NovelToon NovelToon
A World Full Of Zombies

A World Full Of Zombies

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Petualangan / Misteri
Popularitas:130.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: umi Dila

Bercerita mengenai Alisya dan semua sahabatnya, berjuang melawan para zombie yang tiba-tiba saja menggegerkan kampus mereka, mereka berhasil keluar dari kampus tapi tidak sedikit pula yang menjadi monster itu (zombie). Apakah kami bisa menemukan tempat yang aman, melewati setiap rintangan dan juga konflik asmara? Penasaran dengan cerita selanjutnya. Ayo ikuti terus novelku yang berjudul "A World Full Of Zombies" 😄👍

Dan dukung aku dengan cara LIKE, VOTE dan FOLLOW ya teman-teman 😊
Terimakasih 😊👍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi Dila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Hujan.

Di pagi hari yang sama setelah petugas mencari stok kebutuhan belum kunjung kembali dan ini sudah beberapa hari tanpa mereka, sebenarnya menurut perkiraan perhitungan kami seharusnya mereka sudah kembali sejak 2 hari yang lalu. Kami semua yang berada di perkemahan berusaha untuk tegar dan selalu berdoa yang terbaik untuk mereka semua, tapi sesekali kami selalu melihat kearah pepohonan yang berjarak sekitar 50 meter dari perkemahan berharap mereka akan kembali dengan selamat. Walaupun demikian aktivitas disertai dengan senyuman terus saja kami lakukan setiap saat, sekarang aku, Nita, Nasywa, Indah, dan Nia sudah mulai membatu ibu di pos dapur, sedangkan Amel, Kirana, Dea, dan Intan membatu ibunya di pos kesehatan.

Baru beberapa hari ini aku memegang alat masak dan bumbu dapur, walaupun memasak itu sangatlah susah bagi kami yang baru belajar tapi kami tidak gampang menyerah untuk menghidangkan makanan lezat untuk semua orang yang di perkemahan ini, sama seperti halnya mereka yang sedang berjuang mencari stok kebutuhan dan mereka yang di bagian tugas kesehatan, kami semua masihlah berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk perkemahan ini.

Setelah makanan sudah selesai di masak barulah di hidangkan ditengah-tengah perkemahan, aku Nita, Nasywa, Indah, dan Nia, membagikan nasi dan sayur kepada semua orang yang sedang mengantri, semua hidangan di letakan di atas meja kayu yang telah dibuat.

Terlihat dari raut wajah mereka bahwasanya tempat ini adalah tempat yang paling aman dari serangan zombie, mereka terlihat sangat senang tapi tidak dengan keluarga yang telah ditinggalkan oleh anggota keluarga yang lain yang saat ini sedang berjuang diluar sana demikian juga dengan aku dan semua sahabatku, kami selalu menunggu kepulangan mereka.

Aku berdiri diantara Nita dan Nasywa sedang membagikan makanan sambil sesekali melihat kearah pepohonan dan Nita pun berkata, "lama kali ya mereka pulang, padahal ini sudah sangat lama dari perkiraan kita?"

Dengan menarik nafas yang panjang aku pun berkata dengan singkat, "iya...."

Nasywa melihat kearah kami berdua sambil berkata dengan menggoda, "kau menunggu mereka semua pulang atau sedang menunggu seseorang, Nita?"

"Benar tuh yang dikatakan oleh Nasywa, kau menunggu mereka atau..., Seseorang..." tanya Indah yang mulai menggoda Nita dan kami pun tertawa kecil sambil terus membagikan makanan ke setiap orang yang sedang mengantri.

"Apaan sih kalian, we...!! Aku gak nunggu siapa-siapa kok." jawab Nita malu.

"Oya...!!" balas kami dengan serentak.

"Jangan-jangan kau sedang menunggu antara abang Rasyid dan Rizqi? Iya kan...!!" tanya Indah yang semakin menggoda, kami pun kembali tertawa kecil.

"Jangan kayak gitulah kalian, we...!! Nita gak mungkin menunggu abang Rasyid, diakan sedang menunggu pangeran pujaan hati. Iyakan Rizqi?" balas ku kepada Nita yang semakin menggodanya.

"Iya, Nita. Cie...!!!" jawab kami semua dengan serentak.

Dengan cepat Nita pun berkata dengan kesalnya, "pangeran apanya...!! Orang aku sedang menunggu abang Rasyid, kok!!"

"Cie...!! Abang Rasyid." Kami semakin mengejek Nita yang terlihat pipinya semakin memerah sambil tertawa kecil. Tapi di tengah-tengah kebahagian ini terlihat anak remaja cewek sedang mengantri mengambil makanan sambil melihat kami dengan tatapan sinis. Kami pun terheran melihat mereka semua yang berusia kurang lebih sekitar 17 tahun.

Dengan cepat Indah pun berkata lagi, "kau sendiri bagaimana, Alisya. Kau sedang menunggu Fadli atau Fikri?"

"Aku, sedang menunggu semua orang kok." jawabku kepada Indah dengan sangat terkejut.

"Oo... Fadli." Balas Indah sambil tersenyum dan perkara lagi, "dan aku juga tau kalau Nia sedang menunggu Fikri, Nasywa juga sedang menunggu Alwi, dan aku lagi menunggu Zulham. Cie... Kita semua berpasang-pasangan kan, we." Jelas Indah kepada kami semua sambil tertawa sadis, sedangkan kami melihat kearah Indah dengan keheranan sambil tersenyum kecil.

Terlihat Indah yang membagikan sayur kepada beberapa remaja itu dengan sangat kesal dan pura-pura tersenyum.

Ada apa dengannya??. Batinku heran.

Setelah semua orang sudah siap mengantri barulah kami mengambil makanan masing-masing sambil terus saja terdiam membisu melihat kearah Indah sampai kami pun duduk bersama teman lainya, Amel, Intan, Kirana, dan Dea. Kami terus saja heran dan tidak ada yang berani bertanya.

Tiba-tiba saja indah berkata kepada kami semua yang sedang menikmati sarapan pagi, "kalian lihat gak sih, anak remaja cewek itu selalu melihat kita dengan tatapan sinis nya. Sebenarnya mau mereka apa sih?" tanya Indah yang terlihat sangat kesal.

"Aku kira, hanya aku yang merasakan itu," ucap Dea dengan kesal juga sambil melihat kami semua.

"Memang iya sih mereka selalu melihat kita dengan tatapan sinis dari awal kita datang ke perkemahan ini sampai sekarang. aku pun sangat heran, mengapa mereka seperti itu?" balas Kirana dengan kesal. Kami semua saling mengangguk-angguk kepala sambil mengingat kesalahan apa yang telah kami perbuat kepada anak remaja cewek itu.

"Apa jangan-jangan, mereka tertarik dengan salah satu teman cowok kita? Permasalahan inikan sangat umum, apalagi mereka itu adalah remaja tangung yang selalu heboh soal beginian. Iyakan, we??" jelas Indah kepada kami semua dengan sangat serius, kami pun menganggukkan kepala dan berpikir kalau perkataan Indah ada benarnya juga.

"Apa jangan-jangan karena itu, ya?" tanya Nita heran.

"Kayaknya sih, iya." Jawab Nia.

"Iya, aku pun melihat mereka semakin kesal ketika Indah mulai menjodohkan kita semua." Balas Nasywa.

Kami semua pun mulai tertawa terbahak-bahak kecuali Amel sambil berkata dengan serentak, "Oalah...!!"

"Yaudalah, kalau itu masalahnya gak usah kita hiraukan," jelas ku kepada mereka semua, kami pun menarik nafas dalam-dalam dan melupakan anak remaja cewek tersebut.

"Tapi aku rasa bukan karena itu aja loh, we. Mungkin saja ada sesuatu hal yang lain, atau tentang apa gitu?" ucap Amel yang tidak yakin dengan perkataan kami. Kami semua pun berhenti tertawa dan saling lihat satu sama lain.

"Terus apa dong, kalau bukan itu?" tanya Nasywa heran.

"Aku pun juga gak tahu, pasti." jawab Amel lagi.

Kami semua terus saja memikirkan kelima anak remaja cewek itu sambil menghabiskan sarapan pagi.

* * *

Di sore hari yang dingin terlihat tetesan hujan terus saja jatuh membasahi puncak bukit, dari dalam tenda aku terus memandangi semua orang berlarian masuk kedalam tenda masing-masing. Ibu berada di tenda tempat penyimpanan stok kebutuhan, sedangkan aku yang seorang diri berada di tenda ini sambil terus memikirkan semua orang yang tak kunjung kembali dari mencari stok kebutuhan. Dengan langkah yang ringan aku mengambil jaket dan keluar dari tenda berjalan mendekati ujung jurang dan duduk di atas tanah membiarkan setiap tetesan air hujan membasahi tubuhku, memandangi keindahan alam dari puncak bukit sambil memikirkan mereka semua, tak terasa air mataku mengalir bersama dengan air hujan yang jatuh ke tanah.

Kemana kalian, mengapa tidak kunjung kembali?. Batinku.

Setiap harinya aku selalu melihat kecemasan dari raut wajah ibu yang mengharap kepulangan mereka dan melihat air mata dari setiap keluarga yang ditinggalkan oleh petugas pengambilan kebutuhan.

Aku harus mencari mereka dimana? Apakah nanti aku bakalan menyusahkan mereka seperti ketiga aku mencari Nia kedalam hutan?. Batinku.

"Alisya," sahut seseorang yang membuyarkan lamunanku, ketika aku menoleh kearah belakang terlihat Indah yang sedang berdiri memegang payung, "kau, sedang apa disini?"

Aku menundukkan kepala dan berkata, "aku sedang menunggu mereka, Indah."

Terasa air hujan yang tidak lagi membasahi tubuhku karena terhalang oleh payung dan terlihat Indah sedang berada tepat dihadapan ku sambil berkata, "semua akan baik-baik saja, Alisya. Kau harus yakin kalau mereka bakalan selamat." Aku melihat kearah indah dengan air mata yang terjatuh dari kantung mataku, Indah melihatku dengan senyuman manis sambil mengulurkan tangannya ke arahku.

Aku meraih tangannya dan berdiri tepat dihadapannya sambil berkata, "terimakasih, Indah." Indah tersenyum manis sambil menganggukkan kepalanya.

"Ayo, kita kembali ke tenda!!" ajak Indah kepadaku. Aku pun tersenyum dan kami berjalan kearah tenda.

Indah.

* * *

Keesokan paginya, terlihat cuaca yang masih mendung dan udara yang sangat dingin tidak seperti biasanya karena hujan terus saja turun sejak kemarin sore hingga malam tiba oleh karena itu puncak bukit di selimuti oleh kabut putih dan disertai genangan air di sekitar perkemahan.

Kami semua yang berada di perkemahan merasa sangat kedinginan belum lagi dengan stok makan yang sudah habis yang tersisa hanya roti rasa selai kacang hijau. Aku dan semua petugas pos dapur membagikan roti rasa selai kacang hijau kepada semua orang yang berada didalam tenda mereka masing-masing, terasa jalan yang amat becek membuat kami tidak bisa makan bersama seperti biasanya yang selalu duduk diluar tenda.

Ketika aku membagikan roti rasa selai kacang hijau kepada semua orang terlihat didalam tenda terdapat anak perempuan yang berusia sekitar 7 tahun sedang menggigil yang berada didalam pelukan ibunya terlihat ibu tersebut sangat mencemaskan buah hatinya itu, belum lagi orang tua paruh baya terlihat wajahnya sangat pucat dan tubuh yang menggigil.

Semua orang berusaha menghangatkan anggota keluarga mereka masing-masing dengan cara saling memeluk dan menggosokkan tangan, terlihat wajah mereka semua sudah sangat pucat dan bibir yang pecah-pecah, air putih dan roti rasa selai kacang hijau tersebut pun terasa sangat dingin sekali.

Aku tidak yakin kalau kami bisa bertahan di kondisi seperti saat ini sampai terik matahari tiba. Batinku.

Aku berjalan menghampiri semua petugas pos dapur yang berada ditengah-tengah perkemahan terlihat mereka sedang berbincang, aku berdiri diantara Indah dan Nasywa.

"Apakah semua orang sudah mendapatkan roti?" tanya ibuku kepada semua petugas pos dapur. Kami pun menganggukkan kepala pertanda semua sudah selesai, ibu pun berkata lagi, "tinggal berapa roti yang tersisa?"

"Sepertinya hanya tersisa 10 roti, dan ini sangatlah kurang untuk kita," ucap ibunya Nasywa kepada kami semua.

"Baiklah kalau begitu," balas ibuku dan mengambil roti tersebut sambil membagikan kepada ku, Nasywa, Indah, Nita, Nia, dan beberapa anak remaja cewek lainya dan berkata lagi, "ayo makanlah anak-anak setelah itu kalian harus masuk kedalam tenda, karena hari semakin dingin."

"Iya, bu." Jawab kami semua dengan serentak.

Ketika kami memakan roti yang dingin itu terlihat petugas pengambilan air sungai dari kelompok 1 hingga 3 menghampiri kami yang berada di tengah-tengah perkemahan, dan berdiri dihadapan semua ibu-ibu. Terlihat mereka sedang diskusi mengenai mencari ranting pohon dan juga menangkap ikan di sungai.

Aku yang sedang berdiri bersama semua sahabat sekaligus keempat remaja cewek saling melihat satu sama lain dan berinsiatif untuk membantu.

"Ayo kita membatu mereka," ajakku kepada mereka semua, merekapun menganggukkan kepalanya dan tersenyum kearahku. Aku berjalan kearah ibu dan berkata, "ibu, kami ingin membatu."

Para bapak-bapak dan ibu-ibu pun berhenti berbicara dan melihat kearah kami, papa nya Fadli pun berkata kepada kami. "Sebaiknya kalian disini saja, dan serahkan semua kepada kami."

"Tapi pak, kami semua ingin membatu. Dan ini adalah giliran kami untuk berada dibarisan paling depan, kami ingin membantu semua orang yang berada di perkemahan ini." ucapku kepada papa nya Fadli, terlihat mereka semua para orang tua melihat satu sama lain dan melihat kearah kami dengan tersenyum sambil mengangguk-angguk pertanda setuju dengan keinginan kami, kami pun sangat sedang sekali.

"Baiklah anak-anak kalau memang itu mau kalian, kalian bisa mengumpulkan ranting pohon yang berjarak sekitar 20 menit dari perkemahan ini?"

"Bisa," jawab kami serentak.

"Baiklah kalau begitu," jawab semua orang tua kami.

Setelah semua sudah sepakat dengan tugas masing-masing kami pun pergi meninggalkan perkemahan dan mencari ranting pohon kedalam hutan yang tidak jauh dari perkemahan yang berjarak sekitar 20 menit lamanya perjalanan, sedangkan petugas yang mencari ikan berjarak sekitar 30 menit lamanya perjalanan dari perkemahan.

Kami mencari ranting pohon dan saling melindungi satu sama lain dari serangan zombie yang menghampiri, disepanjang jalan terasa jalan yang sangat licin kami harus lebih berhati-hati lagi untuk melangkah dan kalau salah-salah langkah akan sangat berbahaya. Bukanya kami tidak mau mengambil ranting didekat perkemahan, tapi pepohonan di sana sangatlah tinggi sehingga kami tidak bisa untuk menggapainya.

Selain aku dan semua sahabat cewekku kami juga pergi bersama anak remaja cewek lainya, sedangkan bapak-bapak dan beberapa pemuda mengambil ikan di sungai. Jadi yang berada di perkemahan hanyalah anak-anak, ibu-ibu, dan orang tua yang paruh bayah.

Ranting-ranting pohon yang sudah terkumpul kami ikat mengunakan akar yang tergantung di atas pohon, mengikatnya menjadi beberapa bagian dan menentengnya bersama-sama setelah semua sudah sangat cukup barulah kami membawanya ke perkemahan.

Walaupun sebagain dari remaja cewek tersebut tidak suka dengan kami tapi perjalanan mengambil ranting pohon berjalan lancar dan selamat sampai ke perkemahan, setelah sampai perkemahan kami langsung membuat api unggun yang berjarak sekitar 10 meter tenda-tenda.

Semua orang mengelilingi api unggun dan duduk di atas ranting-ranting yang masih terikat sambil menunggu air matang, setelah sudah beberapa saat kemudian air pun sudah matang dan kami mulai menuangkannya ke dalam cangkir yang terbuat dari plastik.

Tubuh kami sudah tidak terasa dingin lagi seperti sebelumnya dan terlihat anak-anak mulai berlarian kemana-mana sehingga terdengar suara ceria dari mereka di sekitar api unggun, kami yang masih terduduk di atas ranting mulai bangkit dan melihat anak-anak itu tertawa sangat lepas seperti tidak ada beban dan kami semua ikut tertawa melihat mereka, tidak lama kemudian terlihat rombongan bapak-bapak dan beberapa pemuda sudah kembali dan membawa ikan yang digantungkan mengunakan tali akar pohon sambil berlari kearah kami dengan raut wajah gembira.

Kami yang berada disekitar api unggun mulai berteriak kesenangan dengan serentak, "kita akan pesta...!!"

* * *

Kami sangat menikmati pesta ikan yang sangat banyak walaupun besok adalah tahun baru tapi kami sudah merayakannya hari ini, ikan yang sangat lezat dan juga manis kami nikmati sampai setiap gigitannya dan saling mengobrol dengan asyiknya. Semua orang terlihat sangat senang sekali, anak-anak berlarian kesana kemari walaupun kadang-kadang mereka terjatuh dan bangkit lagi karena tanah masih sangat licin karena hujan semalaman tapi walaupun begitu mereka masih saja berlari bersama-sama.

Dan tiba-tiba saja suara tangisan mereka semakin kencang sambil berjalan kearah kami yang sedang menikmati ikan panggang, semua orang dewasa masih saja tidak memperdulikan anak-anak kecil itu menangis.

Sampai seorang ibu berkata kepada semua orang yang masih tertawa, "anak siapa itu yang, nangis?? Ayo urus anaknya masing-masing ya, ibu-ibu."

"Siapa yang merasa punya, anak?" ucap ibu yang lainya.

"Jagan nangis ya, anak-anak. Kalau jatuh bangkit lagi, itu tandanya sudah besar," balas ibu-ibu dengan serentak yang merasa kalau anak mereka sedang menangis semakin kencang dan tidak kunjung diam.

Kami semua masih saja tidak menghiraukan anak-anak kecil itu menangis semakin terisak-isak yang berdiri ditengah-tengah kami semua, kami malah menganggap tangisan mereka itu masihlah wajar dan meneruskan makan sambil mengobrol dengan asyiknya.

Dan tiba-tiba saja salah satu dari anak kecil tersebut berkata yang masih dalam keadaan menangis terisak-isak, "dia gak bisa bangkit lagi, jatuhnya terlalu jauh." Mendengar perkataan anak kecil itu kami semua terdiam sambil melihat kearah mereka dengan sangat heran.

"Maksudnya...!?" tanya salah seorang ibu kepada mereka.

"Tadi kami lari-lari, terus dia jatuh kebawa sana dan kami liat dia sudah gak ada lagi. Sudah kami panggil tapi dia gak datang-datang, dia kemana?" tanya salah satu anak kecil itu kepada kami semua.

Kami semua semakin cemas dan ibu-ibu yang berada di dekat mereka pun bertanya, "apakah, teman kalian jatuh diujung sana yang tidak ada tanahnya? Dan siapa nama anak kecil itu?"

Terlihat anak perempuan yang paling besar diantara anak-anak lainnya yang berusia sekitar 11 tahun, ketika dia mendengar pertanyaan itu nangisnya pun semakin besar, terlihat seorang ibu yang berada di dekatku spontan berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearah anak perempuan tersebut dengan langkah yang menggetar. Ketika ibu itu berhenti tepat didepan anak perempuan tersebut, dia pun berkata.

"Dimana, Boby?" tanya ibu itu dengan nada pelan, anak perempuan itu masih saja menangis terisak-isak tanpa bicara satu katapun hingga akhirnya suara ibu tersebut semakin tinggi, "ibu bertanya kepadamu, dimana adikmu...!?"

Anak perempuan tersebut berkata dengan terbata-bata sambil menangis terisak-isak, "di, dia..., Ter, terjatuh ibu."

Kami semua sangat terkejut mendengar perkataan anak perempuan itu, tiba-tiba saja ibu tersebut menampar pipi anaknya dan berkata sambil menangis tersedu-sedu, "apakah kau tidak bisa menjaga adikmu itu, dia masih sangat kecil. Ibu bertanya kepadamu...!!"

"Maaf, ibu..." Ucap anak perempuannya itu yang masih menangis.

Terlihat ibu tersebut terduduk lemas dan menjerit-jerit seperti orang kerasukan roh, "Bobyyyy...!!! Bobyyyyy...!!! Aaaaaaaaa..!!" suaminya menghampiri dan memeluknya sambil menangis, "maaas..., Anak kita. Apa salah anak kita, maaas? Dia masih berusia 6 tahun, masa depannya masih sangat panjang. Mengapa ini bisa terjadi?"

"Nyebut, mah. Ikhlaskan anak kita ya, Tuhan lebih tahu apa yang terbaik buat Boby." Jelas suaminya yang berusaha menenangkan istrinya yang berada didalam pelukannya.

Kejadian sore ini membuat kami semua menjadi sangat terpukul kehilangan anak kecil yang masih berusia 6 tahun dalam kejadian yang sangat mengenaskan, kami tidak bisa melihat jasad anak kecil tersebut karena dia terjatuh dari puncak bukit yang bisa kami lakukan sekarang hanyalah mendoakannya dan sholat gaib berjamaah.

Setelah kami semua sudah selesai sholat gaib terlihat sepasang suami-istri itu dan anak perempuannya masuk kedalam tenda sambil menangis tersedu-sedu, kami semua pun juga masuk kedalam tenda masing-masing yang masih dalam keadaan berduka.

* * *

Di malam yang semakin larut dan disertai hawa dingin aku dan ibu terbangun karena mendengar suara tetesan air hujan yang turun sangat deras dan angin yang bertiup begitu kencang sehingga membuat tenda kami hampir saja terlepas, aku dan ibu berusaha untuk menahannya dari dalam tenda tapi hembusan angin semakin kencang dan mengakibatkan tenda kami hampir roboh.

Kami pun keluar dari tenda terlihat semua orang berusaha untuk mendirikan tenda mereka kembali, di perkemahan kami yang hanya terbentang luas tanah hijau tanpa ada pepohonan sehingga tenda-tenda tidak bisa berdiri dengan kokohnya, tenda-tenda hanya berdiri mengunakan tali yang di ikatkan ke paku yang menancap kedalam tanah (layaknya tenda biasa).

Hujan terus saja menguyur puncak bukit disertai angin kencang hampir semua tenda roboh dan air masuk kedalamnya yang mengakibatkan barang didalam tenda pun ikut basah, kami saling membantu satu sama lain untuk mendirikan tenda yang roboh ditengah-tengah hujan yang sangat deras, kami terus bersemangat walau terkadang tenda yang sudah kami dirikan roboh lagi karena angin yang bertiup begitu kencang. Terdengar tangisan dari setiap anak yang takut dengan kejadian ini, setelah 1 jam lamanya hujan yang disertai angin kencang pun sudah rendah kami pun kembali ke tenda masing-masing dan beristirahat.

Terimakasih ya sudah meluangkan waktunya untuk membaca novel Thor 👍😄, kritik dan saran sangat diperlukan agar Thor lebih semangat lagi up episode terbaru. janagan lupa LIKE, VOTE dan FOLLOW ya teman-teman 😁😉

Terimakasih 😊

1
aas
thor. ayo dong lanjutin 🤭 masih penasaran apa yg disembunyiin sama kak rasyid. sama kelanjutan alisya, fadli, fikri 😍
aas
hmmm kebenaran apa ya? 🤔🤔
aas
atuhlaaah masa si nia jadi jahat sih. 😔
aas
fikri apa fadli yaaaa. dua2nya sweet 😅🤭
aas
sama dong suka banget sama hal2 tentang zombie 🤭
alisya putri (akun ke 2)
Hay terimakasih untuk pembaca setia, maaf Alisya uda lama x ngak nulis di karenakan Alisya sudah tidak mau lagi nulis akibat akun Alisnya sebelumnya terhapus di ponsel lama dan tidak bisa masuk ke akun author, ada beberapa data yang terhapus (dokumen novel) dan ada beberapa hal lainya

dan InsyaAllah, sekarang sudah mulai aktif lagi nulis😁

do'a kan ya... semoga saja Alisya bisa nulis novel yang baik 🙏🥰
aas: lanjutin dong thor 🤭
total 1 replies
Z3R0 :)
yah sayang aku gak suka kaya gini Islam tapi bolehin pacaran hah serah Lu dah thor
Z3R0 :)
Hem bagus novelnya penulisannya pas gak berantakan nice lanjut kak aku kasih bunga deh
Juwina Wina
thor alisya nya kok lemah si jangan lemah dong thor pengennya pemeran utama tuh kuat
Hanya Seekor Rubah~
ngakak bacanya wkwkwk....😂
Li Permana
Semangat terus bekarya!
Santai Dyah
selalu mendukung
Santai Dyah
ceritanya bagus lanjut thor salam kenal dari Kabut cinta
boom like untuk karya terbaikmu
Rasmi Aprilia Atni
bagus banget ceritanya Thor. salam dari Cherry blossom in love 2🤗😘😍
Hiatus
Hi aku mampir ya. Jgn lp mampir jg ke tempatku dan tinggalkan jejak.
semangat trs menulisnya^^
Farrel18
Semangat Thor🤓
✨✿[Oliv_¥]✿✨
Mc Nya Perempuan Mestilah Di Baca Wkkwkwkww...
✨✿[Oliv_¥]✿✨
SEMANGAT ya Ka Umi Up Nya
Akan Ku Pantau Selalu Hehee,😉
dahe_
halo kak aku udh mampir semangat ✨
Isma Aji
Semangat 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!