NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Valencia Adelia atau Cia selalu menjadi korban perundungan Amora Luca Alessandro, ratu sekolah sekaligus putri keluarga terkaya di kota. Bertahun-tahun dihina dan disakiti membuat Cia menyimpan dendam yang mendalam.
Sadar tak akan pernah bisa mengalahkan Amora secara langsung, Cia memilih cara yang tak terduga. Ia mendekati Dixon Luca Alessandro, ayah Amora yang kaya dan berkuasa, hingga berhasil menjadi istrinya.
Kini, Cia bukan lagi gadis lemah yang bisa diinjak sesuka hati. Ia telah menjadi ibu tiri Amora. Dari dalam rumah yang sama, Cia mulai menjalankan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

​Suara gemelatuk papan ketik memenuhi kubikel kerja Cia sejak pagi. Jari-jemarinya menari dengan lincah di atas keyboard, menyusun laporan analisis pasar yang menjadi tanggung jawabnya. Sesekali, ia membetulkan letak kacamata antiradiasinya, fokus meneliti angka-angka di layar monitor. Sebagai pegawai yang terkenal tekun selama tiga tahun terakhir, Cia jarang sekali menunda pekerjaan. Ketika beberapa rekan kerja melewati kubikelnya dan menyapa, Cia akan membalas dengan senyuman hangat khasnya atau anggukan sopan.

​"Valencia, nanti siang makan bareng di kantin bawah, yuk? Ada menu baru katanya," ajak Citra, rekan kerja dari divisi sebelah yang mejanya tak jauh dari Cia.

​Cia mendongak, lalu tersenyum manis. "Boleh, Cit. Kebetulan laporan ini tinggal sedikit lagi selesai."

​Begitu jam istirahat berbunyi, kantin karyawan yang terletak di lantai lima langsung dipadati oleh ratusan pegawai. Suasana riuh rendah oleh denting sendok dan obrolan santai terdengar di setiap sudut. Cia duduk di salah satu meja panjang bersama Citra dan dua rekan kerja lainnya, menikmati sepiring nasi campur dan es teh manis.

​Di tengah-tengah obrolan seru mereka tentang drama Korea terbaru, perhatian seisi kantin perlahan teralih pada sebuah layar televisi berukuran menengah yang terpasang di dinding tengah kantin. TV itu sedang menayangkan program gosip dan tren terkini.

​"...Model baru yang namanya tengah booming dan viral di jagat maya, Amora Luca Alessandro! Memiliki visual yang bak dewi dan proporsi tubuh sempurna, Amora baru saja menandatangani kontrak eksklusif dengan brand fashion internasional..."

​Uhuk!

​Cia hampir saja tersedak minumannya. Gelas di tangannya bergetar halus. Tatapan matanya terkunci rapat pada layar kaca yang kini menampilkan kompilasi foto dan video seorang wanita dengan gaun mewah, berambut bergelombang, dan memiliki senyuman sinis yang teramat ia kenali.

​Amora...

​Nama itu bergema di dalam kepala Cia bak lonceng kematian. Tubuhnya mendadak kaku, darahnya terasa berdesir dingin. Rasa benci yang mendalam, berbaur dengan sisa-sisa trauma masa lalu yang memicu ketakutan, bergejolak hebat di dalam dadanya. Cia meremas sendok di tangannya kuat-kuat hingga buku jarinya memutih. Wanita yang merundungnya habis-habisan di SMA dulu, kini bersinar di puncak popularitas.

​"Wah, gila sih. Cantik banget ya si Amora ini," celetuk Citra sambil menyuap makanannya, matanya ikut menatap TV. "Tapi ya wajar aja sih dia se-viral dan se-berkuasa itu. Secara, dia 'kan anak tunggalnya Tuan Dixon Luca Alessandro, pemilik sekaligus Direktur Utama perusahaan tempat kita kerja ini."

​Deg!

​Bagai disambar petir di siang bolong, Cia menoleh patah-patah ke arah Citra. "M-maksud kamu... Tuan Dixon?" tanyanya dengan suara yang mendadak serak.

​"Iya, Valencia. Kamu masa nggak tahu sih?" timpal rekan kerja satunya lagi. "Perusahaan kita ini, Aethelgard Group, itu bagian dari induk perusahaan raksasa, Luca Group! Nah, nama belakang Amora itu 'kan Luca Alessandro. Ya jelas dialah sang putri mahkota pemilik takhta di gedung ini."

​Cia tertegun. Dunia di sekitarnya seolah mendadak senyap.

​Benar... jerit Cia dalam hati, merutuki kebodohannya sendiri. Nama belakang mereka sama! Kenapa selama tiga tahun kerja di sini aku nggak pernah sadar kalau Tuan Dixon adalah ayahnya? Kenapa aku baru ngeh kalau anak perusahaan Aethelgard ini bernaung di bawah Luca Group yang merupakan nama keluarga Amora?!

​Dulu saat SMA, Cia hanya tahu bahwa sekolah elit itu milik keluarga Amora, namun ia terlalu takut dan terlalu membatasi diri untuk mencari tahu seberapa gurita bisnis keluarga Alessandro di kota ini. Siapa sangka, takdir justru menuntunnya bekerja di bawah kaki pria yang menafkahi si ratu perundung itu.

​"Kabar-kabarnya sih, Amora itu bener-bener anak satu-satunya yang paling dimanja sama Tuan Dixon," Citra melanjutkan gosipnya dengan berbisik. "Apalagi Tuan Dixon udah bercerai dari istrinya sejak lama banget. Jadi semua kasih sayang dan harta Tuan Dixon ditumpahin ke Amora sendirian. Apa pun yang Amora minta, pasti langsung dikasih."

​Cia terdiam seribu bahasa. Matanya kembali menatap layar TV yang kini menampilkan wajah sombong Amora. Rasa takut yang sempat menyelinap di hatinya perlahan menguap, terkikis oleh rasa benci yang bertransformasi menjadi sebuah ambisi gelap yang dingin.

​Anak tunggal yang paling dimanja? Ayah yang kesepian karena sudah lama bercerai?

​Sebuah ide gila, namun luar biasa brilian, mendadak terlintas di benak Cia. Senyum tipis yang sarat akan kelicikan perlahan terukir di sudut bibirnya yang dilapisi lipstik nude.

​Tuan Dixon Luca Alessandro... Cia menyebut nama sang CEO dalam hatinya. Pria paruh baya yang matang, berkuasa, dan memegang seluruh kendali hidup Amora.

​Jika Cia membalas dendam langsung kepada Amora dengan posisinya yang sekarang sebagai pegawai biasa, itu sama saja dengan bunuh diri. Amora bisa menghancurkannya dalam sekejap mata menggunakan kekuasaan ayahnya. Namun, bagaimana jika posisinya dibalik? Bagaimana jika Cia yang mengambil alih posisi di samping sang ayah?

​Menjadi ibu tiri Amora... Tidak buruk juga untuk awal dari pembalasan dendamku, batin Cia dengan kilat mata yang tajam dan dingin.

​Cia bersumpah dalam hati, ia akan meruntuhkan kesombongan di wajah cantik Amora. Ia akan merebut satu-satunya sumber kekuatan gadis itu kasih sayang dan harta dari Tuan Dixon dan membuat Amora berlutut memohon ampun di bawah kakinya.

Malam melarut, membungkus kota dengan hawa dingin yang menusuk. Di dalam kamar sebuah apartemen sederhana berukuran tipe studio, Cia duduk bersila di atas ranjangnya. Hanya ada pendar cahaya putih dari layar laptop yang menerangi wajah cantiknya di tengah kegelapan kamar.

​Jari-jemarinya menari lincah di atas keyboard, mengetikkan nama sang Direktur Utama ke kolom pencarian mesin peramban. Selama tiga tahun bekerja di Aethelgard Group, Cia memang jarang melihat Tuan Dixon. Pria nomor satu itu adalah tipikal pengusaha super sibuk yang hanya sesekali datang berkunjung ke kantor cabang untuk meninjau proyek besar atau menghadiri rapat pemegang saham tahunan.

​Satu per satu artikel berita bisnis dan dokumentasi foto legalitas perusahaan bermunculan. Dan di sana, terpampang nyata apa yang ia cari.

​Di layar laptopnya kini berderet foto-foto Amora yang berdiri anggun mendampingi ayahnya di berbagai acara penting—mulai dari gala premier, peresmian gedung baru, hingga pesta amal kalangan atas. Amora tersenyum begitu manis ke arah kamera, mengenakan gaun rancangan desainer ternama dan perhiasan yang berkilau mewah.

​Cia mencengkeram pinggiran laptopnya hingga jemarinya memutih. Dadanya mendadak terasa sesak, seolah dihantam benda tumpal. Ada rasa perih yang teramat sangat yang tiba-tiba menyergap ulu hatinya.

​"Kenapa..." gumam Cia, suaranya bergetar menahan tangis yang hampir pecah. "Kenapa orang sekejam dia bisa hidup dengan sangat senang, dikelilingi kemewahan dan kasih sayang? Sementara aku... aku harus hidup dalam ketakutan dan trauma selama bertahun-tahun?!"

​Air mata Cia menetes, membasahi punggung tangannya. Mengingat bagaimana dirinya harus berjuang menyembuhkan luka fisik dan mentalnya sendirian, sementara sang pelaku justru tersenyum tanpa dosa di puncak dunia, membuat hati Cia kian tersayat.

​Namun, sedetik kemudian, Cia menghapus air matanya dengan kasar. Tatapan matanya yang basah berubah menjadi setajam silet. Ia menegakkan tubuhnya, menatap lurus ke arah foto Amora di layar.

​"Tidak, Amora. Menunggu Tuhan untuk menghukummu itu terlalu lama," ucap Cia dengan nada suara yang berangsur-angsur menjadi dingin, sarat akan ambisi dan dendam yang membara. "Biar aku sendiri yang menjadi malaikat pencabut kebahagiaanmu.

1
Hasti Asti
semangat terus kak berkata, cerita kamu bagus
sryharty
sebelum pembalasan kamu terendus Amora,,kamu harus bikin duda karatan bertekuk lutut sama kamu cia,,biar si duda ga bisa jauh2 dari kamu,,kalo jauh dari kamu langsung gila,,jadi nanti si Amora tidak bisa banyak tingkah
aku
kudukung pembalasanmu dg 🌹 go cia go!!
aku
aduh aq juga tercia cia nih 😁 gasss ciaaaa 😃
Hasti Asti
lanjut kak😍
sryharty
kenapa seh ka up nya irit banget
Shion Hin
hohoho mulai seru 🔥🔥🔥
Marsya
wah mw nambah bacanya lagi,klanjutannya pasti lbih seru🤭🤭🤭🤭
Shion Hin
ayo kak semangat... 🔥🔥🔥🙏
sryharty
kenapa up nya cuma satu2 yah
Yuyun Suprapti
crazy up dong kk thor🤭💪
Shion Hin
😍
Rahman Hayati
wow
selanjutnya rencana lebih menantang lagi Thor, mungkin buat dia belajar beladiri dikit lah
saran thor
sryharty
ka doubel up lah
sryharty
😁 pokonya kamu harus jual mahal cia,,jangan kejar2 duda karatan
biar dia yg tercia dan ga bisa jauh sama kamu
Rahman Hayati
jgn terlalu tua lah Thor yg sedang sedang saja umurnya
sryharty
semoga sampai selesai alurnya masih bagus
sryharty
si duda karatan udah mulai Ter cia2 neh
ayo cia kamu harus kuat
balas semua rasa sakitmu ke Mora..
kamu jangan gegabah tarik ulur si duda karatan biar dia penasaran sama kamu
lanjut yu ka up nya bagus loh cerita kamu
Shion Hin
huaaaa.... gk sabar deh ... 🥺
sryharty
pasti nanti cia hamil,,bawa kabur nanti anaknya cia
biar si duda karatan kelabakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!