Season 1 (Tamat)
Karena dendam yang membara di hati salah satu CEO muda bernama Rayhan Johnson. Ia berani menikahi seorang gadis cantik bernama Della agar dendamnya terbalaskan, tapi bukan dendam terbalaskan yang didapatkan malah ia terjebak dalam pernikahan itu dan jatuh cinta pada istrinya.
Season 2 (Melanjutkan kisah anak-anaknya)
Perbedaan kasta, usia dan agama meliputi kisah ini. Kisah percintaan setiap anak-anaknya berbeda. Ada menikah karena kesalahpahaman, dan kisah cinta yang terhalang oleh agama.
Sholatlah agar hatimu tenang
Istighfarlah agar kecewamu hilang
Dan berdoalah agar bahagiamu
Segera datang;)
@Cacil_0307
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. DENDAM MEMBAWA CINTA
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM...
#DENDAM MEMBAWA CINTA#
Della yang sudah keluar dari kelasnya berencana untuk langsung pulang ke rumah, tapi pada saat Della melangkahkan kakinya keluar, terdengar suara Gisel yang memanggil Della.
"Della tunggu !!" panggil Gisel sembari menuju ke arah della.
"Ada apa Sel ?" tanya Della menoleh ke arah Gisel yang memanggilnya.
"Hari ini kamu ada kesibukan nggak ?" tanya Gisel.
"Enggak !! Aku nggak ada kesibukan hari ini, emangnya kenapa ?"
"Kalau gitu bisa nggak kamu nemenin aku ke toko buku ? Soalnya aku mau beli buku-buku tentang Islam, trus sekalian deh kamu bisa ajar aku, mau ya please!" pinta Gisel sambil mengatupkan kedua tangannya untuk memohon bantuan ke Della.
"Hm..." belum selesai Della berucap lagi-lagi Gisel meminta dengan raut muka yang sedih.
"please! Del, aku mau kayak kamu bisa tahu luas tentang Islam," ujar Gisel dengan mimik memelas.
"Baik, kita akan pergi dan belajar bersama-sama."
"Makasih ya Del."
"Iya, tapi aku harus telpon Ibu dulu biar dia nggak khawatir."
"Oke, kita naik mobilku saja ya Del."
"Tapi motorku gimana ?"
"Biar sopirku yang mengantarkan pulang ke rumahmu."
"Tapi nanti ngerepotin orang."
"Santai aja Del," ujar Gisel sambil menarik tangan Della menuju parkiran.
Mereka sudah sampai di salah satu toko buku terbesar di kota ini, Gisel sengaja datang ke toko buku ini, karena pilihan bukunya sangat lengkap.
"Wah... besar banget tokonya Sel," ucap Della kagum melihat toko buku yang sangat besar dan lengkap dengan berbagai macam buku.
"Iya, ini adalah toko buku terbesar di kota ini, aku sering beli novel di sini soalnya ceritanya bagus-bagus banget apalagi novel gender romantis," jawab Gisel sambil melihat-lihat buku.
"Wah... jadi banyak di sini ya novel, aku juga suka baca novel," ujar Della yang juga sedang melihat-lihat buku yang disusun di rak.
"Kalau kamu mau, ambil saja nanti aku yang akan bayar !!."
"Nggak usah deh Del, biar nanti aja aku belinya," tolak Della.
"Anggap aja aku traktir kamu karena mau nemenin aku ke sini, kalau kamu tetep nggak mau aku yang akan pilihkan kamu."
"Nggak usah Del, biar aku aja yang bayar,"
"Nggak !!" tolak Gisel sambil mengambil salah satu novel romansa,"ini novel paling bagus sekarang, judulnya "DENDAM" novel ini menceritakan tentang Sik pria yang dendam dengan Sik cewek, tapi malah Sik cowok ini lebih duluan jatuh cinta dengan si cewek ini," jelas Gisel sambil memberikan Della novelnya.
"Wah... menarik ceritanya, trus gimana endingnya ?" ujar Della sambil melihat-lihat isi novel itu.
"RAHASIA! kalau kamu penasaran ambil aja nanti aku yang bayar !!"
"Ya udah aku ambil ini, tapi nanti aku akan ganti uangmu, soalnya aku nggak bawa uang sekarang."
"Nggak usah, anggap aja ini sebagai upah karena kamu mau temenin aku."
"Nggak !! Aku tetap akan bayar novel ini."
"Ya udah, terserah kamu saja," ujar Gisel agak sebel melihat Della yang menolak pemberiannya padahal dia tulus mau membelikan Della.
Akhirnya Gisel pergi melihat-lihat buku islami yang ada di rak sebelah sana, sedangkan Della melihat-lihat buku di sebelah lain.
Gisel yang sedang memilih-milih buku dan Inging melihatnya akhirnya mengambil buku itu di rak, tapi pada saat Gisel ingin mengambilnya terasa ada orang juga di balik sana yang ingin mengambil buku itu.
Lelah dengan tarik menarik buku itu akhirnya Gisel bisa mengambilnya, karena orang di sebrang sana melepaskannya.
Gisel yang sudah berhasil mengambil buku itu, tak sengaja melihat Riko di celah-celah buku yang tersusun itu.
Gisel yang melihat Riko spontan membalikkan badannya agar tak terlihat oleh Riko.
Merasa sudah tak ada suara lagi dari belakang, akhirnya Gisel memutar badannya kembali. Dilihatnya tak ada lagi Riko di sana Gisel kembali memutarkan badannya untuk pergi dari sana.
Tapi ketika Gisel membalikan badannya, tiba-tiba Riko sudah ada di depannya membuat Gisel terkejut, dan spontan membuat Gisel terjatuh kelantai.
Tapi dengan sigap Riko menangkap pinggang Gisel yang ingin terjatuh, sesaat Dunia terasa berhenti ketika Gisel dan Riko saling berpandangan.
Sadar dengan itu, Gisel langsung berdiri dan merapikan hijabnya yang agak berantakan.
"Maaf !!" ucap Riko yang juga sadar akan hal itu.
"Ah... nggak pa-pa malah aku yang berterima kasih kepada Kakak udah bantuin," ujar Gisel berterima kasih.
Seketika keduanya menjadi salah tingkah dengan keheningan yang ada. Ketika keduanya terdiam, terlihat dari arah belakang Della melangkahkan kakinya ke arah mereka berdua.
"Ekhm... Sel aku..." ucap Della terhenti ketika melihat Riko yang ada di sana. Tau dengan situasi yang ada di situ Della menjadi tak enak dengan mereka berdua.
"Ah... maaf kalau aku sudah menganggu kalian, kalau gitu aku duluan pulang saja ya," ucap Della yang tak enak dengan mereka
"Biar aku yang antar kalian pulang saja," tawar Riko.
"Enggak Kak, aku bawa mobil biar aku saja yang antar Della pulang" ucap Gisel agak canggung
"Itu... biar aku pulang sendiri, soalnya Ibu menelpon aku dari tadi untuk pulang," bohong Della. "Kak Riko bisa nggak bantu Gisel mencari buku Islami, soalnya aku harus segera pulang," pinta Della agar Riko dan Gisel menjadi dekat dan tau satu sama lain.
"Tapi Del..."
"Udah biar aku yang temani Gisel untuk mencari buku, kamu bisa pulang saja," ucap Riko yang setuju dengan perkataan Della.
"Makasih banyak ya Kak, kalau gitu aku pulang dulu, as'assalamualaikum..." ujar Della sambil membalikkan badannya untuk pergi.
Di samping jalan raya Della terlihat mencari kendaraan untuk pulang.
"Aduh... kok nggak ada taxi atau ojek sih di sekitar sini," ucap Della yang kepanasan mencari kendaraan. "Ini demi mereka berdua biar bersatu, tapi kok aku jadi Mak comblang sih yang nyatuin pasangan," ucap Della ke diri sendiri sambil cekikan.
Orang-orang yang melihat Della cekikikan sendiri mengira kalau Della itu sudah nggak waras.
Della yang sadar dengan tatapan orang-orang langsung memberhentikan tawanya karena merasa malu.
"Aduhh kok aku jadi gini sih, kan di kira aku udah nggak waras sama orang-orang." batin Della.
Della yang sudah sampai rumah langsung masuk ke kamarnya, karena lelah tadi menunggu kendaraan yang tak kunjung ada.
flashback on.
Della yang lelah menunggu kendaraan yang tak kunjung ada, akhirnya pulang dengan berjalan kaki, tapi di tengah jalan terlihat mobil Andri yang melewati jalanan itu akhirnya berhenti di depan Della.
"Dek kenapa kamu ada disini ?"
"Eh... Bang Andri, tadi aku habis nemenin teman ke toko buku, tapi ada masalah sedikit jadi Della memutuskan untuk pulang sendiri, tapi pas mau pulang ehh.. nggak ada kendaraan yang lewat akhirnya Della jalan kaki," jelas Della.
"Ya udah masuk !! Lagian Abang juga mau pulang."
"Kok Abang udah pulang jam segini ?"
"Ada yang Abang mau ambil di rumah trus langsung baik lagi ke rumah sakit," jelas Andri dan akhirnya masuk ke mobil.
flashback off.
BERSAMBUNG...
Della juga,,,, baru menampar sekali aja udah
merasa bersalah,,,,, apa kabar dengan perlakuan Reyhan selama kalian bersama sampai ibumu meninggal gara2 surat cerai yg di berikan oleh Rey. jadi Della yg oon... sebelum menerima Rey kembali, ingatlah perlakuan nya dlu. tapi wanita yg sudah di mabuk cinta kayak Della Tdk akan memikirkan semua itu, Krn cinta yang sudah membuat Della menjadi buta.