NovelToon NovelToon
Menjadi Sepupu Tirimu

Menjadi Sepupu Tirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:646
Nilai: 5
Nama Author: arina_ar

Setelah dikhianati, Vivian bersumpah. "Aku akan buat dia menyesal...!"
Kesempatan itu datang ketika ibunya menikah kembali. Dan tanpa diduga, ayah sambungnya adalah paman dari kekasihnya.
Sempurna...
Vivian memanfaatkan kakak tirinya. Pura-pura dekat, pura-pura mesra, hanya untuk membalaskan rasa sakit hatinya.
Rencana berjalan lancar.
Sampai suatu malam Vivian sadar...
Ia terjebak dalam permainannya sendiri, benih cinta mulai tumbuh diantara batas yang tak seharusnya. Cinta terlarang yang sulit dilepaskan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arina_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ambisi tersembunyi

Kedamaian memeluk dua manusia yang saling terpejam. Begitu hangat, begitu nyaman, sampai enggan terpisahkan.

Raynor membuka matanya, menatap wajah cantik di dekatnya. Tak tahan lagi, gemuruh di dadanya tak terpadamkan. Berdebar kencang, seakan hendak meluruhkan segala pertahanan yang selama ini ia bangun.

Ia nekad, tak peduli status, tak peduli apapun. Wajahnya semakin dekat, napasnya semakin memburu, getaran di hatinya semakin tak beraturan.

Satu kecupan lembut mendarat di kening gadis itu, turun perlahan ke alis, ke puncak hidung, lalu pada kedua pipinya yang terasa hangat dan halus.

Ia berhenti sejenak, menatap wajah itu selama tiga detik, sebelum akhirnya menyatukan kedua bilah bibir mereka. Hanya diam, tanpa pergerakan.

Ia menahannya cukup lama, terasa lembab, kenyal, dan lembut. Persis seperti yang masih ia ingat jelas dari momen pagi itu, saat mereka tak sengaja berciuman ketika dirinya setengah mabuk.

Rasa itu belum pudar. Justru semakin membekas, membuatnya ketagihan, ingin lebih, ingin mengulangi.

"Vi, aku merindukanmu..." bisiknya parau.

Matanya terpejam, ia mengulanginya lagi, melumat pelan, begitu lembut namun penuh hasrat. Terasa manis dan memabukkan. Tangannya bergerak menyibak rambut gadis itu ke samping, menampakkan leher jenjangnya yang mulus.

Perlahan ia melepas ciuman itu, menatapnya lekat dari atas hingga bawah. Jemarinya mengusap pelan bahu yang terbuka, malam ini, adik tirinya sungguh memesona.

Tubuh indah yang hanya terbalut kain tipis dan minim, menampakkan kulitnya yang halus dan lembut. Pemandangan itu semakin membuat darahnya memanas. Segala yang selama ini ia tahan, akhirnya tumpah tanpa sisa.

Ia kembali mencium bibir manis itu, kali ini lebih dalam, lebih kuat, penuh kerinduan yang terpendam. Vivian melenguh samar di sela napasnya, bibirnya sedikit terbuka, kesempatan itu disambut Raynor, memperdalam ciuman mereka, lebih jauh, lebih menuntut.

Tangannya tak tinggal diam, menjelajah ke area-area yang ia inginkan.

Ciumannya perlahan turun ke bawah, pada leher jenjang yang begitu menggoda. Mengecupnya, menghisapnya lembut, hingga meninggalkan jejak indah. Beberapa tanda merah samar kini terukir di sana.

Raynor mundur sedikit, memandang hasilnya karyanya dengan tatapan puas, terlihat indah, miliknya.

Tubuhnya semakin memanas, keinginan untuk lebih jauh mendesak kuat. Namun di ambang itu, naluri dan kesadaran menahannya. Ia tak boleh melanggar terlalu jauh.

Sekali lagi, ia kembali mendaratkan mengecup manis, lembut, perpisahan yang singkat. Lalu menarik selimut menutupi tubuh Vivian.

Langkahnya menjauh, menuju pintu. Ia kembali ke kamarnya sendiri, menutup pintu rapat-rapat, dan berakhir di dalam kamar mandi. Sendirian, menuntaskan hasrat yang selama ini ia tahan, pada gadis yang belum menjadi miliknya.

****************

Vivian terlelap dalam dekapan, diselimuti kehangatan, begitu nyaman dan aman.

Jauh berbeda dengan Renika, yang masih bertahan di tengah rasa gelisah. ia berdiri dengan wajah murka, tepat di depan Satria yang mengepalkan kedua tangannya.

"Maumu apa, Renika?" tanya Satria. Suaranya terdengar datar, namun di balik keheningan itu tersimpan ketegasan yang tak bisa ditawar.

Satria mendongak, dadanya naik turun menahan emosi yang menderu. "Aku sudah melakukannya... aku sudah mengikuti semua yang kamu minta." Matanya memanas, berusaha menahan air mata yang ingin tumpah.

Penyesalan mendadak menyergap, ia mengutuk kebodohannya sendiri, yang telah terjerumus dan mengikuti kegilaan wanita di depannya.

telah terlibat sejauh ini hanya demi harapan yang ternyata tak pernah ada.

"Dari awal aku sudah bilang, Satria!" suaranya melengking nyaring, menggema di dinding ruangan yang tertutup tembok besar.

"Aku mau kamu... aku mau kamu seutuhnya! Tidak ada gadis kampungan itu, tidak ada Vivian, tidak ada wanita manapun yang berdiri di sisimu selain aku!"pekiknya kuat, hampir berteriak, sampai urat nadinya menonjol keluar. Air mata mulai mendera, tubuhnya luruh ke lantai dengan lemahnya.

Satria menghela napas panjang, berat dan lelah. "Renika... hentikan ambisimu. Dari awal aku sudah jujur kepadamu. Aku mencintai Vivian, dan itu tak akan berubah. Selamanya aku tak akan pernah meninggalkannya, demi siapapun, demi apapun."

Kata-katanya tegas, membelah keheningan, bercampur rasa bersalah yang selama ini mengotori hatinya, menyadari betapa banyak hal yang telah ia sembunyikan dari Vivian.

Wajahnya melengos, tubuhnya berbalik arah. Tanpa menatap Renika yang kini luruh di bawah, tak berdaya. Ia melangkah pergi meninggalkannya dalam sunyi.

"Satria... aku sudah kehilangan pekerjaan ku, aku tak ingin kehilanganmu juga satria..." suaranya serak, terisak.

Satria berhenti sejenak. Bahunya sedikit menegang, rasa bersalah menyergap tajam, mengikat kakinya di tempat. Namun ia tak berpaling, tak menoleh sedetikpun.

Napasnya terhembus berat, dengan gigi bergemelatuk samar. Ia kembali melangkah menjauh, meninggalkan suara tangis yang perlahan memudar di belakangnya, membawa rasa bersalah bersamanya, ke mana pun ia pergi.

1
Allea
masih bodoh di bab ini
Allea
katanya jijik dipeluk diem bae munalah 🤭🤣😅
falea sezi
goblok jujur bodoh lu pergokin dia kmren😒 ehh maaf mc oon jd males Thor mau kasih hadiah sayang bgt vote buat novel kayak gini🤣🤣
falea sezi
cuma gt doank harusnya di sp karyawan mu pakk🤣 ceo bodoh
falea sezi
🤣🤣 satria bodoh
falea sezi
klo q jd vivian mending kos cari krja ngapain numpang di rmh ibumu saudara tiri uda ada pcr g bs di gebet🤣
falea sezi
🤣🤣lemah kok mau bales dendam bodoh
arina_ar
sabar kak, huhu.... author juga ikutan geregetan nih
kelinci kecil
greget banget sama stela, pengen ikutan Jambak rambutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!