NovelToon NovelToon
The Destiny 2 : Extraordinary Love

The Destiny 2 : Extraordinary Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tianse Prln

DALAM TAHAP REVISI 🙏

The Destiny season kedua : Extraordinary Love.

Yuan, anak dari Ray dan Ana, seorang tuan muda yang mempunyai segalanya, tidak pernah merasa kekurangan tapi penuh kecukupan.

Rose, seorang gadis yang lahir dari keluarga broken home, ayahnya seorang pemabuk dan pejudi, ibunya hanya seorang pekerja lepas biasa.

Dua insan yang memiliki banyak perbedaan apakah bisa bersatu?

Rose sangat mencintai Yuan, ia adalah salah satu dari ratusan gadis yang jatuh cinta dengan pada Yuan, seorang tuan muda sang pewaris tunggal.

Lalu, apakah cintanya itu akan terbalaskan?

Banyak lika-liku drama dalam kisah mereka. Namun, sebuah perjuangan cinta luar biasa akan selalu mendapatkan jalannya.

Extraordinary Love 👉 Cinta Luar Biasa

«Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada persamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun peristiwa yang terjadi»

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tianse Prln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Bawah Malam Berbintang

Malam itu langit biru menggelap, walau warna biru masih ada disana, namun tidak terlihat karena pancaran sinar bulan tak seterang pancaran sinar matahari.

Tapi karena itulah, langit biru yang menggelap dapat menampilkan bintang-bintang yang terlihat indah di atas sana.

Rasa tenang dan damai pun tidak dapat terelakkan dari hati. Udara segar, seakan menjadi penyejuk jiwa yang gundah.

Nana menutup matanya, merasakan terpaan angin malam yang menerpa lembut wajah-nya.

Gadis itu merebahkan tubuhnya di atas tanah yang beralaskan rumput hijau. Dirinya saat ini sedang berada di atas bukit, dimana ia bisa melihat pemandangan kota yang disinari cahaya lampu di setiap bangunannya.

"Bagaimana?" Tanya Kai yang duduk disampingnya.

"Aku suka." Jawab Nana, masih dengan mata yang terpejam menikmati angin malam itu.

"Lihatlah ke atas sana." Ujar Kai sembari ikut merebahkan tubuhnya di atas rerumputan itu.

"Ya."

"Apa yang kau lihat?" Tanya Kai.

"Bintang. Aku tidak pernah melihat bintang sebanyak ini, padahal ini langit yang sama seperti malam-malam sebelumnya." Kata Nana.

"Mereka selalu ada di atas sana, hanya saja—" Ucap Kai yang menggantungkan kalimatnya.

"Hanya saja?"

"Hanya saja, mungkin kau tidak pernah memperhatikannya, jadi kau tidak menyadari keberadaannya." Sambung Kai.

"Kau benar, aku tidak pernah memperhatikan mereka, jadi aku tidak tahu jika mereka itu selalu ada di atas sana." Ujar Nana.

Sama seperti ku, kau tidak pernah memperhatikanku, jadi kau tidak pernah menyadari keberadaanku yang selalu memperhatikanmu dan selalu ada untukmu. — Batin Kai, matanya itu memantulkan wajah Nana yang sedang di tatapnya.

"Kai." Panggil Nana seraya menoleh pada pria itu.

"Iya?"

"Terimakasih." Ucap Nana, sebuah senyuman terukir di wajahnya. Senyuman yang ia lemparkan untuk pria yang sedang menatapnya.

"Ah itu—ya sama-sama." Kata Kai, ia merasa detak jantungnya berdegup kencang, seperti sedang berpacu dalam adrenalin, hal itu membuatnya merasa salah tingkah dan gugup di hadapan Nana saat ini.

"Terimakasih karena selalu di sampingku." Sambung Nana yang tadi belum sempat menyelesaikan perkataannya.

"Ha?"

"Saat kau berkata tentang bintang tadi, aku sadar, banyak orang yang selalu ada untukku, hanya saja, aku tidak pernah memperhatikan itu, jadi aku tidak menyadari betapa pentingnya mereka. Dan kau — kau salah satu orang yang selalu ada untukku, karena itu aku berterimakasih padamu." Kata Nana.

"Ah begitu, aku pikir—" Kai kembali menggantungkan kata-katanya.

"Kau pikir apa?" Tanya Nana.

"Tidak ada, lupakan saja." Jawab Kai.

"Em, iya." Ucap Nana, pandangannya kembali terarah pada lautan bintang yang berkelap-kelip di atas sana.

•••

"Ini kopi Frappe dan red velvet cake nya. Selamat menikmati." Ujar Yuan sembari memberikan sebuah nampan berisi satu potong red velvet cake dan kopi Frappe, kopi yang berisi es dan berlapiskan busa diatasnya.

"Terimakasih. Ini, jangan lupa hubungi aku ya, tampan." Perempuan yang menerima nampan itu meletakkan sebuah kertas kecil yang bertuliskan nomor telepon di atas meja untuk memesan menu itu.

Yuan menanggapinya dengan senyum yang ia paksakan. Perempuan itu kemudian pergi dari tempat untuk memesan menu dan membayar pesanan itu dengan sebuah kedipan mata yang di lemparkannya pada Yuan.

Yuan mengehela nafasnya, ia sudah biasa mendapatkan perlakuan seperti itu dari para wanita yang datang ke cafe tempatnya bekerja. Pria itu kemudian mengambil kertas yang di berikan perempuan tadi, Yuan meleparkan kertas itu ke dalam tempat sampah yang ada di dekat kakinya.

"Selamat malam, apa yang ingin anda pesan?" Tanya Yuan pada pelanggan selanjutnya sembari menampilkan senyuman ramahnya kembali.

"Affogato klasik satu, jangan lupa es krim vanillanya di tambahkan lebih banyak ya." Ucap perempuan dengan bandana berwana merah polkadot itu dengan senyumannya.

"Affogato klasik satu, baik, apa ada yang ingin anda pesan lagi?" Tanya Yuan sembari mengetik pesanan pembeli itu pada mesin pembayaran.

"Tidak ada, itu saja." Jawab pembeli itu.

Yuan tersenyum,

"Totalnya enam dolar, ingin membayar dengan tunai atau non-tunai?" Tanya Yuan.

"Tunai." Jawab perempuan itu sembari mengambil beberapa lembar uang dari dalam dompetnya.

"Ini." Perempuan dengan bandana berwana merah polkadot itu menyerahkan lembaran uang yang ia ambil dari dompetnya kepada Yuan.

Yuan menerimanya, kemudian ia mulai menekan beberapa tombol dial di mesin pembayaran, setelah struk keluar, Yuan memberikan struknya kepada perempuan itu.

"Ini bon nya." Ujar Yuan.

"Ah iya." Perempuan itu menerima struk pembayaran yang diberikan Yuan padanya.

"Tunggu sebentar ya, saya akan menyiapkan pesanan anda." Kata Yuan yang kemudian mulai membuat pesanan dari pembeli itu.

Beberapa menit setelahnya, Yuan kembali ke tempat semula dengan membawa satu gelas kopi affogato.

"Ini pesanan anda, selamat menikmati. Selan—" Yuan ingin memanggil pembeli selanjutnya, tapi sebuah suara yang memanggil namanya dari arah pintu masuk cafe itu, membuat Yuan menghentikan ucapannya dan mengalihkan perhatiannya pada orang yang memanggilnya itu.

"Tuan muda Yuan!" Kata wanita paruh baya itu, wanita paruh baya itu memanggil Yuan dengan suara yang keras, membuat seluruh pengunjung cafe langsung menjadikannya pusat perhatian.

Bukankah dia ibunya Kai, Bibi Jeni?!! Apa yang sedang dilakukannya disini— ah ya ampun.. kenapa dia memanggilku seperti itu?!! — Batin Yuan seraya menatap wanita paruh baya yang sekarang sudah berada di hadapannya.

"Maaf, anda tidak boleh menyela antrian, anda harus mengantri dari belakang." Ujar Yuan pada wanita paruh baya bernama Jeni itu.

"Tuan muda Yuan, apa yang anda lakukan disini? Anda sudah lama pergi dari rumah. Semua orang sangat khawatir pada anda. Lebih baik anda segera kembali ke rumah tuan muda." Ujar Bibi Jeni.

"Wanita tua itu benar-benar memanggilnya tuan muda? Aku tidak salah dengar kan?"

"Apa dia seorang tuan muda yang melarikan diri dari rumah?"

"Aku sudah menduganya dari awal, dia terlihat seperti seorang pria dari keluarga kaya."

"Wah ternyata dia seorang pangeran ya."

"Aku semakin terpesona padanya."

"Apa dia sedang menyamar menjadi the beast untuk mencari si beauty?"

Yuan tersenyum canggung menghadapi tatapan dari pengunjung yang menatapnya seperti sebuah harta karun yang telah lama terpendam.

"Sepertinya anda salah orang, nyonya." Ucap Yuan pada bibi Jeni.

"Jangan panggil saya seperti itu tuan muda, saya ini hanya salah satu pelayan di rumah anda, tidak seharusnya anda memanggil saya seperti itu, saya tidak pantas mendapat panggilan itu dari anda tuan muda. Dan lagi, saya tidak mungkin salah mengenali anda, walaupun anda menggunakan kacamata itu, tapi saya tidak mungkin salah mengenali tuan muda dari keluarga Gavin." Jawab bibi Jeni.

Semua orang yang mendengar kata Gavin, seketika menganga tak percaya. Siapa yang tidak tahu dengan nama keluarga terpandang itu, keluarga yang bahkan kepala negara pun menghormatinya.

Yuan merasa seperti seorang pencuri yang tertangkap basah, ia ingin sekali menyembunyikan wajahnya, gagal sudah penyamarannya, tak dapat lagi ia menyembunyikan identitas aslinya, termasuk pada pemilik cafe yang juga terperangah dengan fakta nyata itu.

"Bibi Jeni, ikut aku." Ujar Yuan sembari melepaskan appron yang dipakainya.

"Baik, tuan muda." Ucap wanita paruh baya itu.

Yuan berjalan ke arah owner cafe yang berdiri tak jauh darinya, Yuan ingin meminta ijin untuk keluar sebentar pada pemilik cafe.

"Bos, saya—"

"Iya iya silahkan." Ujar pemilik cafe itu, padahal Yuan belum sempat menyelesaikan perkataannya.

"Terimakasih." Ucap Yuan, kemudian berlalu dari hadapan pemilik cafe itu.

Yuan memberikan kode pada bibi Jeni untuk mengikutinya keluar dari cafe itu. Bibi Jeni mengangguk, ia melangkah mengikuti tuan mudanya itu keluar dari dalam cafe.

"Selama ini aku tidak bersikap buruk padanya kan?" Gumam pemilik cafe itu yang bertanya pada dirinya sendiri.

✍ Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada persamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun peristiwa yang terjadi.✍

1
࿇KangEs😏😜✿࿐ ❦︎⃝ ⃝ ᵍᵇᵗ
semangat rose
࿇KangEs😏😜✿࿐ ❦︎⃝ ⃝ ᵍᵇᵗ
aQ mampir lagi kak tian
Miftahul Jannah
Lumayan
Novi R
Yuan serem bgt kalo udah mode dingin kaya gitu. aku aja sbg reader takut bgt, apalagi Rose. Pokonya fighting deh buat Rose💪💪💪.
Novi R
Yuan cemburu tuhhh. Sweet bgt sih
ECHA
aku ga tau alur ceritanya soalnya baru sampe eps 55 lansung cari eps terakhir tapi eps terakhirnya seru juga
ECHA
ceritanya jangan terlalu panjang thor
ECHA
banyakin cwrita rose sma yuan donk
ECHA
yuan sama rose
nana sama kai
feng nya untk yana aj
ECHA
⛈⛈⛈⛈⛈
ECHA
‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎ ‏‏‎
ECHA
lebih baik nanti ceritanya om ray gagal ginjal trus yuan yg nolongin
࿇ℕ_ℚєєLค✿࿐ 🅟🅖 ☄
kasihan rose
Nita.P
semuanya milih Nana sama Yuan ya?? tapi kalo orang kaya sama orang kaya lagi.. rasanya gimana gt. aku itu lebih suka cerita yang beda kasta gitu.. kaya yuan sama Rose.. 😂😂
࿇ℕ_ℚєєLค✿࿐ 🅟🅖 ☄
kak kapan si kembar lanjut ya udah kangen kembar
Ratih Elisa
kok q bacanya sekretaris cenil y bukan cenli 😂😂😂
Ratih Elisa
ana tinggalin aja si ray
Ratih Elisa
ahay,,,, istri?😂😂😂😂😂
Afri Ani
suka bab ini, kalau ngulang baca ya ke bab ini langsung 😁
YuriQu
aq pun ikut menangis 😧😧😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!