NovelToon NovelToon
Sang Penggoda Dari Desa

Sang Penggoda Dari Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:68.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anny Djumadi

Karena keadaan keluarganya, Arimbi ingin membawa ibu dan neneknya pindah ke tempat baru yang di mana tidak ada orang yang tahu asal mereka. Tentu semua itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Sampai suatu saat tawaran datang dari seorang gadis kaya yang menjanjikan uang yang menggiurkan, membuat Arimbi pergi ke kota dan nekat menerima tawaran itu. Apa yang selanjutnya terjadi dengan Arimbi gadis cantik dan polos yang berasal dari desa itu?
Hati-hati ya, ceritanya bikin sakit perut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cukup perhatian

Sejak Arimbi masuk ke kamar yang ditunjuk Hugo, Arimbi tidak keluar lagi dari kamarnya. Selesai mandi Arimbi merasa tubuhnya segar kembali, tapi tetap saja Arimbi merasa capek setelah seharian berdiri.

Sebaiknya aku di kamar dan tidak usah keluar lagi, dari pada mengganggu. Sungguh tidak enak mendengar perkataannya yang pedas! pikir Arimbi akhirnya memilih berada di kamar dan sama sekali tidak keluar lagi agar tidak bertemu dengan Hugo.

Karena tubuhnya yang sudah lelah setelah seharian berdiri saat acara pernikahannya, Arimbi langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan kedua kakinya menggantung di pinggir tempat tidur setelah rambutnya kering. Akhirnya Arimbi tertidur lelap dengan posisi seperti itu, apalagi kasurnya yang menunjang, sungguh empuk, berbeda dengan kasurnya di kampung.

Biarlah masalah lainnya, aku lanjut pikir besok lagi, gumam Arimbi sebelum tertidur.

*********

Berbeda dengan Arimbi, Hugo setelah mandi merasa lapar. Hugo baru ingat saat acara pernikahannya tadi, dia memang tidak sempat makan malam karena berdiri menyalami tamu yang datang. Sedangkan saat acara resepsi selesai, Hugo sudah langsung memutuskan pulang. Hugo akhirnya memutuskan untuk memesan makanan online.

Ketika makanan pesanannya sudah datang dan saat Hugo hendak makan, Hugo teringat dengan Arimbi yang dari tadi menyalami tamu juga belum mengisi perutnya.

Sebenarnya Hugo pria yang baik hati. Mengingat Arimbi yang juga belum makan, Hugo pun berniat memanggil Arimbi untuk makan bersama, dan Hugo sendiri tadi tanpa sadar memesan dua porsi.

Hugo kembali bangun dari duduknya dan menuju ke kamar Arimbi. Beberapa kali mengetuk pintu dan tidak mendapat jawaban, Hugo mencoba memutar handel pintu yang kebetulan tidak dikunci. Lalu Hugo mengintip ke kamar Arimbi. Melihat posisi tidur Arimbi, Hugo hanya bisa menggerutu.

Dasar perempuan bodoh! Kok bisa-bisanya tidur seperti itu? Apakah secapek itu, sampai pintunya diketuk pun tidak tahu!

Tanpa sadar Hugo mendekati tempat tidur, dan Hugo sempat terdiam menatap ke wajah Arimbi yang kini sudah polos tanpa make up. Wajah yang terlihat masih begitu muda dan polos.

Saat seperti ini wajahnya seperti bayi tanpa dosa. Apakah benar dia tidak tahu apa-apa dan tidak menjebak ku? pikir Hugo yang tiba merasa kasihan melihat wajah Arimbi, apalagi teringat saat pernikahan tadi hanya nenek Arimbi yang mewakili pihak Arimbi.

Sepertinya dia sudah tidak punya orang tua! pikir Hugo yang baru sadar kalau dia sama sekali tidak pernah tahu dan menanyakan keadaan keluarga Arimbi.

Tapi untuk apa aku tanyakan? Nanti dikira perhatian lagi! pikir Hugo yang kembali berjalan ke arah pintu untuk keluar. Tapi setelah beberapa langkah, Hugo kembali berbalik ke arah tempat tidur kembali. Entah mengapa kali ini perasaan ibanya lebih besar dari pada perasaan bencinya pada Arimbi. Hugo merasa kalau Arimbi tidak akan tidur nyaman dengan posisi Arimbi saat ini

Yang ada besok pagi dia bangun malah badannya sakit-sakit! Kalau sakit nanti malah nyusahin! putus Hugo sambil menatap ke wajah cantik Arimbi sambil menghela nafas.

Hugo mulai membungkukkan badannya dan menggeser tubuh Arimbi, dan terakhir Hugo mengangkat kedua kaki Arimbi yang menggantung di tempat tidur untuk dinaikkan ke atas tempat tidur.

DUK!

Tiba-tiba sepasang kaki itu menendang Hugo hingga Hugo jatuh terduduk di lantai, karena Hugo tidak menyangka dan tendangan Arimbi juga kuat.

Arimbi sendiri langsung bangun dan duduk di atas tempat tidur, menatap ke arah Hugo dengan mata membulat karena kaget.

Baru saja Arimbi mimpi lomba lari di kampung dan Dodi bermain curang, menarik kakinya sehingga Arimbi menendang Dodi dengan sekuat tenaga. Tapi kini yang ada di hadapannya adalah Hugo, suaminya.

"Kau sengaja bukan?" tanya Hugo yang bangun dari posisinya dan menatap kesal ke arah Arimbi. Hugo langsung berpikiran negatif, menyangka Arimbi sengaja menendangnya, padahal dia berniat baik.

"Apa...Apa yang kau lakukan?" tanya Arimbi bingung.

"Posisi tidur mu tidak benar, aku hanya mau membantu mu saja! Kau jangan berpikiran yang tidak-tidak! ketus Hugo.

"Maaf kak Hugo, aku gak sengaja! Aku mimpi ditarik orang jahat, jadi aku menendang penjahat itu!" ujar Arimbi yang merasa bersalah dan bangun dari tempat tidur mendekati Hugo. Tanpa sadar Arimbi menepuk-nepuk bagian dada Hugo.

"Kak Hugo tidak apa-apa kan?" tanya Arimbi yang merasa semakin bersalah dan terharu.

Walaupun galak, ternyata kak Hugo perhatian juga, pikir Arimbi dalam hati.

Hugo menatap kesal dan mendengus, setelah itu langsung menangkap tangan Arimbi yang entah menepuk atau mengelus bagian dadanya.

"Sudah! Kau gak usah coba-coba menggoda aku. Jangan biasakan suka menyentuh dan mudah dekat dengan pria yang bukan apa-apa mu!" omel Hugo.

"Kak Hugo kan suami ku? Bukan orang asing," sahut Arimbi.

"Hanya di atas kertas. Ya sudah! kau tadi belum makan bukan? Kalau mau makan kau bisa ke depan, aku ada memesan makanan tadi!" ujar Hugo setelah itu langsung keluar dari kamar Arimbi tanpa menunggu jawaban Arimbi lagi. Arimbi sempat terdiam sejenak.

Setidaknya kak Hugo ada perhatian sedikit, aku harus menggunakan cela itu untuk mengambil hati kak Hugo! pikir Arimbi yang langsung semangat lagi dan memutuskan ikut ke depan untuk makan juga. Padahal Arimbi sudah tidak lapar, tetapi setidaknya dia bisa lebih dekat dengan Hugo.

Di ruang makan tampak Hugo yang sedang membuka kantong makanan, Arimbi segera mendekati Hugo dan menarik kantong itu.

"Biar aku yang siapkan saja kak, kak Hugo duduk saja!" ujar Arimbi yang langsung dengan cekatan mulai membuka bungkusan makanan itu dan menghidangkannya di atas piring. Setelah itu Arimbi meletakkan piring di hadapan Hugo dan tidak lupa menaruh sepasang sendok dan garpu di samping piring Hugo. Setelah itu Arimbi juga membuka bungkusan yang satu lagi, Arimbi langsung menuju kursi di depan Hugo dan ikut duduk.

"Ini sama saja kan?" tanya Arimbi sebelum memulai makan.

"Hmmm!' ujar Hugo mengangguk dan mulai melahap makanannya dan tidak melihat ke arah Arimbi lagi. Arimbi sendiri makan sambil mencuri pandang terus ke arah Hugo yang terlihat serius dengan makanannya.

Sepertinya kak Hugo pria yang baik, walaupun dia tidak suka pada ku, tapi dia masih cukup perhatian! Andai kak Hugo bisa menyukai ku, tentu aku akan bahagia, pikir Arimbi dalam hati sehingga berkali-kali mencuri pandang ke arah Hugo.

Tiba-tiba ponsel disamping Hugo menyala dan berbunyi, tampak Hugo memperhatikan layar ponsel itu sejenak dan segera mengangkat ponsel itu.

"Sebentar Fan!" ujar Hugo yang segera bangun dari duduknya dan menuju ke teras Apartemen.

Bersambung............

1
aNDiaNa
Ku menunggumu Arimbi 💝
Erna Risky: lama gak up
total 4 replies
Fitriani Wijaya
trus ceritanya ga di lanjutin lagi donk thor /Cry/
anny: iya kak, gak bisa masuk ke akun nulisnya😭, ini lagi coba urus. maaf ya kak 🙏🏻
total 1 replies
Maya Fardon
thor, kok lama
anny: maaf kak gak bisa masuk akun nulisnya lagi😭
total 1 replies
Yolanda Herfes
intip terus, kok belum up ya?
anny: gak bisa masuk akun nulis kak, maaf🙏🏻🥺
total 1 replies
Mita Mita
kok belum up kak, ditunggu
anny: maaf ya author gak bisa masuk ke akun penulis gara2 ganti hp, jadi gak bisa lanjut up🙏
total 1 replies
ian machmud
sekian lama aku mampir lagi thor terakhir baca benih yg tak di akui 😊
Fitriani Wijaya
ko udh lama ga up sih thor
anny: iya, gara-gara reboot hapenya, gak bisa masuk akun nulis lagi kak😭
total 3 replies
Hira Yanira
lanjut kak, double
Josya Kikil
ihh gemes sama si fani
Fifi Nirmala
niat jahatnya gak kesampaian deh🤣
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Mita Mita
niatnya jelek sih🤣🤣, lanjut
😘Si imut anaknya bapak 🥸☺️
wkwkwk niatmu udah jelek Dan mana di restui oleh yang di atas. lu sih jahat kali, tapi sepanjang sejarah orang jahat tipe Fani ini hanya ku lihat di novel ini,

aduh othor sayang, ku candu dengan cerita mu, sehat sehat biar up teratur 🫰❤️
Sishrye: Mpok haloo
total 1 replies
liangyi
rekomendasi banget ceritanya🥰😍
lian
👍👍👍👍
White Rose
double up donk thorr, ceritamu menarik thor
😘Si imut anaknya bapak 🥸☺️
ahhh Hugo doyan 🤣🤣🤣 bohong tuh Clara. mana ada begitu si Hugo...
semangat othor kesayangan
laverette
suka ceritanya
Yolanda Herfes
semoga saja kenangan saat Hugo lupa ingatan bisa merubah Hugo, lanjut hthor
lasda Umas
cerita yg sangat menarik, rekom banget deh,❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!