Novel ini merupakan sekuel dari Novel author yang sebelumnya, berjudul Cinta Dalam Diam,
Kelanjutan cerita dari kisah Nabila, putri dari Nuna dan Almarhum Dimas Adiwijaya yang kini menjadi putri kesayangan Dika Pratama, ayah sambung Nabila.
Meskipun Dika merupakan ayah sambung tapi perlakuannya melebihi seorang ayah kandung, wajar saja karena Dika yang membantu Nuna selama dia mengandung Nabila..
Bagaimana kisah selanjutnya? Nabila yang sudah beranjak dewasa? akan kah serumit kisah cinta sang Mama????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gek Nanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Kakak kakak pembaca yang baik, jangan lupa untuk mendukung author ya, dengan meninggalkan jejak jejak cinta kalian hehe..
Jejak berupa komen, like, rate bintang 5 dan vote sebanyak banyaknya.. agar novel ini bisa terus update dan bertambah banyak pembacanya, amiin..
🦇🦇🦇🦇🦇🦇🦇🦇
"kamu ngapain kesini?" tanya Nabila berusaha meredam kecanggungan antara dirinya dan Bian.
"ya mau ketemu kamu lah!" jawab Bian dengan santainya.
"ketemu aku? untuk apa?" tanya Nabila penasaran.
"emangnya ketemu kamu harus ada alasannya?" Bian balik bertanya.
"ya iya lah! biar ga rugi aku berlama lama duduk disini!" sahut Nabila dengan sedikit ketus.
"rugi??" Bian tampak mengernyitkan dahi.
"iya lah rugi, rugi waktu... seharusnya sekarang ini aku sudah menikmati tidur ku yang berkualitas tau!" sungut Nabila.
"beneran nih merasa rugi? bukannya kamu seneng aku datang?" goda Bian.
"cih!! pede amat!!" decih Nabila sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain, senyuman Bian benar benar bisa meruntuhkan pertahanan hatinya.
"jadi cowok emang harus pede dong!" ujarnya lagi lagi menebar senyum manis yang memabukkan jiwa dan raga Nabila.
"kalau ga ada yang penting, lebih baik aku tidur aja!" ancam Nabila yang sudah tidak dapat menyembunyikan senyumnya karena terlalu senang dengan kehadiran Bian.
"cie.. udah bisa senyum nih ternyata! eleh eleh cantiknya.." lagi lagi Bian berusaha menggoda Nabila.
"memangnya selama ini aku ga senyum apa? aku kan manusia bukan monster yang susah senyum!" ucap Nabila.
"kalo monster nya kaya kamu, aku mau dong jadi ultraman nya!" ujar Bian lalu tertawa.
"garing banget sih!!" sungut Nabila kesal karena Bian terus saja menggodanya.
"Bil.." panggil Bian setelah menghentikan tawanya dan berganti dengan wajah serius.
"apa?" sahut Nabila setengah menyolot.
"lembut dikit napa sih jawabnya!" tegur Bian.
"suka suka aku lah!" sahut Nabila lagi.
"ya deh terserah! em.. aku boleh nanya sesuatu ga?" kata Bian yang kembali dengan mimik seriusnya.
"tanya apaan?" sahut Nabila.
"kamu sama Arga ada hubungan apa?" tanya Bian dengan sangat hati hati.
"bhuahahaaa...." tawa Nabila pecah mendengar pertanyaan Bian.
"kok malah ketawa sih? aku serius nanya!" ujar Bian merasa jengah karena tawa Nabila.
"abisnya kamu lucu!! kepo amat sih jadi orang!!' sahut Nabila dengan sisa sisa tawanya.
"ya aku emang kepo kalau itu berurusan sama kamu!" jawab Bian kemudian.
"kenapa memangnya?" tanya Nabila dengan polosnya.
"ya.. karena... em... itu...karena...!" ujar Bian terbata karena kebingungan harus menjawab apa.
"karena apa?" tanya Nabila lagi sambil menatap Bian secara intens.
"karena aku pengen tahu lah!!!" akhirnya hanya jawaban itu yang bisa keluar dari mulut Bian.
"oh..." Nabila menanggapi dengan perasaan kecewa karena jawaban Bian tidak sesuai dengan apa yang di harapkan nya.
"aku kenal sama Arga karena dikenalin sama Papanya!" lanjut Nabila menjelaskan jawabannya.
"kok bisa?? kamu kenal sama Banu Suroyo? kamu kenal dimana?" tanya Bian tak percaya dan semakin penasaran.
"kok bisa kok bisa!! ya bisa lah!" sahut Nabila dengan gusar.
"ya aku heran aja, mahasiswi seperti kamu kok bisa kenal dengan pengusaha kaya dan sukses seperti Banu Suroyo! dia kan bukan orang sembarangan!" ujar Bian.
"terus.. kamu mau bilang kalau aku orang sembarangan?? cih!" Nabila berdecih kesal.
"huh.. isi pikiranmu negatif mulu!!" sungut Bian yang mulai kesal mendengar jawaban Nabila.
"abisnya kamu, nanya nya udah kaya wartawan aja, nanya sampe ke akar akarnya!!" protes Nabila.
"harus dong!" sahut Bian dengan cepat.
"dasar kepo!" sahut Nabila tak kalah cepat.
"biarin!" sahut Bian lagi.
"kalo kamu kesini cuma nanyain itu, mending kamu pulang aja!" usir Nabila.
"Bila.. aku serius pengen tahu tentang hubungan kamu dan Arga!" kata Bian kembali serius.
"Om Banu berniat menjodohkan aku dengan Arga! sudah cukup? apakah jawabanku memuaskan?" ucap Nabila dengan nada sinis.
"dan kamu mau?" tanya Bian lagi dengan raut wajah khawatir.
"ya ampun.. sampe segitunya nanya nanya!! kamu ini kenapa sih??" tanya Nabila mulai risih dengan kekepoan Bian.
"karena aku benar benar ingin tahu!!! kamu setuju dengan perjodohan itu??" kata Bian lagi.
"apa salahnya berkenalan dengan Arga? toh kita sama sama single!" sahut Nabila dengan santainya.
"lalu bagaimana denganku?" tanya Bian keceplosan.
"kamu?? kenapa dengan dirimu?" tanya Nabila keheranan.
"orang tua kita juga ingin menjodohkan aku dengan mu!" sahut Bian.
"itu kan hanya niatan mereka dan aku berusaha untuk menghormati niatan tersebut! tapi aku tidak bisa menjanjikan untuk menerima perjodohan itu, apalagi aku tahu kalau kau sudah mencintai orang lain!" sahut Nabila menjelaskan isi hatinya.
"tapi.. aku tidak mencintai Mira!" sahut Bian seketika membuat Nabila reflek menoleh ke arah Bian karena terkejut dengan ucapan Bian tersebut.
"ke..kenapa kau mengatakan hal ini padaku??" tanya Nabila terbata karena ragu.
"karena aku ingin kau tahu!!" ucapnya tanpa ragu.
"kenapa juga aku harus tahu tentang perasaanmu, tidak ada pengaruhnya untukku!!" sungut Nabila, hatinya merasakan getaran aneh.
"agar kau tidak salah sangka terhadap diriku!" jawabnya.
"aku tidak peduli bagaimana perasaanmu terhadap Mira!" ungkap Nabila kemudian.
"apa kau yakin dengan kata katamu?" tanya Bian meragukan ucapan Nabila.
"tentu saja aku yakin!" jawab Nabila sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
Bian menarik tangan Nabila sehingga wajah mereka kembali saling bertatapan,
"tolong katakan sekali lagi Bil.. jika kau benar benar tidak peduli padaku?" kata Bian sambil menatap dalam manik mata Nabila.
Nabila kembali salah tingkah dengan tatapan Bian, namun sekuat tenaga dia berusaha menatap balik manik mata Bian yang berusaha menyiratkan sesuatu.
"apa pentingnya aku peduli atau tidak padamu?? sudah lah Bian jalani saja hidup kita masing masing! aku tidak ingin kau menyakiti Mira!" jawaban Nabila sangat bertentangan dengan hatinya hingga tanpa sadar mata Nabila berkaca kaca menatap Bian.
"bahkan mata mu tidak bisa berbohong Bil!!" seru Bian berusaha menyudutkan Nabila.
Nabila kembali memalingkan wajahnya menghindari tatapan sendu Bian.
"Nabila...aku...em...aku menyukaimu!" ucap Bian terbata namun tanpa keraguan sama sekali.
Nabila langsung membelalakkan mata, tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.
Bian menyukai ku?? apa ini mimpi?? gila... jantungku? apa kabarmu?? jantungku rasanya sedang menari nari di dalam sana.
"aa..aapa.. katamu?" tanya Nabila semakin terbata.
"aku menyukaimu Nabila dan aku tidak tahu mulai kapan perasaan ini tumbuh di dalam hatiku!" ujar Bian lagi yang mulai menormalkan suaranya.
"ta..tapi...bagaimana bisa?? lalu Mira?" tanya Nabila yang masih shock.
"entahlah! aku juga tidak tahu kenapa aku bisa menyukaimu, sementara Mira, dari awal aku memang tidak pernah menyukainya!" jawab Bian.
"apa maksudmu?? jika dari awal kau tidak menyukainya lalu kenapa kau menjalin hubungan dengannya??" tanya Nabila yang mulai penasaran.
"panjang ceritanya...." sahut Bian mulai lesu.
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
tinggal lanjut di cerita yang lain
makasih Thor untuk karya nya, sangat menghibur.
ditunggu karya selanjutnya, semangat selalu othor ku💪💪❤️❤️
tp kalau aq pikir2 dlu 😁😁😁😁😁😁😁
seharusnya foto Han sedang marah..kok itu senyum..bikin pangling aja😄😄😄