NovelToon NovelToon
MAHMUD, I Love U

MAHMUD, I Love U

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Selingkuh / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Dikelilingi pria tampan
Popularitas:166.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: oktabebee

Mayra adalah seorang Mahmud, mamah muda yang sangat dicintai suaminya, Azka. Umur pernikahan mereka baru 4 tahun, berjalan baik-baik saja dan sangat bahagia.

Namun ketentraman rumah tangga mereka mulai terusik sejak kehadiran Rendra, lelaki yang usianya 5 tahun lebih muda yang menyukai Mayra. Rendra mengira wanita yang ditaksirnya itu hanyalah gadis cantik yang masih belia.

Rendra diam-diam mulai menjalankan aksinya untuk menarik hati Mayra. Dan siapa sangka? Tingkah-tingkah konyol Rendra nyatanya mendapat kesan tersendiri di hati Mayra.

Mampukah Mayra tetap setia?

Dan bagaimana sikap Rendra setelah tahu bahwa wanita yang dicintainya telah bersuami?

Nantikan kelanjutan kisahnya dalam "MAHMUD I Love U".

Kisah tentang cinta, setia, dan lika-liku dalam rumah tangga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktabebee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta yang Salah

Holaaa. Bebee datang lagi 😘

Tim sebal, benci Mayra mana suaranya? 😆

Selamat membaca ya, enjoy 💕

🌸

Lina sudah merasa bosan berduaan dengan Rizal saja. Padahal dalam bayangannya dia akan menikmati malam dengan Rendra. Tapi nyatanya lelaki itu malah masuk rumah lagi dan lagi dengan alasan yang diada-ada.

"Nanti saya mandi dulu, ya."

"Saya lupa belum matikan keran."

"Aduh saya kebelet pipis."

Begitu saja terus. Rizal hanya bisa meringis melihat kelakuan temannya itu beralasan. Lina juga sadar bahwa kehadirannya sudah tidak diinginkan di rumah itu. Tapi dia sengaja acuh. Dia harus berhasil menjalankan misinya.

Satu jam lalu, saat Rendra menelepon Mayra di dalam kamarnya, Lina juga sedang bertelepon dengan seseorang di luar sana.

📞 "Iya siap."

Lina menjawab telepon seseorang. Dia tadi segera menjauh saat mengangkat telepon itu. Rizal sempat melihat nama si penelepon di layar ponsel Lina tanpa sengaja. Tapi jelas lelaki itu tidak mengenal nama itu.

📞 "Iya, ini aku juga masih di rumah Rendra," jawab Lina.

📞 "...."

📞 "Iya, sebentar lagi menuju rumah Mayra."

📞 "...."

📞 "Beres"

Tak lama, Lina kembali duduk. Untuk sesaat kemudian Rendra datang dengan celana jeans cokelat muda dan kaos hitam polos berkerah. Lina terpesona dengan ketampanan lelaki di depannya yang masih fresh karena baru selesai berdandan. Lina memang tak salah menjatuhkan hatinya. Lelaki di depannya memang semenawan itu.

"Ayo!" Rendra sudah mengiyakan keinginan Lina untuk mengajaknya berkunjung ke rumah Mayra, entah apa alasanya.

Rendra menuruti keinginan teman wanitanya itu hanya agar dia segera pulang. Lina sudah berada di rumahnya sejak sore tadi sampai sekarang sudah lewat dari jam 7 malam.

Risih? Jelas sekali. Namun tidak mungkin juga si pemilik rumah mengusir tamunya itu kan?

"Ayo!" Lina menjawab semangat.

Rendra, Lina, dan Rizal masuk ke dalam mobil. Dalam hati Lina berdecak kesal karena Rendra nyatanya mengajak Rizal. Dia sangat ingin hari itu dihabiskannya berduaan saja dengan lelaki pujannya. Namun nyatanya dari tadi ada Rizal lagi dan lagi.

Rizal seperti biasa jadi orang yang ambil kemudi. Lina duduk di sampingnya, sementara Rendra memilih duduk di kursi belakang. Dalam perjalanan mereka bungkam. Sesekali Rizal melirik mereka satu persatu melalui kaca spion di depannya, temannya sedang asik sendiri memainkan ponsel.

"Pulang dari Mayra nanti, kita makan dulu yuk!" Lina antusias mengajak. Dia yang memang hanya sendirian di rumah jadi tidak ada batasan untuk menghabiskan waktu kapan dan dengan siapa pun. Bahkan kalau-kalau tidak pulang sekali pun.

Rizal melirik Rendra dari spion untuk memastikan jawabannya. Rendra sedikit menggelengkan kepalanya.

"Wah, saya dan Rendra sepertinya tidak bisa, mau ada perlu," kilah Rizal berbohong.

"Mm, kita ajak Mayra juga kok." Lina meralat ucapannya. Walau sebenarnya dia tidak ingin ada Mayra jika sedang bersama Rendra. Mengganggu!!!

"Saya ada urusan, Lin." Rendra akhirnya ikut bicara. Walau ya, dia juga berbohong.

"Urusan apa? Aku ikut!"

Rizal menahan tawa mendengar perkataan teman wanita di sampingnya. Bagaimana tidak? Baru menjadi teman saja si Lina seolah ingin terus-terusan mengekor pada Rendra. Apalagi kalau-kalau dia jadi pacarnya? Bisa rusuh dunia persilatan.

***

"Rendra??"

Mayra terkejut saat membuka pintu rumahnya, karena yang bertamu adalah orang yang sama sekali tidak disangkanya. Waktu sudah akan jam 8 malam saat itu. Lina sengaja menahan dirinya untuk berdiam dulu di dalam mobil. Dia sengaja membiarkan Rendra dan Rizal dulu yang maju.

"Hai." Rendra menjawab kikuk. Rizal ikut menyapa dengan anggukkan kepalanya.

Tak lama Lina keluar dari mobil dan bergabung bersama mereka. Walau Mayra berteman dekat dengan Lina, namun wanita itu terkejut juga melihat temannya itu datang bersama Rendra. Ada apa?

Walau begitu, Mayra tetap memersilakan mereka masuk. Rendra yang baru pertama kalinya bertamu ke rumah Mayra, menatap satu persatu bagian di dalamnya. Rumah Mayra bagus. Walau tidak terlalu besar, namun perabot dan pernak-pernik di dalamnya di tata dengan apik. Ruang tamu yang di cat berbeda warna setiap sisinya itu menambah kesan cerah, lengkap dengan sofa berwarna hijau muda.

Pada bufet kayu yang membatasi ruang tamu dengan ruang keluarga terpajang beberapa hiasan antik di sana, salah satu diantaranya yaitu miniatur becak.

Rendra pandangi becak itu lekat. Ia jadi teringat ayahnya. Ayahnya juga suka sekali dengan miniatur-miniatur kendaraan jaman dulu itu. Ia tersenyum. Dari Mayra, dia selalu menemukan kenangan bersama mendiang ayahnya sekecil apa pun itu.

Lina dan Rizal sudah duduk di atas sofa dan mencomot kue kering yang memang sudah tersedia dalam toples di meja tamu. Sementara Rendra masih asik menikmati pemandangan di depannya.

"Azka mana, May?" Tanya Lina dengan keras sengaja membuyarkan lamunan Rendra.

"Azka belum pulang," Jawab Mayra seadanya sambil meletakkan tiga gelas sirup pisang yang baru dibuatnya.

"Azka? Siapa?" Tanya Rizal polos. Dia memang belum tahu jika Mayra sudah bersuami.

"Suami Mayra," jawab Lina santai karena memang itulah kebenarannya.

Lina tersenyum puas melihat reaksi terkejut Rizal. Sekali dayung, dua pulau terlampaui, begitu pikirnya. Namun dalam hatinya juga menyayangkan karena Azka tidak ada di rumah. "Coba kalau ada, pasti lebih seru," pikirnya.

"Waah, enak nih." Rendra sengaja segera bergabung dan mencomot isi toples yang sudah terbuka agar pembahasan mengenai Azka tidak melebar. Rendra sudah menangkap maksud Lina mangajak dirinya bertamu ke rumah Mayra malam itu.

***

Rizal kurang fokus menyetir malam itu. Dia terpikirkan soal Mayra, wanita yang ditaksir temannya. Lina, dia sudah diantarkan tepat di depan gerbang rumahnya. Kini mereka_Rizal dan Rendra tengah dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka. Ya, rumah mereka, Rizal memang sepertinya akan tinggal lama di rumah Rendra.

"Ren?" Rizal akan memulai interogasinya.

"Iya." Rendra langsung menjawab sebelum ditanya. Dia tahu bahwa temannya itu akan bertanya, "Benarkah Mayra sudah bersuami?"

"Jadi benar?" Rizal memastikan.

Rendra mengangguk.

"Sinting!! Jadi perempuan yang selama ini kamu perjuangkan sudah bersuami?? Eling Ren!!"

Mendengar nasihat temannya, Rendra malah terkekeh. Dia setuju bahwa dirinya memang sinting. Dirinya sendiri pun tidak menyangka bahwa dia akan mencintai wanita bersuami. Semua itu sama sekali tidak direncanakannya. Jika ada orang yang dengan sengaja merencanakan mencintai orang lain yang sudah bersuami/ beristri, sungguh dialah sesinting-sintingnya manusia.

"Lupakan dia lah Ren!! Ada Lina yang bisa lebih baik, mungkin?" kilah Rizal.

"Hahaha." Rendra kini benar-benar tertawa.

Temannya itu kemarin sangat mendukungnya untuk mendapatkan Mayra. Sampai dia mewanti-wanti untuk jangan sampai tergoda dengan Lina. Nah, hari ini Rizal malah meminta Rendra untuk bersama Lina?

Sungguh hati manusia memang terbolak-balik setiap harinya.

"Ren!!" Rizal membetak keras.

"Apa??" Rendra menghabiskan sisa tawanya.

"Ini serius kamu sudah tahu kalau Mayra sudah bersuami??" Rizal masih tidak percaya dengan tingkah temannya itu.

"Iyaaaaa!!"

"Ckckck, kalau tahu kamu akan jadi segila ini, dulu aku tidak akan merebut Bella, Ren."

"Hahahaha."

Tebakan Rizal kembali membuat Rendra terpingkal. Rizal mengira temannya itu banting stir dengan menyukai wanita bersuami karena patah hati perihal Bella??

No way!!

Bagi Rendra, 'kakak' nya itu sangat menggemaskan malam itu.

"Bang," ucap Rendra sok serius. "Salahkah bila diriku terlalu mencintainya??" Rendra menyanyikan sebait lagu Pinkan Mamboo dengan suara falsnya.

Orang yang dadakan di panggil 'Abang' itu mendelik heran. Temannya itu sudah benar gila rupanya.

"Macam mana pula kau panggil aku 'Abang' hei adik tak tahu diri?!" Rizal ikut memainkan perannya.

"Aku tak punya adik gila macam kau! Terlahir tampan nan rupawan tapi mencintai wanita bersuami?? Cih, dimana harga dirimu wahai pemuda??"

"Hahahahahaa"

Rendra terbahak-bahak menikmati lawakan receh temannya. Sementara si pembuat lawakan teriris getir di dalam sana. Ia bingung harus bagaimana? Rendra masih dalam suasana hati yang hancur sebenarnya saat ini. Dia masih berkabung atas ayahnya. Dan hanya Mayralah yang nyatanya bisa membuat temannya itu tertawa, bahagia.

Lalu sebagai teman, Rizal harus bagaimana?

Segera menyadarkan temannya yang sedang dimabuk cinta? Atau membiarkannya bahagia dengan caranya? Walau salah?

1
Ulil
ini masih lanjut kah???
maya ummu ihsan: entahlah....aku sampai lupa alurnya 😝
total 1 replies
Ulil
besok hari Senin waktunya vote meluncuuurrr
Nanik Purnomo
kasihan azka tersakiti istri yg tak bisa menjaga pandangan dan hatinya
maya ummu ihsan
supaya apa? supaya kamu bisa bersma Rendra?...(sori kak otor...aku emosi 😜)
Nanik Purnomo: q juga kudu omong gitu kk,,,bikin emosiiii si mayra
total 1 replies
maya ummu ihsan
bagus, lain daripada yang lain
maya ummu ihsan
menurutku harus menghindar menjauh pindah kota kalo perlu. jangan jadi duri dalam daging dalam hubungan suci orang lain..
Nanik Purnomo
ga kapok simayra
Fatkhun Naim
bermain api lagi
Fatkhun Naim
up lagi kak
Nanik Purnomo
lah mogok lagiii
Nanik Purnomo
lanjuuttt jangan sampai Mayra melanjutkan kesalahannya
maya ummu ihsan
astagfirullahhaladzim...thor..,apa yang terjadi ... kemana selama ini...aku hampir lupa cerita ini...cerita bagus tp kalah rating....
oktabebee: MasyaAllah .. makasih masih setia disini Kak May 😘 Sehat2 selalu yaa Kak 😘
total 1 replies
Karindaaa 11
AAAAA TERHARUUUUU😭😭😭
Karindaaa 11
MasyaAllah kakkkkk. aku kira mimpii ternyata bnerann. makasih kaaaaa udah update. sehat selalu yaaaa.. tiap buka noveltoon psti periksa akun kakak udah update apa belom. murah rejeki kakkk❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Karindaaa 11: samaa2 akakk❤️❤️❤️
total 2 replies
Karindaaa 11
beneran stop sampe disini aja ya ceritanya????
[💝¹³_ALi💫¹⁶JaFar²⁰*💝
semangat semangat semangat
Nona Bucin 18294
semangat updatenya kak 🤗🤗
Nona Bucin 18294
hai kak aku mampir salken dari Mama muda 😊💜💜💜
Karin Dari Alviona
udh 3 kali baca ulang tapi belom up up jugaaa huhuu😭😭😭🤗
Karin Dari Alviona
up dong otorrrrr😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!