NovelToon NovelToon
My Sweet Enemy

My Sweet Enemy

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / One Night Stand / Playboy / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:58k
Nilai: 5
Nama Author: Rey

"Apa yang terjadi dengan kamu dan cucuku adalah hal yang tidak bisa dianggap sepele. Kalian berdua harus segera menikah."

"Tapi, Nek. aku tidak mau menikah dengan cucu nenek yang playboy itu."

"Bagaimana jika kamu hamil anak dari cucuku karena kejadian malam itu?"

Lana tidak bisa berkata apa-apa. Kejadian satu malam yang terjadi antara dirinya dan Noah membuat dua orang yang saling membenci itu harus hidup dalam satu ikatan pernikahan.

Lana yang sangat membenci Noah karena sepak terjang Noah yang seorang playboy selama ini. Pun dengan Noah yang menganggap Lana bukan gadis yang benar karena pernah melihat Lana menerima uang dari pria paruh baya.

Pernikahan yang seharusnya adalah hal yang bahagia bagi pasangan kekasih, tapi tidak bagi mereka.

Bagaimana mereka akan menjalaninya? Dan apakah mereka akan menemukan arti sesungguhnya dari suatu hal yang sakral, yaitu pernikahan?

Selamat membaca dan semoga jatuh cinta sama ceritaku.

IG : rinitri_87

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Acara Syukuran part 2

Noah menggandeng tangan Lana dan mengajak istrinya itu pergi ke taman belakang kampus yang memang sepi.

"Mau apa ke sini?" tanya Lana heran.

Noah membuka tasnya dan dia mengeluarkan kotak kecil yang mirip P3K.

Noah membuka kotak itu dan mengeluarkan plester. Dia menempelkan plester pada lengan Lana yang terluka.

Lana tampak terkejut melihat apa yang Noah lakukan. "Kamu ke mana-mana membawa kotak itu?"

"Iya karena banyak yang mencari masalah denganku, makannya aku harus siap pertolongan pertama agar nenekku tidak terlalu terkejut saat aku pulang dengan luka yang biasa aku alami.

"Bukan mereka yang mencari masalah denganmu, tapi kamu, Anoa dan gara-gara kamu juga tanganku sampai seperti ini," dengus Lana kesal.

"Makannya, lain kali jangan jadi sok pahlawan. Tania itu walaupun terlihat pendiam dan lembut. Dia sebenarnya seperti rubah. Aku lega putus dengannya." Noah malah merentangkan tangannya.

"Tapi kamu keterlaluan memintanya membuka semua bajunya seperti itu. Aku tentu saja tidak tinggal diam."

"Kenapa? Kamu cemburu jika aku melihat tubuh cewek lain selain tubuhmu yang tadi pagi sangat indah itu?" Tangan Noah tiba-tiba menarik pinggang Lana mendekatkan pada tubuhnya.

Entah kenapa Lana seolah terkunci melihat sorot mata Noah padanya. "Kamu tidak suka jika mataku ini melihat tubuh Tania?" Noah semakin mendekatkan tubuh Lana sampai tidak ada jarak diantar mereka berdua.

"Noah, aku mau ke kelas," ucap Lana lirih.

"Jam masuk masih beberapa menit lagi, Lana," jawab Noah pun lirih.

Namun, acara mereka akhirnya terganggu saat terdengar suara dering dari ponsel Lana.

"Noah, awas!" Lana yang sadar segera mendorong tubuh Noah. Lana segera mencari ponselnya dari dalam tas. "Iya, Sa, ada apa?"

"Kamu itu nyasar di kamar mandi, ya? Kenapa lama sekali? Katanya mau beli jus!" suara Sasa tampak kesal di telepon.

"Iya, aku ke sana!" Lana berjalan meninggalkan Noah yang masih berdiri terdiam di sana.

"Kenapa dengan diriku ini?" Noah berdialog sendiri.

***

Kelas sudah dimulai dan sekarang saatnya kelas di mana Bu Siska meminta tugas esai Noah.

"Saya kira kamu tidak akan mengerjakannya." Wanita paruh baya itu membaca esai Noah dan tampak senyum bahagia menghiasi bibirnya.

"Apa ada yang kurang, Bu?" tanya Noah.

"Bagus sekali, kebudayan di kota modern ini kamu tulis dengan sangat bagus dan rapi. Hem!" Bu Siska melihat seolah curiga pada Noah. "Apa benar ini kamu yang membuat sendiri, dan ini tulisan kamu sendiri?"

"Tentu saja itu semua saya yang membuat dan menulisnya sendiri. Kalau Bu Siska tidak percaya boleh tanya pada Lana," jelas Noah.

"Apa? Lana?" Bu Siska dan lainnya seketika melihat ke arah Lana.

Lana yang dilihat seluruh kelas tampak kaget. Dia tidak menyangka jika Noah akan menyebut namanya.

"Noah?" Lana pun tampak terkejut namanya disebut.

"Ya ampun! Apa pernikahan Noah dan Lana akan terbongkar saat ini juga? Pasti seru, apa lagi melihat wajah gadis-gadis yang menyukai Noah," Sasa berkata dalam hati.

"Lana, apa benar itu semua yang mengerjakan Noah?" tanya Bu Siska.

Lana melihat pada Noah. "I-iya, Bu. Dia—?" Lana tampak bingung.

"Saya meminta bantuan Lana untuk membantu mencari ide tentang kebudayaan apa yang harus saya tulis karena waktu itu esai Lana mendapat nilai terbaik di kelas. Jadi, apa salahnya kalau saya meminta bantuan Lana?" Noah melihat ke arah Lana.

"Iya, Bu, saya hanya membantu mencari ide saja. Noah sendiri yang menulis semua itu," jelas Lana pada gurunya.

"Itu tulisan saya karena setiap menulis tidak rapi dan jelek, Lana selalu membuang kertasnya," jelas Noah menceritakan apa yang memang Lana lakukan.

"Pilihanmu tepat mencari teman untuk membantu membuat esai. Nilai esai kamu ini lebih tinggi dari punya Lana. Selamat ya, Noah." Bu Siska memberi jabatan tangan selamat pada Noah.

Sasa dengan cepat bertepuk tangan duluan dan diikuti oleh lainnya. Lana pun ikut bertepuk tangan walaupun pelan.

"Apa suara cewek yang mengatakan dia istri Noah itu adalah suara Lana? Apa dia sengaja membantu Noah karena dia diam-diam menyukai Noah? Tapi setahuku Lana itu tidak suka pada Noah," Tania berdialog sendiri.

***

Lana tampak duduk di depan cermin rias dan bibi Maya sibuk dengan rambut Lana yang sedang dia sisir dan memberi hiasan jepitan yang sangat cantik.

"Bi, sakit! Kenapa tidak diikat biasa saja?" Lana tampak tidak nyaman.

"Hei! Ini acara istimewa, bukan acara yang diadakan di kampung rumah kita. Kamu harus tampil sangat cantik nantinya."

"Buat siapa juga aku tampil cantik." Lana mengerucutkan bibirnya.

"Tentu saja buat suamimu. Apa kamu tidak mau dipuji cantik sama suamimu?" Bibi Maya ini kesal sekali sama keponakannya.

"Aku tidak butuh pujian dari si anoa itu. Lagi pula dia sudah sering memuji cantik pada setiap wanita," jawab Lana malas.

Bibi Maya dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya. Lalu, mereka berdua turun dan menuju ke tempat acara.

Di sana sudah banyak orang-orang berdatangan. Lana tampak berjalan mencari di mana Sasa yang bilang jika dia sudah hadir di acara itu.

"Lana, kamu cantik sekali," suara Bruno yang berpapasan seketika memuji Lana.

"Terima kasih, Bruno." Lana tampak celingukan mencari di mana Sasa.

"Kamu sedang mencari siapa Lana?" tanya Bruno.

"Aku mencari Sasa. Bruno, aku permisi dulu." Lana melangkah pergi.

"Lana, tunggu!" Bruno dengan cepat memegang tangan Lana.

"Ada apa, Bruno?" Lana melihat Bruno heran.

Dari kejauhan, Danang yang sedang menikmati acara, tidak sengaja melihat Lana dan Bruno.

"Noah, lihat itu tangan istrimu dipegang oleh pria lain." Danang menepuk pundak Noah yang sedang asik memainkan gelas minumannya.

Pandangan Noah seketika pindah melihat pada Lana dan Bruno. "Kalau Lana itu istriku, tidak akan aku biarkan pria lain menyentuhnya seperti itu, walaupun hanya sekadar memegang tangan."

"Biarkan saja. Lana berhak dekat dengan siapapun." Noah melengos berbalik badan.

"Hem! Suami macam apa kamu ini? Lana itu terlihat tidak nyaman tangannya dipegang oleh pria sok ganteng itu."

Noah meletakkan gelas minuman dan dia berjalan mendekat ke arah dua orang yang dibicarakan oleh Danang.

"Lana, ikut aku sebentar." Noah tiba-tiba menggandeng tangan Lana dan menariknya pergi sampai pegangan tangan Bruno pun terlepas.

"Hei! Apa yang kamu lakukan?" tanya Bruno kaget.

"Aku ada perlu penting dengan Lana." Noah yang masih menggandeng tangan Lana membawa gadis itu pergi dari ruang acara utama.

"Ada apa, Noah?" Lana melepaskan pegangan tangan Noah.

"Bisa tidak kamu jangan bermesraan di tempat umum dengan pria yang tergila-gila sama kamu itu!"

"Maksud kamu apa?" Lana terlihat kesal sama Noah.

"Apa yang kamu dan Bruno lakukan tadi?" tanya Noah dengan wajah songongnya.

"Noah, aku dan Bruno tidak melakukan apapun, dan lagi pula aku itu bukan kamu yang bisa seenaknya bermesraan bahkan berciuman seenaknya di tempat umum." Lana mendelik marah pada Noah.

Lana pun pergi meninggalkan Noah di sana.

"Dia kenapa semakin cantik saat marah seperti itu? Huft! Ada apa denganmu, Noah?" Noah seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dia katakan.

Lana berjalan dengan wajah marah menuju ke ruangan utama di mana acara itu sedang berlangsung, tapi sebelum melangkah lebih dekat dengan ruang utama. Langkah Lana dihentikan oleh seseorang.

1
Nur Adam
lnjut
Rey: lanjut di novel dengan judul Cinta Yang Terlupakan, Kak.

aku sudah up..Terima kasih
total 1 replies
Defi
lihat judulnya ngeri - ngeri sedap thor, semoga Noah gak amnesia kasihan Lana
Defi: semangat othor, masih mantapin hati ini
total 4 replies
Defi
semangat othor
Defi
nah kan Nick itu Arsen berarti dia sudah tahu tentang Noah yang adik beda Ibu
Aya Hadad
Ok 👌 ditunggu selalu 👍😘😘🙏
sella surya amanda
next
Hanisah Nisa
lanjut
Defi
siapa itu yang menabrak Noah, Disya kah 😱.. semangat othor
Nur Adam
lnjut
sella surya amanda
lanjut
riyani
noah...🫢
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
haduch
Defi
Haha.. Sasa agresif ya Nang.. Syukurlah kalian bisa berjodoh ikut Noah dan Lana
Defi
Disya ini sungguh mengerikan 🫣😡
Defi: siluman thor bukan lagi hantu #eh 😂
total 2 replies
Defi
Noah tahu aja dan memberi kesempatan kepada Paman Arya untuk bisa melindungi Tante April 😂
Rey: Biar paman Arya dapet jodoh. Kasihan dia
total 1 replies
Hanisah Nisa
biarlah...lama jumpa dengan...Nick....last sudah kan ...Nick ..di sana....lagi pun Nick adalah lelaki yg baik ....kesian juga dia ....
Rey: iya, Nick pria yang baik. Hanya saja nasib cintanya yang gak baik
total 1 replies
Nur Adam
lnjjt
sella surya amanda
lanjut
Nur Adam
lnjut
Defi
Lana pergi mencari kebenaran untuk dirimu Noah. semoga saja Mama Disya mau bekerja sama dengan Lana agar Disya dan Ayah tirinya sadar perbuatan mereka merugikan orang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!