Syeira yang sejak kecil berada di panti asuhan mulai mempunyai mimpi disaat seorang Dokter muda datang mengunjungi Panti Asuhan mereka. Syeira yang saat itu masih sekolah SMP kelas 9 menemukan cinta pertamanya yaitu Koas Muda berusia 24 tahun. Perbedaan usia 10 tahun tak membuat tekad Syeira ciut. Semenjak itu dia rajin belajar untuk meraih mimpinya agar bisa bersanding dengan pria bernama Haider. Selain itu Haider memiliki sepupu ganteng dan kaya raya bernama Xavier yang juga tergila-gila pada Syeira. Bagaimana kisah selanjutnya, apakah Syeira akan memilih bersama Xavier atau tetap pada tujuan utamanya Haider? ikuti terus novel baru saya yang tentunya sangat menarik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25 : Merebut Kembali
Haider memegang bahu Syeira sehingga mereka saling berhadapan. Mata Haider menatap dalam melihat mata Syeira yang berkaca-kaca.
"Aku harus apa agar kamu memaafkan aku Syeira" ujar Haider.
"Lepaskan aku" ujar Syeira seraya menepis tangan Haider di bahunya.
Tangan Haider memegang bahu Syeira dengan erat sehingga tepisan Syeira tidak membuat tangan Haider terlepas. Syeira masih saja meronta-ronta agar dilepaskan.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan Kakak" jawab Syeira.
"Apa aku harus berlutut di hadapan kamu Syeira" ujar Haider.
"Jangan pernah lakukan itu kalau Kakak tidak mau aku semakin membenci Kakak" jawab Syeira marah.
"Syeira sejak awal aku tidak pernah berhenti memikirkan kamu, semua aku lakukan di masa lalu demi kebaikan kamu juga, aku juga sangat menderita Syeira" ujar Haider akhirnya menangis di hadapan Syeira.
"Apa maksud kamu" ujar Syeira yang akhirnya tidak memakai sapaan Kakak pada Haider.
"Aku terpaksa Syeira, kita berdua terancam saat itu" balas Haider.
"Kamu sedang berbohong sekarang?" tanya Syeira.
"Aku bersumpah demi apapun aku tidak berbohong sama sekali" balas Haider.
"Aku tidak percaya apapun yang kamu katakan" jawab Syeira.
"Setidaknya dengarkan aku dulu Syeira, percaya atau tidak kamu bisa menyimpulkan sendiri di akhir ceritaku" jawab Haider memohon.
Setelah berdebat beberapa saat Syeira dan Haider akhirnya duduk di restoran seafood di dekat pantai. Haider menatap Syeira dengan wajah serius dan mulai bercerita.
"Katakan dengan cepat" ujar Syeira.
Haider menceritakan seluruh kejadian masa lalu itu pada Syeira. Dia mengatakan bagaimana dulunya Juliet mengancam mereka bahkan nyawa Syeira menjadi taruhannya.
"Aku belum punya cukup kekuatan dan kekuasaan saat itu, aku tidak mau kamu dalam bahaya hanya karena keegoisanku untuk tetap bersama kamu" ujar Haider dengan suara bergetar.
"Katakan kalau semua ini bohong kan" ujar Syeira tidak percaya.
"Aku sungguh-sungguh Syeira, tidak ada kebohongan sama sekali" jawab Haider.
"Darimana aku bisa tahu kalau kamu tidak berbohong" jawab Syeira.
"Aku saksinya Ra" ujar Naura yang muncul dari belakang Syeira.
"Naura? apa maksud kamu" ujar Syeira tidak percaya kalau sahabatnya juga terlibat.
"Kak Haider meminta saranku pada hari dimana Juliet mengancam Kak Haider" ujar Naura.
"Kenapa kamu tidak memberitahu aku Naura" ujar Syeira kecewa.
"Karena aku tahu kamu pasti akan menentang pernikahan Kak Haider, kamu bahkan tidak akan peduli dengan nyawamu asal kamu tetap bersama Kak Haider" ujar Naura.
"Walaupun begitu kamu harus memberitahu aku" ujar Syeira marah.
"Kamu jangan egois Ra, mungkin bagi kamu ancaman nyawamu tidak begitu penting dibandingkan bersama Kak Haider, tapi kamu harus memikirkan kami yang menyayangi kamu dan tidak ingin kamu terluka Ra" jawab Naura.
"Bisa saja Kak Juliet hanya mengancam" ujar Syeira tetap tidak percaya.
"Dia bahkan pernah melukai wanita yang suka padaku, dia menyelesaikan masalah dengan memberikan uang pada keluarga korban" ujar Haider.
"Juliet tidak pernah bercanda dengan kata-katanya Syeira" ujar Haider dengan wajah serius.
Syeira menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Dia begitu terkejut mendengar perkataan Haider tentang Juliet.
"Dia sungguh melakukan itu?" tanya Syeira.
"Iya, setelah Juliet meninggal aku mengunjungi rumah korban dan meminta maaf sekali lagi dengan tulus, bukan sekedar memberikan uang seperti yang dilakukan Juliet" jawab Haider.
"Tiga tahun menikah dengan Juliet juga membuat aku menderita Syeira, setiap kali aku membantah permintaannya, dia akan mengancam untuk menyakiti kamu" jawab Haider.
"Hanya kematian yang akan mengakhiri semua, dia tidak mengizinkan aku untuk berjumpa atau menemui kamu sebelum dia meninggal" lanjut Haider.
"Dia benar-benar sakit?" tanya Syeira.
"Iya dia benar-benar sakit, rambutnya rontok hari demi hari hingga akhirnya tidak tersisa sehelaipun karena dia harus kemoterapi" jawab Haider.
"Dia menjalani pengobatan dan hanya berhasil bertahan selama tiga tahun" lanjut Haider lagi.
"Sebelum dia meninggal, Juliet sempat meminta maaf padaku dan menyampaikan pesan maafnya kepada kamu Syeira" ujar Haider kembali.
"Aku sungguh tidak habis pikir dengan semua ini, seperti sebuah kebohongan" jawab Syeira tidak percaya.
"Inilah yang sebenarnya terjadi Syeira, kamu pikir untuk apa aku menjauhi kamu padahal aku selalu suka saat kita bersama" jawab Haider.
"Kamu menyukai Juliet saat kalian menikah?" tanya Syeira berterus terang.
"Rasa suka ku tidak pernah berubah, dari awal hingga akhir aku hanya menyukai kamu Syeira, aku hanya iba dan merawat Juliet karena bagaimanapun dia sudah menjadi tanggung jawabku ketika kami menikah" jawab Haider.
"Aku bahkan takut kamu akhirnya melupakan aku dan memilih bersama pria lain, tapi aku sadar kalau aku tidak boleh egois, aku harus mendoakan kebahagiaan kamu" lanjut Haider.
"Ketika aku tahu kamu masih sendiri aku sangat senang, aku mengira masih memiliki peluang untuk bersama denganmu lagi seperti dulu" jawab Haider.
"Lalu kenapa kamu tidak datang tiga tahun yang lalu? Juliet meninggal tiga tahun yang lalu, kenapa kamu baru datang sekarang?" tanya Syeira.
"Aku harus mendapatkan posisi pemilik rumah sakit yang dahulu dipegang oleh Ayahku. Aku harus memiliki kekuatan agar aku bisa melindungi kamu sepenuhnya" jawab Haider.
"Seminggu setelah aku dilantik aku langsung akan menemui kamu, tapi aku tidak mengira akan bertemu secara tidak sengaja denganmu ketika kamu hendak berjumpa dengan Xavier" lanjut Haider lagi.
"Sudah lah, semua sudah terlambat, aku sudah tidak menyukai Kakak lagi" ujar Syeira kembali memanggil Haider dengan sapaan Kakak.
"Tidak apa-apa, aku akan berusaha membuat kamu kembali menyukaiku, aku akan menebus semua kesalahanku" jawab Haider.
"Tidak perlu, aku sudah berkencan dengan Xavier, bagaimana bisa Kakak ingin merebut kekasih sepupu Kakak" ujar Syeira.
"Tidak masalah, rasa suka ku padamu melebihi rasa takutku untuk merebut kamu dari Xavier" jawab Haider dengan keyakinan penuh.
"Terserah, silahkan saja Kakak coba, tapi aku sudah tidak akan goyah" jawab Syeira.
"Ayo kita kembali Naura" ajak Syeira dan bergegas meninggalkan Haider.
Haider hanya tersenyum melihat respon dari Syeira. Dia senang berbicara cukup lama setelah penantian panjang. Rasa rindunya pada Syeira sedikit terobati ketika mendengar suara dan melihat wajah wanita itu secara langsung.
"Kamu tenang saja Syeira, aku akan merebut kamu kembali" ujar Haider dalam hati.