Dia datang dalam keluargaku. .
Merusak Rumah Tanggaku. .
Semua org menghiyanati ku. .
Keluarga berpengaruh di kota, anaknya berhubungan gelap dengan suami ku. .
Aku berusaha memaafkan kelakuan suamiku, aku mengira dia melakukan itu hanya pelampiasan saja.
Aku tak kira, hubungan mereka semakin jauh. Sampai sang wanita selingkuhan hamil. .
Apa yang akan ku lakukan??
Bagaimana dengan rumah tangga ku??
Bagaimana dengan anakku??
Kemana??
Tolong bantu aku menemukan jawabannya. .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I. Leny. s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemboikotan Kartu
"Kamu tahu Raka?? "
"Aku tahu perselingkuhan papa dengan Tante Sesil. Selama ini aku hanya diam, tapi ketika mama bilang bahwa papa akan pergi dengan Tante Sesil dan meninggalkan kami. Aku sangat marah. Itu tidak benar kan Pa ? Papa hanya main main saja kan dengan Tante Sesil. Aku juga laki laki. Aku ngerti kenapa papa selingkuh dari mama. Itu pasti karna mama terlalu sibuk dengan bisnis dan dunianya. Dia kurang perhatian dengan kita. Aku bisa mengerti pa. Tapi kalau yang di katakan mama benar, aku tidak akan memaafkan papa" ucap Raka penuh penekanan.
Doni terkesiap mendengar perkataan anaknya. Dia bingung harus menjelaskan semuanya dari mana. Dia mengira anaknya belum mengetahui ttentang perselingkuhannya. Jadi dia sudah menyusun skenario untuk menarik simpati dari Raka agar Raka mau ikut dengannya. Namun ternyata???
"Begini Raka. Benar kata mu nak, papa selingkuh dari mama memang karna kurang perhatian. Tapi papa sekarang sudah sangat sayang dengan tante Sesil. Hubungan paoa dan mama sudah tidak bisa di perbaiki. Itu salah kalau papa akan meninggalkan mama dan kamu, tapi yang benar papa akan membawa mu bersama papa. Kamu mau kan?? " Doni menyentuh tangan Raka, di usapnya lembut.
"Maksudnya? jadi papa mau meninggalkan mama begitu?? " nafas Raka sudah terengah engah. Dia sudah mulai emosi. Jadi perkataan mama memang benar??
"Iya. .kamu mau kan Raka?? " Mata Doni berbinar, dia sangat berharap.
"Tidak akan. Aku tidak akan meninggalkan mama sendiri. Papa jahat, kenapa papa mau meninggalkan mama ? aku kira papa hanya senang senang, tidak tahunya papa memang lelaki baj*ngan." Raka sudah tersulut emosinya. Dia berdiri dan menggebrak meja.
Doni menjadi malu, dia di bentak anaknya di depan umum. Orang sekitar yang menjadi pengunjung kafe dan karyawan, semua menatap ke arah mereka.
Raka mengambil tas nya lalu beranjak pergi.
"Raka, tunggu nak? " Doni sudah mau mengejar anaknya, namun di tahan oleh seorang karyawan.
"Bayar dulu pak" ucap karyawan itu.
"O,iya saya lupa" Doni mengeluarkan kartu debitnya.
Sang Karyawan membawa kartu itu ke meja kasir, Doni mengikuti dari belakang
'Sial' Umpatnya.
"Maaf, ada kartu yang lain pak ?" Karyawan itu sudah menggesek kartu itu berulang namun selalu di tolak.
"Kenapa memangnya? tidak ada masalah kan dengan kartu saya?" Doni menerima kartu itu dari tangan karyawan kafe. Dahi nya berkerut. "Selama ini tidak pernah ada masalah dengan kartu saya."
"Tidak tahu pak? Sudah saya coba berulang namun di tolak. Mungkin ada kartu lain??"
Doni mengeluarkan tiga kartunya yang lain. Namun tetap sama, semua di tolak.
"Kenapa bisa begini? anak saya selak jauh itu. Kartu saya tidak pernah ada masalah. mungkin mesinmu yang rusak" Doni meluapkan emosinya. Gara gara mereka dia jadi tidak bisa mengejar anaknya.
"Mungkin anda bisa membayar dengan uang cash pak? " Karyawan lain memberi solusi.
"Berapa memang bon nya? " Tanya Doni.
"250 ribu pak" Karyawan itu memberikan kertas bon pada Doni.
Astaga, mana gak bawa uang cash seperak pun lagi. Karna bingung, Doni akhirnya menelpon Sesil untuk membawakan uang.
Karna belum bisa membayar, Doni masih bertahan di cafe. 'Sungguh sial, kenapa semua kartu ku failed. Perasaan tidak pernah begini. Aku akan tanya pihak bank besok. Ini sungguh membuat ku malu. Sudah gagal membujuk Raka, malah yang ku dapat begini. Rekening pribadi ku juga, kenapa juga ikut ikut.an. Siaaallllll' Doni terus mengumpat.
"Doni, . ." Seseorang menepuk pundak nya dari belakang.
"Arya, sedang apa kamu di sini. Bukannya kamu sedang di luar negri?? " Doni mengenal pria di hadapannya. Iya, dia Arya. Teman istrinya sewaktu di kampus. Mereka pernah bertemu beberapa kali.
"Aku sudah beberapa bulan balik di Indonesia. Lah, kamu makan dengan siapa? Di mana Keyla?? " Arya tampak celinguk.an tampak mencari seseorang.
"Tadi sedang makan dengan Raka. Keyla sedang berada di rumah"
"Ooh, begitu. ." Sedang ngobrol berdua, tiba tiba seorang wanita datang menghampiri. Dia langsung memeluk Doni dari belakang.
"Kamu gimana sih sayang, kok bisa nggak bawa uang."
Arya tampak heran melihat wanita itu. 'Siapa wanita ini, kenapa memanggil Doni sayang'
"Iya aku lupa. Iya sudah ayo kita bayar ke kasir. Kami permisi dulu ya Arya" Doni bangkit dari duduknya,lalu menggandeng tangan Sesilia untuk pergi.
"Sepertinya ada sesuatu antara mereka. Aku harus memberi tahu Keyla" Arya menatap kepergian Doni dengan tatapan amarah.
--*--
Keyla sedang duduk di ruang tamu rumahnya, di temani oleh Flora dan Fiola.
"Aku harus mencari Raka di mana lagi Flo, Fi?? Aku takut mas Doni membawanya pergi jsuh dariku" Keyla terus terisak dari tadi. Dia terus terusan menangis sambil memeluk foto anaknya.
Flora dan Fiola selalu setia mendampingi dan menghibur Keyla. "Yang sabar Key, aku yakin ketika Raka tahu kebenaran papanya. Dia pasti akan langsung mencari mu. Kamu yang sabar saja ya"
"Aku. ."
"Mama,. ." Raka muncul di depan pintu. Dengan wajah penuh penyesalan, dia langsung berlari bersimpuh di kaki Keyla.
"Raka, sayang. Anakku" Keyla langsung menarik Raka dari duduknya dan memeluknya.
"Maaf.in Raka ya ma. Raka salah sama Mama. Maafin Raka ma" Ibu dan anak itu saling berpeluk tangis.
Flora dan Fiola ikut terharu menyaksikan mereka. Dengan perlahan mereka pergi untuk memberi waktu kepada kedua ibu dan anak itu untuk saling berbicara.
Sekian sekian menit, mereka saling meleoas pelukan.
"Maafin Raka ya Ma?? Mama nggak perlu sedih lagi, apa yang mama katakan memang benar. Papa lebih memilih wanita itu. Aku salah ma. Maafin aku. Aku tidak akan meninggalkan mama." Raka menatap mata Keyla. Ada banyak kesedihan di mata itu.
"Iya sayang, iya. Mama selalu maafin Raka. Mama cuma punya Raka sekarang, mama nggak mau Raka pergi lagi, yah?? "
"Iya ma. ."
"Terima kasih sayang. ."
--*--
Hari ini, Doni mendatangi bank yang menaungi kartu debit dan keperluannya selama ini.
"Maaf pak Doni, kami sudah mendapat perintah dari pengacar bu Keyla untuk memboikot semua kartu kartu milik anda. Kami tidak bisa melakukan apa apa. Anda bisa bertanya pada bu Keyla langsung" ucap atasan bank tersebut.
'Kurang ajar, jadi ini semua perbuatan Keyla. Ini tidak bisa di benarkan. awas kau Keyla'
Dengan langkah emosi, Doni mendatangi Keyla di restaurannya.
"Keyla, kau tidak bisa melakukan ini padaku" Doni langsung berteriak ketika dia berhasil menerobos masuk ke dalam ruangan Keyla. Sedari tadi dia sudah di halangi oleh petugas keamanan dan Fiola serta beberapa karyawan, namun karna dia sedang terbakar amarah jadi kekuatannya berlipat lipat. Dia berhasil menghalau mereka yang menghalangi jalannya untuk menemui Keyla.
"Kenapa kau memboikot semua kartuku. Tabungan ku juga, kenapa kau mengambilnya juga"
"Itu semua uang ku. Hak ku. Jadi sudah kewajibanku untuk mengambilnya dari mu" ucap Keyla santai sambil memutar mutar kursinya. Dia sedang memainkan emosi Doni.
anak sy 17 thn sdh kelas 3 sdh besar. sdh bisa bikin anak pula
krn waktu zinah bpk dan ibunya dikedua kelamin mereka bersarang jutaan syetan.jin.anak ibl8s.cuvu dajal ikut kawin ikut bikin anakkkk
krn sex itu menyehatkan, melancarkan hormonal wanita.
lebih muda.segar.wajahnya lebih bahagia. cerah.
klu tdk berhubungan sex sumpek wajahnya dan rahim juga sehat krn disiram terus oleh suami.
kasian mamamu...