putraku anak dari pak CEO
wanita berusia 25 tahun, bernama Alina Pratiwi mengunjungi sebuah tempat hiburan malam terbesar di kotanya, demi hanya agar sejenak melupakan berbagai tuntutan dari ibunya yang ingin segera melihat putri semata wayangnya itu menikah sebelum sang ibu tutup usia.
sedangkan Alina sendiri sama sekali tidak pernah ingin menikah, karna trauma nya yang memergoki sang ayah berselingkuh dengan wanita lain.
namun niat hati Alina ingin hanya sekedar menghibur diri,justru Alina malah mendapatkan peristiwa yang membuat dirinya kehilangan kehormatan nya
akankah Alina mampu menjalani kehidupan yang berbeda ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tinta digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Daddy ku yang terhebat
satu bulan telah berlalu....
Kondisi Alvino kini mulai stabil dan membaik. Berkat pengobatan yang rutin, serta dukungan dari semua anggota keluarga De Jung dan juga Anderson.
Membuat dua keluarga besar itu semakin dekat dan terasa sangat hangat .
"Daddy... Lihat lah aku menangkap cacing tanah !"
Alvino yang tengah asyik bermain di taman belakang mansion milik nya, berlari mendekat ke arah Felix yang sedang duduk di kursi taman dengan terus memperhatikan putranya
"ini dad!" Alvino memegangi seekor cacing tanah berukuran sedang dan menunjukkan nya tepat di hadapan Felix
"Aaaaa.....! Vino cepat buang itu! " felix bangkit dan segera menjauh dari putranya, karna ia sungguh tidak suka dengan sesuatu yang jorok
"Ayolah dad, ini hanya cacing kecil! " Alvino hendak mengejar Felix namun kakinya tersandung pada akar pohon besar yang ada disana
hap!
Felix meraih tubuh kecil itu dengan sebelah tangannya
"wah... Daddy hebat ! " seru Alvino yang merasa sangat di lindungi oleh Daddy nya
"astaga! Tolong buang dulu ya cacing itu... Daddy sungguh merasa geli melihatnya!" pinta Felix dengan wajah memelas nya
"oke dad !" vino membuang cacing itu ke sembarang arah
"cudah dad!" ucap nya riang menampilkan deretan gigi susu yang bertengger rapi
"nah ini baru anak Daddy!" Felix mengacak gemas rambut Alvino
" ayo kita mandi! Sudah sore begini" ajak Felix yang di patuhi oleh putranya
Pemandangan itu tak luput dari mata Alina sejak tadi, Hatinya benar-benar meleleh. Rasa haru dan bahagia yang dulu selalu di mimpikan nya kini telah menjadi kenyataan.
"mommy...! Aku mau di mandikan cama Daddy !" sorak Alvino berlari menghampiri Alina di susul oleh Felix yang selalu terlihat tampan meski dengan pakaian rumahan
"hmmm... Apakah Daddy mau melakukan itu?" Alina memeluk putranya sambil mengelus lembut pucuk kepala nya
"Tentu saja! let's go son!" Felix meraih tubuh Alvino dan menggendong nya bak sebuah papan seluncur
"hahaha..... " gelak tawa Alvino memenuhi setiap sudut mansion milik pribadi Felix
'Bolehkah kami bersama dan bahagia seperti ini? ' Alina berbicara dalam hati, hanya sebuah senyuman saja yang terukir di sana
Waktu makan malam pun telah tiba. Alina sedang menyendoki nasi dan beberapa lauk dan juga sayur hasil masakan nya ke dalam piring Felix dan Alvino
"wah ini benelan enak mom!" Alvino memuji masakan mommy nya saat memasukan makanan di sendok pertama
"mmm... benaran enak !" imbuh Felix yang benar-benar menikmati masakan Alina
"baiklah makan dan habiskan ya ?! sebentar lagi kita pulang!" Alina meminum beberapa teguk air putih miliknya setelah di rasa sudah cukup mengisi perut
Duarrr.....
Suara kilatan petir terdengar begitu kuat, membuat Alina bangkit dan memeluk Alvino dengan erat. Felix pun mendekat memberi rasa aman kepada mereka.
"sebaiknya untuk malam ini kau harus menginap disini!?" Felix bicara sambil mengelus rambut panjang yang terurai milik Alina
"oh... Ayolah Felix, aku tidak mungkin menginap disini!" Alina berusaha menolak tawaran nya
"Aku rasa langit tak mendukung mu! " Felix menyeringai menatap wajah gugup Alina
"hanya hujan! Tidak membuat tubuh basah kuyup dengan mengendarai mobil kan?" Alina tetap bersikeras untuk pulang
" Huh.... " Felix menghela nafas
"bagaimana son? Apa kau mau menginap di rumah Daddy?"
Bukan Felix namanya kalau tidak memiliki banyak cara.
"Mom...." Alvino menatap mommy nya dengan tatapan memohon
"no! maaf ya sayang, mommy dan Daddy belum menikah.... Jadi tidak boleh tidur di rumah yang sama."
Alina mencoba menjelaskan alasannya menolak tawaran Felix dengan hati-hati, agar Alvino mengerti.
"Kita hanya tinggal serumah, bukan tidur sekamar!" Felix semakin melebarkan senyumnya
" Kau! " Alina mendelik kan matanya
Ia menatap tajam, namun Felix hanya terkekeh. Merasa puas karna kini Alina tidak lagi berkutik.
Like, komen, and Vote 🥰🥰
kopi pagi thor... 🍞☕️ semangat
sukses sll💪🏻😍😍