"Aku tau kau membenciku Quen... tapi apa kau tahu jika perkataanmu menyakitiku?" tanya Anna dengan tangisan nya
" Rasa sakit yang kau rasakan sekarang hari ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang aku rasakan sejak dulu... sebelum kau merasa dirimu tersakiti fikiran dulu apa yang sudah kau lakukan padahal kau sama sama wanita... apa kau tidak punya hati atau kau memang tidak tau malu? " tanya Quen tajam
dan membuat Sean menatap Quen dengan tak kalah tajam nya Sean dan Quen menikah karna perjodohan yang di lakukan ayah Sean,Sean menerima perjodohan itu karna saat itu kekasih Sean berselingkuh di belakang Sean yang membuat Sean menerima perjodohan itu tapi tak lama Sean malah menjalin hubungan kembali dengan kekasihnya setelah menikah dengan Quen malah perselingkuhan itu di lakukan secara terak terangan di hadapan Quen dan di dukung oleh teman teman Sean dan kekasihnya. Quen yang mengetahui perselingkuhan yang dilakukan Sean hanya bisa diam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quenn9597, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Kai dan Nino menyerang Galang dan Galang melawan keduanya.
Sean menatap tajam Galang sambil memegang bahunya yang berdarah.
“Aku Kapten Sean" kata Sean tajam dan Sean menyerang Galang kembali dia seakan melampiaskan sesuatu dalam dirinya.
Kai dan Nino mundur dan mereka menghadapi dua pengawal Galang yang datang membantu Galang Sean memukul kepala Galang hingga Galang pingsan dan setelah itu tim Arya dan Rio datang dan meringkus Galang setelah mereka selesai menghadapi pengawal Galang diluar
“Sean kau tidak apa-apa?" tanya Kai khawatir
"Tidak" jawab Sean singkat
Sean pergi dengan memegang bahunya dan mereka melihat khawatir pada Sean
Althena menunggu didepan markas sedangkan Quen ia benar-benar khawatir pada Sean Helikopter datang dan Quen melihat dari jendela ruangannya dan ia melihat Sean dan timnya keluar dari sana membawa beberapa orang dan disambut leh tim Althena mata Quen fokus pada Sean yang memegang bahunya
“Dasar keras kepala" kata Quen kesal dan ia turun dari ruangannya
"Sean kita ke gedung medis sekarang" kata Nino melihat darah di bahu Sean
Quen keluar dari gedung medis dengan khawatir dan Sean melihat itu semua begitu juga dengan tim Althena
"Apa yang terjadi?" tanya Quen khawatir dan Sean menatap Quen
"Bahunya kembali berdarah Quen"
"Haishh ayo" ajak Quen ke UGD Quen mengobati Sean di UGD dan terlihat Arsen dan Jevan membantu Quen
Sean sudah melepas bajunya hanya menampilkan celana panjangnya sedangkan bahu kirinya sudah dibalut dengan perban dan Sean tertidur di ruang UGD dengan infus disana Quen menatap iba dan sedih dengan Sean Anna masuk bersama dengan Kai, Nino, Rio, Arya, Septian, Billy dan Maria
“Sean kau baik-baik saja?" tanya Anna khawatir dan Quen tidak suka melihatnya.
"Aku baik-baik saja.. kau tenanglah" kata Sean dan Quen hendak pergi tapi Sean menahan tangannya dan semuanya melihat.
Anna dan Maria menatap tidak suka sedangkan Anna menatap sedih.
“Apa?" tanya Quen ketus.
"Kau mau kemana? aku sedang sakit dan kau meninggalkanku"
“Ada banyak orang disini.. lagi pula ada wanitamu disini." kata Quen menepis tangan Sean lalu keluar dari sana.
Sean menatap sedih kearah Quen.. ia menginginkan Quen disini menemaninya dan Nino tahu itu begitu juga dengan Anna.
“Sean."
“Aku ingin istirahat.. tinggalkan aku sendiri"
"Tapi Sean."
"KELUAR!" kata Sean memotong perkataan Anna lalu.
Anna memejamkan matanya tanda tidak mau diganggu.
“Ayo Sean perlu istirahat" kata Kai mereka semua pergi dari ruangan tersebut
Anna bersama dengan Maria masuk keruangan mereka.
“Ada apa dengan Sean?" tanya Maria.
“Sean.. dia sepertinya sudah mulai tertarik dengan Quen" kata Anna tersenyum sedih.
"Apa? kau serius?"
"Iya melihat sikap Sean dari sejak beberapa hari ini. aku merasa jika Sean mulai nyaman dengan Quen"
"Ini tidak bisa dibiarkan Anna.. Sean dia hanya milikmu!"
"Iya. Quen tidak pantas untuk Kak Sean" kata Annisa setuju
"Tapi apa daya jika Sean tertarik dengan Quen.. selama ini aku bertahan dengan Sean karena Sean yang memang masih mencintaiku tapi jika Sean sudah tidak mencintaiku apa aku bisa bertahan dengan Sean?" tanya Anna.
Anna menangis dan Maria menenangkannya.
Mereka bertiga berada diruang sekretaris Althena.
"Tapi Anna.. aku rasa hal itu akan bersifat sementara" kata Aria.
“Kau lupa saat Sean tertarik dengan wanita lain dia akan kembali padamu"
“Aku rasa ini berbeda aku juga sudah lelah..aku sangat malu semua orang tahu aku sebagai wanita simpanan Sean sekarang bukan hanya Tim Inti tapi tim medis dan seluruh tentara sudah tahu itu semua aku merasa sangat malu.." kata Anna menangis.
"Semua ini gara-gara Perempuan itu.. dia sangat keterlaluan!" kata Annisa geram.
“Aku akan membuat perhitungan dengannya!" kata Maria dan hendak pergi tapi Anna menahannya.
"Jangan"
"Kenapa Anna?"
"jika kau lakukan ini maka Sean akan marah.. apa kau tidak ingat saat kau akan menampar Quen dan bagaimana Sean saat itu? dia marah besar padamu dan menepis kasar tanganmu kau lupa itu" kata Anna dan sontak Maria ingat dengan kejadian tersebut.
"Tapi Anna. jika bukan karena perempuan itu maka kalian tidak akan seperti ini.."
“Aku tahu Maria tapi sekarang semuanya berbeda.. dia adalah istri Sean dan sekarang semua orang tahu itu.. semuanya disini mengetahui hal itu bahkan orang seperti Tuan Rangga juga tahu dan jika aku terus seperti ini maka reputasiku akan terus hancur.. semua orang sudah mencapku sebagai wanita simpanan .. aku sangat malu Maria"
"Kau tidak akan menjadi wanita simpanan Sean jika Quen tidak datang kekehidupanmu dengan Sean.. ingat dia sebagai orang ketiga yang datang membuat kalian berpisah"
“Aku tahu itu Maria tapi sekarang sudah beda.. aku tidak bisa melawan itu semua dan Sean apa yang aku takutkan benar terjadi.. Sean benar-benar tertarik pada Quen"
mereka hanya bisa diam dan Anna terus terisak pikirannya begitu berat dan dia juga sangat lelah Quen duduk disebuah kursi panjang di halaman markas didekat gedung medis Quen menenangkan dirinya disana.
ia sudah merelakan Sean dengan Anna dan seharusnya ia tidak sesakit ini sekarang tapi kenapa setiap kali ia melihat Sean bersama dengan Anna hatinya selalu sakit dan ia ingin menangis
"Tidak baik duduk sendirian disini Dokter" kata seorang pria yang datang
"Ethan" kata Quen Ethan tersenyum
“Apa aku boleh bergabung?" tanya Ethan
“Oh Silahkan" kata Quen dan menggeser dirinya lalu Ethan duduk disamping Quen dan keduanya melihat kedepan
“Apa yang membuatmu diam disini?"
"Hanya bosan dan ingin menikmati hawa segar"
"Ini angin malam dokter kau bisa sakit" kata Ethan membuat Quen sedikit tersenyum
"Kenapa semua bilang angin malam bisa membuat sakit?"
"Bukankah biasanya begitu?"
"Tidak. angin malam akan membuat sakit jika kau menikmati angin malam saat keadaanmu benar-benar tidak Sehat. jika kau sehat sesekali kau perlu menikmati angin malam agar tubuhmu lebih kuat tapi jangan terlalu sering juga"
"Owhhh wahhh berarti selama ini aku salah pengertian"
Quen tersenyum dan Ethan tersenyum menatap senyum cantik Quen la heran apa yang membuat Sean berselingkuh dari Quen saat Sean memiliki Quen yang sangat cantik, baik dan juga sangat cerdas dan hebat.. apa yang kurang dari Quen
“Oh iya. bagaimana perangnya? apa kalian menang?"
"Tentu saja. Kapten Sean dia tidak terkalahkan"
"Tapi dia terluka"
"Apa itu yang membuatmu khawatir dan berdiam disini?" tanya Ethan membuat Quen kaget
“Bukan. maksudnya apa mmm ya tidak juga aku..aku.."
"Tidak apa-apa.. kau istrinya wajar kau khawatir"
“Kami akan segera bercerai"
“Apa? kenapa?"
"Kau tahu alasannya"
"Ka Anna?"
"Mereka saling mencintai, aku tidak mau membuat mereka tambah berdosa karena hubungan gelap mereka dan juga supaya tidak ada yang tersakiti.."
“Apa kau tidak mencintai Kapten Sean?"
Quen menatap Ethan.. hatinya sakit dan ia tersenyum sedih
“Itu yang terbaik dan hanya itu jalan keluarnya supaya tidak ada perdebatan atau tidak ada hubungan palsu"
"kau yang berkorban?"
“Memang harus siapa lagi? memang aku yang harusnya berkorban dan seharusnya sudah aku lakukan dari sejak dulu"
“Bagaimana kau mengatakan pada keluargamu dan juga mertuamu. mereka terutama mertuamu pasti akan melarang bukan.. sejak awal kau menikah juga karena kau memenuhi permintaan mendiang Ayah ka Sean apa nanti kau tidak takut mengecewakan beliau?"
"Sebenarnya aku takut dan aku sangat menyesal.. aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada mereka semua nanti.. tapi konsekuensinya harus aku tanggung dan memang ini jalan satu-satunya aku lelah berpura-pura.. sangat lelah"
Dibalik itu semua, mata tajam Sean menangkap 2 orang tersebut dari arah jendela ruang UGD dan sejak tadi ia mengepalkan tangannya melihat itu semua.. ia memang tidak mendengar apa yang mereka katakan tapi melihat senyum Quen dan Ethan membuat Sean sangat tidak suka melihatnya.
"Haishhh awas saja kau Ethan"
Sean keluar dari ruang UGD membuat Arsen kaget
"kapten kenapa anda keluar.. anda masih belum sembuh dan harus diinfus" kata Arsen.
“Aku tidak apa-apa" kata Sean pergi begitu saja.
“Bagaimana ini" kata Arsen panik Sean masuk kekamarnya dan langsung merebahkan dirinya dikamar tidurnya Arsen menghampiri Quen.
“Quen"
“Ada apa Arsen?"
"Kapten Sean keluar dari ruang UGD"
“APA?"