Jiang Rouxue merasakan sakit disekujur tubuhnya. Tangannya berusaha menggapai sesuatu yang bisa menahannya agar tidak tenggelam.
Nafasnya sesak, pandangannya mulai kabur. Akhirnya, dia melepaskan genggaman yang sejak tadi dia genggam.
Kejadian masa lalu langsung tergambar dalam pikirannya. Seperti bukan dia yang ada didalamnya.
Dia tidak mau lagi. Dia tidak lagi menginginkan semua kasih sayang keluarga Jiang. Dia hanya ingin pergi.
Tapi... Kenapa mereka tidak melepaskannya?
Perlahan mata Jiang Rouxue terpejam dan dia kehilangan kesadarannya.
Jiang Rouxue mati didalam danau yang tenang, ditangan Kakak laki-lakinya yang dulu sangat dia sayangi.
Saat Jiang Rouxue membuka matanya, dia terkejut.
Dia terlahir kembali!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BenGõngZhû __, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
An Yi mungkin tidak menyangka bahwa Tuannya akan begitu gila hingga menikam dadanya sendiri. Dia tahu bahwa Jiang Rouxue tidak memiliki tenaga untuk membawa Jiang Lengxi menemui Tabib Sun.
Jadi dia mengangguk dan memapah Jiang Lengxi yang masih menatap Jiang Rouxue dengan tekad yang kuat.
Melihat kekeras kepalaan Jiang Lengxi, Jiang Rouxue merasa tidak berdaya. Jadi dia berkata "Kita akan bicara setelah kau mengobati lukanya. "
Baru setelah itu, Jiang Lengxi dengan patuh mengikuti An Yi untuk menemui Tabib Sun.
Jiang Rouxue yang melihat kepergian Jiang Lengxi hanya menghela nafas. Dia bergumam "Maafkan aku Kakak, meskipun aku sudah memaafkanmu. Tapi kebencianku pada Jiang Wuyan harus terbalaskan. Dan kau adalah orang yang kupilih untuk menjadi pedangku! Jadilah pedang yang tajam agar bisa ku gunakan untuk melampiaskan dendam ini. Anggap saja ini adalah hal terbaik untuk menebus kesalahanmu dimasa lalu! "
Disisi lain.
An Yi membawa Jiang Lengxi kepada Tabib Sun untuk diobati. Tabib Sun yang sedang menikmati ayam panggangnya berteriak kesal.
"Sebenarnya ada apa dengan Keluarga Jiang? Kenapa banyak sekali yang terluka, diracun atau sakit! Kenapa tidak memberi hari libur untuk orang Tua ini! Sangat menyebalkan. "
An Yi tidak bisa berkata apapun. Dia hanya bisa tersenyum sungkan dan berkata "Maaf merepotkan Tabib Sun. "
Tabib Sun mendengus dan berkata "Letakkan dia diranjang! "
An Yi berjalan sambil memapah Jiang Lengxi yang hampir tak sadarkan diri akibat kehilangan banyak darah. An Yi masih bisa mendengar Tabib Sun bergumam rendah "Jika saja makana dan anggur dikeluarga Jiang tidak enak, maka aku sudah pergi sejak lama. Aku hanya ingin hidup santai dengan makanan dan minuman yang enak. Kenapa sulit sekali? "
Kemudian An Yi meletakkan Jiang Lengxi dengan perlahan dirajang pasien milik Tabib Sun. Tak lama, Tabib Tua itu masuk dengan wajah yang cemberut.
Dia berkata pada An Yi. "Kau tidak dibutuhkan disini! Pergi dan carikan aku ayam panggang yang paling enak dan Anggur yang paling memabukkan! "
An Yi mengkhawatirkan Jiang Lengxi. Tapi dia tahu bahwa Tabib Sun adalah orang yang aneh yang tidak bisa dibantah. Jadi dia melirik Jiang Lengxi yang sudah menutup matanya dan bergegas pergi. Semakin cepat dia pergi, semakin cepat juga dia kembali! Begitulah pemikiran An Yi.
Tabib Sun tidak langsung memeriksa luka Jiang Lengxi. Dia lebih dulu membersihkan tangannya dari minyak ayam panggang.
Lalu dia menyiapkan semua peralatan yang akan digunakan oleh Jiang Lengxi. Dia melirik Jiang Lengxi yang sudah tak sadarkan diri dan berkata pada dirinya sendiri.
"Dia melukai dirinya sendiri demi seorang wanita. Tapi wanita ini bukanlah orang lain. Melainkan Adiknya sendiri! Betapa bodohnya! "
Tabib Sun mensterilkan jarumnya. Baru setelah itu dia membuka pakaian Jiang Lengxi.
Saat melihat lukany, Tabib Sun hanya bisa menggelengkan kepala dan bergumam "Dia sangat kejam! "
Pada saat ini, Pelayan obatnya yang bernama Kaniu datang dan masuk kedalam rumah. Dia bertanya pada Tabib Sun. "Tuan, Siapa lagi yang terluka dari keluarga Jiang? "
Kaniu mendekat dan melihat itu adalah Jiang Lengxi. Dia bertanya dengan heran "Siapa yang bisa melukai Tuan Muda Jiang dengan begitu parah? "
Tabib Sun mencibir. "Dia melukai dirinya sendiri! Betapa bodohnya. Niu'er, siapkan obat penambah darah untuk dia minum nanti. "
Tangan Tabib Sun tidak pernah berhenti sejak dia mulai membuka pakaian Jiang Lengxi. Awalnya dia membersihkan lukanya lalu menaburkan bubuk yang bisa menghentikan pendarahan. Setelah darah berhenti, dia segera menjahit luka itu.
Luka tusuk yang ada ditubuh Jiang Lengxi sangat dalam. Hanya tersisa satu inchi untuk ujung pisau sampai kejantung Jiang Lengxi. Makanya Tabib Sun selalu berkata bahwa Jiang Lengxi sangat bodoh.
Setelah selesai menjahit, Tabib Sun mengoleskan salep ajaibnya pada luka jahit Jiang Lengxi. Pada saat yanh sama Kaniu datang membawa setengah mangkuk obat hitam pekat kedalam ruangan.
"Kenapa Tuan mengatakan bahwa Tuan Muda pertama itu menusuk dirinya sendiri? Darimana Tuan tahu? " Tanya Kaniu penarasa.
Tabib Sun mengikat tali perban Jiang Lengxi dengan cepat sebelum menjawab Kaniu. "Aku sudah berkata padamu bahwa kau harus memperhatikan ketika mengobati orang. Kapan kau akan belajar dengan baik? Kau selalu membuatku kesal! "
Kaniu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia tahu bahwa Tuannya sedang sangat kesal. Tapi dia benar-benar tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"Tuan, beritahu aku. Bagaimana kau bisa tahu? "
Tabib Sun menjawab dengan enggan. "Jika dia dilukai oleh orang lain.. Lukanya tidak akan berhenti tepat seinchi sebelum jantung. Tidak banyak orang yang tahu seberapa dalam tusukan didada untuk sampai kejantung. Belum lagi, luka tusukan Tuan Muda pertama sangat rapi. Tidak melukai tulang. Bahkan tidak menggores otot yang penting. Jika seseorang mencoba membunuh melukai Tuan Muda pertama, lukanya tidak akan serapi ini. Paling tidak akan melukai tulang. "
"Pembunuh biasanya menusukkan pisau dengan posisi tegak lurus. Pembunuh mana yang menghunuskan pedang sambil memperkirakan letah tulang dan jantung. " Lanjutnya.
Mencari rongga antara tulang dada tidak semudah yang dibayangkan oleh orang-orang. Setidaknya, itu akan memakan waktu beberapa saat. Orang yang tepat sasaran seperti Jiang Lengxi, maka dia harus bisa memahami struktur tubub manusia dengan baik.
Kaniu mengangguk tanda mengerti. Tabib Sun berkata berkata "Jaga dia baik-baik. Jangan biarkan dia bergerak atau lukanya ada robek lagi dan akan terasa sangat sakit. "
"Bukankah tidak mencapai jantung? Kenapa harus berbaring? "
Tabin Sun hanya menghela nafas. "Luka seperti yang terjadi pada Tuan Muda pertama sangat menyakitkan. Lebih menyakitkan dari luka yang menusuk jantung langsung."
Kaniu mengangguk mengerti dan Dia tetap berada disisi Jiang Lengxi.
...----------------...
Digudang kayu kediaman lama .
Jiang Wuyan meringkuk disudut. Kesadarannya hampir hilang digantikan oleh kegilaan. An Lu sengaja mendekat untuk memberi makanan pada Jiang Wuyan.
Jiang Wuyan langsung menyerbu kearah An Lu dan mendorong An Lu dengan keras. An Lu
terjatuh dan Jiang Wuyan berhasil kabur dengan mulus. Ini bukan pertama kalinya Jiang Wuyan mencoba melarikan diri. Tapi setiap kali dia lari, dia akan tetap tertangkap. Kejadian ini tidak pernah sampai di telinga Jiang Boyan, jika tidak, mungkin Jiang Boyan akan mengamuk.
An Lu segera mengejar Jiang Wuyan yang berlari dengan sangat kencang. Semua orang yang dilewati Jiang Wuyan bahkan menjerit sangat kencang.
"Hantu.... " Teriak semua orang.
Saat Jiang Wuyan hendak mendekati pintu belakang, An Lu akhirnya berhasil menghentikannya. "Mau lari kemana kau! "
An Lu tanpa sadar menampar Jiang Wuyan hingga kepalanya berdenging.
Jiang Wuyan mencoba melepaskan diri. Dia berteriak "Lepaskan aku, aku ingin bertemu ayahku? "
Tapi Jiang Wuyan kembali diseret oleh An Lu kembali ke gudang kayu.