, mungkin Anja ada salah. Hem tapi Anja perasaan ngak pernah berbuat apapun, yang membuat mereka marah."
Mereka berkeliling ke sana kemari mencari sesuatu yang menarik, namun semuanya tidak dapat menarik perhatian mereka berdua. Jadi mereka hanya memutuskan membeli sebuah gelang persahabatan tiga buah, untuk Anja, lala dan Selsa. Selsa tidak dapat ikut karena sedang sibuk dengan kegiatan nya. Dan Lala maupun Anja tidak mengetahui kegiatan yang Selsa maksud.
"Gelangnya lucu dan warna pink."
"Photo dulu dong."
Mereka berselfi dengan berbagai macam gaya membuat orang-orang sekitar menatap mereka sinis karena kampungan.
Pasti orang miskin.
Kampungan banget.
"Apa lo semua lihat-lihat ngefans sama kita?" cetus Lala geram. Yang benar saja mereka dianggap kampungan. Bukannya mereka yang kampungan mengurusi kebahagiaan orang.
****
"Lestorannya mewah ya?"
"Iyalah, menunya juga mahal."
"Ayok kita pesan."
Mereka semua memesan makanan yang terlihat sangat menggiurkan di mata mereka.
"Mohon maaf adik-adik!!" ucap salah satu pelayan yang hendak mengantarkan makanan ke meja sebelah.
"Ada apa ya kak?" tanya Anja sopan.
"Di sini lestoran mewah, harga menunya juga mahal, apa adek-adek mampu membayarnya? kalau tidak mampu silahkan pindah ke lestoran sebelah yang harganya lebih terjangkau."
Lala mengedarkan pandangannya ke arah meja pengunjung, semuanya pengusaha, dan hanya mereka yang paling muda dan masih SMA. Tapi mereka mampu untuk membayarnya. Apalagi Anja memegang kartu pemberian pacaran nya yang kaya itu.
"Mampu kok mbak, ngak usah menduga seperti itu."
"Kami hanya memperingati agar tidak ada kerugian."
"Ngak usah merendahkan kita juga, walaupun memperingati!!"
"Saya pesan makanannya yang banyak."
"Baiklah."
Mereka secepatnya menghidangkan makanan di sana dengan telaten dan sangat rapi.
"Selamat menikmati!!"
Lala dan Anja tersenyum lalu menghabiskan makanannya dengan sangat lahap.
Beberapa menit kemudian makanan mereka habis. Mereka ingin segera membayarnya namun.
"Gawat La!! kartunya ketinggalan di kasir tempat kita beli gelang. Anja lupa masukin tas tadi."
"Gimana ya? kita ambil ajha dulu, izin ke kakaknya. Gue ada uang tapi sepertinya ngak cukup deh."
"Kak! kak!!"
"Iya. Silahkan kalau mau bayar."
"Kita izin keluar bentar ya."
"Satpam!! tangkap mereka!!"
****
Anja mengigit bibir bawahnya ketakutan, bayangkan mereka berdua menjadi tahanan sekarang di depan manager lestoran tersebut.
"Kenapa kalian ingin kabur?"
"Kami tidak berniat kabur. Kami hanya ingin mengambil uang kami yang ketinggalan."
Manager tersebut memutar bola matanya dengan malas, "Kalian jangan banyak alasan, sekarang telpon orang tua kalian."
"Anja!! lo telpon Danial biar mereka tahu rasa."
"Aku takut, nanti Nial marah."
Baru dua jam dirinya tidak bersama Danial, sekarang membuat masalah.
"CEPAT!!" bentak manager tersebut dengan marah. Dasar bocah.
Tut. "Ponsel orang tua Anja ngak aktif dua-duanya."
"Kalian jangan banyak alasan, sekarang kalian layani saya! sebut saja mau kalian apa? rumah? apartemen? atau uang?"
Mereka berdoa ketakutan luar biasa, "Bapak jangan kurang ajar ya?"
Manager tersebut menarik salah satu tangan Anja, "Cantik dan imut, berapa tarif kamu satu malam?"
"Lepaskan tangan sahabat saya! atau saya lapor polisi."
"Lepasin Anja!! lepas. Mama!! papa!! Nial!! kak Mita!! tolong Anja."
"Jangan nangis!!"
"Satpam!! bawa gadis ini keluar dari ruangan saya!"
Lala di tarik keluar oleh satpam atas perintah managernya, sedangkan Anja menangis ketakutan karena pintu telah di kunci.
"Jangan nangis cantik!! nanti imutnya hilang, putih mulus dan..."
Brak...
Mereka berdua terlonjak kaget, namun manager tersebut masih memegang tangan Anja dengan cukup kasar, sehingga menyebabkan memar di pergelangan tangan gadis itu.
"BERANI SEKALI ANDA MENYENTUH PACAR SAYA!!"
"Kamu siapa? menganggu saja!!"
Seorang pria dengan jas kebesaran nya langsung menegur manager tersebut, "Mulai sekarang kamu angkat kaki dari sini!! dan jangan harap hidup kamu akan baik-baik saja setelah ini."
"Salah saya apa pak?? jangan pecat saya!!"
"Kamu telah membuat tuan muda marah besar!!"
Tuan muda siapa?
"Tuan muda!! mohon atas kelancangan pegawai kami."
Anak muda itu menatap sang manager dengan tatapan tajam, "Bereskan!!"
Deg.
BERSAMBUNG....
kalo ada belinya di mana??
soalnyaa ceritanya bagus banget, bikin penasaran..
kok gg lanjut sii thor??
Berarti benar yg di tabrak Anja itu anaknya si Viktor,,