NovelToon NovelToon
Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:32k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Pernikahan adalah tentang kepercayaan. Setidaknya itu yang diyakini oleh Arini selama lima tahun pernikahannya dengan Galang. Namun saat kenyataan itu terungkap secara tidak sengaja, ternyata pernikahan mereka hanyalah sebuah lelucon yang dibuat oleh suami dan selingkuhannya selama ini. Dan dia hanyalah wanita bodoh yang tidak tau apa-apa, dan sudah bekerja keras untuk membangun reputasi suaminya sebagai istri yang baik selama ini.

Hancur dan merasa di bohongi sudah pasti, lalu apa yang akan dilakukan Arini setelah mengetahui semua kebohongan suaminya?
Apakah dia bisa bertahan di kerasnya hidup tanpa Galang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Bercocok Tanam

Setelah hiruk-pikuk pesta pernikahan yang megah itu akhirnya selesai, dan para tamu sudah meninggalkan hotel satu persatu. Bahkan orang tua merekapun memutuskan untuk pulang ke rumah, karena tidak mau mengganggu acara anak-anak mereka. Para orang tua percaya kepada Kevin dan Arini karena mereka sudah sama-sama dewasa.

Kevin dan Arini melangkah masuk ke dalam kamar presidential suite di lantai teratas hotel. Kamar mewah itu telah didekorasi dengan sangat indah. Kelopak bunga mawar merah ditaburkan di atas ranjang berukuran besar, dan aroma lilin terapi lavender menenangkan memenuhi ruangan.

"Aku mandi dulu, ya. Capek banget, " kata Kevin melepas jas yang melekat di tubuhnya.

"Ya sudah, kamu duluan. "

​Arini duduk di tepi ranjang, perlahan-lahan melepas sepatu hak tingginya. Ia menghela napas panjang, merasa lega sekaligus lelah setelah berdiri berjam-jam menyapa ribuan tamu. Namun, tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan Kevin keluar dengan hanya mengenakan jubah mandi handuk berwarna putih, suasana mendadak berubah menjadi sangat canggung.

​Arini tiba-tiba merasa salah tingkah. Ia memalingkan wajahnya ke arah jendela besar yang menampilkan pemandangan lampu kota Jakarta, mencoba menyembunyikan pipinya yang mulai memanas.

​Kevin yang menyadari perubahan sikap Arini hanya bisa tersenyum geli. Ia berjalan mendekat, lalu duduk di samping Arini. Jarak mereka begitu dekat hingga Arini bisa mencium aroma sabun mandi yang segar dari tubuh Kevin.

​"Kenapa, Rin? Kok mukanya tegang begitu? Seperti mau menghadapi sidang umum pemegang saham aja," goda Kevin sambil menyenggol pelan bahu Arini.

​Arini refleks menjauh beberapa sentimeter, membuat Kevin tertawa renyah.

"Kevin, jujur... ini aneh sekali," kata Arini sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan, merasa malu. "Selama bertahun-tahun kita ini berteman. Di kantor kita bicara soal bisnis, di luar kita bercanda sebagai sahabat. Tapi sekarang... melihatmu memakai baju seperti itu di dalam kamar yang sama... otakku rasanya belum bisa memprosesnya."

​Kevin menghentikan tawanya. Ia meraih kedua tangan Arini dari wajahnya, lalu menggenggamnya erat. Ia menempelkan telapak tangan Arini ke dadanya, membuat Arini bisa merasakan detak jantung Kevin yang sebenarnya juga berdegup sangat kencang.

​"Ini nyata, Arini," ucap Kevin dengan nada suara yang melembut, menatap dalam-dalam ke mata istrinya. "Pria di depanmu ini bukan lagi sekadar teman sekolahmu, bukan lagi teman bisnis yang menfokuskan pekerjaan kita. Temanmu yang cerewet ini sekarang sudah resmi menjadi suamimu. Kamu tidak sedang bermimpi."

​Arini menatap mata Kevin, dan rasa canggung yang sempat membeku itu perlahan mencair, digantikan oleh rasa hangat yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia tersenyum kecil.

"Iya, suamiku."

"Coba katakan lagi... " goda Kevin.

"Vin, udah deh nggak usah menggodaku. " Arini tersipu memukul manja dada Kevin.

​Kevin mengulurkan tangannya, perlahan membuka jepit rambut Arini, membiarkan rambut hitam panjang wanitanya terurai bebas di atas bahu. Dengan sangat lembut, Kevin mendekatkan wajahnya dan mengecup kening Arini dengan penuh takzim, sebuah kecupan yang menyalurkan seluruh rasa cinta dan janji setia yang telah ia simpan selama bertahun-tahun dalam diam.

"Kamu mandi dulu, aku sudah siapakan air hangat. Biar capeknya hilang. " ujar Kevin.

Arini hanya mengangguk dan segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

"Rin nanti kalau sudah selesai pakai baju yang udah aku siapkan ya. " ucap kevin sedikit berteriak, tapi tidak mendengar jawaban Arini.

Di dalam kamar mandi, Arini yang mendengar teriakan Kevin langsung menoleh ke sudut ruangan dan dia menemukan sebuah lingerie warna hitam yang kontras dengan kulitnya.

"Aku tidak menyangka, ternyata kamu pria mesum. " gumam Arini sambil geleng-geleng kepala.

​Malam itu, di kamar yang sunyi dan hangat tersebut, mereka melewati malam pertama mereka dengan sangat romantis. Tidak ada lagi ketakutan akan pengkhianatan. Setiap sentuhan dan bisikan Kevin malam itu adalah obat yang menyembuhkan sisa-sisa luka di hati Arini. Arini menyerahkan seluruh jiwa dan raganya kepada pria yang tepat, pria yang mencintainya tanpa syarat. Di bawah kehangatan selimut, mereka menyatu dalam ikatan suci yang dipenuhi rasa syukur yang mendalam.

***

​Keesokan paginya, sinar matahari pagi yang hangat menembus celah gorden, membangunkan sepasang pengantin baru itu. Arini membuka matanya dan menemukan wajah Kevin yang sedang menatapnya sambil tersenyum dari jarak dekat.

​"Selamat pagi, Nyonya Mahendra," sapa Kevin, mengecup ujung hidung Arini.

​"Selamat pagi, Suamiku," balas Arini dengan suara khas bangun tidur, menyandarkan kepalanya di dada bidang Kevin. "Jam berapa penerbangan kita ke Jepang hari ini?"

​"Jam satu siang nanti. Semua koper sudah diurus oleh tim wedding organizer. Kita tinggal bersiap-siap," jawab Kevin sambil mengelus rambut Arini.

​Arini mendongak, menatap Kevin dengan heran. "Kev, sebenarnya aku masih penasaran. Kenapa dari sekian banyak tempat romantis di dunia, kamu memilih Jepang? Apalagi saat ini di sana sedang puncak musim dingin."

​Kevin tertawa kecil, lalu memeluk pinggang Arini dengan lebih erat, membawa tubuh mereka semakin merapat.

​"Justru karena musim dingin, Rin," bisik Kevin dengan nada menggoda di telinga Arini. "Di luar sana suhunya sangat dingin, bahkan bersalju. Jadi, kita tidak perlu sering-sering keluar kamar hotel. Rencanaku, kita akan menghabiskan hari-hari kita di sana untuk fokus 'bercocok tanam'."

​Arini memukul pelan dada Kevin, wajahnya seketika memerah mendengar istilah suaminya itu. "Kevin! Apa sih!"

​"Aku serius, Sayang," Kevin menahan tangan Arini, lalu menatapnya dengan tatapan yang penuh harapan. "Dokter Stella kemarin bilang kalau rahimmu sangat subur dan sehat. Jadi, aku tidak ingin membuang waktu. Usia kita sudah cukup matang untuk memiliki seorang anak. Dan suasana musim dingin di Jepang sangat mendukung untuk kita terus berpelukan di dalam kamar. Aku ingin kita segera memiliki momongan. Aku ingin melihat rumah kita nanti ramai dengan suara anak-anak kita sendiri."

​Mendengar penjelasan Kevin, kemarahan Arini lenyap, digantikan oleh rasa haru yang membuncah. Impian untuk memiliki anak dari darah dagingnya sendiri, adalah sesuatu yang dulu sempat direnggut secara kejam oleh kebohongannya Galang, kini kembali dihidupkan dengan begitu indah oleh Kevin.

​"Baiklah," bisik Arini malu-malu, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kevin. "Aku akan mengikuti semua rencana 'bercocok tanam' dari suamiku."

​Kevin tersenyum bahagia mendengar jawaban pasrah dari istrinya. Siang itu, dengan hati yang penuh dengan harapan baru, mereka melangkah menuju bandara. Bersiap terbang menuju negeri sakura yang sedang diselimuti salju putih, tempat di mana mereka akan mengukir babak baru kehidupan mereka, menanam benih-benih cinta yang baru, dan bersiap menyambut kehadiran buah hati yang akan melengkapi kebahagiaan abadi mereka.

1
Ade Chubi
pede banget si Galang
partini
nipu kamu aja yg gampang jadi laki 50/50 lah kalian berdua
Mefiani
semoga galang mau sembuh biar bisa membalas perbuatan dita...
Anita Rahayu
Thor karma dita kapan nich di tuli penasaran kali
Eys Resa: hehehe, nanti kak.
total 1 replies
I Love you,
mati ajah biar 🤔😤ga siksa
Ma Em
Selamat untuk Arini ternyata Arini tdk mandul dan sekarang Arini sdh hamil , vonis mandul itu ternyata hanya kebohongan dari Galang agar Arini mau merawat anak Galang bersama perempuan lain dan sekarang Galang nya sdh dapat balasan nya .
Eys Resa: nanti kejutannya di bab 41 kak
total 1 replies
Mefiani
rasane q melu terharu n bahagia..😘
Mefiani: ok...gak sabar nunggu..
total 2 replies
I Love you,
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰🥰🥰 sehat sehat ya .!
Eys Resa: aamiin❤
total 1 replies
Mefiani
selamat...selamat...arini dan kevin...calon ortu baru..😘
Mefiani
tanda2 hamidun itu...semoga saja
Mefiani: sorry...sorry..baru tau q...q kira sama aja artine sama hamil biasa...terima kasih dah beritau..😘
total 2 replies
Ayudya
mampir kak
Eys Resa: makasih kak🌹
total 1 replies
Titien Prawiro
Kevin, Arini. selalu bahagia ya
Titien Prawiro
Senjata makan tuan.
Titien Prawiro
Enak Lang jadi miskin, kembali ke asal.
Titien Prawiro
Tunggu tgl mainnya Galang, kamu bisa menikmati kemiskinnanmu
Titien Prawiro
tulllll
Titien Prawiro
Galang kamu jgn kaget kalau kamu gk punya apa2 lagi ya. selamat Galang.
Titien Prawiro
perusahaannya Galang diambil alih ke Arini, Galang jadi miskin.
Titien Prawiro
Hancurkan perusahaan Galang Arini, balas dendam dengan elegan.
Titien Prawiro
Kalau Galang minta gono gini gk perlu soalnya gk ada surat nikahnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!