NovelToon NovelToon
Pangeran KW Salah Server

Pangeran KW Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Fantasi Isekai / Komedi
Popularitas:750
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Kiano (18), remaja narsis asal era 2050, apes total! Tersesat di stasiun kuburan tua, ia malah mencabut golok pusaka dan membebaskan Tengkorak Hideung, jin buronan yang kini menempel padanya.

Niatnya mau pulang ke Jakarta Barat, Kiano malah terdampar di Kerajaan Bunian dan dikira Pangeran Wirasada yang kabur. Alhasil, kaus mewahnya disita, menyisakan kolor kuning Upin-Ipin, dan ia dipaksa ikut Kencan Buta Maraton dengan ratusan putri jin yang wajahnya bikin jantungan! Tanpa sinyal 6G dan dikepung dedemit Sunda kuno, mampukah pangeran KW ini selamat dari kejaran dan penyihir peminum darah, Nini Kalingking?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Rencana Arum Rengganis

Nyi Ratu tersenyum sinis, menatap puas pada kebingungan sang pangeran asli. "Kau tidak tahu rupanya? Saat ini, di Kerajaan Mandala Hyang, posisimu sudah ada yang menggantikan. Dan kau harus tahu, orang itu memiliki wajah yang sama persis denganmu. Namun, kelakuannya benar-benar bak bumi dan langit... dia itu agak gila!"

Sontak Wirasada tertegun mendengarnya. Pikiran dan logikanya berputar keras, namun ia menolak mentah-mentah untuk memercayai ucapan wanita jahat di hadapannya ini.

"Aku tidak percaya pada ucapanmu, Wanita Jahat!" seru Wirasada dengan sisa tenaga yang ia miliki. "Tidak mungkin ada seseorang yang berani merampas takhtaku dan menyerupai wujudku sebagai putra mahkota! Kedua orang tuaku pasti tidak akan tinggal diam, mereka akan mengerahkan seluruh pasukan kerajaan untuk mencariku!"

"Hahaha! Bermimpilah sepuasmu!" Nyi Ratu tertawa melengking, suaranya menggema mengerikan di seluruh sudut gua. "Sepertinya orang tuamu tidak sepeduli itu. Mereka sama sekali tidak tahu kalau pangeran asli, anak kandung mereka yang berbakti ini, sedang disiksa di sini. Yang mereka tahu, anak mereka adalah pemuda sinting yang menggantikan posisimu itu. Nikmatilah masa-masa sekaratmu di gua ini, Wirasada!"

Setelah menumpahkan kalimat penuh racun itu, Nyi Ratu Ratih Kemuning tidak membuang waktu lagi. Tubuh cantiknya mendadak diselimuti asap hitam pekat. Seketika itu juga, ia menghilang dari hadapan sang pangeran asli.

Bsttt!

Suasana gua kembali senyap, menyisakan desau angin malam yang dingin dan bau amis darah yang menyengat. Wirasada kembali tergantung sendirian dalam kegelapan, didera rasa sakit fisik sekaligus hantaman mental yang luar biasa akibat kenyataan pahit yang baru saja didengarnya.

****

"Dari mana saja kau, Adinda? Aku dari tadi mencarimu ke seluruh istana ini, tetapi kau tidak ada di mana pun," ucap Prabu Jayasengara, Raja Negeri Bunian Gunung Kidul itu, kepada istrinya, Nyi Ratu Ratih Kemuning.

Nyi Ratu yang baru saja melangkah masuk ke dalam kamar langsung mengulas senyum manis untuk suaminya. "Kakanda," sapanya lembut.

Ia menutup pintu perlahan, lalu berjalan mendekati ranjang tempat suaminya sedang duduk bersandar.

"Adinda baru saja berjalan-jalan sebentar, Kakanda. Adinda merasa sangat bosan berada di dalam istana seharian. Maafkan Adinda karena tidak meminta izinmu terlebih dahulu," ucapnya manis sembari mengelus manja lengan sang Prabu.

"Begitukah? Mengapa kau tidak bilang padaku? Mungkin aku bisa membawamu keluar untuk berjalan-jalan mengunjungi tempat yang indah," ucap sang Prabu sembari menatap dalam wajah cantik istrinya.

"Iya, Adinda hanya tidak ingin mengganggumu, Kakanda. Kau, kan, sedang sibuk mengurusi masalah kerajaan," sahut Nyi Ratu manis. "Terima kasih banyak, Suamiku. Kau memang suami yang paling pengertian. Namun, sepertinya lain kali saja kita jalan-jalannya. Bukankah beberapa hari lagi kerajaan kita akan kedatangan tamu dari Mandala Hyang? Pasti kita akan sangat sibuk melakukan persiapan."

Nyi Ratu kemudian menyandarkan kepalanya dengan manja di bahu sang Prabu.

"Kau benar, Adinda." Sang Prabu mengelus lembut rambut Nyi Ratu. "Aku sangat beruntung memiliki istri yang cantik dan baik budi sepertimu."

Cup.

Prabu Jayasengara mengecup mesra pucuk kepala istrinya. Namun, sesaat kemudian dahinya mengernyit. Ia menghirup udara lebih dalam, mendeteksi aroma yang agak aneh. Itu bukan bau amis darah, melainkan wangi parfum Nyi Ratu yang terasa sedikit berbeda dari biasanya.

Aroma itu cenderung maskulin, seperti wewangian milik seorang laki-laki.

"Adinda, mengapa aroma tubuhmu sedikit berbeda?" tanya sang Prabu penasaran.

Sontak Nyi Ratu mendongak, menatap suaminya dengan dahi berkerut bingung. "Apa maksudmu, Kakanda?"

Nyi Ratu diam-diam ikut mengendus aroma tubuhnya sendiri. Detik berikutnya, ia langsung mengernyit dan tertegun selama beberapa saat.

Sial, ia mendadak teringat sesuatu!

Sebelum kembali ke gua persembunyian untuk mengeksekusi para korbannya, ia memang sempat menyusup dan menemui Kiano secara langsung. Ia berniat memastikan apakah pemuda itu benar-benar Wirasada asli atau bukan. Sialnya, saat aksi goda-menggoda tadi, ia sempat duduk di pangkuan Kiano hingga tubuh mereka menempel sangat erat.

Nyi Ratu lupa kalau pangeran KW itu memakai parfum milik Wirasada asli secara ugal-ugalan dan berlebihan. Alhasil, wewangian maskulin yang menyengat itu kini malah tertinggal dan menempel kuat di pakaiannya!

Namun, sang Ratu yang terkenal licik dan kejam itu dengan cepat menguasai keadaan. Ia langsung memasang wajah tanpa dosa.

"Ah, bau ini rupanya," ucap Nyi Ratu penuh kebohongan sambil terkekeh manis. "Tadi Adinda sempat mampir ke toko parfum di pasar, Kakanda. Kebetulan Adinda mencoba salah satu parfum laki-laki yang sangat laris di sana. Awalnya Adinda berniat membelikannya untukmu, tetapi karena stoknya sudah telanjur dipesan orang, Adinda batal membelinya. Kalau mau, kita harus memesannya terlebih dahulu."

Prabu Jayasengara tersenyum kecil sembari menggelengkan kepala. "Mengapa kau repot-repot membelikanku parfum, Adinda? Kau tahu sendiri aku tidak menyukai aroma modern seperti ini. Aku lebih menyukai aroma kayu dan alam, seperti gaharu atau kasturi."

Sontak Nyi Ratu sempat gelagapan sesaat. "A-aku... aku hanya ingin Kakanda mencoba aroma yang baru saja."

"Padahal kau tidak usah repot-repot, Adinda. Aku—"

Khawatir suaminya akan terus mencecar dan membuatnya semakin terpojok, Nyi Ratu bergerak cepat memotong ucapan sang Prabu. Dengan tatapan menggoda, jemari lentiknya perlahan membuka satu per satu kancing pakaian Prabu Jayasengara secara sensual.

"Sudahlah, Kakanda. Lebih baik sekarang Kau diam saja," bisik Nyi Ratu mesra di telinga sang suami. "Malam ini, biarkan Adinda yang memanjakanmu."

Beruntung bagi Nyi Ratu, sang Prabu yang sudah terlanjur tergila-gila dan dibutakan oleh cinta itu langsung luluh begitu saja. Semua kecurigaannya menguap, berganti dengan senyuman penuh gairah.

"Kau memang tahu apa yang suamimu butuhkan," balas sang Prabu yang mulai terbuai oleh aksi istrinya.

Suasana di dalam kamar megah itu pun semakin memanas. Namun, kondisi berbeda justru terjadi di sudut lain istana—tepatnya di dalam kamar Arum Rengganis.

Gadis itu adalah putri kandung Prabu Jayasengara, sekaligus anak tiri dari Nyi Ratu Ratih Kemuning. Sejak siang tadi, Arum terkurung di kamarnya sendiri sebagai hukuman akibat hasutan kejam sang ibu tiri. Kesalahan Arum sebenarnya sederhana: ia nekat kabur dari acara perjodohan dengan pangeran dari Mandala Hyang—yang tak lain adalah Wirasada KW alias Kiano.

Arum sangat membenci ibu tirinya yang bermuka dua. Wanita itu selalu bersikap manis dan salihah di depan sang Prabu, tetapi berubah menjadi monster kejam di belakangnya. Arum sering kali diperlakukan semena-mena. Tak jarang, ia juga terlibat adu mulut dan bertengkar hebat dengan dua saudara tirinya, Ginanda dan Ninanda.

"Aku sudah tidak kuat lagi berada di kamar ini. Istana ini rasanya sudah seperti penjara bagiku," ucap Arum lirih sembari menekuk kedua lutut di atas ranjang.

"Andai saja aku hidup bersama Ibu dan saudara kembarku di dunia manusia, pasti aku tidak akan semenderita ini," gumamnya sedih.

Arum kemudian membuka laci meja dan mengeluarkan selembar foto usang. Itu adalah sebuah foto keluarga lama. Di sana, tampak seorang wanita manusia yang cantik dan seorang pria bunian yang tampan tengah menggendong masing-masing satu bayi perempuan. Sepasang suami istri di foto itu adalah ibunya dan sang ayah, Prabu Jayasengara, di masa lalu.

"Ibu... Aku merindukanmu," bisik Arum, menatap lekat wajah sang ibu. "Ayah sudah sangat berubah semenjak menikah dengan wanita kejam itu. Dia tidak pernah peduli dan memperhatikanku lagi, Ibu..."

Sepasang matanya mulai berkaca-kaca menahan luapan emosi. Namun, Arum buru-buru menyeka sudut matanya. Ia menolak untuk menangis.

Gadis itu sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tetap kuat dan tidak akan pernah terlihat lemah di hadapan orang-orang yang membencinya.

Dengan tekad yang sudah bulat, Arum menyimpan kembali foto usang itu ke dalam laci, lalu beranjak turun dari ranjang.

Sebenarnya, saat sempat kabur tempo hari, ia sudah mempersiapkan rencana cadangan. Ia diam-diam membeli setelan baju kampret—pakaian khas rakyat jelata laki-laki—di pasar Negeri Bunian Mandala Hyang.

Tanpa ragu, Arum langsung menanggalkan gaun megah kerajaannya dan berganti dengan pakaian pelayan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, ia bahkan nekat memotong rambut panjang indahnya hingga menjadi sependek rambut laki-laki. Sebagai sentuhan akhir, ia mengikatkan udeng di kepala, lalu menempelkan sebuah kumis palsu—aksesori mainan yang juga ia beli di pasar bunian.

"Sempurna," ucapnya puas sembari menatap bayangan dirinya sendiri di cermin. Kini, tidak ada lagi Putri Arum Rengganis yang anggun, melainkan seorang pemuda jelata yang tampak agak polos.

"Aku harus bergegas membersihkan kekacauan ini,"

1
Protocetus
Wuih cepet amat nulisnya Thor 💪
Soobin Chan: lumayan, udah hampir setahun juga nangkring di lapak sebelah. dari jaman bapaknya kiano SMA sampai punya anak. dan anaknya sekarang pindah kesini😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!