Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"aduh kenapa harus membuat lemari yang begitu tinggi? Aku kan pendek jadi sangat susah menggapai," kata Sofia yang sedari tadi berusaha mengambil buku yang ada di petak atas di rak tersebut, buku itu sangat menarik perhatian nya.
Sudah beberapa buku jatuh karena tersenggol oleh tangan Sofia yang hendak meraih buku yang berada di atas kepala nya.
Setelah berusaha keras menggapai buku tersebut, Sofia pun akhirnya mampu memegang sampul nya dan kemudian menarik buku tersebut.
Namun ia tak menyangka kalau akan ada buku lain yang ikut ketarik dan jatuh ke bawah.
"Astaga!" kata Sofia refleks menutup kepala nya karena mendapati ada buku yang hendak menimpa kepala nya.
"Awas," seseorang menarik Sofia menjauh dari sana.
Brak ...
Sebuah buku tebal jatuh ke lantai perpustakaan dengan suara yang lumayan kuat.
"Hampir saja," kata Sofia yang saat ini sedikit kaget akan kejadian tersebut.
"Hey, siapa kau? Kenapa kau berada di dalam perpustakaan ini?" tanya Siho sambil memegang lengan Sofia.
Sofia baru ngeh dengan orang yang menolong nya, ia mendongak menatap Siho.
Saat itu lah dua pasang mata beradu pandang, Siho yang tampan dengan masih mengunakan baju dokter nya membuat Sofia sedikit lupa bagaimana cara untuk mengedipkan mata.
"Siapa wanita cantik ini? Tidak mungkin dia pelayan baru, jika dia seorang pelayan dia pasti akan mengunakan pakaian pelayan dan dia sangat cantik," kata Siho dalam hatinya.
"Ma-maaf tuan," kata Sofia tiba-tiba membungkuk meminta maaf.
"Siapa kau? Apa yang kau lakukan di sini?" ucap Siho seolah mengulang pertanyaan nya.
"A-aku,aku ..." Sofia kebingungan harus menjawab apa sekarang.
Tak lama kemudian kepala pelayan Rua tiba di sana, dan ia sedikit kaget melihat Siho yang ada di dalam sana dan bicara dengan Sofia.
"Nona muda, maaf aku sedikit terlambat," kata bik Rua segera menghampiri Sofia.
"Nona muda?" tanya Siho.
"Ah iya, tuan muda Siho, kapan anda tiba?" tanya bik Rua dengan senyum tipis nya ia terlihat gugup dan kebingungan untuk menjelaskan kepada Siho.
"Ah anu, nona muda, perkenalkan ini tuan muda Siho, ia juga cucu dari tuan Wiliam, berprofesi sebagai dokter," kata bik Rua memperkenalkan Siho kepada Sofia.
Sofia sedikit kagum setelah mendengar nya, ternyata keturunan keluarga Atharyan semuanya bukan orang biasa selain memiliki garis wajah yang cukup tampan ternyata mereka juga orang-orang penting di kota ini.
"Dia adik Anya kak Zavier?" tanya Sofia dengan tatapan polos nya.
"Iya nona, tuan Siho adik sepupu nya tuan muda Zavier," kata bik Rua menjelaskan.
"Salam kenal kak," kata Sofia dengan polos nya mengulur kan tangan kepada Siho sambil tersenyum manis.
Siho yang melihat itu seketika merasa lucu, ia yang punya sikap hangat dan ramah seketika menyambut uluran tangan Sofia.
Kalau Zavier adalah laki-laki dingin dan cuek, Siho adalah keterbalikkan nya, Siho adalah orang yang hangat, baik, ramah dan juga mudah dekat dengan siapa saja. Entah itu karena dirinya seorang dokter atau memang sudah terlahir ramah tamah.
"Aku Siho, oh ya, kau belum memeprkenal kan siapa dirimu," kata Siho kepada Sofia ambil menyambut uluran tangan Sofia.
"Astaga, nona muda sangat lugu dan polos," batin bik Rua.
"A-aku," Sofia mulai bingung harus menjelaskan nya dengan cara apa.
"Kalau tuan muda tau beliau pasti akan sangat marah," batin bik Rua.
"Aku, aku Sofia," kata Sofia menyebutkan nama nya saja.
"Anu tuan muda Siho, nona Sofia ini adalah istri tuan muda Zavier," ujar bik Rua yang mau tidak mau akhirnya menjelaskan kepada Siho sejelas-jelasnya soal siapa Sofia.
Seketika Siho teridam, mata nya sedikit memancarkan rasa kaget yang luar biasa, ia melepas tangannya dari tangan Sofia dan seketika menatap bik Rua dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Siho kepada bik Rua.
"Tidak tuan muda, nona Sofia memang adalah istri dari tuan muda Zavier," kata bik Rua lagi.
"Di mana Zavier? Di mand dia sekarang?" tanya Siho yang merasa tak puas dengan penjelasan bik Rua barusan.
"Tuan muda sekarang tidak ada di mansion tuan, beliau sedang sibuk di perusahaan," jawab bik Rua.
Sementara Sofia hanya diam dan menatap bingung reaksi Siho.
Setelah mendengar ucapan bik Rua, tampa basa-basi lagi Siho segera meninggal kan tempat tersebut dan pergi dari mansion. Ia yang awalnya ingin memeriksa keadaan kekak Wiliam malah pergi begitu saja tampa menemui sang Kakek.
"Bik, kenapa reaksi nya terlihat sangat aneh? Apakah dia tidak menyukai ku sebagai istri kak Zavier?" tanya Sofia kebingungan.
"Nona, sebenarnya aku tidak boleh menceritakan hal ini kepada nona, tapi karena nona penasaran ayo duduk, aku akan menceritakan semua nya kepada nona," kata bik Rua yang kemudian mengajak Sofia untuk duduk di salah satu bangku yang ada di dalam perpustakaan tersebut.
Bik Rua menoleh ke kiri, ke kanan, memastikan tak ada seorang pun yang akan menguping pembicaraan mereka.
"Ayo bik, jelaskan aku penasaran," kata Sofia tak sabar.
"Jadi gini nona, tuan muda Siho dan tuan muda Zavier adalah sepupu, namun mereka tidak terlalu akur, mereka dulu sebenarnya sangat akur, namun akhir-akhir ini mereka sedikit berselisih," ucap bik Rua mulai menjelaskan.
"Apa penyebab nya?" tanya Sofia balik.
"Ya, sejak tahun lalu tuan Wiliam jatuh sakit dan selalu meminta tuan muda Zavier untuk segera menikah, jadi tuan Siho pun menyarankan tuan muda Zavier untuk menikah dengan adik nya, nona muda Luna, namun tuan muda tidak menyukai nya dan dia menolak hal tersebut sejak itu lah mereka jadi sedikit tak akur dan sering bertengkar," kata bik Rua.
"Apa? Bagaimana mungkin sepupu Menikahi sepupu?" tanya Sofia kebingungan dengan kelaurga tersebut yang menurut nya sangat aneh.
"Nona Luna bukan lah adik kandung tuan Siho, mereka mengambil nona Luna dari panti asuhan saat usianya dua tahun nona," kata bij Rua lagi.
"Astaga begitu ternyata," ujar Sofia yang akhirnya mengerti.
"Namun meskipun mereka sedikit sering bertengkar, tuan Siho juga selalu berharap tuan muda Zavier menjetujui permintaan kakek karena mereka sangat menyayangi sang kakek, meksipun tuan Siho tau tuan muda Zavier tak menyukai nona Luna dia tak terlalu memaksa nya, dan berharap tuan muda Zavier menikah, namun aku tidak tau kenapa reaksi nya tadi terlihat sangat marah, maaf kan aku nona, aku hanya menceritakan apa yang aku ketahui," ucap bik Rua sambil memegang tangan Sofia.
"Bik, sudah lah, jangan minta maaf, terkadang yang kita lihat belum tentu sama dengan kenyataan yang terjadi kan, bisa saja dia terlihat tidak memaksa, atau berusaha untuk mencari yang di sukai kak Zavier, siapa tau ia tak senang karena mungkin adik nya yang menginginkan hal ini," ujar Sofia mengambil kesimpulan.
Bik Rua terdiam mendengar ucapan Sofia, ia tak tau harus menjawab apa lagi, Sofia yang baru berusia dua puluh tahun mungkin tak akan bisa mengerti banyak soal ini.
Bersambung ....