NovelToon NovelToon
Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Waktu menunjukkan tepat pukul satu dini hari saat taksi yang ditumpangi Bara perlahan berhenti.

Dia sengaja tidak mengendarai mobil sportnya agar kedatangannya tidak memancing kecurigaan di jalan raya yang sudah sepi.

Bara turun tepat di seberang jalan dari sebuah gedung pencakar langit yang menjulang tinggi menembus kegelapan malam.

Gedung Mutiara Hitam itu tampak kokoh dan sangat angkuh dengan puluhan lampu sorot yang menyinari seluruh halamannya.

"Pengamanannya memang terlihat sangat ketat untuk ukuran sebuah gedung perkantoran," batin Bara sambil menatap ke arah gerbang utama.

Dia bisa melihat ada enam orang penjaga berbadan tegap yang berpatroli membawa senter besar dan tongkat pemukul.

Kamera pengawas juga terpasang di setiap sudut pagar, bergerak memutar tanpa henti untuk memindai setiap pergerakan sekecil apa pun.

Bara berjalan dengan langkah santai memasuki sebuah gang gelap yang berada tepat di samping gedung tersebut.

Dia langsung menarik tudung Jubah Penyamar Hawa itu untuk menutupi seluruh kepalanya dengan sangat rapat.

Sring!

Seketika itu juga bentuk fisik Bara seolah meleleh dan menyatu dengan sempurna ke dalam bayangan hitam di dalam gang.

Bara mencoba melangkah maju dan sengaja menginjak genangan air kotor di bawah kakinya.

Namun anehnya, sama sekali tidak terdengar suara cipratan air atau sol sepatu yang bergesekan dengan aspal.

"Sistem, apa kamera keamanan dengan sensor pencari panas itu benar-benar tidak akan bisa melihat keberadaanku sekarang?" tanya Bara di dalam hati.

[Menjawab Tuan.]

[Jubah Penyamar Hawa langsung menyerap seluruh suhu panas tubuh Tuan dan mengubahnya menjadi energi peredam visual.]

[Selama Tuan tidak membuka tudung kepala ini di bawah sorotan lampu yang sangat terang, tidak akan ada teknologi primitif yang bisa mendeteksi Anda.]

Mendengar jaminan dari sistem, Bara tersenyum di balik kegelapan dan langsung mengaktifkan Teknik Langkah Bayangan miliknya.

Wush!

Tubuh Bara berkelebat sangat cepat menyeberangi jalan aspal dan langsung melompati tembok beton setinggi tiga meter itu dengan sangat mudah.

Bara mendarat dengan mulus di area taman samping gedung tanpa menimbulkan getaran atau suara sekecil apa pun.

Dua orang penjaga kebetulan sedang berjalan berpatroli tepat ke arahnya dengan jarak kurang dari satu meter.

"Tadi komandan menelepon dan bilang kalau kita harus memperketat penjagaan karena sedang ada ancaman," ucap salah satu penjaga sambil menguap lebar.

"Iya, kudengar Tuan Muda Aris sedang panik karena berurusan dengan orang yang sangat berbahaya di luar sana," sahut penjaga lainnya dengan nada malas.

Mereka berdua terus mengobrol dan berlalu pergi tanpa pernah menyadari bahwa orang berbahaya yang mereka bicarakan sedang berdiri di sebelah mereka.

Bara mendengus pelan dan kembali melesat masuk ke dalam lobi gedung melalui celah pintu samping yang tidak terkunci rapat.

Dia berjalan dengan tenang melewati lobi utama yang dipenuhi banyak kamera pengawas lalu langsung menuju lorong tangga darurat.

Kekuatan manusia supernya membuat Bara bisa menaiki puluhan anak tangga hingga ke lantai tiga puluh tanpa merasa lelah atau kehabisan nafas sama sekali.

Hanya butuh waktu sekitar lima belas menit bagi Bara untuk akhirnya tiba di depan pintu tangga darurat lantai paling atas.

Bara mendorong pintu besi itu perlahan dan mengintip ke arah lorong utama yang seluruhnya dilapisi oleh karpet merah tebal.

Hanya ada satu pintu kayu berukir sangat mewah di ujung lorong sana, yang pasti merupakan ruangan milik Anton Aristha.

Namun langkah Bara harus tertahan karena dia melihat ada empat orang penjaga bersenjata api yang berdiri kaku menjaga pintu tersebut.

Samar-samar dari luar pintu tebal itu, pendengaran tajam Bara bisa menangkap suara perdebatan yang sangat keras.

Bara menggunakan kecepatan penuhnya untuk melesat melewati keempat penjaga itu bagaikan hembusan angin malam yang lewat.

Wush!

"Hei, kau barusan merasakan ada hembusan angin dingin yang lewat tidak?" tanya salah satu penjaga sambil mengusap tengkuknya yang merinding.

"Kau ini jangan mengada-ada, ini lantai tiga puluh dan jendelanya tertutup semua, mana mungkin ada angin kencang," jawab temannya dengan nada kesal.

Bara tidak peduli dengan kebingungan para penjaga itu dan langsung menempelkan telinganya ke permukaan pintu kayu tersebut.

Suara obrolan dari dalam ruangan langsung terdengar jauh lebih jelas dan jernih masuk ke telinga Bara.

"Ayah harus membantuku membereskan si gembel Bara itu malam ini juga!" suara Aris terdengar sangat frustrasi dan penuh keputusasaan.

"Pabrik kita sudah kehabisan bahan baku dan semua petani menolak menjualnya karena pria brengsek itu membelinya dua kali lipat lebih mahal!"

Plak!

Suara tamparan yang sangat keras dan mantap langsung bergema menyusul teriakan keluhan Aris barusan.

"Dasar anak bodoh yang tidak berguna! Kau hanya tahu caranya menghamburkan uang keluarga untuk bermain wanita!"

Suara seorang pria paruh baya yang sangat berat dan penuh amarah terdengar membentak dengan keras.

Pria itu pastilah Anton Aristha, ayah dari Aris sekaligus kepala keluarga yang memegang kendali atas semua bisnis hitam mereka.

"Aku sudah mengerahkan orang untuk memeriksa asal-usul pria bernama Bara itu sore ini," lanjut Anton dengan nada yang masih meledak-ledak.

"Dia memang dulunya cuma pemulung, tapi dia sekarang memegang uang tunai puluhan miliar yang sumbernya tidak bisa dilacak oleh orang dalam bank manapun."

"Orang yang memiliki uang panas sebanyak itu dalam semalam pasti memiliki dukungan langsung dari dunia bawah tanah yang sangat kuat."

Bara yang sedang menguping dari balik pintu hanya bisa menahan tawa mendengarnya.

Koneksi dunia bawah tanah apanya, dia hanya mendapatkan modal uang itu dari hasil membuang bongkahan besi tua ke dalam tungku daur ulang.

"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Ayah? Kita tidak mungkin terus-terusan membiarkan dia menginjak-injak harga diri kita!" rengek Aris dengan nada memelas.

"Tentu saja aku tidak akan tinggal diam, aku sudah selesai menyewa kelompok pembunuh bayaran bayangan elit dari luar kota sore ini," jawab Anton dengan suara licik.

"Mereka adalah pembunuh berdarah dingin kelas atas yang tarifnya sepuluh kali lipat lebih mahal dari preman bodoh yang kau sewa itu."

"Kira-kira dua hari lagi mereka akan tiba di kota ini, dan aku pastikan kepala pemuda sombong itu akan putus di tangan mereka."

Aris langsung terdengar tertawa puas dan kembali mendapatkan sisa-sisa kesombongannya mendengar rencana ayahnya tersebut.

"Pilihan yang sangat bagus Ayah, pastikan mereka mencungkil matanya dulu sebelum membunuhnya, aku ingin melihat dia menangis memohon."

"Sudahlah, kau pulang saja ke rumah sekarang dan tenangkan pikiranmu yang berantakan itu," usir Anton dengan nada yang terdengar sangat lelah.

"Aku masih harus mengurus buku laporan keuangan pajak ganda kita malam ini sebelum pemeriksa dari ibu kota datang besok lusa."

Mendengar bahwa kedua orang itu akan segera menyelesaikan obrolannya, Bara dengan cepat melangkah mundur menyudutkan dirinya di bagian lorong yang gelap.

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Was pray
pengusaha yg punya produk yg sama jadikan kompetitor bersaing secara sehat dengan kualitas, menang tanpa menjatuhkan lawan, untung tanpa menimbulkan musuh
Was pray
sembuhkan Gideon dan dijadikan anak buah yg setia aja bara dia bisa dijadikan mata mata didunia bawah tanah
kiyoe: heheh tunggu update selanjutnya yaa kak 🤣
total 1 replies
Was pray
emang bisa langsung beroperasi tuh pabrik? kan butuh penyesuaian peralatan dan tenaga ahli? kayak sulap dong ... bim salabim langsung muncul... tuh krim kosmetiknya 🤭🤭🤣
Was pray
betul.... tembak kepala bara dia pasti mati Krn perlindungan kaos oblong yg dipakai hanya melindungi tubuhnya doang
Was pray
ntar Nadhira posisi berubah dari teman jadii pacar, terus dari rekamn bisnis menjadi rekan ranjang nih..... terus Nadhira jad adik iparnya Adit Pratama.... 🤣🤣
Was pray
beli rumah dulu bara, ntar jadi lelucon naik mobil sultan tapi rumah kontrakan... masih mending mobil sewaan tapi rumah idaman
Was pray: biar bisa pamer dan nunjukin ke orang2 Nuh gue kaya.... tapi rumah masih nyewa.... mobil kredit... 🤣🤣
total 5 replies
Was pray
utang nyawa Nadhira pada bara dibayar dengan secangkir kopi, amat sepadan buat bara.... 🤣
Was pray
untung yg kram bukan gigi nya.... 🤣🤣
Was pray
mau main sepakbola dong .. sis....
Was pray
daging panggang mewah. daging pasti daging hewan langka nih ... bisa daging rusa bertanduk gading atau sapi berbulu emas... 🤭🤭
Was pray
yg tadi nya rata seperti kayu sekarang kotak kotak kayak papan catur .... 🤭🤣
Was pray: kwk. ... kwk... kwk.. gak biliard aja... kan lebih menantang.... 🤣🤣
total 4 replies
Was pray
kalau sama dadanya mbak -mbak tebal nih dadanya bara? 🤭🤭
kiyoe: heheh
total 1 replies
Was pray
waduh bahaya nih.... ntar bisa terbang tertiup angin.... dan tersangkut di ranting pohon.... gak bisa turun... kan seringan kapas... 🤭🤭🤭🤣
Was pray
bara ini saudaranya Adit ya Thor? karena sama2 memakai nama pratama
kiyoe: Bara gelap gulita 🤣
total 3 replies
Was pray
moga aja alur cerita per bab nyambung dan sistem gak berubah fungsi kayak sistem peternak dan berkebun berubah arah jadi sistem kultivator
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!