NovelToon NovelToon
Air Mata Di Ujung Senja

Air Mata Di Ujung Senja

Status: tamat
Genre:Pelakor / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Selingkuh / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Di desa terpencil, Zifa hidup bersama Mama Auna dan Uti Yaya, dihantui kerinduan akan ayahnya yang hilang, hingga kebenaran pahit terungkap bahwa ayahnya telah menikah lagi, berbeda dengan cerita Mama Auna tentang ayahnya yang bekerja di luar negeri. Malam-malam misterius dengan hilangnya hewan ternak warga desa menambah teka-teki, sementara takdir mempertemukan Auna dengan cinta pertamanya, Zhafran, yang kini kaya raya. Rahasia masa lalu yang terkubur dalam-dalam muncul ke permukaan: Zifa ternyata bukan anak Fauzan, melainkan darah daging Zhafran! Kini, Auna harus memilih antara mengungkap kebenaran yang mengubah hidup Zifa atau terus memendamnya demi melindungi putrinya dari intrik dunia gemerlap. Mampukah Auna mempertahankan Zifa, ataukah takdir akan memisahkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Balik Tumpukan Kotak Sepatu

Auna tidak menoleh. Rasa sakit di bahunya tak seberapa dibandingkan rasa takut kehilangan Zifa. Saat kakinya menginjak aspal di luar gudang, ia disambut oleh Ayah Zhafran dan Rafka yang berlari cepat.

“Auna! Zifa!” Ayah Zhafran segera menghampiri, dengan raut wajah sangat cemas.

Rafka, tanpa berkata-kata, langsung membantu Auna menopang Zifa yang masih menangis tersedu-sedu. Ia melihat bahu Auna yang memerah dan bengkak.

“Yah, Zifa sudah aman. Zhafran… ada di dalam,” kata Auna terengah-engah, menunjuk ke gudang.

“Ayo, Nak, masuk mobil. Ada Uti dan Oma. Nanti kita ke dokter,” perintah Ayah Zhafran cepat. Ia lalu menatap Rafka. “Rafka, kamu temani Auna dan Zifa. Saya masuk.”

Rafka mengangguk. Auna dan Zifa segera dibawa Rafka menjauhi gudang, menuju mobil yang terparkir agak jauh.

Di dalam gudang, suasana kembali senyap, hanya diisi oleh suara napas Zhafran yang memburu. Debu yang beterbangan perlahan mulai turun. Zhafran berdiri tegak. Matanya menatap ke sudut, di mana tumpukan kotak sepatu yang sudah lapuk itu ambruk, menimpa tubuh Fauzan. Ia melihat Fauzan terbaring tak bergerak di bawah timbunan kardus dan sepatu berdebu.

Sebuah sepatu kulit cokelat tergeletak di atas kepala Fauzan, dan di pelipis pria itu, mengalir darah yang mulai membasahi debu lantai. Zhafran tidak merasakan apa-apa, kecuali kelelahan dan rasa jijik yang dalam.

Pintu gudang terbuka lagi. Ayah Zhafran masuk, diikuti Rafka yang ragu-ragu di belakangnya. Ayah Zhafran berjalan cepat menghampiri putranya. Ia menepuk bahu Zhafran dengan tatapan lega, seolah baru saja melihat Zhafran lolos dari maut.

“Syukurlah, Nak. Kamu tidak apa-apa,” bisik Ayah Zhafran. Ada kebanggaan yang terlihat jelas di matanya. Setelah semua amarahnya pada Auna dan penolakan keras Zhafran untuk kembali, putranya tetap melindungi mereka.

Zhafran hanya mengangguk pelan, pandangannya masih tertuju pada tubuh Fauzan.

“Dia… sudah tidak bergerak,” kata Zhafran, suaranya serak. “Panggil polisi. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Penculikan, penipuan identitas, kekerasan…”

Ayah Zhafran mengangguk. Ia kemudian menoleh ke Rafka yang berdiri kaku di ambang pintu, menatap ngeri ke arah Fauzan.

“Rafka, tolong kamu jaga Auna dan Zifa. Saya akan telepon polisi dan pengacara sekarang juga,” kata Ayah Zhafran, segera mengeluarkan ponselnya dan berjalan sedikit menjauh.

Zhafran menoleh ke arah Rafka. Raut wajahnya kini berubah dingin, bukan karena marah, tapi karena Zhafran tahu Rafka pasti menyimpan rahasia besar lain selain yang baru ia dengar.

“Rafka,” panggil Zhafran pelan.

Rafka tersentak. Ia menelan ludah, berjalan sedikit mendekat, tapi tetap menjaga jarak.

“I-iya, Zhaf?”

Zhafran menunjuk ke tubuh Fauzan yang tergeletak. “Semua ini… tidak akan terjadi kalau aku tahu kebenarannya dari awal. Aku tidak akan marah pada Auna dan menuduhnya berselingkuh denganmu.”

Zhafran mendekat satu langkah, tatapannya menuntut.

“Jelaskan padaku, Rafka. Soal hotel waktu itu. Soal Auna dan kamu. Apa yang sebenarnya terjadi?”

Rafka menghela napas panjang. Ia tahu saatnya tiba. Semua rahasia ini harus tuntas sekarang.

“Zhaf… Saya paham kenapa kamu marah. Tapi sungguh, tidak ada apa-apa antara saya dan Auna. Saya dan Auna itu... ya cuma teman kerja. Sampai sekarang, cuma teman kerja, Zhaf,” jelas Rafka, tangannya terangkat menunjukkan kejujuran.

“Lalu kenapa kalian bisa ada di kamar hotel berdua?” tanya Zhafran menekan.

“Kami dijebak! Sama Rina. Rina itu… istri Fauzan, dia benci sama Auna karena Fauzan sudah pisah masih pilih Auna. Rina bekerja sama dengan Dani, asisten klien Kamu waktu itu. Saya disana diajak keliling hotel sama Dani dan disuruh menunggu di dalam kamar lalu saya haus, di nakas ada air lalu saya minum air itu setelah itu saya tidak ingat apa-apa, Zhaf.”

Rafka berhenti sejenak, melihat raut wajah Zhafran yang mulai melunak.

“Saya tidak tahu kalau kamu meeting di ruangan lain. Lalu Rina juga yang langsung memotret kami. Itu semua rekayasa. Kalau kamu belum percaya, kamu tonton videonya di flashdisk yang dipegang ayahmu.”

Zhafran memejamkan mata. Rasa sesak di dadanya menguap, digantikan oleh rasa malu yang menusuk. Ia menuduh istrinya, padahal Auna adalah korban dari permainan licik Rina.

“Kenapa kamu tidak bilang dari kemarin?” desak Zhafran.

"Keduluan kamu pergi." Ucap Rafka.

Zhafran mengepalkan tangan. Amarahnya kembali, tapi kali ini tertuju pada kebodohannya sendiri.

“Jadi kamu tahu soal Zifa?” tanya Zhafran.

Rafka mengangguk. “Saya baru tahu beberapa bulan ini.”

Rafka menatap Zhafran dengan tatapan memohon. “Saya benar-benar cuma mau bantu Auna sebagai teman kerja. Saya kenal Auna saat dia sudah menikah dengan Fauzan dan sedang mengandung Zifa. Saya tidak punya niat lain, Zhaf. Sama sekali tidak ada.”

Zhafran menghela napas panjang. Ia mengangguk, menerima penjelasan Rafka. Tidak ada lagi keraguan di hatinya. Semua amarah pada Auna menghilang, digantikan oleh kesadaran bahwa wanita itu telah hidup dalam ketakutan dan ancaman selama bertahun-tahun.

Ayah Zhafran mendekat, setelah selesai berbicara di telepon. “Polisi akan segera datang. Kita harus keluar dari sini, Nak. Kamu butuh dokter. Kita harus menemui Auna dan Zifa.”

Zhafran mengangguk. Ia menoleh sekali lagi ke tumpukan kotak sepatu yang menyembunyikan Fauzan, lalu berbalik. Ia harus segera menemui putrinya. Putrinya yang menolak dia, tapi juga memanggil namanya.

Ia berjalan keluar dari gudang berdebu itu, meninggalkan masa lalu yang kelam di baliknya. Sekarang, tantangan sebenarnya baru dimulai: menyembuhkan luka Auna, membuktikan cintanya pada Zifa, dan membangun kembali sebuah keluarga yang baru saja ia temukan.

1
Lumpia The best
Lanjutkan dong, kok cuma sedikit babnya, gantung sekali ceritanya
Sarifah_Aini97: Udh capek kak, ceritanya berantakan
total 1 replies
Aquarius97 🕊️
Zhafran... otakmu luruskan ya
Aquarius97 🕊️
wooooohhhh Daniiiii kau ikut2an yaa😤😤😤
mamayot
kenapa harus selingjuh dengan teman ibunya zifa. sakit banget pastinya
Xlyzy
semakin bnyk waktu yang terbuang maka semakin bnyk juga kesempatan buat menancapkan fitnah tersebut
Xlyzy
orang orang pada keder nyariin Lo jaf pulang gih
Xlyzy
fitnah itu emang jahat bener padahal bilang nya tak setajam pisau tapi klk udah berhasil tertanam efek nya bakalan menyebar
Nuri_cha
Rafka bener nih... lebih baik kalian fokus sama yg bikin ulah dulu
Nuri_cha
hmmm... bagus juga sih pny tempat buat menenangkan diri. tapi orang2 khawatir zhaf
sjulerjn29
kenapa gk nina🤭
sjulerjn29
auna km masih punya perasaan gk sih sama dia? kalo iya gak usah tertekan yang penting kan zifa bisa merasakan peran ayahnya dan nanti hidupmu gk susah lagi..
Oksy_K
ayo lakukan tes dna. Zifa butuh sosok ayah yg bener2 menyanyanginya
Oksy_K
lah, si dokter ini gimna. anak kecil loh itu, di tempat asing. klo ilang gimna🤧
Alyanceyoumee
kecewa sih saiya... segitu doang usaha anda sebagai seorang suami yang bela2an nyuruh auna cere dari suami nya buat nikah sama anda. ah ck 🤕😡
Alyanceyoumee
lu dari pada diem sambil bertanya-tanya, sekidikin napa sih? kamu orang kaya cerdas kuliah di luar negeri kan? 🙄
Oma yeni*🦋
kamu Rafka,, kamu cowok lemah amat, mudah sekali masuk jebakan 🥴🤭
Oma yeni*🦋
kamu cari si Rina itu, lalu raih tengkuknya,, hajar sampai dia ngaku, seret ke kantor polisi 🥴🤦🤭
Oma yeni*🦋
jangan lama lama pikirnya Zhafran 🥴
𝓙𝑬𝓜𝑨📴
terimakasih rafka sudah mau membantu auna
𝓙𝑬𝓜𝑨📴
nyusahin zhafrah lu mah ngilang teh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!