NovelToon NovelToon
Menyesal Telah Selingkuh

Menyesal Telah Selingkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: yani 11

Enam tahun pernikahan yang terlihat sempurna ternyata menyimpan luka yang tak pernah diketahui siapa pun.

Selama enam tahun, Alena dan suaminya, Rendra, terus berjuang untuk mendapatkan buah hati. Berbagai cara telah mereka lakukan, mulai dari pengobatan hingga program kehamilan yang menguras tenaga dan air mata.

Namun, hasilnya tetap sama tidak ada tangisan bayi yang hadir di tengah rumah tangga mereka.

Di saat Alena masih berusaha bertahan dan berharap, Rendra justru memilih jalan yang paling menyakitkan.
Ia berselingkuh dengan sekretaris pribadinya sendiri.

Pengkhianatan itu semakin menghancurkan ketika Alena mengetahui bahwa wanita tersebut sedang mengandung anak suaminya.

Dunia Alena seakan runtuh dalam sekejap. Pria yang selama ini dicintainya ternyata telah memberikan semua yang ia impikan kepada wanita lain.

Saat Alena memilih pergi dan membangun hidup baru, Rendra mengira dirinya akan bahagia bersama selingkuhannya. Namun, semakin jauh Alena melangkah, semakin ia menya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani 11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32_Bayangan dibalik kaca

"Siapa kamu sebenarnya?!" bentak Edgar sambil menghantam meja ruang kontrol dengan kepalan tangannya. Wajahnya memerah, rahangnya mengeras, dan sorot matanya dipenuhi amarah yang membara.

"Pak Edgar, kami benar-benar tidak mengenali pria itu." jawab kepala keamanan dengan suara bergetar. Keringat dingin membasahi pelipisnya, sementara kepalanya tertunduk penuh rasa bersalah.

"Mustahil!" seru Edgar dengan napas memburu. Tatapannya menyapu seluruh ruangan. "Dia masuk, meninggalkan pesan, lalu menghilang begitu saja tanpa jejak?" lanjutnya geram sambil mengepalkan kedua tangannya semakin erat.

Nathan melangkah mendekati monitor CCTV.

"Tenang dulu." ucap Nathan dengan suara rendah. Wajahnya tetap tenang, tetapi kedua matanya bergerak tajam memperhatikan setiap detail layar.

"Lihat langkah kakinya." lanjut Nathan sambil menunjuk rekaman itu. Alisnya sedikit berkerut.

Seluruh orang di ruangan itu ikut memperhatikan.

Nathan memperlambat rekaman.

Pria berhoodie itu ternyata sempat berhenti selama dua detik di depan dinding lorong.

"Berhenti di sana!" ujar Nathan tegas. Tatapannya semakin fokus.

Petugas segera menghentikan video.

Edgar mendekat.

"Ada apa?" tanyanya serius. Wajahnya berubah penasaran.

Nathan menunjuk sudut layar.

"Lihat pantulan kaca itu." katanya pelan. Bibirnya mengatup rapat.

Semua orang memperhatikan.

Di pantulan kaca terlihat sesosok pria lain berdiri beberapa meter di belakang pria berhoodie.

Elvara langsung menutup mulutnya.

"Dia... dia tidak sendirian." bisiknya lirih. Wajahnya memucat, sementara tubuhnya sedikit gemetar.

Edgar membelalak.

"Berarti ada dua penyusup." gumamnya dengan wajah tegang.

Nathan menggeleng perlahan.

"Bukan." jawabnya tenang. Tatapannya semakin tajam. "Kemungkinan lebih dari dua orang." lanjutnya serius.

Ruangan kembali sunyi.

Tiba-tiba...

"Pak!" teriak salah satu petugas keamanan sambil berlari memasuki ruang kontrol. Napasnya terengah-engah, wajahnya dipenuhi kepanikan.

"Ada apa?" tanya Edgar cepat. Tatapannya langsung tertuju pada petugas itu.

"Alarm ruang arsip berbunyi lagi!" jawab petugas dengan suara panik. Dadanya naik turun karena kelelahan.

Semua orang saling berpandangan.

"Mustahil..." gumam kepala keamanan dengan wajah pucat.

Nathan langsung berlari keluar.

"Cepat!" serunya lantang. Tatapannya penuh kewaspadaan.

Edgar dan para petugas segera menyusul. Sedangkan Elvara ikut berlari di belakang Nathan.

Lorong menuju ruang arsip terasa sunyi. Hanya suara langkah kaki mereka yang bergema.

Sesampainya di depan ruang arsip... Pintu besi itu terbuka sedikit. Lampu di dalam berkedip-kedip.

Nathan mengangkat tangannya.

"Jangan ada yang masuk dulu." ucapnya pelan. Wajahnya serius, matanya mengawasi setiap sudut ruangan.

Edgar mengangguk.

Nathan perlahan mendorong pintu.

"Creeeek..."

Suara engsel memenuhi ruangan yang gelap. Di dalam... Semua rak arsip masih berdiri rapi.

Namun...

Di tengah lantai terdapat sebuah kotak kayu berwarna hitam. Tak seorang pun berani mendekat.

"Kotak itu tadi tidak ada." ujar kepala keamanan dengan wajah pucat. Bibirnya bergetar.

Nathan mengeluarkan senter kecil dari sakunya. Ia mengamati kotak itu tanpa menyentuhnya.

"Jangan sentuh apa pun." katanya tenang. Tatapannya penuh kewaspadaan.

Edgar menelan ludah.

"Apa menurutmu itu bom?" tanyanya pelan. Wajahnya tampak tegang.

Nathan menggeleng.

"Entahlah." jawabnya lirih. "Tapi orang itu sengaja ingin kita menemukannya." lanjutnya sambil menyipitkan mata.

Tiba-tiba...

Ponsel Elvara berdering. Semua orang spontan menoleh. Nomor tak dikenal.

Elvara ragu mengangkatnya.

Nathan mengangguk pelan.

"Aktifkan pengeras suara." ucapnya tenang. Tatapannya tetap waspada.

Elvara menarik napas panjang. Lalu menekan tombol jawab.

Beberapa detik...

Tak ada suara. Hanya terdengar embusan napas seseorang.

Kemudian... Suara pria yang berat dan dingin terdengar dari balik telepon.

"Halo, Elvara..." ucap pria itu pelan. Nada bicaranya begitu tenang hingga terdengar mengerikan.

Elvara langsung membeku.

"Siapa kamu?" tanyanya dengan suara bergetar. Wajahnya semakin pucat.

Pria itu tertawa kecil.

"Kau tidak mengenalku." jawabnya santai. Senyumnya seolah dapat terdengar dari balik telepon.

Nathan mengepalkan tangannya.

"Kalau kau laki-laki, tunjukkan wajahmu!" bentaknya marah. Tatapannya membara.

Pria itu kembali tertawa.

"Nathan..." katanya pelan.

Seketika Nathan membelalak.

"Bagaimana dia tahu namaku?" gumam Nathan dengan wajah terkejut.

Suara itu kembali terdengar.

"Edgar..." katanya lagi.

Edgar langsung menegang.

"Daddy... Mommy..."

Wajah Elvara berubah semakin pucat.

"Kalian semua sedang bermain permainan yang salah." ucap pria itu dingin. Tawanya terdengar pelan namun penuh ancaman.

Edgar menggertakkan gigi.

"Apa maumu?" bentaknya dengan wajah memerah.

Pria itu terdiam beberapa detik. Lalu menjawab dengan suara yang jauh lebih pelan.

"Buka kotak hitam itu..." bisiknya dingin.

"...kalau kalian cukup berani mengetahui siapa musuh kalian yang sebenarnya."

"Sambungan terputus."

Suasana berubah mencekam. Tak ada satu pun yang berani berbicara. Semua mata kini tertuju pada kotak hitam yang tergeletak di tengah ruangan.

Nathan perlahan melangkah mendekat. Tangannya mulai meraih tutup kotak itu. Namun tepat sebelum ia menyentuhnya...

Brakkk!

Seluruh lampu gedung mendadak padam. Ruangan seketika tenggelam dalam kegelapan total.

Di tengah gelap itu...

Terdengar suara langkah kaki seseorang yang sama sekali bukan berasal dari mereka.

Tok...Tok...Tok...

Langkah itu semakin dekat. Lalu sebuah bisikan lirih menggema tepat di belakang Elvara.

"Aku sudah kembali..." bisik suara itu sangat pelan. Terdengar jelas di telinga Elvara, membuat bulu kuduknya berdiri dan darahnya seakan membeku.

1
falea sezi
suka cwek Badas g menye menye gini 🤣🤣 mantap elvara q suka gaya mu sat set gk bertele tele usir. cerai buat bangkrut
Iffanaya 😽
Waduuh, Celine gk sih yg msh pny dendam ke elvara 😱
Lee Mba Young
Wanita model celline itu kl km banyak uang pasti bertahan walau km di penjara. tp krn km jatuh miskin mkne bgitu celline ninggalin km.
nunggu karma pelakor celline gimana karma nya.
Lee Mba Young
eleh tp celline juga mniknati kan jd simpanan. berarti hrs dpt karma. ntar kl nikah laki nya di rebut orang biar tau rasa. kl ini dia blm mnderita merasakan gimana kl laki nya di rebut orang.
Siti M Akil
lanjut thor
Lee Mba Young
nasib selingkuh an nya gimana itu.
Anne Soraya
lanjut
Iffanaya 😽
sok²an selingkuh eh ternyata punya jabatan krn istri nya
Sulati Cus
hrsnya g kaget dr awal kan udah tau, istrinya akan mencabut semuanya aneh bgt
Sulati Cus
lah kata nya semua aset di cabut trus di usir kok msh takut 🤔cerita rada nggak nyambung
Sulati Cus
kok gak nyambung udah di usir pdhl🤔msh mencintaimu tp sanggup berkhianat omong kosong👿
sunaryati jarum
Arsenio hanya akan meratapi nasibnya
sunaryati jarum
Hidup dari kekayaan istri saja belagu, selingkuh .Edgar adikmu sudah dewasa dan berumah tangga,sudah bukan tanggung jawab sepenuhnya,namun jika kamu masih merasa itu kewajiban kamu melindunginya baguslah,biar Arsenio tahu siapa yang dikhianatinya.
sunaryati jarum
Sokoor
sunaryati jarum
Kok masih di rumah Elvara
sunaryati jarum
Bukankah Arsenio sudah di usir
sunaryati jarum
Baru mampir semoga suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!