Takdir seakan mempermaikan kehidupan Syakira Anastasia. Kehidupannya yang bergelimang harta, terlahir dari keluarga mapan, gak pernah sekali pun membuatnya menangis karena derita.
Namun takdir membawanya pada seorang pria beruban, dengan fisik bak pria matang.
Membawanya pada hubungan yang gak pernah ia bayangkan. Mampu kah Syakira menjalani perannya sebagai seorang istri di usia labilnya? Atau berakhir menderita seperti yang di inginkan Jims Prayoga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Aku yang merenggutnya
Brugh.
Syakira hilang kesadaran, dengan kesigapan Jims. Berhasil mencegah tubuh Syakira jatuh di atas tanah. Pria dingin dengan sorot mata tajam itu menggendong Syakira dengan ke dua tangannya.
“Menyusahkan saja!” gerutu Jims, menatap wajah Syakira yang tampak pucat.
Danu menyodorkan ke dua tangannya ke depan, seolah siap mengambil alih tubuh Syakira dari gendongan Jims.
“Biar saya yang menggendong nya, Tuan!” ucap Danu.
Satu alis Jims terangkat ke atas, “Bodoh! Kau pikir, aku akan membiarkan orang lain menyentuh tubuhnya!”
Danu menatap gak percaya, “Tuan sendiri yang bilang Nona Syakira menyusahkan!”
“Ihsss, buka pintunya!” Jims ngegas.
Tanpa banyak protes, Danu langsung membukakan pintu belakang untuk sang Tuan.
“Silahkan, Tuan!”
“Hem!”
Jims mendudukkan dirinya di kursi penumpang bagian belakang. Alih alih menyandarkan Syakira yang kini pinsan pada sandaran kursi mobil. Jims justru membiarkan wanita itu tetap berada dalam pangkuannya.
Jims mengerutkan keningnya, dengan netranya yang gak lepas dari Syakira.
‘Kenapa aku jadi semarah itu pada Danu! Memang kenapa kalo ada pria lain yang menyentuh Syakira! Ingat Jims, kehadiran mu untuk menghancurkan keluarga Bayu! Termasuk Syakira, darah daging Bayu dan Sasmita. 2 orang yang sudah menghancurkan hidup Reina.’
Dari belakang kemudi, Danu menarik nafas dalam, melihat sikap yang di tunjukkan Jims pada Syakira.
‘Susah emang, kalo pria sudah di hadapkan dengan wanita cantik. Dendam pun bisa berubah menjadi cinta.’ batin Danu.
Jims mengangkat kepalanya, dengan sorot mata tajam pada Danu, “Apa lagi yang kau tunggu! Cepat jalan!”
Danu menggaruk keningnya canggung, “Ini juga mau jalan, Tuan. Tapi apa Tuan yakin, membiarkan Nona Syakira seperti itu?”
“Apa masalahnya dengan mu, Danu! Sudah bosan bekerja dengan ku hah!” Jims ngegas.
Danu terkekeh canggung, “Hehehe mana mungkin saya bosan bekerja dengan, Tuan! Justru jadi suatu kehormatan buat saya, bisa tetap mengabdi dengan Tuan.”
Danu mulai menginjak pedal gas, membuat kendaraan roda 4 itu dengan pasti mulai melesat menjauh dari area pemakaman. Dengan beberapa mobil lain yang mengikuti dari belakang.
‘Syakira Anastasia, senang rasanya aku berhasil membuat mu menjadi boneka ku! Mulai detik ini dan seterusnya, aku akan membuat hidup mu bak di neraka.’ batin Jims.
Danu melirik Jims dari kaca spion tengah, “Maaf, Tuan. Apa kita akan kembali ke rumah Nona Syakira?” tanya Danu.
“Tidak perlu, kita kembali ke rumah utama saja.” ucap Jims tanpa mengalihkan perhatiannya dari wajah Syakira.
Skip.
Beberapa jam kemudian.
Jims berdiri di samping tempat tidur, dengan tangan kanan menggenggam sebotol minuman yang sudah ia buka penutupnya
“Sudah cukup aku membiarkan mu istirahat, Kira! Sekarang sudah waktunya kau melakukan sesuatu untuk ku!” seru Jims dengan seringai di bibirnya.
Byur.
Dengan sengaja, Jims menumpahkan dengan perlahan air dari botol minuman itu ke wajah mulus Syakira yang sebelumnya terbaring di atas tempat tidur dengan ke dua mata yang terpejam.
Dengan gelagapan, Syakira membuka ke dua matanya. Berusaha menyapu tiap tetes air minuman yang membasahi wajahnya dengan tangannya.
“Ahhhhh a- apa… apa yang kau lakukan Jims! Kenapa kau menyiram ku!” cecar Syakira, menyadari keberadaan Jims di sampingnya membuat Syakira buru buru beranjak dari tidurnya.
Jims meletakkan botol minuman yang menyisakan setengah isinya di atas nakas.
“Apa yang aku lakukan! Sudah pasti aku membangunkan mu, Kira! Membangun kan mu dari keterpurukan mu!” gumam Jims, dengan merangkak naik ke atas tempat tidur.
Syakira beringsut menjauh dari Jims, “Membangunkan ku? Ini, ini air apa? Kenapa wanginya gak enak? Rasanya juga, uuuweek!”
Brugh.
“Akkkhhh!” pekik Syakira dengan keterkejutannya, saat tubuhnya seakan terhempas kebelakang.
“Mau kemana? Kau sudah gak bisa lagi lari dari ku, Kira!” ucap Jims, yang berhasil membuat Syakira berada di bawah kungkungan nya.
Dengan nafas yang gak karuan, rasa takut yang menyeruak dalam benak Syakira. Mendapati dirinya berada di tempat yang asing dalam pandangannya.
“A- aku… aku dimana? Kau membawa ku kemana?” cecar Syakira, mempertahan kan ke dua tangannya pada dada bidang Jims.
Jims mencekal pergelangan tangan Syakira, membuat ke dua tangan Syakira berada di atas kepalanya dengan satu cengkraman tangan besar Jims.
“Saat ini kau berada di tempat yang aman, Kira! Dimana gak akan ada seorang pun yang berani mengusik kebersamaan kita!”
Syakira menatap marah Jims, “Lepaskan tangan ku, Jims! Jangan lakukan apa pun pada ku!”
Jims terkekeh, dengan satu tangan meraih leher atasan yang Syakira kenakan.
“Apa yang bisa aku lakukan pada mu, Kira! Aku hanya sebatas menemani mu bermain!” ujar Jims dengan nada meledek.
Tatapan Syakira mengikuti tangan Jims, tubuhnya menggeliat, menolak dengan apa yang Jims lakukan dengannya.
“Jims, jauhkan tangan mu dari ku! Lepas! Kau bajinggggan, bandddot tua! Pria mesuuum!” teriak Syakira, saat jemari Jims dengan lincah menari nari di dadanya.
Bibir Syakira menolak, namun pikiran dan tubuh Syakira berkata lain. Wanita itu membusungkan dadanya, menggigit bibirnya sendiri, dengan tatapan yang menginginkan.
‘Ada apa dengan ku! Rasanya panas, sangat panas!’ batin Syakira.
Jims terkekeh, dengan nada meledek, pria itu menumpukan tubuh tegapnya pada ke dua lututnya yang menyentuh dasar permukaan tempat tidur.
“Apa kau kepanasan, Kira! Apa aku perlu membantu mu menanggalkan nya lagi!”
Syakira menggeleng, dengan tubuh yang menginginkan, “Gak. Pergi kau Jims! Aku muak dengan mu!” teriak Syakira.
Sreeek sreeeek.
Bak binatang buas, Jims berhasil mengoyak helaian demi helaian kain yang menutupi tubuh Syakira. Membuatnya gak lagi berbentuk.
“Kau menginginkannya, Kira!” ucap Jims dengan senyum mengejek, melihat dua aset kembar Syakira yang padat dengan kemulusan tanpa celah di kulitnya.
Syakira berusaha menutupi tubuh mulusnya dari pandangan nakal Jims dengan tangannya.
“Kau, brengggsek! Pergi kau dari sini! Aku membenci mu, Jims!” teriak Syakira dengan setengah kewarasannya.
Jims tersenyum sinis, “Sayanganya pria brengggsek ini gak akan meninggalkan mu, Kira! Karena kita akan habiskan waktu bersama!”
“Aakkkkk lepas Jims!” teriak Syakira, saat Jims dengan rakusnya menyeeep puncak kembar Syakira.
‘Jangan kau pikir aku akan menyerah, Kira! Aku tau cara menghadapi mu! Setelah ini kau yang akan menikmati permainan ku! Hanya sedikit lagi, obat dan minuman itu akan bereaksi pada tubuh mu, Kira!’ batin Jims, dengan pasti menanggalkan celana yang ia kenakan.
Syakira mencengkram bahu Jims, dengan air mata yang kembali membanjiri pelupuk matanya.
‘Apa yang aku lakukan, aku membiarkan Jims menyentuh ku! Aku membiarkan banddddot tua ini merenggutnya! Aku hina! Aku… aku menginginkannya! Kenapa aku menginginkan Jims lebih dari ini! Ada apa dengan ku!’
“Menyingkir kau, Jims! A… ada yang salah dengan ku!” gumam Syakira dengan tatapan menerawang.
Perlahan namun pasti, pandangan Syakira di penuhi dengan kabut asmara. Penolakan yang ia berikan kini berganti dengan menginginkan.
“ …a- aku aku menginginkan mu. Aku ingin lebih dari ini, Jims! Beri aku kepuaaaasan Jims!” racau Syakira.
Jims menyudahi aktifitasnya, tangannya bergerak menyusuri wajah Syakira.
“Kata kata itu yang aku tunggu, Syakira!” ucap Jims.
Syakira yang sudah di bawah pengaruh obbbbat, tanpa rasa malu, menarik kepala Jims. Mengikis wajah ke duanya.
Gayung bersambut, Jims melumatttt bibir Syakira dengan rakus. Jims melepaskan bibir Syakira, di saat wanita itu hampir kehabisan nafas.
“Aku akan memberikan apa yang kau inginkan, Syakira!” ucap Jims di telinga Syakira.
Jims mencengkram si kembar, membuat Syakira meringis dengan dada membusung.
“Tapi aku akan menyiksa mu, jika bukan aku orang pertama yang merenggutnya! Camkan itu Kira!” ucap Jims dengan penuh penekanan.
Gak ada lagi makian yang terlontar dari bibir Syakira untuk Jims. Hanya suara suara nakal yang saling bersahutan, saling mengejar kenikmatan hingga Syakira terkulai lemas usai kelelahan.
Jims menelisik wajah lelah Syakira yang kini terpejam di sampingnya, “Jika bukan karena pengaruh obbbat, mungkin permainan mu jauh lebih menggoda, kira!”
Jims beranjak dari tidurnya, ia menelisik bagian di mana Syakira tiduuuuri, “Entah kenapa aku berharap, aku lah yang pertama meruntuhkan nya, Kira!”
Senyum tersungging di bibir Jims, dengan tatapan berbinar senang, ‘Dia benar, aku yang merenggutnya.’
Namun senyum dan kilatan kebahagian dari Jims sirna, usai mendengar racauan Syakira yang bahkan sampai terisak.
“Aku lelah, sudah cukup Wili, aku merindukan mu! Maaf, aku tidak bisa menyelamat kan mu hiks!”
Jims mengepalkan tangannya erat, dengan urat urat yang tampak menonjol di ruas ruas jarinya. Dengan kilatan kemarahan yang tampak menyeramkan di wajahnya
Bersambung…