Ketika Cindy berusia 10 tahun, ia diperkenalkan oleh kedua orang tuanya dengan remaja muda berusia 16 tahun. Ayah dan Ibu memperkenalkannya sebagai Paman Angkat.
Singkat cerita, Paman Angkat bernama David hendak menikah dengan seorang wanita yang sudah dipacari nya lebih dari 3 tahun. Namun pernikahan itu batal, karena pihak dari pengantin wanita tidak hadir dan menikah dengan pria lain.
karena sudah menyebar undangan dan tidak ingin keluarga menjadi malu, orang tua Cindy tiba-tiba saja menikahkan dirinya dengan David, Sang Paman Angkat.
Bagaimana Kisah Mereka? Mari Disimak Sekarang Juga!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 25
terli hari jadwal kerja David semakin padat. Bahkan waktu yang David habiskan kebanyakan di kantor dan bukan di rumah. Untuk bisa membagi waktunya dengan baik, David pun memutuskan untuk mempekerjakan seorang asisten pribadi yang menurutnya mampu mengembang amanat yang ia berikan ketika dirinya ingin beristirahat di rumah.
David pun mewawancarai langsung calon asisten pribadinya dan yang paling penting adalah pola pikirnya yang hampir mirip dengan cara kerjanya.
Ada sekitar 20 calon pelamar yang sesuai dengan kualifikasi untuk menjadi calon asisten pribadinya dan dari 20 calon pelamar tentu saja yang terpilih hanyalah 1 orang saja.
“Tersisa 3 orang di ruangan ini dan salah satu dari kalian bertiga akan menjadi asisten pribadi saya. Yang artinya setiap kegiatan ku kalian wajib ikut serta, termasuk urusan pribadiku,” terang David.
David memanggil mereka bertiga satu-persatu untuk lebih yakin lagi dalam memilih satu dari 3 calon asisten pribadi tersebut.
Setelah memakan waktu cukup panjang, David memutuskan memilih wanita bernama Shakira yang usianya ternyata tidak jauh berbeda dari usia David.
”Mulai besok datanglah ke rumah saya dan jangan lupa untuk datang tepat waktu jam 8 pagi,” tegas David.
David lalu mengeluarkan kartu namanya sebelum pergi meninggalkan Kantor.
“Terima kasih, Pak,” ucap Shakira seraya tersenyum lebar.
Di Rumah.
Cindy sedang duduk manis menemani Mama Mertua yang tengah memilih beberapa kalung berlian edisi terbatas di katalog. Cindy yang tak tahu-menahu hanya bisa melempar senyum dan mengatakan bahwa semua kalung berlian tersebut sangatlah cantik.
“Cindy, kamu mau yang mana? Pilih dan kasih tahu Mama kalung,” ujar Mama Ratih yang ingin memberikan hadiah kecil untuk Sang Menantu.
“Tidak perlu, Ma. Cindy rasa kalung-kalung ini sangat tidak cocok dipakai oleh Cindy,” balas Cindy menolak secara halus.
“Belum dicoba sudah bilang tidak cocok saja kamu Cindy,” celetuk Mama Ratih.
Mama Ratih saat itu juga menghubungi owner untuk segera mengirim 3 kalung berlian sekaligus untuknya dan untuk Menantu kesayangannya.
“Mama seharusnya tidak memanjakan Cindy seperti ini,” ucap Cindy sungkan.
“Kamu itu udah Mama anggap seperti Putri kandung Mama sendiri. Jadi, tidak ada salahnya memanjakan kamu. Bahkan, ini belum bisa dikatakan memanjakan,” pungkas Mama Ratih.
Tak berselang lama, David pulang ke rumah dengan wajah yang terlihat sangat lelah.
David menyapa Mama tercinta dan setelah itu masuk ke dalam kamar tanpa melirik sedikitpun kearah Cindy.
Cindy tak ingin bila Mama Ratih berpikiran yang tidak-tidak padanya. Seketika itu juga ia pamit menyusul David agar Mama Ratih tak banyak bertanya.
“Paman apa-apa sih? Kenapa jutek gitu sama Cindy?” tanya Cindy sambil mengernyitkan keningnya.
“Aku lelah dan aku sedang tidak ingin berdebat,” balas David sambil masuk ke dalam kamar mandi.
“Aneh sekali, tidak biasanya Paman dingin seperti sekarang ini,” gumam Cindy.
Cindy yang mulai terbiasa dengan kejahilan David, tentu saja merasa aneh jika David tiba-tiba saja dingin padanya.
Karena penasaran, Cindy akhirnya tetap berada di dalam kamar dan ia pun terlelap sambil memeluk guling.
David yang sudah selesai membersihkan diri, ia menyadari bahwa Cindy terlelap. David tersenyum kecil dan senyumnya hampir tak terlihat.
Usai memakai pakaian lengkap, David keluar kamar tanpa ada niatan untuk membangunkan apalagi mengganggu tidur Cindy.
“David, ada yang mau Mama tanyakan,” ucap Mama Ratih sambil menggerakan tangannya memberi isyarat agar David mendekat padanya.
“Ada apa, Ma?” tanya David sambil berjalan mendekat.
“Kamu dan Cindy apa ada masalah?” tanya Mama Ratih penasaran.
David menggelengkan kepalanya seraya tertawa kecil.
“Kenapa Mama bisa berpikiran seperti itu? Kami berdua sama sekali tidak ada masalah. Justru, aku dan Cindy beberapa saat lalu bermesraan didalam kamar. Apa perlu kami merekamnya dan memperlihatkannya?”
David terpaksa berbohong mengenai kedekatannya dengan Cindy. Karena jika Mama Ratih tahu yang sebenarnya, hal itu tentu saja akan membuat Sang Mama sedih.
Mama Ratih mengelus dada tanda bahwa ia lega dengan jawaban David.
“Syukurlah kalau begitu,” tutup Mama Ratih.
David menghela napas panjang seraya menyandarkan tubuhnya disofa untuk merilekskan tubuhnya yang terasa pegal.
“Besok akan ada orang yang datang kemari, seorang wanita yang ku rekrut menjadi asisten pribadi,” tutur David.
Mama Ratih sedikit terkejut, namun tak bisa menentang keputusan putra kesayangannya.
“Mama do'akan setiap pekerjaanmu selalu dipermudahkan, David. Mama sebagai orang tua hanya bisa mendo'akan setiap langkahmu,” tutur Mama Ratih.
David tersenyum lega mendengar penuturan lembut dari Sang Mama dan lagi-lagi dirinya teringat dengan sosok mendiang Almarhum Papa tercinta.
“Ada apa, Nak?” Mama Ratih langsung memeluk putra tunggalnya dengan kasih sayang.
“Hanya sedikit merindukan Papa,” jawab David.
“Papamu sudah tenang disana.” Mama Ratih berusaha terlihat tegar didepan David, meskipun hampir tiap malam dirinya menangisi kepergian Sang Suami tercinta.