NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Lin Liu berlari menyusuri trotoar dengan napas terengah, mengabaikan rasa lelah yang menumpuk sepanjang hari itu. Alamat yang diberikan Huang Ruoxi lewat pesan singkat membawanya ke kawasan elite di sisi utara kota, jauh berbeda dari lingkungan kumuh yang biasa dia tinggali. Rumah-rumah besar berpagar tinggi berjejer rapi di sepanjang jalan, jauh dari kesan gang sempit dan lampu jalan yang berkedip-kedip seperti di dekat kosnya.

Dia berhenti di depan sebuah gerbang besi tinggi bertuliskan nama keluarga Huang, terengah-engah sambil menatap rumah megah di baliknya. Sebelum dia sempat memencet bel di samping gerbang, sosok Huang Ruoxi tiba-tiba muncul dari balik pagar samping, mengenakan jaket tipis yang dikenakan terburu-buru, wajahnya pucat dan tegang.

"Kau benar-benar datang," gumamnya, setengah lega setengah cemas, sambil menariknya masuk melalui pintu samping yang jarang digunakan.

"Kau bilang ada masalah besar. Ceritakan semuanya," Lin Liu berkata cepat, masih berusaha mengatur napasnya.

Huang Ruoxi membawanya ke sebuah gazebo kecil di taman belakang rumah, jauh dari jangkauan pendengaran siapa pun di dalam rumah utama. Dia duduk dengan tangan gemetar, menatap Lin Liu dengan mata yang menyiratkan ketakutan yang jarang dia tunjukkan.

"Tadi sore, aku tidak sengaja dengar ayahku bicara di telepon dari balik pintu ruang kerjanya," Huang Ruoxi memulai, suaranya bergetar. "Dia bicara dengan seseorang, menyebut nama Chen Datong berkali-kali. Katanya, kalau utangnya tidak lunas dalam waktu dekat, Chen Datong akan mengambil alih sebagian besar perusahaan keluarga kami."

Lin Liu terdiam, mengingat percakapannya dengan Chen Datong tadi siang. "Aku juga baru saja bertemu dengan dia. Dia bilang keluargamu berutang besar padanya, dan pertunanganmu dengan Liu Feng itu salah satu cara ayahmu membayarnya."

Mata Huang Ruoxi melebar, wajahnya semakin pucat mendengar konfirmasi itu. "Jadi benar? Selama ini aku pikir ayahku hanya ingin memperluas relasi bisnis, tapi ternyata aku cuma alat bayar utang?"

"Aku turut prihatin, Ruoxi," Lin Liu berkata pelan, tidak tahu harus berkata apa lagi untuk meredakan keterkejutan gadis di hadapannya.

Huang Ruoxi menggeleng cepat, menyeka sudut matanya yang mulai berkaca-kaca dengan punggung tangannya, seolah menolak untuk terlihat lemah bahkan di saat seperti ini. "Aku tidak butuh dikasihani. Aku cuma... aku cuma tidak tahu harus berbuat apa lagi. Kalau aku menolak pertunangan ini, perusahaan ayahku bisa hancur, dan banyak karyawan yang akan kehilangan pekerjaan."

"Chen Datong menawarkan sesuatu padaku tadi," Lin Liu berkata hati-hati, mempertimbangkan apakah harus menceritakan tawaran berbahaya itu. "Katanya, kalau aku mau jadi orang kepercayaannya, dia akan membatalkan pertunanganmu, memangkas separuh utangku, dan memberi tahu di mana orang tuaku berada."

Huang Ruoxi menatap Lin Liu tajam, kekhawatiran di matanya berubah menjadi kewaspadaan. "Kau tidak menerimanya, kan?"

"Belum," jawab Lin Liu jujur. "Tapi aku diberi waktu tiga hari untuk memutuskan."

"Jangan diterima," Huang Ruoxi berkata cepat, tangannya tanpa sadar mencengkeram lengan Lin Liu. "Orang seperti Chen Datong tidak pernah memberikan sesuatu tanpa mengambil jauh lebih banyak sebagai balasannya. Aku tidak mau kau terjebak masalah yang lebih besar hanya demi menyelamatkanku."

Lin Liu menatap tangan Huang Ruoxi yang masih mencengkeram lengannya, merasakan kehangatan yang aneh menjalar meskipun situasi mereka begitu genting. "Aku juga tidak mau kau dipaksa menikah dengan orang yang tidak kau cintai, Ruoxi."

Untuk sesaat, keduanya terdiam, saling menatap dalam keheningan taman belakang yang hanya diterangi lampu temaram gazebo. Namun momen itu terputus tiba-tiba ketika suara langkah kaki tergesa terdengar mendekat dari arah rumah utama, disertai suara yang membuat Huang Ruoxi langsung melepaskan cengkeramannya dengan panik.

"Nona Ruoxi! Tuan besar mencari Anda, katanya penting!"

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!