NovelToon NovelToon
Diusir Suami Karena Hamil Anak Perempuan

Diusir Suami Karena Hamil Anak Perempuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Mengubah Takdir
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa ekprisa

Sekuel Talak di Ujung Ramadhan


Diusir saat mengandung anak perempuan, Sarah kehilangan rumah, harga diri, dan cinta yang pernah ia percaya. Dunia menamparnya tanpa ampun—hinaan, pengkhianatan, dan kesepian jadi makanan sehari-hari.

Namun saat tangisan putrinya lahir memecah sunyi, Sarah memilih bangkit. Bukan sekadar bertahan—ia ingin membalas luka dengan keberhasilan.

Ketika masa lalunya tiba-tiba kembali, membawa rahasia yang bisa menghancurkan segalanya… Sarah dihadapkan pada satu pilihan: tetap diam, atau melawan dan merebut keadilan yang selama ini direnggut darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa ekprisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 25

Suster Lina menatap cemas ke arah Sarah. Wanita muda itu duduk di atas brankar rumah sakit, perutnya besar karena hamil tua. Matanya kosong menatap layar ponsel yang sudah gelap sejak beberapa detik lalu.

Tidak sanggup lagi melihat pasiennya melamun separah itu, Suster Lina menepuk pelan lengan Sarah. Sentuhannya sangat lembut.

Sarah tidak terkejut. Ia hanya menoleh pelan.

"Nggak baik, Mbak Sarah. Wanita hamil melamun seperti tadi jangan sampai pikirannya kosong," kata Suster Lina sambil memeriksa selang infus di tangan Sarah. "Penyakit mudah masuk. Janin di dalam kandungan juga bisa ikut stres kalau ibunya tidak tenang, Mbak."

Sarah menggeleng pelan. "Terima kasih sudah menyadarkan saya, Suster," jawabnya parau.

Pandangannya kembali jatuh pada layar ponsel yang gelap. Di balik tatapan kosong itu, memori pahit berputar di kepalanya.

Ia ingat bentakan suaminya. Ia ingat tatapan sinis ibu mertuanya saat hasil USG keluar beberapa waktu lalu. Hari itu mereka tahu bayi yang dikandungnya perempuan. Sejak hari itu, rumah yang seharusnya aman berubah menjadi neraka emosional.

Suster Lina mengusap punggung tangan Sarah. "Mbak Sarah, fokus pada si kecil sekarang, ya. Dia sangat membutuhkan kekuatan dari ibunya."

Sarah menunduk. Bibirnya bergetar tipis.

Pintu ruang perawatan bergeser terbuka.

Seorang dokter masuk dengan langkah tegas. Senyum ramah terukir di wajahnya. Di tangannya ada papan klip berisi rekam medis Sarah. Ia menghampiri brankar, lalu memeriksa grafik perkembangan janin pada monitor.

"Selamat pagi, Bu Sarah. Bagaimana kabarnya hari ini?" sapanya hangat.

"Pagi juga, Dok. Alhamdulillah saya baik dari sebelumnya."

"Baiklah saya periksa Bu Sarah dulu, ya. Suster Lina bisa bantu saya?"

"Bisa, Dok." Suster Lina segera bergerak mendekati dokter Rizwan.

"Maaf, Dokter Gema-nya mana, ya?" tanya Sarah.

"Tiga hari ke depan dia izin karena ada pekerjaan di bakery-nya," jawab Dokter Rizwan tanpa mengalihkan pandangan dari monitor.

Dokter Rizwan tersenyum tipis mendengar pertanyaan pasiennya. Sambil tetap memegang papan klip rekam medis, ia memberikan penjelasan dengan nada suara yang menenangkan agar Sarah tidak merasa cemas.

"Dokter Gema sedang mengambil cuti selama tiga hari ke depan, Bu Sarah," jawab Dokter Rizwan ramah. "Beliau harus menghadiri seminar yang bersangkutan dengan bakery nya."

Mendengar penjelasan tersebut, Sarah hanya bisa mengangguk pelan meskipun ada sedikit rasa kecewa di hatinya.

Dokter Gema adalah dokter kandungan yang sejak awal memantau kehamilannya dan selalu memberikan dukungan moral yang sangat ia butuhkan di tengah tekanan batin yang dialaminya.

Suster Lina yang berdiri di sisi brankar segera tanggap melihat perubahan ekspresi Sarah. Ia memberikan senyuman penguat, mengisyaratkan bahwa Dokter Rizwan juga sama kompetennya dalam menangani persalinan.

"Mari kita periksa kondisi si kecil dulu ya, Bu," ajak Dokter Rizwan hangat sembari mempersiapkan alat pemeriksaan.

Dokter Rizwan kemudian mulai menempelkan transduser ultrasonografi ke perut besar Sarah yang diolesi gel bening. Ketiganya terdiam saat suara detak jantung janin yang cepat dan ritmis mulai memenuhi ruang perawatan melalui pengeras suara monitor.

Bagi Sarah, suara detak jantung itu seketika meruntuhkan dinding kesedihannya. Di tengah penolakan yang ia terima dari suami dan mertuanya, suara kehidupan di dalam rahimnya adalah satu-satunya alasan baginya untuk tetap bertahan dan menjadi kuat.

Suster Lina memperhatikan monitor dengan saksama, lalu mencatat angka yang tertera di sana ke dalam dokumen medis. Dokter Rizwan mengangguk puas melihat grafik yang stabil pada layar.

"Perkembangannya sangat bagus," kata Dokter Rizwan sambil menyeka sisa gel di perut Sarah dengan tisu. "Detak jantung janin normal dan posisinya sudah sangat siap untuk proses persalinan. Bu Sarah hanya perlu menjaga pikiran agar tetap rileks dan optimis."

Kata-kata dokter itu menjadi penyejuk bagi hati Sarah yang sempat gundah. Ia mengusap perutnya dengan penuh kasih sayang, berjanji dalam hati untuk memberikan seluruh jiwa dan raganya demi kebahagiaan putri kecilnya nanti, tidak peduli seberapa keras badai yang harus ia hadapi sendirian.

"Kalau Kak Lala?" tanya Sarah lagi.

Suster Lina yang sedang merapikan peralatan medis menoleh dan tersenyum.

"Lala kan asisten Dokter Gema, dia juga ikut seminar itu. Katanya ada beberapa makanan yang akan dimasukkan dalam menu rumah sakit," jelas Suster Lina.

Sarah mengangguk paham mendengar penjelasan terperinci dari Suster Lina. Rasa penasarannya kini terjawab sudah. Rupanya, ketidakhadiran Dokter Gema dan asistennya bukan tanpa alasan yang jelas, melainkan demi meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pasien di rumah sakit ini juga.

"Oh, begitu ya, Suster. Pantas saja Dokter Gema dan Kak Lala tidak kelihatan sejak pagi," sahut Sarah dengan nada suara yang jauh lebih tenang dari sebelumnya.

Suster Lina tersenyum ramah sambil merapikan letak bantal di belakang punggung Sarah agar posisi duduk wanita hamil itu menjadi lebih nyaman.

"Iya, Mbak Sarah. Jadi untuk sementara waktu, Dokter Rizwan yang akan memantau perkembangan Mbak Sarah sampai Dokter Gema kembali. Mbak Sarah tidak perlu khawatir ya, Dokter Rizwan ini juga salah satu dokter spesialis kandungan terbaik di rumah sakit kami," jelas Suster Lina meyakinkan, berusaha menghapus sisa-sisa kecemasan yang sempat menggelayuti pikiran pasiennya.

Mendengar penuturan tulus dari perawat senior tersebut, Sarah merasa sedikit lega.

...*****...

Leo melangkah masuk ke showroom utama, lalu langkahnya mendadak terhenti. Pandangannya langsung tertuju pada seorang SPG baru yang sedang menjelaskan spesifikasi mobil sedan mewah kepada calon pembeli.

Gadis itu bernama Kitty. Penampilannya sangat cantik, dengan pakaian kerja yang pas di tubuh, rambut tertata rapi, dan senyum yang memikat. Tidak hanya modal paras, Kitty juga terlihat sangat cekatan dan menguasai materi produk dengan luar biasa. Cara komunikasinya yang luwes berhasil membuat konsumen di hadapannya mengangguk-angguk kagum hingga akhirnya sepakat melakukan tanda jadi pembelian.

Setelah konsumen tersebut berjalan menuju ruang administrasi, Kitty berbalik dan menyadari keberadaan Leo yang sejak tadi memperhatikannya. Dengan langkah anggun, ia menghampiri pria itu.

"Selamat siang, Pak Leo. Ada yang bisa saya bantu?" sapa Kitty ramah, memberikan impresi pertama yang manis.

Leo tersenyum, mencoba menyembunyikan rasa kagumnya. "Kerja yang bagus untuk penjualan barusan. Kamu sangat cekatan menghadapi konsumen."

"Terima kasih pujiannya, Pak," jawab Kitty manis sembari menyelipkan sejumput rambut ke belakang telinganya. "Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk perusahaan."

Interaksi singkat namun berkesan itu berhasil menyita perhatian Leo sepenuhnya. Kehadiran Kitty yang menyegarkan mulai mengisi ruang pikiran Leo, menjadi awal dari babak baru.

1
THE GIRL COOL😑
aduhhhhh gue cuma bisa tutup mata🤣
THE GIRL COOL😑
aduhhhhh gemes nya/Smile//Smile//Smile/
Renarenn
Lah, temen sesat rupanya
Renarenn
Akhirnya karma is real🤭🤭🤭
Rhica_Yubie
papa sama mama gema buatkan gema adik biar lebih seru🤭
Miu.Nuha
hidupny pk dokter ternyata penuh lika-liku 🤧
Yuliana Purnomo
hayooo gercep dr Gema,, udah ada sinyal dr Sarah 💪
Myz Pena
apakah Hana lelah dengan hubungan mereka ??🤧
Myz Pena
apakah dokter gema tidak memiliki kelemahan ?? 🤭
Myz Pena
luar biasa ya dokter kandungan 😍
Dinarkasih1205
kasihan karakter gema di buat kasar
mama Al: keburu panas saat lihat kebersamaan Ibra dan Sarah
total 1 replies
ginevra
kok ada ya ibubyabg suka ngehasut anaknya
ginevra
terlihat jelas kalau Tuhan akan mencabut rizkinya kalau kamu dzalim pada istri yang sholehah
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
inilah alasan kenapa harus menikahi orang yang mencintai kita bukan kita mencintai dia. tapi lebih bagus saling mencintai dan juga kedua pihak keluarga merestui yah yang paling penting orang tua sih🤭 sok menasehati padahal pacar aja gak punya say😆😆😆
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
seharusnya dulu Sarah lebih pentingkan pendidikan daripada pernikahan /Bye-Bye/rugi kan sekarang
mama Al: makanya di paksa nikah sama Leo
total 3 replies
Aii Flow🌷
Fitnah ihhh, dia yang jahat Sarah yang dipojokin
Teteh Lia
mau bilang "sabar, Gema." tapi gw juga ikut esmosi.
Teteh Lia
jadi pengen makan martabak. masalah na harus nunggu malem. baru nongol kang martabak na
Apriyanti
lanjut thor 🙏
mama Al: lanjut ke bab selanjutnya
total 1 replies
Miu.Nuha
apa ibu berniat mencelakai pemuda itu 🙄
dosa bu dosaaa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!