NovelToon NovelToon
THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Contest / Tamat
Popularitas:843.4k
Nilai: 5
Nama Author: Khansa

Karin cewek tomboy dengan penampilan yang sempurna apalagi dia mempunyai kakak dengan wajah yang sama. Hal itu membuat semua orang percaya Karin cowok tulen. Ditambah lagi Karin pemilik the savana hotel dan the blue coffe.

Erick seorang sekretaris sebuah perusahaan X, pertemuan terhadap Karin dan kebersamaan dirinya membuatnya bingung dengan perasaannya dia begitu mencintai Karin tapi juga tidak mau dibilang homo.

Kiran sang kakak tiba! tapi dia malah diseret Erick menemui keluarganya. kenakalan sang adik yang memasukan kecoa kedalam baju Kiran menggemparkan seluruh keluarga.
Akankah hubungan Erick dan Karin lancar dengan penampilan Karin yang begitu sempurna!!? Selain itu ada sebuah rahasia besar yang disimpan Karin dan sang kakak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

POSITIF

"baik tuan saya undur diri dulu" pak Anton menunduk lalu berjalan keluar.

"Johan akan mengantikan posisimu Nana kamu urus hotelnya mulai hari ini, besok aku akan kejepang sepertinya ada tikus pengganggu yang mengusik makananku" printah Karin.

"siap litle, nanti sore ada rapat dengan investor" jawab Nana menjelaskan.

"ok, setelah ini kita berangkat kau sudah menyiapkan pakaianku kan" tetap berkutat dengan cybernya.

"sudah semua litle"

"bagus"

Pak Aldo dan lainnya mulai menepati rumah belakang dan memilih kamar mereka masing-masing, mereka semua terpengarah melihat rumah belakang bertingkat dua dengan lima belas kamar, satu ruang keluarga lengkap dengan tv, dan dapur sendiri nan mewah bagi mereka semua,

"wah hebat pak ini sudah mewah sekali" jawab salah seorang cewek dengan berbinar.

"sssst biasa saja yang penting kita kerja dengan baik" balas bi Ratna menempelkan jari telunjuknya kebibir.

"ada bayarannya yang setimpal" suara Johan langsung membuat diam semuanya, Johan memilih kamar dibawah daripada diatas yang gak ribet dan langsung keluar jika dipanggil Karin.

"a, aden" kata bi Ratna

"baby tidak memperkerjakan seseorang dengan cuma-cuma dia akan meminta sesuatu dari kalian" semuanya mendengarkan dengan kidmad.

"ma, maksud mas Jo gimana?" tanya salah satu dari mereka.

Johan menghela nafas panjang lalu melanjutkan ucapannya.

"seluruh karyawan baby baik wanita maupun pria semuanya harus bisa genjet senjata, dengan kata lain yawa kalian berada ditangan kalian sendiri, dengan begitu tidak ada beban yang perlu dipikul dari kedua belah pihak mengerti kan kalian"

Setelah bicara panjang lebar Johan keluar menemui Karin sementara pak Aldo dan yang lainnya saling melempar pandangan.

"ma, masa kita harus perang sih pak" kata si A

"tapi ada benernya juga, kita minta diajari sama mas Jo saja yuk latihannya"

sahut si B

"boleh juga dengan begini kita semua bisa seperti anak buah pak Anton itu apalagi mas Jo hehehe" balas yang lainnya, dan mereka pun ngobrol sampai terbahak-bahak.

Karin menuruni anak tangga berjalan cepat hendak menuju kearah hotel lagi tapi dia langsung berubah masam ketika melihat Erick sudah berdiri dengan muka kesalnya.

"chibi ikut aku bentar" katanya dengan kesal.

"kenapa kau? Hari ini aku sibuk!" jawab Karin tak kalah kesal.

"please deh kali ini saja, demi gajihku nih" kata Erick memelas.

"hah!! apa hubungannya denganku"

"sudah pokoknya ikut dulu nanti kujelaskan dimobil" Erick langsung menarik tangan Karin membawanya masuk kedalam mobil.

"heeeei ini pemaksaan, sudah kubilang ada rapat dengan investor" teriak Karin.

"tadi nona Vivi datang langsung mengebrak meja dia bilang menyuruhku membawamu kerumah kalo gak gajiku bakal hangus hiks" Erick bicara sambil mengeluarkan air mata deras kearah Karin.

"beh hahahahahahaha, hahahahaha kasian banget kamu Erchan" tawa Karin menggelegar hingga sakit perut.

"jangan menghina deh kalian enak para bos tinggal yuruh gak tahu susahnya orang huh"

"habisnya lucu sekali masa gara-gara itu saja sampai gajimu jadi taruhan hahaha"

"aih bikin pusing saja yang satu minta ini yang satu minta itu memang belakangan ini nona Vivi moodnya naik turun apa semua wanita memang seperti itu ya"

"bagaimana kalo kamu tanya seperti ini saat dia marah nanti"

"tanya apa?" tanya Erick penasaran. Karin menepuk bahu Erick hingga membuatnya melihat kearah dirinya.

"NONA VIVI APA KAMU SEDANG DATANG BULAN!!" Erick langsung mencep mendengar ucapan Karin.

"gila kamu mana ada pertanyaan seperti itu kamu saja yang tanya sana"

"aku jamin Erchan pipimu langsung ada tanda merah lima jari hahahaha"

"gak lucu diam kau" Erick membawa mobilnya dengan ngebut memecah keramaian kota.

"hei hei Erchan antarkan aku kehotel dulu sudah mau telat nih" teriak Karin tapi Erick hanya diam saja.

"hoi setelah ini kita kerumah cecan main game ok, oooi jelek landak jabrik aku akan menciummu kalo kau gak nurut"

Karin mendekatkan wajahnya hendak mencium Erick beneran.

"gyaaa kau pikir aku apaan ok ok nih kehotel dulu puaskan"

"sial dia bener-bener mau menciumku ukh" batin Erick.

Sebuah kota diParis disalah satu rumah yang begitu mewah dan megah dengan bodyguard dimana-mana seorang wanita tua sedang berjalan menghampiri suaminya yang sedang duduk santai, terlihat pula seorang dokter pribadi sedang duduk disamping suaminya membicarakan sesuatu yang serius.

"bagaimana hasilnya?!!" tanya wanita tua itu setelah sampai didekat suaminya.

"nyonya besar" ucap dokter pribadi itu sembari menundukan kepala.

"tenang dulu Loris duduklah dulu dan dengar penjelasannya" kata sisuaminya dengan pelan.

"bagaimana aku tidak sabar aku sudah menunggu hasilnya sejak seminggu yang lalu sampai gak bisa tidur" walaupun ngomel-ngomel wanita tua bernama Loris menuruti apa kata suaminya untuk duduk.

Sang dokter hanya tersenyum melihat semua itu.

"sekarang coba jelaskan bagaimana hasilnya" kata Loris melanjutkan ucapannya.

"silakan anda lihat sendiri nyonya" dokter itu memberikan sebuah amplop putih dengan tulisan laboratorim XX diparis tempatnya berkerja, dengan cekatan Loris langsung mengambil dan membukanya meneliti setiap tulisan yang ada dikertas putih hingga tak ada yang kelewatan.

"matanya langsung terkejut dan air matanya sudah tak bisa dibendung lagi dia menangis disamping suaminya saat melihat tulisan dibawah yang tebal dengan kata "POSITIF!!"

*****

1
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
baru kali ini baca novel masih belum ketemu alur ceritanya, terlalu banyak yg berperan...susah untuk membayangkannya
Vivin Yulistian Pradesti
suka bngt dngn karya ny
Kartika Septawiyati
sejauh ini aku suka karyamu thor, semangat sehat terus, love you💙💙💙
Rohmawati Rimbo
suka karya mu thor keren
Sri Aisyah
kirain kata "hai" buat nyapa oramg eh taunya bahasa jepang 😂😂😂😂😂😂
Sri Aisyah
bener banget thor jangan kan bahasa asing bahasa indonesia punya negara sendiri kadang masih belepotan ngomongnya maklum sehari hari peke bahasa daerah😂😂😂😂😂
Ditha Fitria
koreksi Thor harus 22ekor burung bukan 22 buah burung.

😇😇😇
Khansa: lupa kk😊 terimakasih sudah mengingatkan 🙏
total 1 replies
Adinda Kinanty
d kadalin ma karin
Adinda Kinanty
cb klo aku yg d kasih map itu... pasti lngsung bilang.. Yesssss!!!
Adinda Kinanty
salah tebak aku..kirain. ortunya.. malah granma granpa nya
Adinda Kinanty
gercep Ersya.. main nyosor aj.... bebeb jojo dpt bonus
Adinda Kinanty
bebeb jojo bikin gemez
Adinda Kinanty
ortunya kali ya...
Adinda Kinanty
mlz komen... keasyikan baca soalnya.. kelamaan ngetik
Adinda Kinanty
pamn aldo mungkin
Adinda Kinanty
huhhh bru bsa nafas
Adinda Kinanty
huaahaaaa gx kebayang
Salmah S
Terima kasih thooorr...
Tetap cemangat😁😀
Khansa: terima kasih kk cantik 🥰😊
total 1 replies
Salmah S
Thor jgn sampai Erick meninggal yaa...
Salmah S
Semangat Erick
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!